
"Karena kepemimpinanku mengendalikan pasar para pembisnis, banyak sekali para pembisnis yang mengerahkan pembunuh bayaran untuk membunuh diriku. Tapi diantara mereka tidak ada yang berhasil melakukan hal tersebut karena identitas diriku yang tidak diketahui."
"Setiap para penjaga bayangan yang menjaga keluarga ku selalu menemukan paling tidak 100 pembunuh bayaran. Mereka berkeliaran disekitar tempat ku biasanya melakukan transaksi berbisnis."
"Tentu saja aku tidak boleh sembarangan melangkah. Aku tidak boleh jatuh kedalam niat jahat mereka. Jujur saja, jika bisa menambahkan satu lagi, aku masih terlalu muda untuk melakukan itu. Su Luxie masih terlalu muda untuk melakukan semua bisnis yang seharusnya ditangani oleh orang dewasa."
"Karena hal itu, orang-orang tidak menaruh kecurigaan mereka padaku. Aku bisa dengan bebas berkeliaran kemanapun tanpa harus dicurigai oleh orang lain."
"Tapi tentunya aku tidak bisa terus membiarkan diriku melakukan hal ini secara sembunyi-sembunyi. Aku hanya akan menunggu waktu yang tepat, setidaknya pada umurku yang beranjak 20 tahun untuk mempublikasikan semua kekuasaanku pada dunia."
"Yah... semuanya sudah aku pikirkan matang-matang. Aku hanya harus menunggu dengan sabar, yakan?" Ujarnya setelah membenak, memikirkan semua yang sudah lama dia pendam.
Jujur saja, Su Luxie merasa terbebani dengan semua pembunuh yang dikirim untuk membunuhnya.
Disaat dia sedang dibuk tenggelam dalam pemikirannya itu, dari arah depan terlihat seseorang yang memakai cadar mendekat kearah Su Luxie.
Orang itu lain dan tidak bukan adalah Merlyn yang sedang mendekati Su Luxie.
Su Luxie tersadar dan kemudian mulai tersenyum "Merlyn." Sapanya melambaikan tangan pada Merlyn yang baru saja datang.
Merlyn menunduk sedikit dan kemudian mengangkat pandangan kembali "Salam, nona." Katanya mulai membuka cadar dan menunjukan senyum simpul kepada Su Luxie.
Su Luxie tertegun, baru kali ini dirinya melihat seorang Merlyn dengan sebuah senyuman? Ini adalah hal yang sangat langka.
"Merlyn? Apakah kau menemukan sebuah penerangan dijalan pulang?" Kata Su Luxie masih dengan kondisi terpana.
"?" Merlyn memiringkan kepalanya karena tidak paham apa yang sedang dibicarakan atasannya ini kepadanya.
"Dia menggemaskan." Benak Su Luxie, tertawa didalam hati.
"Ah baiklah. Ayo kita masuk, ibu dan kakak ku sudah menunggu didalam." Ajak Su Luxie.
Mereka berdua dengan cepat memasuki kapal itu dan bersiap untuk memulai perjalanan.
__ADS_1
Begitulah perjalanan Su Luxie pagi ini. Dirinya akan melakukan perjalanan paling lama 3 hari untuk menuju keakademik angin.
Tanpa memikirkan hal yang terjadi pada kediaman utama Su, mereka tertawa gembira didalam kapal sambil menikmati pemandangan air laut yang sangat cantik.
Mereka bergembira disepanjang perjalanan dengan semua hidangan makanan yang lengkap dan juga mewah.
Awalnya Su An'yang merasakan perasaan aneh, bagaimana Su Luxie bisa mendapatkan kapal yang besar dan juga mewah ini.
Dirinya terus memikirkan itu disepanjang perjalanan. Karena tidak tahan dengan semua pertanyaan dikepalanya, dia memberanikan diri untuk bertanya pada Su Luxie saat itu juga.
Dia mulai melihat Su Luxie dengan tatapan bingung "Luxie, bagaimana kau bisa mendapatkan kapal ini untuk kita tumpangi? Ini... sangat besar, kita bahkan tidak punya cukup uang untuk menyewa." Ujar Su An'yang dengan perasaan aneh nya.
Su Luxie terdiam sejenak sambil melihat pada Su Tiao yang memang sudah tahu siapa sebenarnya Su Luxie.
