
"Kenapa, kenapa kau menghindariku? Apakah kau sebenci itu padaku karena telah memiliki energi terkutuk ini?" Wang Yan menatap dalam kearah wajah teduh, Su Luxie.
Ekspresi sedih itu perlahan berubah menjadi tersenyum kecut saat tak sengaja terlintas sebuah pikiran dikepalanya.
"Mungkin saja..., aku tidak bisa terlalu banyak berharap agar disukai oleh mu, iyakan nona?" Katanya tersenyum kecut "Aku bahkan tidak berhak bersikap akrab padamu. Kau mungkin merasa tidak nyaman karena aku terus mencari mu, kau merasa terganggu, kan?"
BOOMM...
BOOMM..
Wang Yan, menoleh pada arah gua.
"Orang itu mungkin sudah menyelesaikan para iblis itu. Aku cukup kecewa menyadari kenyataan jika aku tidak bisa turun tangan secara langsung untuk menghabisi mereka semua," ekspresi Wang Yan memang benar terlihat penuh kekecewaan karena tidak bisa menghabisi para iblis itu secara langsung.
Yah, cukup lucu melihat fakta bahwa dirinya sedang duduk manis sembari mendekap tubuh seorang gadis cantik yang sedang tertidur, dipelukkannya. Sementara itu, ada seorang pria yang sedang berjuang dan bertarung seorang diri, didalam goa tersebut.
Dia kembali mengarahkan pandangan pada Su Luxie yang masih terlelap dalam dekapnya.
"kau..., harus menjelaskan alasanmu menghindari ku saat kau sudah sadar kan diri. Bagaiamana bisa kau membuatku gila dengan kehadiran mu? Kau harus bertanggung jawab!" Ekspresi nya terlihat begitu mendesak seolah tidak terbantahkan.
Tidak lama dari itu, telah terdengar suara gema tanah yang dihasilkan oleh puluhan tapak kuda, yang sedang menuju kearah gua, tempat persembunyian para iblis.
SRENG...
Wang Yan, melirik tajam dengan ekor matanya.
"Lamban...!!" Gumamnya penuh penekanan.
SRENG...,
Tidak jauh dari sana, terlihat Kepala Kepolisian sedang memurus tengkuknya karena merasakan dengan jelas jika bulu kuduk nya sedang berdiri.
"A, apa..., barusan?" Gumamnya tidak mengerti, sembari menoleh kiri dan kanan dengan ling-lung.
"Mungkin cuman perasaan ku saja, kalau aku merasakan jika aku sedang diawasi oleh putra mahkota." benak Kepala Kepolisian sedikit meringkuk sembari memikirkan kenangan saat dirinya berlatih bersama Wang Yan dilapangan kemiliteran.
Kepala Kepolisian memutuskan untuk melupakan itu sejenak dan memilih fokus untuk menemukan tempat persembunyian para iblis.
Dan karena usaha keras mereka, akhirnya kepala goa mulai terlihat dan menunjukkan penampakan goa yang besar dan ditutupi oleh energi jahat yang benar-benar jahat.
"!"
Kepala Kepolisian, melongo melihat Goa tersebut. Mereka berhenti dan kemudian terdiam sembari menunggu perintah lebih lanjut dari sang Kepala Kepolisian.
__ADS_1
"Mereka telah melakukan kejahatan besar! Jika mereka tidak dimusnahkan sampai keakar, mungkin saja mereka akan menyebabkan kekacauan yang lebih besar dari pada ini." benak Kepala Kepolisian disertai dengan ekspresi kesalnya.
Grep...,
Dia mulai mengangkat tangan keudara dan dengan cepat menjatuhkannya.
"SERANG...!!!"
"HIAKKKKK...!!!" para Prajurit maju dengan selaras sambil membawa senjata milik mereka.
Mereka berlari bagai setan yang sedang memburu santapannya. Tanpa pandang bulu mereka mulai masuk dan mengunus senjata pada para iblis yang sedang berada disana.
TANGGG
SLASHHH
PRANKKK
"Akhhhhhh...,"
Tidak bisa dibantah, jika kekuatan prajurit kekaisaran benar-benar sangat kuat. Mereka bisa dengan mudah melumpuhkan para iblis yang bisa dibilang kuat dan cerdik.
Bahkan, hanya dengan beberapa pasukan iblis, mereka bisa melumpuhkan Jie dan membuat Jie terkapar. Ya, meskipun mereka menggunan cara curang dengan menaruh racun mematikan pada senjata mereka. Namun, sangat mengejutkan jika para prajurit kekaisaran tidak terpengaruh oleh racun-racun tersebut.
