Medicinal Spirit

Medicinal Spirit
episode 65 : terpanggilnya raja iblis


__ADS_3

"Hal yang baru aku sadari, pria ini tidak melepas topengnya. Dia menggunakan jubah hitam, jubah yang pernah aku gunakan dulu pada saat mengunjungi pasar gelap. Dia menyalakan tiga dupa, dan angka tiga adalah angka ganjil. Dia juga menyiapkan batu mana yang cacat, dan kemudian mulai menyusunnya di sekeliling altar doa,"


"Tidak salah lagi, ini adalah ritual pemanggilan iblis. Dia menulis angka 13, 14 dan 666 di dinding altar doa. Mungkinkah... ini ada hubungannya dengan raja iblis yang dia maksud?"


"!"


Su Luxie terdiam seribu bahasa saat melihat pria itu menyayat lengannya sendiri menggunakan belati sehingga darah mulai bercucuran ke lantai. Dia mulai mengarahkan lengannya pada altar doa yang sudah ditulis dengan angka 13,14 dan 666.


Darah yang memang sudah keluar itu, mulai bercucuran pada coretan angka sial itu.


Tes..tes.. tes... tes


Setetes demi tetes, darah itu mengalir membasahi altar doa, dan kemudian menutupi tulisan angka sial itu.


"Pria ini benar-benar tidak bisa dihentikan. Aku tahu konsekuensi saat aku mengikuti pria ini kemari. Raja iblis yang dia maksud tidak bisa dianggap remeh. Aku harus lebih berhati-hati lagi saat kemunculan raja iblis." Benak Su Luxie, mengerutkan kening saat melihat gelagat menyeramkan dari pria ini. Prilaku ekstrim itu membuat bulu kuduk nya berdiri.


Pria itu membersihkan tanganya dengan kain karena sudah selesai pada ritual itu. Sembari membersihkan tangan menggunakan kain, dia melirik Su Luxie yang kebetulan juga menatap pada nya.


Karena hal itu pula, mereka bertemu pandang dan saling tatap-tatapan. Su Luxie terhentak saat menyadarinya dan kemudian memalingkan wajah kelain arah.


Pria iblis itu tersenyum sinis dan kemudian mulai berjalan kearah kiri altar. Disana terdapat sebuah nampan dengan berisikan teko besar. Didalam teko besar itu terisi sebuah air bewarna hitam dengan bau yang bisa dibilang harum.


Dia mulai menuang air itu kedalam gelas, gelaspun sudah terisi dengan penuh. Karena gelas itu sudah penuh, dia mulai menatap kearah Su Luxie.


Tap... tap.. tap.. tap


Dia mulai melangkah kearah Su Luxie dan secara kasar dia menarik tengkuk Su Luxie


"!?"


Su Luxie membola, dia terkejut dengan sikap kasar yang terlalu tiba-tiba itu.


"A, apa yang anda lakukan terhadap saya! Lepaskan!"


"Minumlah air ini, cantikku." Jawabnya menyodorkan cangkir kemulut Su Luxie sembari tangannya yang terus saja menarik tengkuk Su Luxie.

__ADS_1


"Ah, air apa ini?! Lagi pula, mengapa pria ini menyebutku dengan cantikku?" Su Luxie nampak risi dengan penampakan air tersebut.


"T, tidak! Anda lihat, itu hitam? hitam? Anda mau memberikan nya pada saya?"


"...Minumlah, karena syarat dari persembahan adalah air berkat ini. Kau sudah berjanji bukan?!" Ucapnya sangat lembut dan tersenyum begitu hangat. Namun, berbeda dengan sikap yang dia berikan. Tangannya dengan kuat mencengkram tengkuk Su Luxie dan terus menariknya agar Su Luxie bisa meminum air tersebut.


"Hmppft...


Mau tidak mau, Su Luxie akhirnya meminum air itu karena terus dipaksa. Dia meneguk habis air itu dengan cara menutup hidungnya.


Menyaksikan itu secara langsung, pria iblis itu tersenyum puas dan mulai melempar cangkir air berkat yang dia maksud, kearah altar doa


PRANKKK...


"!"


Cangkir itu pecah menjadi berkeping-keping sehingga pecahan cangkir berhamburan diatas altar


"WAHAI RAJA IBLIS, DATANGKAH KEMARI DAN BERKATI KAMI. SESUAI JANJI, KAMI SUDAH MEMBAWA PERSEMBAHAN YANG ENGKAU PINTA." Teriak pria iblis itu, menggema diseluruh ruangan.


