
Setelahnya, kami memutuskan untuk pulang.
Sejujurnya, tak masalah kami mau pulang kapanpun.
Kami menggunakan kendaraan pribadi dan tak terhalang waktu entah kerja atau sekolah. Tapi karena adikku membutuhkan membeli barang di solo- akhirnya mau tak mau aku memutuskan pulang ke solo.
...‘ apa kau menyukai handphone nya?’ sebuah notice pesan dari kakak tiriku. ...
Saat itu kebetulan Damien lah yang mengendarai mobil kami. Lalu di sebelah Damien adalah Arnold. Mommy Berta dan papa di tengah, sementara adikku bersamaku di belakang.
...‘ apakah itu darimu?’ tanyaku....
...‘ tentu saja. Aku terpaksa meminta Damien memberikannya padamu karena aku takut keluarga kita akan curiga padaku.’ jawab Arnold....
...‘ terutama adikmu.’ lanjutnya.....
...‘ kau tahu?’ tanyaku....
...‘ kau tak lihat jika ia terus menatapku dan Damien? Aku takut ia akan menyukai salah satu dari kita.’ jawabnya. ...
__ADS_1
Aku hanya tersenyum. Karena memang hubunganku dan adikku menjadi renggang kala aku menghapus ribuan berkas dan video milik adikku yang ternyata berisi soal men to men. Namun aku sengaja tak menceritakannya karena biar bagaimana pun ia dalah saudara juga keluarga kandungku. Aku tak ingin hanya karena hal yang tak pasti membuat keluarga kandungku dan keluarga baruku menjadi renggang dan tak akrab.
...‘ by the way, terima kasih handphone nya, aku suka.’ jawabku mengalihkan....
...‘ aku akan meminta bayarannya di rumah.’ jawabnya....
...‘ jangan gila! Ada keluarga kita di rumah!’ jawabku....
...‘ kau lupa jika kamarku- aku buat kedap suara.’ jawabnya....
...‘ bagaimana jika ada yang curiga dan mencariku?’ tanyaku....
...‘ mereka pasti lelah. Dan akan langsung tertidur setelah pulang.’ jawabnya....
Karena kamar yang di biasa di gunakan adikku di gunakan Arnold- sekarang aku yakin adikku memilih untuk tidur di lantai dua yang sudah di bangun oleh kakak tiriku itu.
Aku membangun sebuah ruangan dengan bergaya eropa dengan nuansa lantai dan dinding seperti ornamen kayu. Dan karena aku memang membuat lantai satu khusus untuk di buat kost- sehingga aku membuat dapur mini di lantai dua lengkap dengan sofa- kasur double bed meja dan TV layar datar baru.
Ruangan yang sebelumnya kamar papa ku- aku rubah menjadi ruangan untuk menjemur lengkap dengan mesin cuci baru. Dan lantai dua aku perluas hingga sampai di atas kamar Arnold. Lalu di beri sekat berupa dinding pemisah antara ruang untuk menjemur dan kamar tidur papa dan Mommy Berta aku juga menambahkan kamar mandi mini di kamar papa.
__ADS_1
Jika dulu- papa selalu mengalah untuk adikku, karena sekarang ada momy Berta aku yakin- adikku akan tidur di sofa lantai dua yang memang bisa di rubah jadi kasur sederhana.
🏡 di rumah 🏡
“ Ale.” panggil Arnold.
“ hem?” jawabku sekenanya di dada bidang Arnold yang masih terasa lembab.
“ apa kau mau kembali kuliah, Ale?” tanya Arnold.
“ kuliah?” tanyaku mengulang.
“ ehem.” jawabnya.
“ kau tahukan aku ingin pergi dari kota solo- sementara kuliahku ada di kota ini.” ucapku menjelaskan.
“ kau bisa membuat surat kepindahan ke universitas yang ada di Bali, Ale. Kau bisa lanjut kuliah di kota yang ada di Bali.” jelas Arnold.
Hentikan! Jangan lagi berbuat manis! Aku bisa saja terlena pada perasaan ini.
__ADS_1
“ bagaimana, Ale?” tanya Arnold karena aku hanya terdiam.
“ terserah kau saja.” jawabku- mengatasi air mata karena haruku. Aku memilih memeluk dada Arnold agar pria itu tidak dapat melihat wajahku yang hendak menangis.