
Sebuah kepala mengelinding di tanah disertai dengan bercak-bercak darah yang menyembur.
Begitu melihat itu, Su Luxie memejamkan mata dan kemudian membuka nya kembali.
"Aku tidak ingat jika hari ini adalah hari pengeksekusian nya. Mengapa tidak ada yang memberi tahu padaku?"
Merlyn menoleh "Maafkan aku, Nona. Aku berpikir jika Nona tidak mau tahu tentang..."
"Cukup, jangan bicara lagi,"
Su Luxie hanya bisa menyerngitkan kening begitu mendengar penjelasan Merlyn. Dia kembali menatap kearah Su Manman yang sudah disiapkan untuk eksekusi berikutnya.
"Fokuslah kepada anak itu, jangan alihkan pandangan mu," Ujarnya merujuk kearah hukuman.
Merlyn menelan air liurnya dan kemudian menoleh kearah altar pengeksekusian. Mata nya membesar begitu melihat leher Su Manman yang kini sudah terletak pada wadah mata pisau.
"Kenapa dia tidak bersuara?" tanya Merlyn
"Mungkin lidahnya sudah dipotong,"
"!"
"Nona, bagaimana mungkin?"
"Aku tidak tahu, tanya saja kepala kepolisian,"
Pembicaraan terus berlanjut, sampai dimana Merlyn bahkan sudah tidak sadar jika mata pisau mulai turun dan kemudian menancap tepat dileher Su Manman
SRAKKK...
Darah mulai menyembur diiringi sebuah kepala yang mengelinding jatuh kewadah hitam yang terbuat dari logam.
"Hukuman mu ditambah," cetus Su Luxie
"Apa?"
Merlyn segera melihat pada altar dan menemukan jika eksekusinya sudah berlalu.
"Nona, aku..."
"Pergi dan urus bisnis yang ada di utara, jangan pernah kembali sebelum kau menyelesaikannya!!" Su Luxie bangkit berdiri dan kemudian pergi dari sana.
"Nona..., aku"
Merlyn hanya bisa mematung saat mendengar hukuman yang diberikan oleh Su Luxie kepadanya.
"Bisnis yang di utara? Mau berapa tahun aku menyelesaikannya?" Merlyn berkata dengan lirih dan tatapan kosong.
Beralih pada Su Luxie. Disaat sang asisten sedang frustasi pada hukuman yang diberikan olehnya, dia justru sedang berjalan-jalan di taman kerajaan yang bebas dibuka untuk para bangsawan yang ingin melihat-lihat.
Kaki nya terus melangkah dan matanya tertuju pada bunga-bunga yang tertanam dengan indah.
"Sudah lama tidak kesini," Gumamnya tersenyum simpul.
Tangannya bergerak memegang sebuah bunga mawar merah yang pekat.
"Bunga ini mengingatkan ku pada seseorang," Lanjutnya bergumam.
Tap... tap... tap
Tiba-tiba terdengar sebuah suara dari arah samping. Su Luxie dengan pendengaran tajamnya mulai menyadari hal tersebut.
Dia menoleh dengan cepat sambil berkata "Siapa itu?"
......
Hening tanpa jawaban. Su Luxie menyerngitkan kening sambil terus menoleh kekiri dan kanan.
"Siapa itu? Apakah ada orang?" Su Luxie kembali bertanya.
......
__ADS_1
Nihil! Masih tidak terdengar jawaban.
"Aneh. Aku tidak bisa merasakan hawa dari orang ini," gumam Su Luxie.
"Apakah...
Tap... tap... tap
"!"
Saat hendak bertanya kembali, Su Luxie kembali mendengar suara tapak kaki dari arah samping
"Siapa itu?" Su Luxie berlari untuk mengejar orang tersebut. Sambil melepaskan serangan aura kearah depan
BOOM..
BDUKK..
"!"
Mendengar jika suara tapak kaki itu terhentu, Su Luxie meyakini jika orang tersebut telah terkena serangan aura miliknya.
Dia segera berlari menuju tempat diri nya melepaskan aura.
Tap... tap... tap
Setelah berjalan beberapa langkah, Su Luxie bisa melihat sebuah bunga kering yang dimana diakibatkan oleh serangan aura miliknya.
"Aku akan memberi kejelasan kepada pengurus taman ini," Risaunya begitu melihat kerusakan yang cukup parah itu.
"Skkkkkrtt,"
"!"
Tiba-tiba terdengar seseorang berdecis kesakitan dari arah yang tak jauh dari Su Luxie. Su Luxie bisa dengan jelas merasakan aura milik si orang misterius ini.
