
"...Aku... baik-baik saja. Terima kasih karena telah menolong diriku." Ucap wanita itu berterima kasih sembari tersenyum canggung.
Su Luxie menatap sejenak pada wanita tua itu
"?!"
"...jimat apa itu? Mengapa anda menjual jimat di negara yang bahkan melarangnya?" Tanya Su Luxie
Deg!
Wanita tua itu terhentak setelah mendengar pertanyaan yang terlalu mendadak itu.
Jie, juga mengalihkan perhatian pada pembahasan tersebut. Dia melihat menyelidik pada wanita tua itu.
"Benar! Kekaisaran Xiao, telah melarang penjualan jimat, jadi..." Benak Jie, setuju pada ucapan Su Luxie.
"...A, aku tidak punya pilihan lain. Tapi... terima kasih kau sudah menolongku. Jika saja kau tidak datang menolong, maka aku sudah mati disini." Ucapnya sambil tersenyum riang pada Su Luxie.
"Tidak masalah, saya menolong anda dengan senang hati. Jika begitu, jaga diri anda. Saya akan pergi." Kata Su Luxie yang hendak ingin beranjak dari sana, namun..
"B, berhenti, nona. Tolong tunggu sebentar," Ucapnya menghentikan langkah Su Luxie
Su Luxie menoleh "Ya?"
"Mungkin ini terdengar tidak sopan, tapi aku merasakan banyak sekali energi negatif didalam tubuh mu," Ucapnya sehingga membuat ekspresi keterkejutan pada Su Luxie
"?!"
Jie, mengernyitkan keningnya dan hendak ingin maju, namun Su Luxie menghalangi langkah, Jie, sehingga tertahan di tempat.
Su Luxie bergeleng-geleng pada, Jie, dan mengalihkan kembali pandangan pada wanita tua tersebut.
"Bagaimana anda tahu tentang ini?" Tanya Su Luxie menyelidik
"...Aku saja bisa membuat jimat, tentunya hal kecil begini akan sangat mudah aku ketahui." Jawabnya tersenyum kecil
"Siapa wanita tua ini?" Benak Su Luxie
Su Luxie kebingungan dan merasa curiga pada wanita tua itu. Bagaimana hal ini bisa diketahui oleh wanita tua seperti dirinya? Siapa sebenarnya, wanita tua ini?
"Apa yang akan anda lakukan jika saya memilikinya?" Tanya Su Luxie
"...aku akan membantu mu untuk menangkal energi negatif itu." wanita tua_
"Bagaimana caranya?"
__ADS_1
"...jimat, kau hanya butuh jimat"
Su Luxie tersenyum sinis "Anda mencoba untuk menipu saya?"
"Tidak! Aku sama sekali tidak pernah menipu. Ini akan sangat membantumu, kau tidak akan mengalami bahaya jika kau memurnikan jimat ini dan menyuling nya menjadi obat." Jelas wanita tua itu lagi
"?"
Su Luxie terdiam dan mengamati wanita tua itu "Dia tidak terlihat sedang berbohong. Lagipula, dia bisa melihat pancaran energi negatif pada diri ku. Haruskah aku mempercaya nya?" Benak Su Luxie
"Bisa saya lihat, seperti apa jimat itu?" Tanya Su Luxie
Wanita tua itu mulai merogoh sesuatu pada tas miliknya yang memiliki ukuran lumayan besar. Dia mencari dengan teliti sampai mengeluarkan semua isi yang ada pada tas itu
"!"
"Ini dia! Aku menemukannya." Ucapnya gembira dan mulai memperlihatkan jimat itu pada Su Luxie.
Su Luxie melihatnya dengan teliti, dia mulai mengambil jimat itu dari tangan wanita tua tersebut
"Ini... adalah jimat?" Benaknya masih meneliti.
Dia memutar jimat itu kekiri dan kekanan "Jimat yang memiliki bentuk bulat dan semerah safir. Dia juga memiliki energi suci yang sangat murni. Tapi... mengapa wanita tua ini memberikannya kepadaku?" Benak Su Luxie, kembali melirik pada wanita tua yang sedang memandangnya dengan lekat.
"Berapa yang anda inginkan?" Tanya Su Luxie, mulai menanyakan harga pada wanita tua itu
"La, lalu mengapa anda menawarkannya pada saya?" Tanya Su Luxie kebingungan
"Tentu saja, karena aku akan memberikannya kepadamu. Hitung-hitung, kau sudah menyelamatkan nyawaku. Aku ini tidak suka berhutang budi, kau harus tahu itu." Ucapnya cengengesan dan ekspresi bangga diwajahnya.
