
Satu hari telah berlalu, telah tersebar kabar kematian dari Su Tiao Tie hampir dikalangan bangsawan Xiao. Dengan meminta bantuan dari raja, Su Luxie meminta agar dipinjamkan nya alat sihir teleportasi supaya jasad Su Tiao Tie bisa dikremasi dengan cepat.
Kini, kediaman Su sedang ramai dikunjungi oleh para pengunjung untuk rasa duka mereka terhadap meninggalnya anggota keluarga Su.
Mereka datang dan pergi satu persatu dengan membawa sekuntum mawar merah untuk dipersembahkan kepada jasad Su Tiao Tie yang kini sudah tenang dialam sana.
Keadaan terlihat begitu sedih, dengan dihadiri oleh Su Luxie dan Su An'yang, yang dengan setia berdiri didekat peti jasad Su Tiao Tie.
Begitu pun dengan keluarga kecil Su Taipong, mereka turut hadir disana. Mereka berdiri disisi kanan dengan pandangan yang terus saja menunduk.
Namun, hal itu berbeda pada Su Manman. Dia terus melihat kepada Su Luxie dan Su An'yang dengan wajah bahagia dan terlihat sangat bersyukur. Tidak ada sedikitpun rasa kasihan yang dia perlihatkan dari ekspresi nya.
"Teruslah menderita, Su Luxie!" Benaknya penuh penekanan.
Dia benar-benar senang dengan berita yang sangat mengejutkan ini. Akhirnya, keluarga dari musuhnya sudah meninggal dunia. Dia akan mengharapkan berita lain nya nanti. Entah itu buruk, duka dll. Dia sangat menunggu kabar itu.
"Jika duka tidak datang padamu, maka akulah yang akan menyeret duka itu!" Lanjutnya tersenyum sinis.
Yah, setelah banyak sekali para tamu yang sedang turut berduka, akhirnya jasad Su Tiao Tie akan dikremasikan supaya tidak membusuk karena terlalu lama di biarkan.
Dengan dihantarkan oleh Su Luxie dan Su An'yang, para asasin Black Jack sedang menggotong peti itu dengan penghormatan terakhir mereka.
Sesampainya pada tempat pengkremasian, akhirnya peti Su Tiao Tie dengan segera diletakkan untuk dipersiapkan proses pengkremasian nya.
Su Luxie menatap dingin pada peti yang hendak dibakar itu. Namun, dihatinya selalu saja menangis dan terpuruk.
"Selamat tinggal, kakak. Tenanglah disana, dan semoga kau bisa bertemu dengan adik mu yang sesungguhnya. Maaf, maaf jika aku tidak bisa jujur padamu. Kakak, aku menyayangi mu." Benak Su Luxie mengucapkan kata-kata terakhir sebelum dinyalakannya api pada peti jasad Su Tiao Tie.
SLASHH..api menyambar dengan cepat
Su Luxie memejamkan mata dan tak lama sebuah air sebesar bigi jagung jatuh dari sudut matanya.
"Selamat jalan, kakaku tersayang."
"TIDAK...!" Su An'yang berteriak frustasi saat melihat api telah menyebar keseluruh peti jasad Su Tiao Tie.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...2 HARI SETELAH KEMATIAN ...
...SU TIAO TIE...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah dua hari berlalu, Su Luxie dan Su An'yang masih belum bisa melupakan kejadian itu. Mereka masih belum rela pada kepergian Su Tiao Tie yang sangat mendadak.
Su Luxie yang sangat merasa kehilangan, benar-benar marah pada penyebab kepergian sang kakak.
Dirinya secara mati-matian telah mencari tempat persembunyian para kesatria lembah hitam yang dimana para pihak kerajaan Libbey dan Xiao tidak bisa temukan.
Namun, telah terjadi sebuah adegan yang menguntungkan sehingga Su Luxie bisa menebak dimana tempat persembunyian para kesatria tersebut.
Mereka telah bersembunyi disebuah goa yang menghubungkan langsung pada lautan Xiao timur dan Xiao barat. Su Luxie dengan segala amarah yang sudah mulai menggebu dengan segera mengirim para black jack untuk pergi memburu para kesatria lembah hitam itu.
