
Prankk...
"Akhhhhh! Kenapa kalian ceroboh sekali! Aku menginginkan air hangat, bukan air dingin! Kalian ingin diriku masuk angin, hah?!" Pekik Su Manman pada pelayan wanitanya karena telah membawa sesuatu yang tidak sesuai.
Mata nya melotot memandang kearah kedua pelayan didepannya..
"Gadis ini... masih untung nyonya Su masih menyuruh kami untuk melayanimu! Huft.. aku juga tidak ada pilihan lain, selain tetap melayani wanita ini!" Benak salah satu pelayan disana, memandang Su Manman dengan tatapan sedikit kesal.
"!"
"Kurang ajar, kenapa kau memandang ku seperti itu?!" Pekik Su Manman sekali lagi...
Sementara sang pelayan masih menatap pada tatapan yang sama
"Kau ini..
"Kakak!" Tiba-tiba Su Naling masuk dan menghentikan sang kakak yang hendak ingin memukul pelayan wanita itu..
Su Manman menoleh, namun setelah mengetahui siapa yang memanggil nya, dia kembali berpaling dengan raut wajah kesal
Su Naling berjalan menghampiri Su Manman, dia menatap Su Manman dan pelayan itu secara bergilir..
"Kakak, apa yang terjadi?" Tanya Su Naling, yang hendak memegang tangan Su Manman
Su Manman, menepis tangan Su Naling sambil berkata..
"Bukan urusan mu, Naling!" Jawab Su Manman dengan nada dinginnya.
"!" Kelopak mata Su Naling membesar, tat kala mendapatkan perlakuan tidak mengenakan dari Su Manman
"Kak? Apa yang terjadi padamu?" Tanya Su Naling bingung.
Terlihat jelas, sebuah kesedihan diraut wajahnya.
"Aku bilang ini bukan urusan mu! Ini bukan urusan mu, paham?!" Pekik Su Manman sehingga membuat Su Naling terkejut
Deg..
"Kak, kau..
Belum sempat Su Naling berbicara, tiba-tiba Su Luxie masuk kedalam kamar Su Manman dengan penampilan yang sangat cantik dan juga elegan.
Kehadirannya membawa sebuah aroma harum yang semerbak, sehingga mata dari orang-orang disana saling memandang kepadanya..
"Kak Luxie?" Gumam Su Naling..
"!" Mata Su Manman membesar.
Terlihat sebuah kebencian dibola matanya. Dia memalingkan wajahnya kearah lain.
__ADS_1
Su Luxie berjalan dengan diikuti oleh Merlyn dibelakangnya..
"Apa yang terjadi disini?" Tanya Su Luxie dengan nada santai dan raut wajah tenang.
Dia berjalan menghampiri Su Naling lalu mulai tersenyum kepadanya..
"Naling, apa yang terjadi?" Tanya nya kembali pada Su Naling
"Kak, a, anu" Jawab Su Naling tersenggat-senggat..
Su Luxie masih menunggu jawaban Su Naling dengan senyum manisnya.
"Teruslah bersikap bodoh, Manman! Perlihatkan semua sifat buruk mu yang seperti monster itu! Dengan begitu, aku bisa membalas kan dendam ku dengan mudah." Benak Su Luxie, tertawa jahat didalam hati.
"Siapa yang mengijinkanmu memasuki kamar ku, hah?! Lancang sekali kau!" Pekik Su Manman, sudah mulai kesal dengan kehadiran Su Luxie, didalam kamarnya.
"Kakak!" Su Naling mencoba untuk menegur Su manman
PLAKK..
Bukannya mendengar kan Su Naling, dia malah menampar Su Naling dengan kuat, sehingga Su Naling terhuyung kesamping.
"Kakak?" ucap Su Naling lirih, sambil memegang pipinya yang sudah memerah..
Su Luxie yang menyaksikan itu, hanya bisa tersenyum kecil dengan mata yang berbinar
"Sungguh pemandangan yang indah." Benaknya tersenyum..
"Naling, kau tidak apa-apa kan?" Tanya Su Luxie dengan ekspresi khawatir.
"Manman, mengapa kau melakukan ini?! Dia adikmu, kau sangat kasar!" Tegur Su Luxie atas sikap buruk Su Manman
Su Naling mengangkat pandangannya kearah Su Manman, dengan pandangan sendu dia melihat
"Kak, apa yang terjadi? Aku tahu jika kau marah, tapi mengapa sampai seperti ini?!" Kata Su Naling dengan binar-binar air mata
Su Manman hanya diam, dia menatap kearah sebaliknya. Terlihat sangat jelas sebuah kejijikkan dari dirinya untuk kedua orang yang ada disana.