"Aura... gelap?"
"Astaga, putra mahkota,"
Su Luxie berlari kearah suara dan kemudian mulai menemukan sebuah kaki yang melintang diantara para pot bunga yang tinggi.
"P, putra mahkota..., apakah anda baik-baik saja?" tanya Su Luxie terbata-bata sambil berputar untuk melihat Wang Yan dengan jelas.
"!"
Terkejut bukan main, Su Luxie membola begitu melihat tangan Wang Yan yang sudah bersimbah darah akibat letusan aura yang dia lepaskan.
"P, putra mahkota!"
Dengan segera Su Luxie mengambil tindakan dan memeriksa Wang Yan yang hanya diam sambil memalingkan wajah nya.
"Ma, maafkan saya..., saya...
"Pergi dari sini! Pergilah,"
!
Wang Yang berkata dengan dingin kepada Su Luxie.
"A, anda marah kepada saya? Saya benar-benar tidak sengaja," Su Luxie panik dan berbicara dengan terputus-putus.
"Pergilah!"
Su Luxie bergeleng "Saya akan mengobat anda, yang mulia,"
"Aku bilang pergilah, apa kau tidak dengar?!"
!
Su Luxie termenung dan membatu. Ini pertama kalinya Wang Yan berbicara dengan keras kepadanya.
__ADS_1
"Sa, saya benar-benar merasa bersalah. J, jika anda marah karena tindakan gegabah saya, saya mohon hukum saja saya. Jangan perlakukan saya seperti ini, saya benar-benar merasa bersalah kepada anda,"
"kenapa kau harus melakukan ini?"
"Yang mulia, saya harus mengobati anda," Su Luxie terkejut dengan pandangan Wang Yan yang berubah secara drastis kepadanya.
"Meski kau tahu akibat nya, kenapa kau masih mendekati aku! Kau benar-benar tidak takut mati!"
!
"Yang mulia, saya tidak tahu apa maksud anda. Saya...
"Pergi dari sini! Aku bisa mengobati luka ku sendiri tanpa bantuan dari mu,"
"Tapi...
"Pergilah!"
Su Luxie menjatuhkan pandangannya. Dia tidak memahami perubahan sikap Wang Yan kepadanya. Sebelumnya bahkan hubungan mereka baik-baik saja, tapi sekarang Wang Yan bahkan berbicara dengan keras kepadanya.
"Apakah saya memiliki salah, sebelum kejadian ini? Kenapa anda marah kepada saya? Jangan berbicara seperti itu dan tolong jelaskan," lirih Su Luxie.
"Ck!" Wang Yan bangkit dan hendak pergi dari sana
"Yang mulia...
Kaki Wang Yan tertahan begitu Su Luxie kembali memanggil dirinya.
"Kenapa?" Untuk kesekian kali Su Luxie bertanya alasan mengapa Wang Yan bersikap seperti ini.
"Kau akan mati jika berdekatan dengan ku bukan? Pergilah dari sini dan menjauh dari ku! Aku tidak ingin melihat orang mati disini," Ucapnya mengeluarkan kata-kata pedasnya.
Su Luxie membola "Kenapa anda berkata seperti itu..."
"Kau hampir mati karena aura gelap saat penyerangan itu kan! Itu terjadi karena aku, kau hampir mati kehilangan nyawamu, Nona," Wang Yan membalikan tubuh dan menatap Su Luxie dengan sendu.
"Bukan...
"Aku adalah penyebab nya. Kau harus menjauh dari ku!"
"Baru pertama kali aku melihat putra mahkota memperlihatkan kesedihannya di depanku. Dia benar-benar menganggap jika aku hampir kehilangan nyawa karenanya," Su Luxie memandang Wang Yan dengan cukup dalam.
"Saya memang hampir mati,"
!
"Maka dari itu menjauhlah dari ku!" tegas Wang Yan
"Tapi bukan karena diri anda, yang mulia,"
"Maaf?"
"Saya mengalami penekanan aura setelah sekian lama tidak menggunakannya. Saya hanya mengalami penekanan aura saya sendiri, bukan penekanan aura gelap milik anda,"
"Jadi berita itu...
Wang Yan terlihat membatu setelah mendengar penjelasan tersebut.
"Berita yang anda dengar tidak sepenuhnya bohong, tapi juga tidak benar. Saya bisa menjelaskannya kepada anda,"
"Tolong jelaskan...
"Saya akan mengobati luka anda dulu sebelum ini!"
"Tapi...
"Putra mahkota!"
!
"Baiklah."
__ADS_1
^^^To be Continued_^^^