Seperti apa Su Luxie bertindak, melakukan berbagai aksi dan menyingkirkan semua penghalang dirinya. Su Tiao tahu semua aib yang telah disembunyikan Su Luxie dari Su An'yang.
Namun, Su Tiao mengalihkan pandangan kearah lain karena takut jika dirinyalah yang harus menjelaskan itu semua kepada ibunya.
Sementara itu, Su An'yang masih menunggu dengan mimik yang terus menuntut sebuah jawaban dari Su Luxie.
"Aku ingin meminta maaf pada ibu, tentang bagaimana aku menyembunyikan semua nya dari mu."
"Aku juga sadar bahwa tidak seharusnya aku melakukan hal itu, aku menyesal."
Ujar Su Luxie mulai menjadi serius sehingga susana disana menjadi cukup hening. Kening Su An'yang berkedut saat mendengar kata-kata putrinya yang membingungkan itu.
"Apa?" Ujarnya tidak mengerti.
"Aku telah melakukan bisnis besar-besaran dibelakang ibu. Akulah yang dijuluki sebagai pembisnis gila dia kekaisaran Xiao, ibu." Ujar Su Luxie dengan wajah seriusnya mulai menjelaskan semua nya pada Su An'yang.
"!" Su An'yang menunjukkan reaksi yang cukup terkejut. Dirinya tidak Menyangka jika Su Luxie menyembunyikan hal seperti itu dibelakangnya.
"Beberapa kali aku telah melakukan bisnis dan juga gagal dalam beberapa percobaan. Namun semakin lama waktu berjalan, bisnis yang aku jalani semakin berkembang dan bisa menguasai pasar pedagang dan juga mendominasi kekaisaran Xiao."
__ADS_1
"Tentunya hal itu sangat tidak mudah untuk dilalui. Aku bekerja keras mati-matian untuk mengurus semuanya agar bisa mendapat finansial yang menjamin. Aku sudah melakukan berbagai hal yang jauh lebih berbahaya dari itu."
"Aku telah membuat setidaknya 100 bangsawan besar bertekuk lutut dibawah kepemimpinan ku. Dan aku telah membuat 50 bangsawan kehilangan semua kekayaan mereka karena berani melawan diriku."
"Semua yang aku lakukan agar bisa mendapat finansial dan kekuasaan."
"Karena hal itu, aku tidak segan-segan menghabisi orang-orang yang menghalangi jalanku."
"Maaf ibu, maaf." Ujarnya menjelaskan semua hal yang telah terjadi selama ini. Yang selalu dirinya sembunyikan dibelakang Su An'yang.
Hal itu selalu menghantui dirinya karena harus melakukan hal tersebut untuk keuntungan dalam sebuah material dan kekuasaan.
Su An'yang terdiam membola saat mendengar sebuah penjelasan yang tidak terduga dari putri yang selama ini dia anggap adalah putri yang polos dan juga lugu.
Namun, bagaimana seorang putri yang dia anggap adalah putri berhati salju bisa berubah menjadi putri dengan hati baja dan kepala batu?!
Dia mengalihkan pandangan kepada Su Tiao dengan pandangan yang juga menuntut sebuah jawaban.
"Maaf, ibu." lirih Su Tiao menunduk karena tidak berani bertatapan langsung pada Su An'yang.
"?!"
Su An'yang hanya bisa terdiam karena lagi-lagi dirinya kembali dikecewakan oleh putranya.
"Kau sudah tahu?" Tanya Su An'yang menatap Su Tiao tidak percaya.
"Heh... tapi, mengapa?" Lanjutnya bertanya sambil mengarahkan pandangan kepada Su Luxie.
"Maaf, ibu. Aku hanya berpikir aku akan menjelaskan semua ini pada waktu yang tepat. Aku hanya takut untuk memulai, karena aku telah melakukan beberapa hal yang tidak disukai oleh ibu." Ujar Su Luxie dengan suara seraknya.
Yah.. kondisi yang awalnya ceria dan mengembirakan, akhirnya berubah menjadi suasana yang tidak diinginkan oleh semua orang.
Mereka Masing-masing saling diam dan tenggelam dalam suasana hati yang tidak baik.
__ADS_1
Pada saat itu, Merlyn, yang menjadi saksi perjalanan Su Luxie selama ini hanya bisa diam dan tertunduk. Dia merasakan perasaan sedih karena Su Luxie harus mengalami perasaan dimana dirinya merasakan perasaan bersalah.
^^^To be Continued_^^^