Su Luxie terus saja merasa mual dengan air yang baru saja dia minum, dan tiba-tiba dikejutkan dengan pria didepannya yang tiba-tiba saja berteriak memanggil, raja iblis.


Bersamaan dengan itu, angin kuat mulai berhembusan. Secara logik, diruangan yang terlihat tertutup tanpa celah, tidak akan ada angin yang akan masuk kedalamnya.


Namun, angin kuat masuk dan menerpa seisi ruangan.


"!"


"Bagus, bagus... raja iblis, datanglah, berkati kami dan beri kami semuanya. HAHAHAHAHA." ucap pria itu kegirangan dengan diakhiri dengan tawa yang keras. Ekspresi wajah rakus, tercetak jelas diwajahnya.


"Angin apa ini? Apakah ini adalah tanda kedatangan raja iblis?"


"Raja iblis? Hmmm... apakah itu memang raja iblis? Satu hal yang sudah lama aku sadari setelah pengepungan itu. Mereka ingin menjadikan tubuhku sebagai wadah iblis yang baru. Dan pria ini mengatakan, jika raja iblis menyukai ku karena aroma yang aku keluarkan. Namun..."


Su Luxie mengangkat pandangan pada pria yang sedang kegirangan didepannya "Dia tidak tahu, jika aroma yang keluar bukan karena raga ini, melainkan rohku yang sedang terjebak didalam raga Su Luxie. Mengambil ragaku sebagai wadah raja iblis tidak akan ada artinya, karena raja iblis hanya akan mendapat kehancuran karena raga Su Luxie yang sangat lemah dan rentan,"

__ADS_1


"Raga Su Luxie yang bisa terbilang rentan ini tidak bisa menampung kekuatan iblis yang sangat besar, secara mendadak. Tapi... apa aku harus merelakan raga ini? Raga yang sudah menemaniku selama aku hidup disini? Aku rasa, aku tidak akan menerimanya!"


Dia terus memandang pria itu dengan tajam. Sebuah raut wajah tidak suka, mulai tercetak jelas diekspresi nya.


"Aku sudah muak padanya!" Benak Su Luxie dan perlahan maju kearah pria itu.


Tap.. tap.. tap..


"DATANGLAH RAJA IBLIS, BERI KAMI SEMUANYA. KITA AKAN MENGUASAI DUNIA DENGAN KEKUATAN IBLIS KITA YANG AGUNG! DATANGLAH....


SLASHH...


"!"


"AKHHH..."


"Ka, kau?! Dari mana kekuatan itu...


BRUKKK...


Tubuh pria itu perlahan-lahan melebur dan menghilang bagai tertelah bumi. Karena Su Luxie yang tiba-tiba saja menyerangnya menggunakan sebuah jimat berbentuk runcing dengan warna merah semerah safir.


Jimat itu adalah pemberian dari wanita penjual jimat sebelumnya pada Su Luxie. Su Luxie sengaja memecahkan jimat itu sebagai senjata yang dia gunakan untuk menyerang pria iblis tersebut.


"Saya mengikuti anda bukan untuk bermain-main!" Gumamnya datar sembari melangkahkan kaki menuju altar doa.


"Pria itu sudah mati, tapi angin ini masih tidak mau berhenti. Aku harus mencegah pemanggilan raja iblis, atau tidak sebuah malapetaka akan datang."


Su Luxie mulai melihat pada sebuah angka yang sudah diselimuti oleh darah yang mulai mengering. Darah itu hitam dan mengeluarkan belatung.


"Angka ini... angka yang sering digunakan oleh para penyihir yang menyembah para setan. Angka 666 adalah bos dari angka kesilan. Apa yang terjadi jika aku menghapus angka ini?" Monolognya, mengarahkan tangan pada angka yang tertulis


"Aku akan mencoba menghapusnya," Gumamnya lagi dan pada akhirnya, angka itu terhapus dan tersisa 2 angka pada altar doa tersebut.


"13 dan 14 adalah angka sial yang dipercaya akan membawa kesialan bagi umat manusia. Aku hanya harus menyisakan 1 pada masing-masing angka." Monolog nya lagi, dan kemudian mulai menghapus angka 3 dan 4. Sehingga,menyisakan angka 11.

__ADS_1


^^^To be Continued_^^^


__ADS_2