
Dengan cepat, Su Luxie, mengalihkan pandangan pada Su Manman yang sedang meringis kesakitan. Matanya menajam tat kala melihat ekspresi Su Manman yang menurutnya tidak tahu malu.
Dia menggenggam tangannya dengan erat. Sebuah kekesalan mulai tumbuh dihatinya.
"Tidak ada gunanya menunjukkan emosi ku, sekarang." Benaknya mulai mengatur napas.
"Huft! Manman, aku tahu jika kau sedang emosi, tapi apakah layak bertindak seperti tadi? Jika pelayan itu sampai meninggal dikediaman Su, apakah itu tidak akan meninggalkan rumor buruk, nantinya?" ucap Su Luxie dengan nada yang dibuat selembut mungkin.
Su Manman mengalihkan pandangan, dia mencoba untuk bersikap acuh pada perkataan Su Luxie.
"Yah... perkataan ku ini memang terdengar begitu kejam. Lagipula, gadis ini sama sekali tidak mendengarkan nasehat dariku." Benak Su Luxie memperhatikan gerak gerik Su Manman
"Yang menginginkan kalian pindah kekediaman kedua bukanlah aku, tapi paman dan bibik lah yang menginginkannya. Jika kau terganggu karena ini, kau bisa tetap tinggal disini, dan aku tidak akan melarangnya." Ucap Su Luxie, menekan pinggang sembari memberi pandangan penawaran pada Su Manman
Su Manman mulai melihat kearah Su Luxie "Aku tidak butuh belas kasih mu!" Ucapnya dingin tanpa kehangatan.
"?!"
Su Luxie mengurut pelipis matanya, dia terlihat tidak bersemangat "Huft! Aku tidak mengasihi mu! Kau kan masih dalam bagian keluarga Su, jadi kau berhak untuk tinggal disini," Sahut Su Luxie
Ekspresi Su Manman, masih menggambar rasa tidak percaya. Su Luxie, benar-benar dibuat kesal oleh gadis yang ada didepannya.
"Aku tidak memintamu untuk meninggalkan kediaman utama. Pilihan ada padamu, terserah kau ingin tinggal atau pergi. Aku tidak akan melarang. Ya lagi pula kau kan masih tetap kakak sepupuku, benarkan?" Kata Su Luxie, sedikit menekan kakak sepupu pada kalimatnya
....
Tidak ada jawaban, Su Manman hanya diam seribu bahasa, seolah-olah dia tidak mengubris perkataan panjang milik Su Luxie.
Merasa terabaikan, Su Luxie memutuskan untuk pergi dari sana. Namun, sebelum memutuskan untuk pergi, dirinya mulai mengucapkan sepatah tiga patah kata
"Pilihan ada padamu." Ucap, yang pada akhirnya meninggalkan ruangan hening itu.
....
Mata Su Manman, perlahan terangkat pada bahu Su Luxie.
"Dia bahkan bertingkah seperti bos dikediaman Su! Lihat saja, aku akan mematahkan kesombonganmu itu!" Gumamnya dengan raut wajah menghitam.
Dia mengerigitkan giginya dan Jari-jemari yang saling bergenggam erat.
"Jika Mu Anlong sudah bebas dari masa pemeriksaan, habis sudah riwayat mu! Dia tidak akan membiarkan diriku menderita seperti ini!" Lanjutnya.
__ADS_1
...****************...
Setelah meninggalkan ruangan itu, Su Luxie berjalan kembali didalam lorong. Ekspresi begitu santai seolah tidak terjadi apa pun padanya.
Dia melangkah begitu santai, tanpa sebuah kecurigaan dan bahaya yang akan datang padanya. Sebuah pemikiran yang bersih dan murni, dia tersenyum dengan manis disepanjang perjalanan.
Tap.. tap.. tap
"!"
Dari arah depan terlihat Merlyn yang sedang berlari dengan cepat, menuju pada Su Luxie. Ekspresi kalut dan khawatir selalu terpasang diwajahnya.
Su Luxie yang menyaksikan tingkah aneh Merlyn, seketika saja dia menghentikan langkahnya ditempat.
"Merlyn?" panggil Su Luxie, memiringkan kepala.
Merlyn, tepat berhenti didepan Su Luxie. Napasnya ngosngosan, dan mulai menyeka keringat dengan punggung tangannya.
"Nona," Panggilnya dengan terengah-engah
"Ada apa?" Tanya Su Luxie kebingungan
"...Tuan muda... tuan muda b, berada dalam bahaya," Jawab Merlyn gagu.