PRANKK..
Kepala Kepolisian, menebas kepala iblis itu hanya dengan satu gerakan. Wajah dingin itu mulai terlihat saat mengunuskan senjatanya pada para iblis.
"KUATKAN SERANGAN KALIAN!!!" Teriaknya menggelegar
"SIAP!!"
Kepala Kepolisian melihat kearah depan, di mana di sana adalah sebuah ruangan besar dengan langit-langit yang dipenuhi oleh batu mana cacat. Dan pada tengah-tengah lantai ruangan itu, terlihat sebuah kolam bundar dengan sebuah batu besar runcing yang terletak di tengah-tengah kolam.
Batu itu bewarna hitam dan terlihat energi jahat yang menyelimuti batu tersebut.
"!"
"Siapa pria itu?" Gumam Kepala Kepolisian bertanya-tanya, saat melihat penampakan seorang pria yang secara ganas,menebas kepala para iblis yang sedang memberontak.
Srengg...
Dia adalah Ji Fu, sang master besar dari serikat Black one. Ji Fu, menatap tajam Kepala Kepolisian dengan sudut matanya.
__ADS_1
"Hancurkan batu ini, karena ini adalah pusat kehidupan dari para iblis itu." Ucapnya datar dan kemudian pergi begitu saja tanpa mau mendengar jawaban dari sang Kepala Kepolisian.
"Kau...,siapa pria itu?" Monolog nya heran "Batu ini, aku harus segera menghancurkannya!" Tersebut.
Begitulah awal mula usaha dari Kepala Kepolisian, dia berusaha dengan keras untuk menghancurkan batu tersebut.
Sementara itu, disaat dirinya memerintah Kepala Kepolisian agar menghancurkannya batu itu, Ji Fu malah berlenggang keluar Goa, sembari mengangkat pedang besarnya yang sudah berlumurkan cairan hitam.
Ekspresi wajah kesal dibalut amarahnya dia berjalan dengan pandangan yang terus saja terarah pada kiri dan kanan.
"Dimana bajingan itu membawa Luxie?!" Gumamnya pelan namun tajam.
Dia berlenggang keluar Goa dan mengarahkan pandangan kekiri dan kekanan. Dia terlihat seperti sedang mencari seseorang yang sudah mengganggu pikirannya sejak tadi.
Jujur saja, dia terus terpikir oleh itu pada saat sedang sibuk bermain dengan para iblis.
"!"
Pandangannya tak sengaja terarah pada arah kiri yang di mana, tidak jauh dari goa, terlihat gazebo bambu hijau yang sedikit tertutupi oleh semak belungkar.
"GRHHHHH...,!!" geram Ji Fu, mengeratkan rahangnya.
"Melihat bahwa dengan tangan kotornya dia menyentuh Luxie membuat darah ku mendidih." Gumam Ji Fu pelan namun tajam.
Sangat sakit baginya, jika harus menyaksikan seorang pria asing yang bisa dengan mudah memegang seorang gadis yang selama ini dirinya jaga. Matanya menajam, rahangnya menggeras, dia benar-benar marah karena telah menyaksikan pemandangan tersebut.
"Butuh berbulan-bulan bagiku untuk bisa berdamai dengan keadaan agar tidak bersikap canggung pada Luxie! Tapi..., kau, malah mencuri kesempatan itu!" Benaknya mengepalkan tangan "Akan ku singkirkan bedebah sialan itu!" Lanjut Ji Fu murka.
Wajahnya merah padam dan urat-urat tangannya keluar karena terus menggenggam tangan dengan kuat. Tanpa sadar dia melangkah kearah sana, diiringi oleh langkah kaki berat dan aura membunuh yang pekat.
Tap... tap... tap... tap
Dengan langkah besarnya, dia akhirnya sampai pada gazebo bambu hijau dan mulai berdiri di belakang Wang yan. Wajahnya merah padam, matanya menajam bak elang yang sedang mengintai mangsanya dan rahangnya menggerigit.
BRUKK...
"!"
"A, apa yang anda lakukan?!" Tanya Wang Yan bingung dan sekaligus terkejut pada perlakukan Ji Fu secara mendadak telah menendang kursi yang sedang diduduki oleh Wang Yan.
"Wah..., maaf ya. Kaki saya terpeles." Ucapnya meminta maaf namun dengan senyum sinis dan sorot mata yang seolah menggambarkan (Kau pantas mendapatkannya!!)
^^^To be Continued_^^^
__ADS_1