Medicinal Spirit

Medicinal Spirit
episode 59 : Wanita tua


__ADS_3

Setelah selesai menonton acara eksekusi yang membosankan itu, akhirnya Su Luxie memutuskan untuk pulang bersama para black jack yang selalu setia berjalan dibelakangnya.


Dia terus berjalan meski beberapa mata tertuju padanya. Banyak sekali para bangsawan maupun kalangan bawah yang memandang Su Luxie dengan tatapan beragam.


Ada yang memandang merendahkan, kagum, sinis dan bahkan kasihan. Yah, entah apa yang mereka pikirkan setelah memandang Su Luxie seperti itu, tidak ada yang tahu selain diri mereka sendiri.


"Master," Panggil ketua black jack (jie)


Tanpa menoleh, Su Luxie menjawab "Bicaralah," sahutnya


"Apa yang harus dilakukan pada anggota yang lalai dalam menjaga tuan muda? Apakah master menginginkan proses lebih lanjut?" Jie berbicara dengan tampang datarnya


"Proses lebih lanjut?"


"Bertindak sesuai mau mu, jie."


"Laksanakan, master."


Begitulah percakapan singkat mereka. Mereka memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan menuju kereta kuda dan kemudian langsung pergi dari sana.


Dipertengahan jalan, Su Luxie duduk termenung menyandarkan kepala nya pada dinding kereta. Dia mengarahkan pandangannya pada arah jendela yang sedang terbuka.


Masih terlukis sebuah kesedihan dibola matanya. Namun, disaat dirinya tengah sibuk termenung, ada sebuah kejadian yang berhasil memecahkan lamunannya. Dia melihat pada sebuah gang sempit yang dimana disana terlihat ada seorang wanita tua yang sedang diganggu oleh dua preman.


Su Luxie terlihat menaruh perhatiannya pada wanita tua itu.


"Berhenti," Perintahnya


Tidak lama, kereta kuda segera berhenti dan kemudian Jie mulai mendekati Su Luxie.


"Nona, ada yang bisa dibantu?" Tanya Jie


"Buka pintunya, aku harus mengurus sesuatu." Jawab Su Luxie memusatkan perhatian pada gang sempit tersebut.


Meski kebingungan, Jie tetap patuh dan membantu Su Luxie turun dari kereta. Dengan segera Su Luxie turun dan mulai berjalan menuju pada gang sempit itu.


Setelah melihat Su Luxie berjalan menuju pada gang itu, Jie dengan sigap memberi kode pada anak buah nya dan kemudian berjalan mengikuti Su Luxie.


Karena hal itu pula, mereka telah menjadi pusat perhatian para bangsawan dan kalangan bawah yang sedang berlalu lalang.


Bisik "Bukankah itu lambang keluarga Su? Ya ampun, lihatlah. Bukan kah itu kepala keluarga Su yang baru itu?"


Bisik "Bukankah itu adalah Medicinal Spirit? Mau apa beliau datang pada gang sempit itu?"


Bisik "Siapa itu? Apakah dia bangsawan? Banyak sekali para penjaga yang mengawalnya."


Yah, kurang lebih seperti itulah yang mereka bisik kan setelah melihat Su Luxie yang telah menarik perhatian mereka.


Hal itu tidak luput dari indra pendengaran, Jie. Dia melirik tajam pada orang-orang yang telah berani berbisik tentang Su Luxie.


"!"


Mereka yang menyadari itu dengan segera menepis pandangan mereka. Dengan bodohnya mereka memancing kemarahan, Jie, sang ketua dari pasukan Black jack.

__ADS_1


Su Luxie juga pastinya menyadari hal itu. Namun, dirinya tidak mau ambil pusing dan melanjutkan perjalanan menuju gang itu.


Suara kedua preman itu terdengar cukup keras, sehingga cukup untuk terdengar di daerah sana. Namun, orang-orang yang berlalu lalang tidak ada yang berani untuk menolong bahkan melihat pun tidak.


Jujur saja, Su Luxie merasa miris pada rasa kemanusian orang-orang yang ada disana.


"KAU TELAH MENIPU KAMI!! KAU BILANG JIKA KAMI MEMBELI JIMAT ITU, MAKA KAMI AKAN MEMENANGKAN PERJUDIAN! TAPI NYATANYA KAMI MALAH KALAH DAN MENGALAMI KERUGIAN. DASAR JALAN* TUA BANGKA." Hardik salah satu dari preman itu.


"!"


"A, aku tidak menipu kalian, aku kan sudah bilang jika jimat itu hanya berlaku dalam satu kali percobaan. Bukankah kalian sudah menang satu kali?" Sangkal wanita tua itu.


"Ck ck ck, lihat lah mulut jalan* tua ini. Dia pandai sekali berdalih!" Ucap tajam preman yang kedua.


"Cepat kembalikan uang kami, kalau tidak aku akan menghabisi mu!" Lanjutnya.


"?!"


