Medicinal Spirit

Medicinal Spirit
episode 36 : Pria yang membuat Su Luxie terhina


__ADS_3

"Merlyn, buang saja obat-obat itu. Mengapa kau masih memegangnya." Suruh Su Luxie melihat pada Merlyn yang masih setia memegang kantungan obat-obat palsu itu.


"?" Merlyn mulai melihat kantungan yang ada ditangnnya.


"Ba, baiklah." Ujarnya setelah menyadari jika dirinya masih memegang obat palsu itu ditangannya.


"Buang saja di tempat sampah itu." Suruh Su Luxie menunjuk pada bak sampah yang terletak tidak jauh darinya.


Dengan patuh Merlyn berjalan menuju tempat sampah itu dan memasukkan semua obat-obatan palsu tersebut kedalam. Setelah memasukkan semuanya, dia kembali menghampiri Su Luxie.


"Ayo, nona. Kita lanjutkan perjalanan kita." Ajak Merlyn.


Su Luxie mengangguk. Akhirnya mereka melangkah untuk segera pergi dari sana. Namun tidak ada angin tidak ada badai, tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras sehingga mengagetkan Su Luxie dan Merlyn.


PRANK...


"!"


"?!"


Mereka berdua menoleh pada sumber suara sambil membuat ekspresi kesal mereka, karena telah dikejutkan oleh suara asing itu.


Terlihat disana sebuah nampan perak yang sengaja dibanting oleh seseorang yang sedang memarahi seorang anak kecil yang sangat lusuh dan memprihatinkan.


Su Luxie menarik alisnya keatas. Dia terlihat tertarik pada masalah tersebut.


"Penyiksaan lagi, ya?" Benak Su Luxie.


"AKU SUDAH MENGINGATKAN PADAMU, BAYAR UTANG YANG TELAH AKU PINJAMKAN PADA ORANG TUA MU!! BUKANKAH AKU SUDAH MENGINGATKAN JIKA UTANG ITU HARUS DILUNASI HARI INI?!" Hardik seorang pria gempal berwajah bulat pada seorang anak kecil pria yang terlihat berumur 9 tahun.


Pria kecil itu terlihat sedang ketakutan. Wajahnya pucat dengan tubuhnya yang menggigil. Dia hanya bisa menunduk karena tidak berani beradu tatap pada pria yang menyeramkan baginya


"A, aku tidak memiliki cukup uang untuk melunasi utang orang tuaku. Aku minta maaf, tapi tolong berikan waktu lagi padaku." Jawabnya lirih.


Bola matanya sudah memerah karena menahan tangis sedari tadi. Dia hanya bisa menggigit bibir bawahnya supaya mendorongnya untuk tetap tegar.


"WAKTU! WAKTU! WAKTU! KAU SELALU MEMINTA WAKTU PADAKU! CEPAT KATAKAN PADA ORANG TUAMU YANG PENYAKITAN ITU, SEGERA LUNASI UTANG MEREKA PADAKU!" Hardik pria gempal itu kembali.


Su Luxie masih tetap menatap pada kejadian yang telah membuatnya tertarik. Dia mengerutkan keningnya sambil menatap sinis pada pria gempal tersebut.


"Dia bahkan berbicara kasar pada anak kecil itu. Orang seperti apa dia?!" Benak Su Luxie


"Aku mohon, aku benar-benar tidak memiliki uang. Aku sudah mendapatkan perkerjaan sekarang, tunggulah beberapa hari lagi." Ucap pria kecil itu, menyatukan kedua tangannya dengan mata yang sudah berlinang air mata.

__ADS_1


"BAJINGAN KECIL INI MEMANG TIDAK MENGERTI MAKSUTKU!" Hardik pria itu lagi, kali ini dirinya melayangkan tangan keudara untuk menampar pria kecil yang ada didepanya.


"Hentikan!!" Pekik Su Luxie


Tangan pria itu terhenti diudara sambil mengarahkan pandangan pada Su Luxie yang telah berteriak padanya.


"Siapa kau!" Sinis pria itu terlihat tidak senang.


"Apa yang ingin kau lakukan pada anak kecil seperti dirinya?! Dia masih kecil, dan kau ingin melayangkan tamparan pada anak sekecil ini?!" Kata Su Luxie, tidak mau kalah sinis dengan pria itu.


"?!"


"Urus saja urusan mu! Jangan ikut campur!" Jawab pria itu masih dengan nada sinis dan ekspresi meremehkan.


