Medicinal Spirit

Medicinal Spirit
episode 81 : Salah paham #7


__ADS_3

"Nona muda mengundang ku keperjamuan teh miliknya? Tapi kenapa?" Ibu Mellen sama sekali tidak paham, mengapa tiba-tiba Su Manman mengundang nya keperjamuan?


"Saya tidak tahu. Bahkan Nona besar juga mendapat undangan darinya," jawab Merlyn disertai dengan raut datar nya.


"APA? Mengapa dia mengundang Nona besar keperjamuan miliknya? Tidak-tidak, ini tidak beres. Bisa saja dia menaruh racun kedalam teh nya. Kita harus menghentikan Nona besar untuk datang keperjamuan!" ucap Ibu Mellen tiba-tiba memekik.


"Tidak akan terjadi apa-apa, karena Nona muda mengikut sertakan kedua orang tua nya kedalam perjamuan ini. Anda datanglah pada saat pertengahan hari, karena Nona besar akan menunggu," kata Merlyn masih dengan ekspresi datar nya.


"B, baiklah, aku akan datang. Tapi ini hanya demi Nona besar! Jika tidak karena Nona besar, aku tidak akan pergi!" kata Ibu Mellen kesal.


"Terserah anda." Merlyn pergi dari sana, meninggalkan Ibu Mellen dibelakangnya.


Sesekali Merlyn melirik Ibu Mellen dengan sudut mata nya itu.


"Lagi-lagi Nona menyuruh ku berbohong. Aku sudah tidak mengerti lagi." benak Merlyn bergeleng-geleng.


Merlyn segera pergi dari sana dan kemudian menuju pada ruangan Su Luxie karena sebentar lagi akan memasuki pertengahan hari.


Para pelayan pun sedang sibuk menyiapkan semua peralatan untuk perjamuan nanti. Bahkan disana terlihat Su Manman yang sedang mengatur pelayan untuk meletakan cangkir pada posisi masing-masing.


Senyuman sinis tidak pernah luntur dari wajah nya. Sembari melihat kearah cangkir yang masih kosong itu, terlihat gerak-gerik bibir yang samar.


"Siapa sangka jika yang mati hari ini adalah Su Luxie dan bukan Mellen si pelayan rendahan itu! Setelah kematian Su Luxie, aku akan melempar semua tuduhan kepada pelayan rendahan itu. Ya, demi menjauhi kecurigaan, aku akan meminum racun ini dalam dosis yang sangat kecil," benak Su Manman merancang rencana buruk di dalam otak nya.


"Nona, semua nya sudah siap," Kata pelayan meng-info kan pada Su Manman jika semua persiapan perjamuan sudah selesai. Termasuk pada posisi cangkir maupun kursi yang akan dipakai.


Su Manman tersenyum girang "Bantu aku bersiap," Perintah nya.


"Baik, nona muda."


Kedua pelayan wanita itu pun secara patuh membantu Su Manman untuk bersiap-siap menggunakan pakaian terbaik nya. Ya! Tentu saja dia harus memberikan sesuatu yang terbaik jika mengingat bahwa hari ini adalah hari yang sangat spesial buat nya.


Hal itu pun tidak luput dari 2 pasang mata yang sedang mengintai di sebuah ruangan gazebo. Mereka adalah Su Luxie dan Merlyn. Su Luxie nampak sangat menikmati pemandangan itu. Ibarat nya, dia sedang menyaksikan sebuah pertunjukkan opera dari seorang seniman sejati.


Merlyn melirik kearah Su Luxie yang sedang duduk dengan santai "Nona," panggil Merlyn.


"Ya?"

__ADS_1


"Apakah kau akan meminum nya juga?" tanya Merlyn menunduk sedih.


Su Luxie terdiam, dia hanya menatap lurus kearah meja dan kursi yang akan digunakan untuk perjamuan nanti.


"Nona...?"


"Harus kah aku menjawab nya, Merlyn?" kata Su Luxie membuat ekspresi datar nya.


"!"


"Maaf kan aku, Nona."


"Setelah dia bersiap, kirim kan kabar jika aku sedang sakit. Aku akan datang terlambat dan perlu untuk di jenguk," kata Su Luxie sedikit menaikkan ujung bibir nya.


