Me And My Step Brother

Me And My Step Brother
Holland Family2


__ADS_3

“ bukankah kak Gabriela sudah menjadi teman semasa kecil kak Christ? Bukankah seharusnya para mommy mendadani kak Gabriela.” ucapku.


“ no no no. Kau tahu, Ale? Wanita anggun dan mempesona ini dulunya selalu berpakaian seorang pria.” ucap Damien dengan wajah mengejek.


“ ap? Benarkah?” tanyaku.


“ y.., ya. Soalnya sedari dulu ruang lingkupku adalah bersama dengan para pria- terlepas dengan mereka, Karena kakak ku juga pria. Aku bahkan memanjangkan rambutku karena menikahi Christ. Bukankah aneh jika seorang ibu terlihat seperti seorang ayah? Nanti ketiga anak kami akan mengira memiliki dua ayah.” ungkap Gabriela.


“ ooo. Tapi aku melihat mommy Karen itu matanya bewarna Emerald dan daddy Morgan hitam legam. Bagaimana warna mata Brian dan Kak Christ bisa berwarna blue shapire?” tanyaku.


Tapi aku tak mengira jika wanita tomboy bisa ber metamarfosis menjadi seanggun ini. Aku saja sebagai wanita memujinya cantik.


“ dari kakek kami.” ucap Christ.


“ hallo, brother.” ucap Damien yang duduk di atas carpet.


“ hem.” ucap Christ duduk di sebelah istrinya yang berada di atas sofa.


“ bagaimana dengan anak- anak?” tanya Gabriela.


“ sudah tidur.” ucap Christ memeluk pinggang istrinya.


“ kebetulan Olivia juga sudah tidur, bisa kau gendong ke kamar.” ucap Gabriela.


“ okey.”ucap Christ menggendong putrinya yang sudah tertidur dengan hati- hati.


“ kurasa hanya kepada istrinya ia mau berbicara panjang lebar.” ucap Damien.


“ jadi ini wanita yang di sukai Ar..” ucapan Gabriela menggantung karena Arnold sudah menutup mulut wanita itu.


“ jauhi tanganmu dari istriku!” geram Christ begitu kembali dari kamar.


“ maaf.” ucap Arnold mengangkat kedua tangannya.


“ tadi kakak mau bilang apa?” heranku.


“ tidak.” ucap Arnold memandang Gabriela seolah memberi isyarat mata.


“ kami datang karena ingin menyambutmu, kami penasaran akan rupa adik tiri Arnold.” ucap Christ.


“ wow! Brother, ini kali pertama aku mendengar kau berbicara panjang lebar.” ucap Damien kaget.


“ diamlah.” ucap Christ kesal lalu menendang punggung adiknya itu pelan. Ah.., pemandangan adik dan kakak pada umumnya.


“ benarkah? Apa kakak memiliki rumah sendiri sama seperti ayah Lucas?” tanyaku.


“ kakak kami ini seorang ilmuwan fisika dan memiliki university nya sendiri. Ia selalu tinggal di lab penelitiannya dan istrinya ini- Gabriela adalah asistennya.” ungkap Damien.


“ wow! it’s cool.” ucapku.

__ADS_1


“lalu jika kalian tinggal di lab bagaimana dengan ke tiga anak kalian?” heranku.


‘ tidak jadi bahan experimen mereka kan?’ batinku.


“ karena anak- anak masih kecil, kami membangun ruang sendiri untuk mereka dari ruang membaca kami rombak jadi ruang untuk anak- anak kami, lengkap dengan tiga kasur mereka dan satu kasur untukku ketika anak- anak tak mau tidur. Mereka tak pernah mau tidur jika aku tak menemani mereka tidur.” ucap kak Gabriela.


“ begitu?” tanyaku sambil melihat album milik mereka lagi.


“ apakah kau sedang berfoto kelulusan? Kau dan Damien seangkatan?” heranku melihat foto antara Arnold dan Damien dengan segerombolan anak.


