Medicinal Spirit

Medicinal Spirit
episode 47 : para bangsawan penjilat


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu berduaan yang hangat itu, Su Luxie, memutuskan untuk pulang kembali pada apa yang telah menjadi miliknya.


Semua telah dia persiapkan dengan sangat matang. Dirinya hanya tinggal menyiap kan semua yang perlu di urus oleh nya.


Para pasukan Black jack disemenanjung bahkan sudah disiapkan oleh nya untuk menjadi penanggung jawab menjaga kediaman Su dari serangan musuh.


Bersamaan dengan direbutnya status kepala keluarga Su, sudah beredar kabar diseluruh kawasan Xiao, bahwa kepala keluarga Su yang baru merupakan sesosok Medicinal Spirit yang sangat ditakuti di pasar gelap, baru-baru ini.


Para bangsawan yang mendengar kabar itu langsung berbondong-bondong pergi ke kediaman Su, hanya sekadar bertemu Medicinal Spirit.


Tidak heran mengapa para bangsawan pergi kekediaman Su, begitu mendengar jika kepala keluarga Su yang baru merupakan sosok yang sangat penting.


Bisa bekerja sama dengan sosok parmacy hebat merupakan sebuah keuntungan bagi mereka. Itu bisa membawa keuntungan berkali-kali lipat untuk kekayaan keluarga mereka.


Tentu saja mereka tidak mau kehilangan kesempatan itu!


Bukan hanya para bangsawan, akan tetapi para rakyat biasa juga datang berbondong-bondong pergi kekediaman Su hanya sekadar memperoleh keberuntungan agar mereka bisa mendapat pengobatan yang hebat oleh Medicinal Spirit, secara geratis.


Terdengar kabar dikalangan umum, bahwasalnya Medicinal Spirit memiliki hati yang baik, yang telah berkali-kali telah menolong orang secara cuma-cuma.


Mereka beranggapan, mereka bisa memanfaatkan kebaikkan dari sosok Medicinal Spirit ini.


Disaat semua itu terjadi, didalam kediaman Su, Su Taipong malah duduk diam disatu ruangan.


Seolah-olah dirinya sedang bersembunyi dari semua orang yang ada didunia ini.


Dia duduk terbungkuk dengan pandangan mata sayu dan juga raut wajah kusut.


Tidak tahu mengapa, hatinya teriris bagai teriris oleh sebilah silet yang tajam.


"Aku sudah mengecewakan keluarga ku, mereka mungkin akan membenci ku untuk ini,"


"Aku...aku bahkan hampir kehilangan kediamanku! Kediaman yang banyak sekali meninggalkan kenangan hangat ku bersama ayah, ibu dan...kakak, tentunya"


"Disilah aku tumbuh besar bersama kakak. Seorang kakak laki-laki yang begitu aku banggakan dan aku jadikan seorang panutan"


"Tapi... perlahan kakak ku menjauh dariku setelah menikahi wanita kampungan itu! Dia telah mengambil kakak, dariku!"


"Untuk itu, aku sangat membenci wanita itu! Bahkan setelah kematian kakak, aku bersumpah untuk menyiksa mereka!"


"Tapi...sekarang merekalah yang telah menyelamatkan kenanganku ini. Sebuah tempat yang menjadi kebanggaanku, kenangan indahku dan sebuah harapan besar"


"Berkat mereka... semua yang hampir lepas telah kembali seperti semula"

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan?! Aku memang bukan kepala keluarga Su, tapi aku juga tidak munafik bahwa ini adalah ganjaran yang setimpal untuk semua yang telah aku lakukan"


Gumam Su Taipong, terus merenungi semua yang telah terjadi.


Dia mengusap kasar wajahnya dan menghebuskan napas dengan tersenggat-senggat


"Dari awal aku sudah mengambil tindakan yang salah! Mereka adalah keluarga satu-satunya yang telah ditinggalkan oleh kakak. Bagaimana aku bertindak kekanak-kanakan seperti itu?!" Lanjutnya.


...*******...


Tepat dipukul 12:57,


Su Luxie, Su An'yang dan Merlyn turun di sebuah kereta kuda megah.


Tepat didepan kediaman Su yang kini sudah dijaga ketat oleh para black jack, Su Luxie dan yang lainya turun dengan dikerumuni oleh para kepala keluarga para bangsawan besar yang ada ditanah air.


Dengan tatapan memuja, mereka mulai bicara


"Selamat nyonya, kau sudah menjadi kepala keluarga Su yang baru."


"Kau yang lebih cocok menjadi kepala keluarga Su yang baru. Kami tidak akan salah pilih."


"Nona, kita bisa langsung membicarakan kerja sama kita bukan?"


