
“ kau tinggal dimana?” tanyaku sebelum gadis itu pergi meninggalkanku.
“ aduh, aku tidak hapal. Jika takdir mempertemukan kita, kita pasti bertemu.” ucap gadis itu asal.
Aku tahu kata- katanya asal. Namun itu tetap membekas di hatiku. Seolah menyalakan api semangat lagi di hatiku. Sayangnya, aku tak pernah bertemu dengannya lagi.
Dan aku tak mau berdiam diri lagi sama seperti saat aku membutuhkan kasih sayang ayah dan ibuku. Entah mengapa pertemuan singkat itu membangun semangatku lagi. Akhirnya, aku memilih melanjutkan kuliahku. Kali ini di jurusan manajeman agar aku bisa meneruskan perusahaan yang di dirikan ayahku.
Setelah lulus. Aku menjual bangunan lama ayahku yang telah terbengkalai. Beruntung, ayahku tak pernah meminjam bank sehingga tak di sita ketika ayah tiada.
Perusahaan ayahku adalah perusahaan yang berbasis Game online.
Bukan hanya programer, bahkan para designer animation dan Designer komunikasi visual juga ikut bergabung di perusahaan ayahku, belum music nya, sebisa mungkin ayahku ingin menciptakan music ciri khas perusahan mereka sehingga selalu mencipatakn music khasnya sendiri.
Sekarang, aku bukan saja menggaet, progamer, designer Animation, Designer Komunikasi Visula dan musisi- aku juga menggaet orang- orang yang memiliki basic Kriya dan interior designer.
__ADS_1
Aku menciptakan dunia game online ku menjadi nyata.
Membuat taman bermain yang berdasarkan game online milikku. Bahkan aku menjual belikan costume dari game online ku untuk para cosplayer di luar sana.
Keluarga besarku yang melihat itu, merasa senang akan perubahan yang terjadi padaku.
Sekarang, aku sepenuhnya menggantikan ayahku. Yang selalu melindungi ibuku- yang murah senyum.
Itu jika di hadapan keluarga saja.
Bahkan meski aku tak berada di kursi kebesaranku, aku tetap mengawasi perusahaanku melalu layar laptopku dan handphone ku.
Semua telah berubah, yang telah tiada takkan bangkit lagi meski aku terpuruk dalam rasa penyesalan. Itu sebabnya aku terus maju. Kehidupanku akhirnya kembali naik dan berada di atas.
Yang dulu hilang kini berlomba- lomba mengenalku.
__ADS_1
Tak jarang para wanita merangkak naik ke ranjangku dengan tidak tahu malunya.
‘ munafik.’ batinku jijik.
Semenjak saat itu, rasa benciku kepada perempuan semakin bertambah.
Di saat aku kembali maju, semua juga terus maju. Brian yang sudah terlihat jenius meski baru berumur 10 tahun dan Damien yang di tunjuk sebagai IP.
Setelah aku mampu, aku mulai mencari soal siapa Aldista- gadis yang membuat semangat hidupku kembali, membuatku menjadi penasaran siapa gadis yang kutemui itu.
Mungkin karena penasaran dan rasa ingin melindungi dari keluarga besarnya itulah- tanpa sadar, keinginan untuk mencarinya begitu kuat. Sayangnya, aku hanya tahu jika namanya adalah Aldista dan di Indonesia, nama Aldista tidak cuma satu.
Apa lagi, aku cuma tahu nama panggilannya dan bukan nama lengkap gadis itu.
Damien menawarkan bantuannya sebagai International Police. Namun aku menolaknya, selain ini urusan pribadi, Damien bahkan belum pernah melihat rupa gadis itu. Apa lagi mengingat jika 3 tahun telah terlewat semenjak kejadian itu.
__ADS_1
Aku yakin, wanita itu itu juga sudah berubah, meski aku tak ingin sifatnya yang polos itu juga berubah. Hampir 5 tahun aku mencari keberadaan gadis itu, hingga aku mengetahui jika takdir mempermainkan kami. Ternyata, Aldista yang aku cari berada sangat dekat denganku.