Medicinal Spirit

Medicinal Spirit
episode 76 : Salah paham #2


__ADS_3

Pada akhirnya, para prajurit kekaisaran berhasil membawa kemenangan untuk kekaisaran Xiao. Para asasin Black One turut serta ke dalam pertempuran itu.


Hal itu tidak luput dari perbincangan para petinggi-petinggi kekaisaran karena beberapa surat mendadak telah dikirim oleh Kepala Kepolisian kepada pihak penanggung surat penting.


Sontak, pihak kekaisaran menjadi geger karena kejadian besar yang baru saja terjadi di kekaisaran Xiao itu sendiri. Hal itu juga turut dirasakan oleh Wang Ai, selaku orang nomor satu di kekaisaran Xiao.


Dengan perasaan cemas bercampur rasa bangga terhadap kemenangan Wang Yan dalam membawa kemenangan pada para prajurit kekaisaran, dia menunggu secara pribadi di luar gerbang kekaisaran yang megah.


Di ikuti juga oleh para menteri-menteri dan para kasim yang ada dikekaisaran. Dengan raut penasaran mereka secara pribadi menunggu kedatangan Wang Yan beserta prajurit yang tersisa, kembali pulang kepada kekaisaran.


"Yang mulia, walau bagaimana pun, tidak seharusnya yang mulia menunggu secara pribadi di luar sini. Jika berkenan, mari kita masuk kedalam dan memasuki menara agar bisa melihat kedatangan yang mulia putra mahkota, dari atas," ujar Kasim setia milik Wang Ai dengan panik karena Wang Ai masih keras kepala agar tetap menunggu di luar beserta para kasim dan menteri-menteri nya.


Wang Ai, menoleh "Tidak! Saya sangat mengkhawatirkan tentang keselamatan putra mahkota. Saya harus memastikan keadaan nya secara langsung," kata Wang Ai menolak.


"Yang mulia, putra mahkota sangat lah kuat. Beliau bahkan memenangkan pertempuran yang mendadak ini. Mari kita masuk kedalam, yang mulia. Saya mohon." kata Kasim itu lagi memohon.


Wang Ai bergeleng "Kau menyuruh saya?" ujar Wang Ai dengan dingin


"!"


"S, saya tidak berani. Tapi...,"


"Sudah, kau terlalu membesar-besar kan masalah. Saya tidak ingin mendengar lagi ocehan mu itu!"


"Glekk...," Kasim itu menelan air liur nya saat mendengar Wang Ai menekan setiap kalimat miliknya.


Wang Ai kembali fokus kearah depan dan memilih untuk mengacuhkan sang kasim. Sedangkan sang kasim, dia masih setia berdiri disamping Wang Ai sembari memegang payung agar Wang Ai tertutup oleh sinar mentari yang lumayan terik kala itu.


"Yang mulia sangat keras kepala. Beliau bahkan memaksa kan diri untuk menunggu diluar sini. Memang ayah yang sangat menyayangi putra nya!" benak Kasim menepuk jidat.


Mereka terus menunggu walau beberapa dari para menteri tidak secara tulus untuk menunggu kedatangan para rombongan Wang Yan.

__ADS_1


Namun mau tidak mau, mereka harus menunjukkan ekspresi kekhawatiran mereka, meski tidak didasari oleh rasa hati mereka sendiri.


Disaat para pihak kekaisaran sedang menunggu secara pribadi di luar gerbang kekaisaran, rombongan Ji Fu justru sedang berjalan menuju jalan pulang pada kastil para Black one berada.


Dibawah kepemimpinan Ji Fu, perjalanan berjalan dengan lancar dan pada akhirnya mereka sampai dengan cepat sehingga Su Luxie bisa beristirahat untuk memulihkan diri.


Kini, Su Luxie dengan kondisi tubuhnya yang masih lemah, sedang terbaring lemah di atas ranjang king size milik Ji Fu pribadi.


Dan pada saat itu juga, Ji Fu telah mendatangkan para Medicinal dan tabib terkenal untul membantu penyembuhan kesehatan Su Luxie.


"Tolong periksa keadaan nya," kata Ji Fu terdengar mendesak


Karena para Medicinal dan tabib yang sudah terlanjur datang dan takut pada energi yang selalu terpancar ditubuh Ji Fu, mau tidak mau mereka harus mengerahkan semua kemampuan mereka untuk mengobati keadaan Su Luxie. Kalau tidak demikian, mau tidak mau mereka harus menanggung akibatnya.