"Sibajingan ini!" Merlyn sangat kesal mendengar perkataan kasar pria itu pada Su Luxie. Dirinya hendak maju, namun lagi-lagi Su Luxie kembali menghentikkannya.


"Merlyn, tenanglah." Ujar Su Luxie, menarik tangan Merlyn Sehingga langkah Merlyn tertahan ditempat.


Merlyn menoleh pada Su Luxie, dirinya benar-benar berhenti bergerak. Namun, dia bahkan tidak berhenti untuk menggeram pada pria didepannya.


"Berapa utang anak ini?" Tanya Su Luxie mulai membuka obrolan.


Setelah mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Su Luxie, pria itu dengan segera melihat Su Luxie dari atas hingga kebawah. Sebuah pandangan yang sinis dan juga merendahkan. Ah... itu sangat menjengkelkan bagi Su Luxie, dirinya merasa sangat terhina dengan pandangan pria itu.


"Kau memiliki uang?! Jika tidak, menjauh dari sini! Kau mengganggu urusan ku!" Kata pria itu begitu ketus pada Su Luxie.


"!"


"Sebutkan saja!" Ujar Su Luxie mulai diuji oleh kesabaran.


"3 koin rulex! Kau punya tidak? Jika tidak, maka pergilah!" Jawab pria itu ketus pada Su Luxie lalu mengusir Su Luxie selayak nya hewan.


"3 koin rulex? hanya 3 koin rulex? Wah pria ini ingin mati!" Gumam Su Luxie menatap kesal pada pria yang ada didepannya.


Dirinya terus menggeram, darahnya mendidih karena pria yang selalu membuat dirinya terhina.


"Merlyn, lempar 10 rulex kewajahnya!" Pekik Su Luxie sudah mulai kesal karena sikap kurang ajar pria itu.


"!"


"Ok, nona." Jawab Merlyn.


Dengan segera mengeluarkan koin rulex dari kantong uang miliknya. Dan dengan segera dia melempar koin rulex itu kearah wajah pria itu dengan kuat.

__ADS_1


"!"


BRUANGG...


PRANKK...


"AKH..." Pria itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan miliknya.


"Rasakan itu, bajingan!" Maki Su Luxie


"Terkutuklah kau!" Lanjutnya mulai mengulurkan tangan pada anak kecil yang sedang menatap dengan takut.


"Ayo kita pergi." Ajak Su Luxie.


Ragu-ragu anak itu mulai menerima uluran tangan Su Luxie sehingga mereka bertiga segera pergi dari sana dengan meninggalkan pria yang sedang kesakitan dibelakang mereka.


"Akhh!"


"TIDAK! MAU KEMANA KALIAN?! AKHH SIALAN!" Pekiknya dengan emosi Sehingga orang-orang yang lewat terus menatap aneh kepadanya.


Siapapun yang melihat pria itu akan menganggap jika pria tersebut tidak waras. Karena dirinya mengamuk tidak jelas dan marah-marah seorang diri. Tentunya, siapapun yang melihat akan menganggap jika diri nya tidak waras.


Setelah menyebabkan kekacauan itu, Su Luxie, Merlyn dan pria kecil itu berjalan disebuah lorong sempit diantara bangunan-bangunan rumah.


Gang itu terlihat sedikit kumuh karena tertutupi oleh jamur hijau karena hawa nya yang lembab dan juga basah.


Terlihat cukup memprihatinkan jika seorang anak kecil harus tinggal disebuah pemungkiman seperti ini. Itu sudah jelas akan mempengaruhi kondisi kesehatannya dan memperhambat pertumbuhannya.


"Kau tinggal disini bersama ibumu?" Tanya Su Luxie.


"Iya, kakak." Jawab pria kecil itu sambil tersenyum memamerkan gigi-giginya yang mungil.


"Sudah berapa lama?" Tanya Su Luxie.


"Sejak aku berumur 6 tahun. Pada saat umurku masih menginjak 5 tahun, kami masih memiliki lebih dari cukup uang untuk kami makan dan tinggal. Hidup kami benar-benar layak pada saat itu." Jawabnya masih dengan senyumannya yang manis.


"!"


Su Luxie tertegun, dirinya terpana melihat senyuman manis dari pria kecil itu.


"Saat hidupnya semiris ini, dia masih bisa tersenyum? Selapang apa adadamu sehingga masih bisa merasakan senyum pada kehidupanmu yang miris ini?" Gumam Su Luxie


^^^To be Continued_^^^

__ADS_1


__ADS_2