"Manman, mulai dari besok kalian akan pindah ke kediaman kedua. Jadi jaga sopan santun mu, jangan sampai menyusahkan paman dan bibik." Tegur Su Luxie mulai dalam mode seriusnya.
"!" Su Manman menoleh dengan cepat
"Apa? Aku pindah kekediaman kedua? Cuih! Kau saja sana, pergi dan bawa ibu mu yang rakyat jelata itu! Dasar darah campuran!" Pekik Su Manman sangat kesal
PLAKK..
Bagai tersengat sebuah listrik kecil, Su Manman bisa dengan jelas merasakan rasa sakit dipipi kanannya itu.
Dia memegang pipinya dengan raut wajah Shock. Perlahan-lahan dia melirik kearah Su Naling yang sedang melihat nya dengan emosi.
__ADS_1
"Apa yang kau laku.."Belum sempat dia menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba Su Naling melayangkan tangannya kembali..
PLAKK
"Akhhh!" Su Manman kembali terhuyung ke kiri.
"JAGA UCAPANMU, KAKAK! AKU MASIH BISA BERSABAR TENTANG DIRIMU MENGHINA DIRI KU, TAPI TIDAK DENGAN KAK LUXIE" pekik Su Naling emosi pada Su Manman yang selalu saja keras kepala
"Setelah apa yang terjadi, kau masih tidak bisa berterima kasih padanya?!" Benak Su Naling.
Su Manman memandangan Su Naling dengan tatapannya yang begitu dingin dan penuh akan kebencian.
"Apa kau sudah gila?! Aku adalah kakak kandung mu, tapi kau menamparku hanya demi darah campuran ini, hah?!" Pekik Su Manman sudah mulai frustasi.
"Aku..
"Naling." Su Luxie memanggil Su Naling sehingga dirinya berhenti berucap
Dia menoleh kearah Su Luxie dengan tatapan bersalahnya
Su Luxie bergeleng-geleng tanda tidak memperbolehkan Su Naling untuk bicara lebih banyak lagi. Su Naling yang mendapatkan kode tersebut, akhirnya berhenti bicara dan lebih memilih diam sambil melihat Su Manman yang masih diliputi rasa marah
Dengan mengambil napas panjang, Su Luxie, mulai berkata "Setelah mendengar ucapan kasarmu tadi, aku jadi memiliki niat untuk mengusir mu sekarang ini" Ucap Su Luxie
"!"
Deg!
Su Naling hanya bisa tertunduk dengan perasaan yang bimbang dan canggung..
"Jika saja aku tidak mempertimbangkan paman dan bibik, maka kau sudah terusir dari kediaman Su" Lanjutnya dengan ekspresi datar
"Tapi balik lagi, aku tidak akan pernah memaafkan perbuatan mu ini. Seperti apa yang kau lakukan hari ini, aku sudah mempertimbangkan jika kau tidak akan mendapatkan anggaranmu" Kata Su Luxie, sehingga membuat mata Su Manman membulat sempurna
"Apa?! K, kau!"
"Aku tidak sedang menggertak, Su Manman! Jika aku sudah berkata A, maka lakukanlah sesuai abjad itu! Yang sedang berdiri didepanmu bukan lagi seorang anak anjing lugu milikmu dulu, melainkan adalah seorang singa pemimpin sebuah rombongan"
"Jangan bermain-main lagi denganku! Perbaiki sikap mu ini, terutama cara bicara mu. Sangat buruk!" Ucap Su Luxie, memandang sinis pada Su manman dan kemudian dengan segera berlenggang pergi dari ruangan itu.
Disusul oleh Merlyn, yang turut mengekor dari belakang.
"AKHHHH! SIALAN!" Pekik Su Manman semosi..
Disaat Su Manman sedang meluapkan emosinya, justru Su Naling berdiri disana sambil melihat Su Manman dengan tatapan iba
"Kasihan sekali kau kak." Katanya pada Su Manman, lalu turut pergi dari sana, meninggalkan Su Manman yang masih terbawa dalam keadaan emosi yang tidak stabil.
"AWAS SAJA KALIAN! AKU AKAN MEMIMTA BANTUAN PADA FENG, UNTUK MENJATUHKAN KALIAN SEMUA! BADJINGAN!" Pekik nya begitu emosi..
__ADS_1
^^^To be Continued_^^^