"T, tidak bisa! Kalian kan sudah membelinya dan lagi pula kalian sudah menang satu kali. Jadi, mengapa aku harus mengembalikan uang itu?!" Tolak wanita tua itu dengan keras


"W, wanita tua sialan ini! Kau ingin dihabisi ya?!" Kedua preman itu hendak ingin melayangkan tangan mereka pada wanita tua itu, sehingga membuat wanita tua itu meringkuk karena rasa takut jika harus dipukuli.


Namun, tiba-tiba sebuah suara halus terdengar menyapa indra pendengaran mereka.


"Permisi," Ucap Su Luxie yang datang menyapa mereka berdua dengan sebuah senyuman.


Mereka berdua menoleh dan mulai melihat pada Su Luxie


"?!"


"!"


"Kenapa gadis bangsawan ini berada disini?" Benak salah dua preman.


Mereka saling bertemu pandang sehingga terlihat sedang mengabaikan Su Luxie, namun kenyataannya bahwa mereka sedang gugup karena tiba-tiba mereka dihampiri oleh seorang bangsawan besar.


"!"


"Berani sekali kalian mengabaikan Nona!" Bentak, Jie, murka


"Kalian ingin..." Belum sempat dirinya menyelesaikan ucapannya


Su Luxie mengangkat tangan untuk menghentikan, Jie, yang sudah dalam keadaan murka.


Menyadari itu, Jie, langsung berhenti dan kemudian mengangguk dengan hormat.


"Jie! Jie! Kau ini sangat disiplin." Benak Su Luxie bergeleng-geleng.


Mendengar bentakan milik, Jie, apalagi setelah merasakan aura mengintimidasi dari Jie, mereka berdua mulai merasa ketakutan dan terlihat sangat gugup.


"Tidak perlu takut, saya kemari hanya ingin meminjam wanita tua itu dari kalian. Apakah, boleh?" Tanya Su Luxie, tersenyum dengan ramah dan juga manis.


Deg...

__ADS_1


Mereka berdua tertegun melihat kecantikan yang terus memancar itu.


"T, tapi... kami masih memiliki urusan dengan wanita tua jala... ah maksut ku, wanita tua ini." Sahut salah dua dari preman itu dengan gugup sembari melirik pada Jie dengan takut.


Jie, menatap tajam preman itu sehingga kedua preman itu menunduk dengan ketakutan.


"Ah... kalian juga ditipu seperti saya? Ck ck ck... malang sekali." Ucap Su Luxie


"!"


"Kapan aku menipunya?!" Wanita tua itu terkejut mendengar ucapan Su Luxie, namun dirinya memilih tetap diam dan mengamati keadaan.


"Ka, kau, kau juga ditipu, nona?"


"Berani sekali wanita tua ini telah menipu seorang bangsawan?!"


Mereka berdua terkejut mendengar pengakuan Su Luxie, bagaimana bisa rakyat biasa bisa menipu seorang bangsawan? Penipuan pada seorang bangsawan adalah kejahatan yang besar, bisa-bisa orang yang menipu akan dijatuhi hukuman mati. Meski terdengar tidak adil, namun itulah kenyataannya.


"Iya! Dia telah menipu saya. Saya datang padanya untuk menuntut penjelasan. Jadi... bisakah kalian serahkan wanita tua ini kepada saya?" Ucap Su Luxie, membuat ekspresi sendu.


"?"


"Jika aku menolak, maka aku akan ikut terseret," Benak preman satu dengan wajah panik


"Aku tidak mau ikut campur kedalam masalah seorang bangsawan!" Benak preman dua dengan ragu melirik kearah sang rekan.


"Baiklah." Jawab mereka serempak sehingga hal itu mengundang gelak tawa dari para kesatria-kesatria yang sedang berdiri dibarisan belakang.


...SRINGG...


Jie, menatap tajam pada para bawahannya sehingga mereka terdiam seribu bahasa dan mengunci mulut mereka.


"Bodoh!" Benak Jie mungutuk


Setelah mereka menyetujui untuk menyerahkan wanita tua itu kepada Su Luxie, mereka segera pergi dari sana karena tidak ingin terlibat lebih jauh lagi.


"Naif sekali mereka," Gumam Su Luxie tersenyum sinis dan kemudian mulai mengarahkan pandangan pada wanita tua itu.


Mata nya terlihat begitu tajam saat melihat pada wanita tua tersebut.


"?!"


"Ke, kenapa mendadak dia memandang tajam kepdaku?" benak wanita tua itu ketakutan.


Su Luxie mulai melangkahkan kaki menuju wanita tua itu "Kau baik-baik saja, nenek?" Tanya Su Luxie dengan sopan meskipun ekspresi nya tidak menggambarkan rasa sopan


"?"


"Eh? Dia bertanya tentang keadaan ku?" Benak wanita tua itu lagi


"...aku...


^^^To be continued_^^^

__ADS_1


__ADS_2