
Kurasa aku tahu kemana arah ide mereka tanpa mereka menyebut apa ide mereka. Aku dapat menduga jika Arnold juga Damien akan berpura- pura melihat- lihat baju dan mengambil kesempatan agar bisa membuka dada mereka di depan umum.
Dan di sinilah aku, menemani mereka sambil merekam aksi mereka.
“ miss, boleh aku mencoba baju ini?” tanya Damien.
“ tentu.” ucap SPG tersebut yang terlihat dengan pasti mencuri- curi pandang menatap wajah tampan Arnold juga Damien.
Dan pandangan itu kini jadi keterkejutan kala melihat Damien yang benar- benar membuka baju di depan SPG tersebut.
“ kurasa aku akan membeli ini.” ucap Damien santai sambil mencoba baju yang dia bilang akan di cobanya.
*
Sepanjang perjalanan kami hanya bisa tertawa melihat reaksi SPG yang terlihat sempat menelan air liurnya menatap pada keenam otot Damien.
“ kenapa kalian terlihat senang seperti itu?” tanya Papa yang baru ikut berkumpul setelah sebelumnya sempat berpencar dari kami bertiga.
“ tidak ada apa- apa, papa. Kami hanya membeli baju kami saja.” ucapku.
“ papa, apa kau mau aku belikan baju juga?” tanya Arnold merangkul pundak papaku.
“ tidak usah, baju papa masih banyak.” ucap Papa.
“ oh, iya. Ini sudah jam makan malam, ayo kita makan.” ucap kak Ika.
“ Ayo!” ucap Damien semangat.
*
“ hei! Adik tiriku yang jelek!” panggil Arnold ketika sudah berada di restoran cepat saji.
__ADS_1
“ apa, kakak tiriku yang buruk rupa.” ucapku mengacungkan garpuku. Melihatnya membuat keluarga yang lain tertawa.
“ kau mau pesan apa?” tanya Arnold memegang ujung garpu yang kuacungkan dan menurunkannya.
“ adanya apa?” tanyaku.
“ aku sudah pilihkan untukmu.” ucap Arnold lalu membacakan beberapa menu makanan di sana.
“ itu adalah menu yang tidak memakan seafood, kau mau yang mana?” tanya Arnold lagi.
“ mengapa kau memesankan makanan yang tak menggunakan seafood?” tanya Kak Ika.
“ soalnya, Aldista itu, allergy seafood sayang.” ungkap Kak Edward.
“ benarkah itu Al?” tanya Kak Ika.
“ iya, kak.” jawabku.
“ sayang sekali padahal banyak masakan dari seafood yang enak- enak.” ucap Nicholas.
“ya, kalau Ia ada luka sedikit saja, bisa- bisa nanti sang ratu akan memenggalku.” ucap Arnold.
“ ya, jika Aldista akan mengacungkan garpu makan- ini yang akan ku acungkan.” ucap Mommy Berta mengacungkan pisau berbahan stainless steel tersebut.
“ kelihatannya Mommy sangat menyayangi Aldista ya.” tanya kak Ika.
“ tentu saja, aku sudah sedari lama ingin anak perepuan. Sementara rahimku cuma bisa di isi satu anak yaitu Arnold. Saudara jauh Arnold juga semuanya adalah pria, sementara saudaraku sendiri semuanya masih lajang dan tak kunjung menikah.” ucap Mommy Berta menghela nafasnya.
“ kalau begitu aku akan menjadi wanita agar aunt tidak merasa kesepian.” ucap Damien melambaikan tangannya seolah seorang Sissy.
“ kalau mommy mu mendengarnya, bisa- bisa milikmu benar- benar di potongnya.” ucap Mommy Berta Jengah.
__ADS_1
“ Aunty benar.” ucap Damien menelan saliva nya dengan susah payah karena ketakutan. Aku jadi penasaran seperti apa keluarga besar Damien.
“ tapi Aldista itu bukan anak kandung mommy.” ucap Nicholas tak terima.
“ itu tak masalah, yang penting aku menyayanginya.” ucap Mommy Berta menangkup wajahku.
“ jadi jaga Dia! Atau aku akan menghajarmu!” geram Momy Berta.
“ What? Mom! Anak kandungmu itu aku atau dia?” ucap Arnold.
“ tentu saja kau! Tapi aku lebih menyayangi dia.” ucap Mommy Berta menguel pipiku. Dan terlihat jika Arnold hanya menyilangkan lengannya. Reflek, aku kembali menjulurkan lidah padanya.
Melihatnya, keluarga yang lain hanya tertawa melihat kelakuan Mommy, aku juga Arnold.
Entah mengapa, apa yang mereka lakukan membuatku seakan Deja Vu. Mereka seolah mengulang kejadian yang sama, seolah- olah apa yang mereka lakukan tak lebih seperti sandiwara.
“ oh, iya. Kalian setelah ini mau menginap di mana?” tanya Kak Ika.
“ kalau tempat kalian ada tempat untuk kami, kurasa kami akan meninap di tempat kalian, tapi kalau tidak ada, kami akan menginap di hotel.” ucap Arnold.
“ pembagian kamarnya bagaimana?” tanya papaku.
“ tentu saja, aku denganmu, sayang.” ucap Mommy Berta memeluk lengan papa.
“ lalu Damien dengan Arnold dan Aldista kau mau dengan Nickolas atau kamar sendiri?” tawar Mommy Berta.
“ aku sendiri saja mom.” ucap Nicholas menolak.
“ kami juga kamar sendiri saja, meski aku dan Damien adalah saudara aku tak mau tidur dengan seorang pria!” ucap Arnold menimpali.
“ yang bayar siapa?” tanya Nicholas.
__ADS_1
“ tentu saja aku.” ungkap Arnold.
*