"Ba, baik yang mulia," Jawab mereka serempak, yang dimana mereka dalam kondisi yang baru saja memasuki pintu kamar.


Secara cepat dan lebar mereka menggerakan kaki mereka untuk mendekat kepada Su Luxie, dan pada saat itu juga mereka berhasil dikejutkan oleh penampakan seseorang yang sedang terbaring disana.


"!"


Karena rasa terkejut itu, mereka mendadak menoleh kepada Ji Fu yang sedari tadi sibuk mengigiti kukunya karena panik terhadap kondisi Su Luxie.


"Apa?" tanya Ji Fu bingung karena kedua orang di depannya melihatnya dengan mata melotot.


"Be, beliau inikan adalah Medicinal Spirit. Apa yang telah terjadi kepada beliau?" Tanya Medicinal muda itu berani seolah sudah melupakan rasa takutnya terhadap Ji Fu.


"Saya tidak tahu pasti pada kondisi kesehatan nya. Tapi saya menyaksikan secara pribadi, jika dia baru saja memuntahkan darah setelah menggunakan mana secara berlebihan," jelas Ji Fu.


"Menggunakan mana secara berlebihan?!" Ucap sang tabib sedikit memekik


"Kenapa?" Tanya sang medicinal karena terkejut terhadap reaksi sang tabib.

__ADS_1


"Ini aneh. Saat manusia menggunakan mana secara berlebihan untuk sesuatu yang mendesak, paling tidak manusia itu hanya mengalami tubuh yang melemah dan lemas. Namun, tidak sampai untuk memuntah kan darah," Jelas sang tabib dengan ekspresi seperti sedang berpikir sesuatu.


"!"


"Jadi apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Ji Fu semakin khawatir


"Akan tetapi, aku pernah mendengar. Jika seseorang sudah lama tidak menggunakan kekuatan mana nya karena telah terjadi kerusakan pada titik meridian miliknya, dia akan mengalami kejadian serupa, sama dengan yang dialami oleh Nona Medicinal Spirit,"


"Orang itu akan memuntahkan darah dan umurnya akan berkurang sebanyak tiga tahun lamanya. Sangat ditakutkan jika nona Medicinal Spirit mengalami kejadian serupa." Jelas sang tabib secara mendetail kepada Ji Fu.


"!"


Ji Fu mematung, tatkala mendengar penjelasan itu dari sang tabib. Dikepalanya, dia sudah memikirkan sebuah pikiran yang negatif terhadap kondisi kesehatan Su Luxie. Pikirannya seolah-olah sudah melanglang buana terhadap penjelasan yang bahkan tidak diketahui kebenarannya.


"Tidak!" kata sang Medicinal menyambar


"Bagaimanapun, itu kan hanya kabar burung saja! Belum tentu nona Medicinal Spirit mengalami hal tersebut," kata Medicinal muda itu mencoba untuk menyangkal


"Ya, aku hanya menduga saja. Bagaimana pun, kondisi Nona saat ini sudah merujuk pada kejadian yang pernah aku dengar dimenara medicinal,"


"Kita harus memeriksa keadaan nona saat ini. Sekeras mungkin kita harus menemukan penyebab diri nya memuntahkan darah,"


"Ya! Tapi sebelum memulai penyembuhannya, bisakah yang mulia keluar dari kamar?!" Tiba-tiba sang tabib berbicara pada Ji Fu dan menyuruh Ji Fu untuk keluar dari dalam kamar.


"Tidak! Bagaimana bisa saya meninggalkannya...,


"Yang mulia, kemungkinan kami akan menggunakan ornamen racun pada ramuan kami. Hal itu sangat berefek buruk terhadap anda yang memiliki sumber qi," kata sang Medicinal Muda.


"Benar. Silahkan yang mulia menunggu diluar. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan Nona."


Mereka terdengar begitu meyakinkan Ji Fu untuk segera keluar dari sana. Ji Fu yang memang sangat berat hati untuk meninggalkan Su Luxie seorang diri, secara berat dia melangkah dan bahkan enggan untuk memalingkan pandangan terhadap Su Luxie.

__ADS_1


"Kau tidak boleh kenapa-napa, Luxie!"


^^^To be Continued_^^^


__ADS_2