Deg!
Bagai tersambar petir dipagi hari, dia membatu dan tidak bergerak.
"Ada sebuah pasukan bernama kesatria lembah hitam yang berasal dari negara tibbet, mereka melakukan pembantaian didaerah pelabuhan dan... akademik angin." ucap Merlyn dengan nada gusar dan pandangan yang terus saja terarah kebawah.
"?!"
"B, bagaimana bisa? Tapi... bukankah black jack sudah dikirim untuk melindungi kakak?" Tanya Su Luxie, ikut gusar pada kabar buruk yang terlalu mendadak ini
"...belum ada kabar dari mereka," Jawab Merlyn, bergeleng pada Su Luxie
Deg! Deg!
Jantung Su Luxie berdetak dengan cepat. Dia menaruh genggaman tangannya pada dadanya "B, bagaimana? Apa kau sudah mengirimkan black jack lainnya ke Xiao timur?" Tanya Su Luxie
Merlyn mengangguk "Sudah, nona. Tapi..." Jawab Merlyn terputus
__ADS_1
Su Luxie hanya bisa tertunduk mendengar jawaban itu. Terlihat dengan jelas, sebuah ekspresi kekhawatiran diwajahnya.
"Tidak ada gunanya untuk putus asa, sekarang ini. Black jack memang sudah dikirim menuju Xiao timur. Namun, Xiao timur memiliki jarak yang cukup jauh dari Xiao barat," Benak Su Luxie
"Jika harus menggunakan teleportasi, itu bahkan memiliki kemungkinan kecil untuk berhasil. Jadi... apa yang harus aku lakukan?!" Dirinya mulai bertanya-tanya dan berada diposisi yang cukup membingungkan.
Merlyn diam sesaat dan kemudian mulai memperlihatkan ekspresi yang memiliki sebuah ide didalam otaknya.
"Nona," Panggil Merlyn dengan cepat
"?" Su Luxie melihat.
"Aku memiliki sebuah ide, tapi aku tidak tahu jika ini akan berhasil atau tidak," Ucap Merlyn masih terlihat ragu pada saat menceritakan tentang idenya itu.
"Bagaimana?" Tanya Su Luxie, mempersilahkan Merlyn agar meneruskan ucapan.
"Aku mendengar jika kabar ini sudah sampai ditelinga raja, jadi... bagaimana kita minta bantuan pada beliau?" Tanya Merlyn, menanyakan pandapat pada Su Luxie tentang idenya.
"?!"
"K, kau benar, tapi..." Su Luxie tidak menyelesaikan ucapannya saat memikirkan sesuatu yang ada diotaknya
"Perangkat sihir yang diciptakan oleh para kultivator diistana sangatlah bagus, bahkan begitu akurat. Tapi... jika harus meminta bantuan pada raja, apakah itu tidak akan meninggalkan hutang budi? Aku tidak suka memiliki hutang budi pada pihak kerajaan, apa lagi itu adalah kaisar sendiri," Benak Su Luxie, memikirkan segala konsekuensi apabila dirinya meminta bantuan pada pihak kerajaan.
Menyadari kegelisahan sang nona, Merlyn mulai buka suara
"Aku mengerti jika nona tidak ingin memiliki hutang budi pada pihak yang tidak dipercaya. Tapi, bukankah pihak kerajaan sudah banyak berhutang budi, pada nona?" Kata Merlyn
"!"
Su Luxie tersenyum "Kau benar. Tidak ada salahnya untuk mencoba," Jawab Su Luxie
"Dan, tidak ada gunanya takut pada alasan yang tidak mendasar!" Lanjutnya membenak.
"Baiklah. Siapkan kereta kuda, kita harus berangkat secepatnya!" Suruh Su Luxie pada Merlyn, dan tak lama dirinya pun dengan segera berlenggang pergi dari sana
Merlyn mengangguk dan turut pergi dari sana untuk menjalankan kehendak yang telah diperintahkan langsung pada nya.
Su Luxie berjalan menuju sebuah ruangan yang akan dia tuju. Ekspresi nya terlihat tenang, tapi dihatinya sudah begitu kalut pada kabar pembantaian itu.
"Bajingan-bajingan gila! Bagaimana bisa mereka menyerang Xiao timur secara brutal seperti itu?! Kesatria lembah hitam? Awas saja, akan ku cari kalian sampai keujung dunia!" Benak Su Luxie, menggenggam Jari-jemari dengan kuat.
__ADS_1
^^^To be continued_^^^