"?!"
"Anda memberikannya pada saya? Apakah anda yakin?" Su Luxie_
"Tentu saja! Aku kan sudah bilang, jika aku akan memberikannya kepadaku."
Su Luxie tersenyum, melihat tingkah dari wanita tua itu membuat dirinya teringat pada seseorang.
"Baiklah, saya akan menerimanya dengan senang hati, terima kasih." Ucap Su Luxie, tentu saja tidak akan menolak sebuah peluang besar ini.
Deg!
"Bangsawan mana lagi yang bisa bersikap sopan seperti nya? Dia benar-benar aneh!" Benak wanita tua itu tertegun pada senyuman ramah Su Luxie.
"Sama-sama, aku harap kau bisa menggunakannya dengan baik."
__ADS_1
"Ya, pastinya!"
Akhirnya Su Luxie pergi dari sana dengan diikuti kembali oleh para black jack yang sedari tadi selalu mengawal dirinya.
Mereka selalu memandang dengan kagum pada Su Luxie dari belakang. Rasa kagum itu selalu terpancar dibola mata mereka, sehingga membuat Su Luxie bisa merasakan rasa merinding dipunggungnya.
Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan menuju kediaman Su, karena jujur saja Su Luxie merasa kelelahan dengan kegiatannya pada hari ini.
Setelah cukup lama menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh itu, mereka pun sampai dikediaman Su dengan disambut oleh para black jack lainnya yang sedang berjaga di pintu gerbang kediaman.
Namun anehnya, disana terdapat beberapa prajurit tambahan yang seharusnya tidak ada dikediaman Su.
Su Luxie menghentikan langkahnya setelah keluar dari kereta, dia mengarahkan pandangan kepada para prajurit yang tiba-tiba saja datang dan berbaris dengan memberi hormat kepadanya.
"Hormat kami, master." Ucap mereka serempak.
"?!" Su Luxie melihat kearah, Jie, yang turut mengarahkan pandangan padanya.
"Black one?" Ucap Su Luxie setelah lama terdiam
Mereka bersepuluh menunduk saat Su Luxie memanggil nama mereka
"Hormat kami, master." Ucap mereka monoton.
"Serikat Black one adalah pusat dari black jack. Mereka adalah sebuah pasukan asasin besar yang terdapat anggota asasin lainnya. Pasukan lainnya adalah black jack itu sendiri, dan asasin black jack sudah bersumpah setia padaku."
"Sementara asasin black one memilih untuk membantuku dari belakang. Berbeda dengan black jack yang selalu membantuku dalam keadaan apapun dan kapanpun. Namun, mengapa mereka ada disini? Apa yang mereka perlukan?" Benak Su Luxie bingung sembari memandang menyelidik pada ke-sepuluh anggota black one.
"Apa yang membawa kalian kemari, apakah ada pesan mendadak dari ketua pasukan kalian?" Tanya Su Luxie tanpa berbasa basi.
"...Izinkan saya menjawab, master. Ketua mengirim kami agar bisa berjaga dikediaman Su, dan saya juga membawa surat dari beliau. Tolong diterima." Salah satu pasukan black one mengulurkan surat pada Su Luxie
Su Luxie mengambil surat tersebut "Kenapa dia mengirimkan surat padaku? Bukannya dia adalah orang yang sangat tertutup dan tidak pernah mengirim surat pada siapapun? Jika itu kabar yang mendesak sekalipun, dia pasti akan mengirim sihir kemari." Su Luxie membuka surat itu lalu mulai membacanya
..........
Beberapa menit kemudian..
"?!"
Su Luxie menunjukkan ekspresi keterkejutan diwajahnya. Hal itu menimbulkan perhatian, Jie, untuk mengamati Su Luxie
"Apa yang terjadi pada master? Apa yang tertulis pada surat itu?" Benak Jie penasaran.
"Baiklah, jika kalian ingin berjaga maka berjagalah. Dan kau, jie. Tolong bimbing mereka karena mereka tidak akan familiar pada kediaman ini." Ucap Su Luxie
__ADS_1
"Dilaksanakan, master." Jawab Jie menunduk hormat.
^^^To be Continued_^^^