“ tidak, itu foto tugas Damien dan di belakang kami adalah para korban yang masih bisa di selamatkan.” ungkap Arnold.


“ bukankah kau bilang kau bukan International Police- sama seperti Damien.” heranku.


“ memang bukan, saat itu, terjadi penculikan besar- besaran di Kota B. Dan korbannya adalah para Remaja- Remaja Runaway. Atau anak remaja nakal yang lari dari rumah. Karena saat itu tak ada yang di percaya Damien untuk mendampinginya- jadilah aku di beri tugas khusus dari pemerintah untuk mendampinginya.


Karena perintah khusus sudah keluar, aku tak bisa membantahnya.” ungkap Arnold.


“ yap, tentu saja. Jika terjadi penculikan besar- besaran, pasti yang melakukannya adalah organisasi besar dan rahasia, itu sebabnya pemerintah di kota B meminta bantuan dari International Police. Dan aku sudah menyelidiki organisasi itu sebelumnya nya dan mendapati jika tempat mereka menculik anak itu rahasia dan yang bisa memasukinya adalah sekumpulan orang- orang VIP saja.” ungkap Damien.


“ kenapa kalian tidak langsung menggerebek tempat itu?” tanyaku.


“ aku sudah bilang jika itu rahasia. Dan jika bisa dengan sekali penggerebekan, maka tak perlu sampai di selidiki IP( intenternational Police).” ungkap Damien.


“ organisasi itu pintar, jika Police datang, mereka akan terlihat seperti Organisasi Judi Legal Biasa. Hanya tamu VIP saja yang tahu jika di balik Judi Legal itu ada tempat rahasia di bawah tanah. Dan kami menyamar menjadi tamu VIP agar bisa mengggerebek tempat prostitusi itu.” ungkap Arnold.


“ kau takkan percaya jika mereka menggunakan anak- anak yang di culik dan membuat mereka menjajakan tubuh mereka.” ungkap Damien.


“ dan mereka mau gitu?” heranku.


“ tentu saja tidak. Mereka di suntik obat seperti narkoba yang membuat mereka mabuk dan berhalusinasi.


Bahkan kami pernah melihat ada yang meninggal karena telah di suntik berkali- kali.” ucap Arnold.


Uh.., membayangkannya membuat perutku mual.


“ dan itu berarti mereka juga menjajakan para pria?” heranku karena di foto ini bukan hanya berisi para wanita.


“ kau tahukan betapa bebasnya luar negeri? Pecinta sesama jenis dan para tante yang suka dengan daun muda adalah hal biasa.” ungkap Damien.


“ kau takkan peraya jika mereka menjual para Virgin itu di lelang. Jadi para wanita yang masih virgin dan tak memiliki cacat di tubuhnya di lelang di salah satu pasar gelap.” ucap Arnold.


“ ap? Itu keterlaluan.” geramku- kesalku.


“ ya, kebanyakan dari mereka menjadi budak. Bagus jika hanya menjadi budak. Ada yang menjadi budak *** dari keliaran para om- om bengis. Kebanyakan dari pembeli adalah kaum Borjuis hingga memiliki ruang rahasia untuk menyembunyikan budak yang sudah mereka beli.”lanjut Arnold.


“ itu sebabnya aku membawa Arnold. Ia pintar, lincah dan bisa beladiri sama seperti ku. Dan karena ia selalu memakai accessories seperti gelang atau anting- mereka tak akan tahu jika di dalam accessories itu terdapat camera mini yang merekam apa yang kami lihat.” ungkap Damien.


“ apa syarat menjadi tamu VIP? Apakah syarat utamanya memiliki banyak uang?” heranku.

__ADS_1


“ syarat? Syarat utamanya adalah memenangkan sebagian permainan judi mereka. Karena itu tandanya kau memiliki kemampuan dan mereka akan menganggap kau terbiasa di dunia gelap.” ungkap Damien.


“ kalian bisa bermain judi?” heranku.


“ kami bahkan menjadi buronan di Las Vegas.” ungkap Arnold.


