
Aku memanggil Aldista. Bukan dengan nama Ale namun nama yang kuberikan padanya untuk menggodanya.
Aku bertanya ratio kira- kira soal kekasih tuanya yang tak dapat memuaskannya.
1001: 1000? ia tak dapat memuaskan Ale? Dan angka ganjil apa ini? Ia type senapan mesin? Praktis, cepat menembak tahu- tahu pelurnya sudah habis.
Praktis berarti kecil karena gampang di bawa- bawa.
Cepat menembak berarti ia cepat mendapatkan pelepasan
Dan peluru gampang habis itu berarti ia seorang yang cepat merasa bergairah.
Dan ia bangga pada itu semua? Pria tua!
Dan apa makna 1 dari 1001?
Ia menjawab karena ia kuat di kedua kali karena Ale lah yang menggulum miliknya.
Ya, kulumannya hebat. Rasanya sama persis dengan merasakan miliknya. Basah, hangat, memijat dan ia pandai menggunakan lidahnya.
‘ sial, aku mau lagi.’
Dan tiba- tiba pikiran liarku teralihkan karena ia memberiku keranjang cucian.
Ia? Memberiku semua cucian ini? Untuk aku jemur? Aku terkejut. Namun melihatnya yang memintaku hanya membawa ke tempat menjemur, aku memilih untuk melaksanakan permintaannya. Ia kelelahan. Aku bahkan bisa melihat jika Ale langsung kekamarnya untuk beristirahat.
Aku melirik ke arah di bawah pusarku. Karena kecewa, milikku kembali tertidur. Beruntung, aku tak harus merasakan blue ball karena aku tak benar- benar membuat milikku terbangun.
***
Sore harinya, ia mendapatkan masa period nya.
__ADS_1
Aku ingin menyentuhnya, namun aku mengalah.
Beruntung, aku tak terlalu terangsang tadi.
Beberapa tahun tinggal bersama dengan ibuku sendiri membuatku paham jika wanita akan menderita waktu semasa period. Aku membuatkan tea Jahe dan juga Beras yang sudah aku hangatkan dan aku masukkan ke wadah kain seperti bantal kecil.
“ kakak, aku tidak suka bumbu dapur bewarna kuning ini.” ia menjulurkan lidahnya sewaktu mencicipinya.
“ minumlah barang sedikit, ini resep mommy ku sewaktu ia period dan sakit di perutnya menjadi lebih baik. Ini, aku sudah menghangatkan beras, taruh di perutmu terutama sumber rasa sakitmu, ini akan membuatnya menjadi lebih baik.” ucapku. Ale meletakkannya di perutnya. Sementara mencoba meminum minuman yang aku buat dengan sekali teguk.
“ terima kasih.” ucapnya, memberikan cangkir kepadaku.
“ you’re welcome.” jawabku.
Ia kembali menarik selimutnya. Aku tersenyum lalu meninggalkannya sendiri agar ia bisa tidur nyenyak.
🌞🌞🌞
‘ kau tak apa?’ bisikku.
‘ tak apa, tadi, keponakannya yang kecil menghubungiku dan mengatakan merindukanku.’
‘ kau suka anak kecil?’
‘ ya. Dan jika aku bermain dengan banyak orang, ia takkan berani menyentuhku, ia memiliki gengsi dan rasa malu yang besar.’ bisiknya.
Aku termenung akan kata- katanya. Apakah kekasih tuanya akan tetap memaksa meski tahu jika Ale mengalami period? Orang tua!
Aku tak bisa terlalu mencegahnya, hari ini aku juga harus pergi keperusahaanku, ada rapat dari perusahaan- perusahaan yang memiliki basic sama dengan perusahanku untuk memenangkan tender besar! Ini rapat penting sehingga aku tak bisa mewakilinya dengan Video Room.