"!"


"B, baiklah, nona." Merlyn begitu senang saat mendengar perintah Su Luxie. Dengan cepat kaki itu segera melangkah untuk menuju pada ruangan Su Manman.


"Itu artinya Nona tidak perlu meminun racun itu. Syukurlah, Nona tidak mengambil jalan berbahaya untuk rencana nya satu ini." benak Merlyn begitu gembira.


Sedang kan Su Luxie, dia hanya bisa tersenyum sembari menatap punggung Merlyn yang semakin menjauh.


"Satu-satu nya jalan, aku akan mengorbankan kepala pelayan tercinta ku kedalam rencana ini." Lanjutnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tengah hari pun datang. Sudah saat nya perjamuan dimulai. Saat ini, Su Manman dan kedua pelayan wanita nya sedang berada di tempat acara. Sambil menunggu kedatangan dari para tamu undangan nya yang tercinta, senyuman pun tidak pernah luput dari wajah nya.


Tidak lama, Ibu Mellen datang dengan mengunakan pakaian hijau sambil membawa sebuah kipas bersama nya.


Seketika, senyuman di wajah Su Manman melebar. Dia segera berdiri dan menyambut kedatangan Ibu Mellen.


"Kepala pelayan, kemarilah. Ayo duduk disini. Wah sangat senang bahwa kau orang pertama yang datang kemari," Sapa nya dengan ramah dan senyum terbaik nya.


"I, iya, Nona muda. Terima kasih sudah repot-repot mengundang pelayan ini," jawab Ibu Mellen begitu rendah hati.


"Ah tidak apa, aku sangat senang bisa mengundang mu kedalam acara kecil ku ini," kata Su Manman tersenyum kecil "Oh, iya. Dimana adik? Dia terlambat sekali ya " Lanjutnya mencari-cari keberadaan Su Luxie dengan mata nya itu.

__ADS_1


"Saya tidak tahu, Nona muda," jawab Ibu Mellen tersenyum masam.


"Ah malas sekali berduaan dengan wanita gila ini! Buang-buang waktu ku saja." benak Ibu Mellen, mencaci-maki Su Manman.


Mereka terus berbincang-bincang kecil sambil menunggu kedatangan Su Luxie. Namun, sekian menit ditunggu pun, Su Luxie, tidak kunjung datang.


"S, sebenarnya di mana adik?" tanya Su Manman dengan senyum masam nya.


"Apakah ada kabar dari beliau sebelumnya?"


Su Manman, bergeleng.


"Hey kau, periksa keberadaan Su Luxie sekarang." perintah Su Manman pada salah satu pelayan nya.


Ibu Mellen melirik tajam Su Manman "Su Luxie?! Dia menyebut nama Nona besar dengan segampang itu?! Mau cari mati!!!" benak Ibu Mellen kesal.


"Akhhh! Sebenarnya apa yang dipikirkan Su Luxie. Kenapa dia membuat ku menunggu selama ini?!" benak Su Manman kesal.


Ditengah-tengah rasa kesal kedua manusia itu, datanglah seorang pelayan wanita yang biasanya bertugas di kediaman kedua. Pelayan wanita itu datang bersama pelayan yang baru saja disuruh oleh Su Manman.


"Salam, Nona muda," Sapa pelayan itu pada Su Manman.


Su Manman mengangguk "Ada apa?" tanya Su Manman.


"Saya datang kemari ingin memberi tahukan pada Nona muda jika Nona Merlyn baru saja mengunjungi kediaman kedua," Kata pelayan itu.


"!"


"La, lalu?"


"Dia berkata jika Nona besar sedang tidak enak badan, kemungkinan Nona besar akan terlambat untuk datang pada perjamuan teh. Beliau mengharap kunjungan dari Nona muda untuk pergi bersama," Jelas pelayan wanita itu lagi.


"!"


Senyuman mendadak terukir di bibir Su Manman.


"Ajaib! Jika dia sedang tidak enak badan, bukan kah racun nya akan semakin mematikan?! Bagus Su Luxie, bagus." benak Su Manman tertawa dalam hati.

__ADS_1


^^^To be Continued_^^^


__ADS_2