“ ap? Kenapa? Kalian tak bisa membayar kekalahan kalian?” heranku.


“ bukan berarti menjadi buronan itu karena kami kalah. Prinsip dasar tempat bermain Judi itu di ciptakan agar bisa mengambil uang pemain dan memenangkan bandar. Namun ketika kalian atau misalnya dirimu, selalu menang hampir di setiap permainan. Kau pasti akan di black List karena kau adalah ancaman untuk tempat judi mereka. Dan paling parah, kau akan menjadi buron dan menjadi incaran preman dari utusan tempat judi yang kau menangkan- kalau kau, misalnya memenangkan permainan dengan nilai cukup banyak hingga jutaan bahkan milyaran.” ucap Damien.


“ apa itu berarti kalian pernah memenangkan hingga bernilai jutaan?” heranku.


“ mereka di karuniai keberuntungan yang luar biasa, aku bahkan pernah dengar jika sekali menarik di mesin din dong mereka akan memenangkan hingga 10 juta dalam satu kali tarik saja. Bayangkan jika mereka bermain hampir di setiap malam- dari sore hingga sebelum pagi menjelang.” ungkap Gabriela.


‘ jadi dari sana uang mereka berasal?’ batinku.


“ apa kak Christ pernah bermain di sana?” heranku.


“ tidak, Christ tidak memiliki keberuntungan seperti mereka, di tambah, suamiku itu bersumbu pendek dan parahnya lagi ia bisa beladiri. Jika ia marah, ia bukan hanya akan menjadi buron di tempat judi saja malah menjadi buron di satu kota.” ucap Gabriela takut. Apa lagi melihat suaminya hanya menatapnya. Aku yakin tangan yang berada di punggung kak Gabriela sedang melakukan sesuatu.


‘ bukan mencubitkan? Masa pria dingin itu akan mencubit wanita ketika kesal?’ batinku.


“ baiklah, mendengar cerita kalian aku jadi mual dan badanku sedikit merinding. Aku akan istirahat terlebih dahulu.” ucapku beranjak ke kamar yang sudah di sediakan untukku.


** POV Author **


“ Ella, kau hampir saja membocorkan rahasiaku.” geram Arnold kala melihat jika sosok Aldista tak lagi kelihatan.


“ maaf, kelepasan.” kekeh Gabriela.


“ itu sebabnya aku mengalihkan pembicaraan wanita yang kau sukai bukan?” ungkap Christ.


“ wow? Jadi brother berbicara panjang lebar untukku?” ucap Arnold tersentuh bahkan hampir memeluk saudara jauhnya tersebut.


” sudahlah! Aku melakukannya karena peduli padamu.” geram Christ menolak pelukan Arnold.


“ kami minta maaf untuk yang sudah terjadi, Ar. Aku tak tahu jika karena uncle Lucas terjatuh kau sampai memiliki Trauma. “ ucap Gabriela.


“ sudahlah, sis. Aku paham jika saat itu kalian juga tak tahu apa yang terjadi karena kau juga dalam kondisi kritis karena melahirkan ke tiga anakmu sekaligus, tak heran jika perhatian keluarga besar teralihkan padamu. Dan itu juga sudah 10 tahun berlalu.” ungkap Arnold.


“ jika kalian memang telah memiliki hubungan ada baiknya kalian segera bersatu.” ungkap Christ yang tahu hubungan Arnold dan Aldista.


“ masalahnya adalah; kami yang terhubung hubungan saudara.” ungkap Arnold.


“ tapi kalian tidak sedarah, Ar.” ungkap Brian.


“ aku tahu, tapi yang menjadi papa tiriku adalah orang yang kolot. Jika ia tahu pekerjaanku dan siapa aku- Aku takut jika ia di hasut oleh adik tiri lucknut ku itu dan meminta hal yang tidak- tidak kepadaku. Dan jika ia tahu aku hanya pegawai biasa. Aku takut papa tiriku semakin tak menyetujui ku.


Tampak keluarga besarku yang menghela nafasnya bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2