Su Luxie menatap mereka dengan tatapan datar "Aku lelah, jika ingin membicarakan bisnis, kalian bisa datang 2 atau 3 hari lagi!!"


"Ibu, Merlyn, ayo kita pergi." Lanjutnya mengajak Su An'yang dan Merlyn untuk masuk kekediaman Su.


"Kalian memperlakukan ku seperti orang penting, bukan? Maka terimalah sikap sok sibukku ini!" Benaknya sambil tersenyum kecil dan melirik kearah belakang dengan ekor matanya.


"Ta, tapi... Nyonya jangan tingalkan kami!"


"Hy, kau tidak bisa meninggalkan kami begitu saja!"


Disaat mereka menunjukkan ujuk rasa protes mereka terhadap sikap Su Luxie, tiba-tiba dua orang black jack datang dan menghalangi jalan mereka untuk masuk kedalam kediaman.


SRANGG...


suara gesekan tombak yang saling disilangkan membuat mereka menelan air ludah mereka sendiri.


Hal itu menyebabkan mereka untuk terpaksa mundur dan pergi pulang kekediaman Masing-masing.


Meski itu terus diiringi dengan ucapan yang terus saja mengutuk Su Luxie.

__ADS_1


Kini Su Luxie masuk dengan wibawa seorang pemimpin. Dia mengangkat tinggi dagu nya sambil terus memperhatikan beberapa pelayan yang sedang berdiri disamping untuk memberi hormat padanya.


"Mereka semua adalah pelayan baru. Sementara yang lama telah dijual dipasar budak. Baguslah, setidaknya sikap mereka bisa menghormati tuan mereka." Benak Su Luxie tersenyum kecil dan terus berjalan masuk kedalam koridor ruangan yang begitu megah dengan pilar-pilar yang kokoh.


Sementara itu, Merlyn masih dengan setia mengikuti langkah Su Luxie dari belakang untuk masuk kedalam ruangan yang sudah dipersiapkan sebelumnya.


Bersamaan dengan itu, matanya terus saja terarah pada seluruh bagian ruangan.


"Nona Su menyuruh agar desain ruangan dikembalikan seperti semula, sama seperti masa-masa kehidupan generasi ke 11, pada saat kejayaan nyonya Su An'yang beserta tuan besar Su terdahulu"


"Aku rasa, nona sudah sangat puas dengan perubahan ini. Aku harap dia bisa bahagia." Benak Merlyn, menatap punggung Su Luxie penuh arti.


Tidak menunggu waktu yang lama, mereka sudah sampai didepan pintu megah dengan ukiran naga berkepala tiga.


Tidak lupa terdapat mawar emas tiga serangkai yang melilit naga kepala tiga tersebut.


Su Luxie mulai membuka pintu itu dan mulai masuk kedalam ruangan, disusul oleh Merlyn yang memasuki ruangan tersebut lalu menutupnya kembali.


BRUKKK...


Su Luxie duduk disebuah kursi mewah bewarna merah dengan dilapisi emas dibagian sisi-sisi kursi tersebut.


Didepannya terdapat sebuah meja besar dengan sebuah perlengkapan yang dia butuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan kantornya.


Sementara itu Merlyn berdiri disamping Su Luxie sambil memegang sebuah buku tebal dengan sebuah kuas bulu.


"Nona," Panggil Merlyn.


Su Luxie menoleh "Ada apa, Merlyn?" Tanya Su Luxie.


"Setelah mengetahui status mu, para kepala keluarga bangsawan tadi berniat untuk menjalin kerja sama terhadap mu. Tapi.. mereka telah mendapat kejadian tidak menyenangkan bagi mereka. Apa itu tidak akan menyebabkan kerugian?" Tanya Merlyn dengan perasaan yang bingung. Dia terus saja terganggu dengan pikirannya ini sedari tadi.


"?" Su Luxie memiringkan kepalanya


"Merlyn, kita tidak bisa menjalin kerja sama dengan mereka. Ingat, kita perlu meminimalisir setiap anggota yang ingin bergabung,"


"Lagipula, bangsawan terhormat tidak akan mau menundukkan kepala dan datang didepan kediaman Su, tanpa diundang. Cara bangsawan terhormat, akan mengirim surat terlebih dahulu untuk sekadar basa-basi."


"Bangsawan terhormat yang benar-benar ingin berbisnis hanya akan mengirim surat dan duduk santai di singga sana mereka. Sambil menunggu balasan yang sedang mereka tunggu."


Jelas Su Luxie pada Merlyn. Merlyn mengangguk-angguk tanda jika dia sudah mengerti semua alasan mengapa Su Luxie memperlakukan mereka seperti tadi.


^^^To be continued_^^^

__ADS_1


__ADS_2