Hal itu juga dia sampaikan pada Wang Ai agar turut mengirimkan para prajurit untuk menindak lanjuti para kesatria tersebut.
Akhirnya, para kesatria lembah hitam berhasil dilumpuhkan oleh para black jack dan prajurit kekaisaran. Meski, para prajurit kekaisaran tidak terlalu banyak membantu tapi setidaknya para kesatria itu bisa ditampung dan dibawa pada kapal kekaisaran Xiao yang sangat besar.
Mengetahui kabar penangkapan para kesatria lembah hitam, Su Luxie segera bergegas pada pelabuhan Xiao barat untuk menunggu kedatangan dari para kesatria-kesatria tersebut.
Satu persatu, mereka telah keluar dari kapal dan berbaris memanjang. Wang Ai menoleh pada Su Luxie, begitu pun Su Luxie. Wang Ai mengangguk tanda memperbolehkan apapun yang akan dilakukan oleh nya.
"Lakukan apapun yang nona mau, jangan pernah memendamnya." Ucap Wang Ai
Su Luxie mengangguk "Dengan senang hati, yang mulia." Jawabnya dan mulai berjalan menuju pada kesatria yang sedang berbaris itu.
Satu persatu, Su Luxie memegang bahu salah satu kesatri dengan cukup lama dan kemudian perpindah pada kesatria dua. Setelah memegang, dia bergeleng dan berpindah pada kesatria tiga
Hal itu terus dia lakukan sehingga membuat para prajurit dan orang awam lainnya menjadi kebingungan.
Dan sampailah pada kesatria kesepuluh. Dia memegang dengan cukup lama pada kesatria kesepuluh itu. Kesatria kesepuluh itu memiliki tampang yang menyeramkan, telah terdapat banyak luka sayatan diwajahnya. Dan itu terlihat seperti luka lama.
Su Luxie mengencangkan cengkraman tangannya pada bahu kesatria kesepuluh tersebut. Kestria kesepuluh itu meringis saat merasakan rasa sakit yang mulai menyebar keseluruh tubuhnya.
Dan tak lama...
__ADS_1
"AKHHHH"
Kesatria itu meronta kesakitan, dia terjatuh dan kejang-kejang.
"UHUK.. UHUK.. UHUK.." Darah hitam pekat yang mengeluarkan bau, mulai keluar dari mulut kesatria kesepuluh tersebut.
"!"
"!"
Semua orang menyeridik ketakutan melihat kesatria tersebut yang terus saja meronta kesakitan.
"Kakak, aku sudah membalaskan dendammu." Gumam Su Luxie, tersenyum kecut menghadap pada kesatria yang sedang kejang-kejang itu.
Wang Ai dan kepala kepolisian mulai mendekat kearah Su Luxie, mereka melihat pada kesatria itu dengan tatapan miris.
"Nona, anda...?" Wang Ai memandang khawatir pada Su Luxie
Su Luxie menoleh "Yang mulia, kusus kesatria ini, aku mohon jangan eksekusi dia. Biarkan dia merasakan sakit diseumur hidupnya sehingga dia sendirilah yang mengharapkan sebuah kematian itu." Su Luxie memandang sendu kearah Wang Ai
"!"
Wang Ai tertegun melihat pandangan yang sangat pasrah itu. Dia tidak menyangka, sesosok medicinal spirit yang menurutnya begitu tegar selama ini bisa mengalami keterpurukkan.
"Saya akan mengabulkannya. Anda tidak perlu khawatir tentang masalah ini, serahkan pada saya," Jawabnya menyetujui dengan senang hati
"Kepala kepolisian," Panggilnya
"Saya, yang mulia," Jawab Kepala kepolisian dengan cepat
"Bawa mereka pada tempat eksekusi, dan kusus kesatria satu ini... bawa dia ke penjara yang terletak dimenara iblis. Pastikan dia untuk hidup dengan lama, supaya dia bisa merasakan sakit dengan waktu yang lama!!" Titahnya tak dapat terbantahkan
"Dilaksanakan, yang mulia."
Setelah menerima perintah itu, kepala kepolisian dengan segera bergerak dan menuju pada para bawahannya.
"Seret mereka!" Titahnya pada para bawahannya.
__ADS_1
"Baik, jendral!" Jawab mereka serempak.
^^^To be Continued_^^^