Setelah Ale pergi, aku bergegas, menyiapkan berkas, membawa Jass yang akan kupakai- karena jika aku langsung terlihat rapi, tetangga tukang gosipku akan bertanya hal yang akan membuatku telat. Jas sudah masuk koper, lalu dasi, jam tangan bisa langsung aku pakai, laptop dan sebagainya.
__ADS_1
Aku bergegas ke mobilku, sempat ada yang mencegatku, namun aku mengatakan jika terburu- buru mengejar pesawat.
Aku memang akan naik pesawat, namun sejujurnya, aku tak perlu khawatir mengejar jadwal terbang pesawat. Tentu karena itu adalah pesawat jet pribadiku sendiri.
Aku langsung mengendarai mobilku menuju bandara, setelah berbicara sebentar pada resepsionist, membayar biaya acomodasi karena telah memarkirkan pesawatku di bandara ini- aku bergegas, mengendarai mobilku menuju bagasi pesawat dan memasukkan mobilku ke dalamnya, setelah aku rasa, mobilku terparkir dengan benar, dan sudah terkait agar tidak bergesar waktu pesawat mengudara, aku menuju ruang beristirahat, aku menyapa pilot dan copilot lalu segera meminta mereka menerbangkan pesawatnya ke tempat yang aku tuju.
Pesawat ini milik grandpa ku, fasilitas pesawat ini cukup lengkap, bahkan ada pramugari yang melayani juga. aku meminta coffee hitam, dan sarapan sederhana, Ale tidak sempat menyiapkan sarapan karena period nya- sehingga ia bangun siang, dan saat ingin memasak, kekasih tuanya malah datang.
Aku menyesap coffee hitamku dan memakan sarapanku; sandwich isi Tuna. Setelahnya aku mengambil jas ku dan pakaian lengkap lalu memakainya. Setelah di rasa penampilanku telah rapi dan perfect, aku mengambil Laptopku, memeriksa kembali berkas yang sudah aku siapkan. Aku ingin memenangkan tender ini.
Aku menatap ke arah pramugari yang tengah menatapku, aku rasa ia menyukaiku, namun setidaknya ia menunjukkan ke profesionallitas nya dengan tidak merayuku. Ia didik langsung oleh grandpa ku, jadi aku rasa ia tahu soal aku yang membenci wanita. Semua wanita, kecuali keluarga besarku dan Ale tentu saja.
Pesawat akan mendarat, aku membereskan laptop dan berkasku lalu memakai sabuk pengamanku.
Pesawat mendarat dengan sukses. Aku berterima kasih kepada pilot, copilot, memberi mereka sedikit tips begitupun dengan pamugari yang menyukai ku itu, lalu bergegas menuju mobilku. Kait otomatis terlepas, aku mengendarai mobilku menuju tempat dimana rapat berlangsung.
Begitu aku masuk ke gedung dimana rapat di adakan, para pegawai yang telah menunguku langsung membungkuk dan memberi hormat kepadaku. Aku tak mempedulikan salam mereka. Bagiku arena di perusahaan sama saja dengan orang yang memakai topeng. Bisa saja kawan atau musuh dalam selimut.
Aku melepas senyumku dan menjadi seorang yang dingin dan arrogant.
Aku melewati mereka, dan barisan mereka pecah lalu mengikutiku, memberi keterangan yang harus mereka laporkan, memberi tahu siapa dan apa saja perusahaan yang akan ikut campur dalam tender ini.
Aku mendengar perusahaan dimana mantan asisten brengsek ayahku dulu pindah- juga ikut dalam rapat.
Aku tidak memiliki dendam dengan perusahaan saingan ayahku, namun aku ingin membalas mantan asisten brengsek itu.
Aku berjalan ke ruangan rapat dengan langkah pasti, aku menatap kesekeliling dengan ekor mataku dan mendapati orang yang kucari. Aku menujukkan smirk smile terbaikku.
Dan aku melihat ia terkejut melihatku.
‘ show time, Jason.’ batinku.
__ADS_1