
Setelah kejadian yang cukup runyam tadi, kediaman Su menjadi lebih tenang setelah Su Manman dijatuhi hukuman dengan dikurung dikediaman utama.
Su Luxie memutuskan untuk mengurung Su Manman didalam kamar kediaman utama dengan alasan yang sudah dirinya pikirkan matang-matang.
Dan kini, dia terus saja berteriak dan memukul pintu kamar agar dibukakkan oleh seseorang. Namun, perbuatan itu hanya sia-sia. Bukannya dibebaskan, dia malah mendapat omelan dari Mellen karena membuat keributan yang tidak jelas.
Kali ini, Su Luxie benar-benar memiliki alasan kuat tentang pengurungan itu. Dia akan melakukan rencana itu, dengan cepat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Didepan kediaman Su...
Su Luxie sudah bersiap untuk berpergian bersama Merlyn dan juga Jie. Kereta kuda yang biasanya dia naiki kini sudah bertengger didepannya, menunggu agar dia naiki.
"Nona, semua yang kau pinta sudah disiapkan." Kata Merlyn dengan tampangnya yang selalu saja datar.
"Baiklah, kita akan segera berangkat. Dan... Jie, apakah semuanya sudah dipersiapkan?"
"Siap, sudah nona. Para black jack sudah dikirim untuk mengikuti kita kesepanjang perjalanan." Jawab Jie.
Su Luxie cukup puas dengan jawaban itu, dan kemudian tanpa menunggu waktu lama dirinya memasuki kereta dan disusul oleh Merlyn, sehingga perjalanannya dimulai.
Disusul oleh, Jie, yang menaiki kuda dan memilih berjalan dibelakang untuk mengawal kereta yang sedang dinaiki oleh Su Luxie.
Mereka yang sudah melakukan perjalanan akhirnya disibukkan dengan pikiran mereka Masing-masing. Merasa suasana yang cukup hening, Merlyn berinisiatif untuk membuka sebuah obrolan.
Dengan memegang sebuah buku dan pena ditangannya, dia menatap Su Luxie sambil berkata "Banyak para bangsawan yang baru mendaftar diserikat Casa. Mereka memutuskan untuk menyuplai produk mereka ke serikat Casa, nona. Dan juga... aku sudah memeriksa pembukuan keuangan serikat Casa selama ini, dan keuntungan yang kita raup sudah menghasilkan miliyaran rulex." Jelas Merlyn sembari membaca tulisan yang sudah tercetak kata-kata yang sedang dia baca.
Su Luxie terdiam sejenak, mencoba mencerna perkartaan Merlyn.
"Miliyaran Rulex, ya? Tapi... uang segitu akan mudah hilang mengingat kabar yang disampaikan oleh pria itu tentang terancamnya serikat Casa,"
"Maka dari itu, aku akan pergi ketempat yang menjadi ancaman terbesar bagi serikat Casa, milikku." Benak Su Luxie masih memikirkan sesuatu yang membuat dirinya risau.
"Bagaimana dengan tiket nya?" Tanya Su Luxie, alih-alih berekspresi pada penjelasan Merlyn.
"Sudah siap, nona. Tiket itu ada bersama saya,"
"Aku ingin melihat nya, bisakah kau tunjukkan?"
Merlyn terlihat enggan untuk menunjukkan tiket tersebut, hal itu menimbulkan kebingungan bagi Su Luxie
"...Tapi... nona, apa kau yakin?" Tanya Merlyn sedang memastikan
"Ya? Kenapa?"
"Ba, baiklah."
Akhirnya Merlyn mencoba untuk mengeluarkan tiket itu dan menunjukkan nya pada Su Luxie.
"Nona, ini adalah tiket pasar gelap iteiwon." Ucap Merlyn, mengulurkan tiket itu pada Su Luxie
Su Luxie yang memang sudah penasaran dengan segera mengambil tiket itu dari tangan Merlyn.
"Tiket ini..."
__ADS_1
Su Luxie masih mengamati tiket tersebut dengan mata menyelidik.
"!"
"Ini... tiket ini berasal dari kulit manusia dan tulisannya jelas bukan berasal dari tinta melainkan dari darah manusia. Ini... terlihat sangat mengerikan." Benak Su Luxie masih mengamati tiket itu dengan mata menyelidik
"Bukankah hari ini adalah hari pertama pasar gelap iteiwon beroperasi setelah sekian lama mereka melakukan hiatus?" Tanya Su Luxie
"Benar, aku sudah menyelidiki jika ini adalah hari pertama mereka. Oleh karena itu, banyak orang-orang yang sangat berpengaruh yang akan datang ke pasar gelap iteiwon."
"Hmmm.. jika begitu, barang-barang yang ditawarkan akan sangat menjanjikan, bukan?" Tanya Su Luxie
"?!"
