
Aku bercermin dan mematut diri. Di umurku yang menginjak kepala tiga aku bahkan tak terlihat jika umurku 30 tahun. Tak heran, aku bertubuh mungil dengan tinggi tidak sampai 140, di tambah wajahku yang awet muda tak membuatku terlihat berkepala 3- aku bahkan tak menemukan ada masalah kulit seperti bercak hitam atau keriput yang muncul di umur 30 an.
Jika aku tidak memiliki uban di rambut panjangku takkan ada yang percaya jika aku telah menginjak kepala 3.
Tok!
Tok!
Suara pintu di kamarku di ketuk. Beruntung, Arnold sudah pergi dari kamarku meski sempat masih berada di sini- dengan alasan tak bisa tidur jika tidak ada guling. Jadilah- ia baru pergi baru saja, tepat di saat aku pergi mandi.
“ iya.” ucapku agar si pengetuk pintu tak lagi mengetuk pintu..
“ka..” ucapku geram karena yang mengetuk pintu ku berulang kali adalah Arnold..., juga Damien.
“ ayo kita segera turun, papa dan mommy sudah menunggu untuk mengajak sarapan bersama.” ucap Arnold gampang.
Aku tak jadi geram. Biar bagaimana pun Damien tak tahu hubungan kita. Aku memutuskan memlih mengikuti Damien juga Arnold sampai ke dalam Lift.
__ADS_1
“ rasanya sepi kalau yang biasanya cerewet hanya diam saja.” celetuk Damien.
“ apa kau merasa pusing?” tanya Arnold. Aku hanya mengangguk.
“ kurasa ia memiliki claustrophobia. Ketakutan pada ruangan tertutup.” jelas Arnold.
“ sayang kita tak bisa membuat Jendela di sini. Dan hotel ini tak memiliki tangga kecuali tangga darurat.” ucap Damien tak jadi mengerjai ku.
Setelah keluar, kami sudah di tunggu oleh kak Ika, keluarga kak Ika dan kak Edward. Di sisi meja satunya tampak jika ada Mommy Berta, papa dan adikku Nicholas. Aku merasa Nicholas seperti anak ayam yang selalu mengikuti kemanapun induk ayam pergi.
“ kami ambil sarapan kami dulu.” ucap Arnold.
Aku lapar. Untuk mengatasi rasa mualku kurasa aku akan mengambil es susu campur buah ini. Makanan; tentu saja fried rice. Atau bukan? Itu terlihat seperti fried rice- di tulisan penujuk juga di tulis fried rice namun memiliki isi kacang polong juga jagung manis.
Rasanya pasti akan manis. Lalu sossis, telur. Sayur. Dan roti panggang sebagai penutup. Menggunakan selai keju, coklat dan susu kental manis.
Diet? Di umur 30 tahun kurasa diet hanya akan menyiksa diri. Jadi dari pada tidak makan sama sekali, aku memilih untuk membakar lemak yang sudah kukumpulkan dengan berolah raga. Jadi...., lupakan Diet dan ayo kita makan.
__ADS_1
“ di hotel ini memiliki fasilitas Spa? Aldista! Apa kau mau ikut Spa dengan Mommy?” tanya Mommy Berta setelah selesai sarapan dan duduk di Lobby hotel.
“ benarkah?” tanyaku melihat brosur hotel yang menunjukkan berbagai fasilitas hotel.
“ aku tidak suka jika tubuhku di sentuh orang. aku memilih ikut GYM ajh.” ucap ku. Dan seketika itu juga aku medapat notice pesan.
‘ tentu saja, kulitmu itu sensitive. Bisa- bisa saat di pijat kau malah menggerang dan melenguh.’ begitu pesan yang berasal dari kakak tiriku.
Aku menatap kakak tiriku dengan tajam dan Arnold hanya menunjukkan smirk smile nya padaku.
“ GYM tu bayar yo, mba Aldista.”kalau mau ke GYM, kau harus membayarnya. ucap Nicholas.
“ aku dan Damien akan GYM juga, jadi kurasa Ale bisa ikut denganku.” ucap Arnold cepat.
“ papa dan Nicholas akan keliling ibukota dan berwisata kuliner bersama dengan kak Edward.” ungkap Papa.
“ kalau begitu, Ika dan Besan. Bagaimana jika kita sebagai sesama wanita melakukan SPA ajh, kurasa juga ada pijat untuk bayi.” ucap Mommy Berta.
__ADS_1
“ ayuk.” ucap kak Ika semangat.