"Be, benar." Jawab Merlyn gagu.
"Bukankah tujuan nona pergi ke pasar gelap iteiwon bukan untuk barang-barang itu? Lantas, mengapa dirinya memikirkan barang-barang yang akan ditawarkan?" Benak Merlyn bingung tentang perkataan Su Luxie yang jauh berbeda dengan dirinya ucapkan dikediaman.
Setelah melakukan pembicaraan itu, keadaan kembali menjadi hening karena masing-masing dari mereka sedang disibukan oleh pemikiran pribadi.
Namun, disaat keadaan yang dikira tenang malah menjadi mengejutkan karena tiba-tiba saja kereta terhenti, sehingga membuat badan Su Luxie dan Merlyn, terhuyung kedepan.
BRUKKK..
"A, ada apa?" Tanya Su Luxie sembari membuka jendela kereta
"!"
Terkejut bukan kepalang. Kini, kereta yang ditumpangi oleh Su Luxie sedang dikepung oleh para asasin berbaju hitam dengan pedang-pedang tajam ditangan mereka.
"?!"
"Jie." Teriak Su Luxie yang baru saja melihat bahwa Jie sedang dikepung oleh lima asasin tingkat langit menengah.
Slashhh..
"Nona, cepat lari dari sini." Pekik Jie, menyuruh agar Su Luxie pergi dari sana.
"Tangkap wanita itu, hidup atau pun mati!" Teriak salah satu dari mereka yang terlihat seperti pemimpin dari para asasin itu. Aura yang dia keluarkan sangat lah hebat dan tercium dengan pekat dihidung para pengguna kultivator.
"!"
"NONA, LARI DARI SANA!" Teriak Jie masih tetap berusaha mengalahkan para asasin-asasin itu
SLASHH..
AKHHH...
"!"
"Tidak! Apa yang harus aku lakukan?!" Su Luxie tenggelam dalam delemanya saat melihat kejadian yang mengerikan itu.
"Nona, ayo kita pergi dari sini." Desak Merlyn
Su Luxie bergeleng-geleng "Tidak" Jawab Su Luxie
__ADS_1
"Ya?"
"Sudah tidak sempat, mereka sudah mengepung kereta kita." Jawab Su Luxie memandang tajam kearah para asasin yang sedang mendekat kearah kereta kuda milik mereka
BRUK...
Mereka mencoba untuk mendobrak paksa pintu kereta itu. Merasa terancam, Su Luxie mulai melepaskan serangannya racun pada para asasin tersebut.
BRAKKK...
BUMMM...
"!"
Pintu kereta berhasil terbuka, sehingga membuat para asasin berhasil mendapatkan Su Luxie dan menarik Su Luxie dari dalam kereta
"?!"
"NONA! TIDAK, LEPASKAN DIA." Merlyn panik dan mencoba berlari untuk menolong Su Luxie
Sementara Su Luxie, dirinya sedang dikekang paksa oleh pemimpin dari asasin itu. Dengan pandangan shock dia melihat pada sang pemimpin tersebut.
"Mencoba untuk melepaskan racun mu, ya?! Tapi... sayangnya racun kecil mu itu sama sekali tidak berguna pada kami!" Bisik pria itu mendekatkan bibir kearah telinga Su Luxie
"?!"
"S, siapa mereka? Racun ku tidak bekerja?" Su Luxie begitu shock mengetahui jika racun mematikan miliknya sama sekali tidak mempan pada para asasin itu.
"A, anda cukup tidak sopan sehingga berbicara informal pada saya." Sinis Su Luxie meski berbicara dengan gagu.
"Ck!"
"Dalam kondisi seperti ini pun, kau masih tetap sombong, Su Casa!" Bisik nya lagi dengan tajam
DEG! DEG! DEG!
Bagai tersambar petir disiang hari, Su Luxie membola saat mendengar sebuah nama yang diucapkan oleh pria itu
"A, apa maksud anda?! Apa yang anda coba lakukan dengan penyerangan ini. Lepaskan saya, atau tidak saya akan melakukan sesuatu yang akan anda sesali!" Ucap Su Luxie tajam, memperingati pria kurang ajar yang ada didepannya.
Bukannya menjawab, pria itu malah tersenyum sinis sambil menatap tajam kearah Su Luxie
"Le, lepaskan saya!" Tajam Su Luxie membalas menatap pria itu.
"Tidak, lepaskan nona! Jangan sakiti nona ku!" Teriak Merlyn mencoba berlari menuju Su Luxie dengan sekuat tenaganya
"Gadis ini sangat keras kepala!"
SLASHHH
"!"
"AKHHHH!"
^^^To be Continued_^^^
__ADS_1