
setelah kejadian tidak menyenangkan itu terjadi, tidak terasa bulan pun hadir untuk menggantikan peran mentari.
Dengan segala drama sore tadi, Su Luxie merasa sangat kewalahan dan kelelahan. Dia bisa merasakan, jika seluruh tubuhnya mengalami pegal-pegal dan nyeri otot.
Tentu saja itu terjadi, dia saja bekerja dengan duduk disofanya selama berjam-jam. Hal itu sudah pasti adalah pemicu sakit pegal-pegal ditubuhnya.
"Yah... tentu saja itu bisa hilang dengan berandam di air hangat ini. Sangat menyegarkan." Ucapnya menenggelamkan separuh wajahnya kedalam air kolam dengan suhu yang hangat
Merlyn yang berada disampingnya tentu saja hanya bisa tersenyum, melihat tingkah lucu dari dirinya.
"Berapa lama waktu yang nona butuhkan untuk berendam?" Tanya Merlyn
"...mungkin sekitar 20 menit, jadi kusarankan pergilah dulu keruang kerjaku dan kerjakan pekerjaan mu yang tertunda." Jawab Su Luxie mengangkat dagunya dari dalam air.
Merlyn hanya mengangguk, dia meletakan nampan sabun yang dia pegang "Baik, nona. Jika butuh sesuatu yang lain, panggil saja saya kemari." Ucapnya, dan kemudian pergi dari kamar mandi itu.
Su Luxie tersenyum dan tidak lama, dirinya kembali menenggelamkan separuh wajahnya kedalam air.
Sungguh wajah cantik itu terlihat semakin jelas, terpantul oleh air-air yang dihiasi oleh mawar merah. Aroma terapi yang bisa membuat tenang menyerbak keseluruh ruangan. Hal itu bisa membuat Su Luxie melupakan masalah pekerjaan sejenak
Dia tersenyum dengan memejamkan matanya. Bisa terlihat dengan jelas sebuah kedutan dimatanya karena sangkin lebar dirinya tersenyum.
"Melihat itu dari wajah mereka, aku menjadi sangat gembira" Ucapnya dengan senyuman gembira
"Untuk sesaat, aku merasa takut dan tubuh ku gemetar. Tapi... setelah mengumpulkan semua keyakinan-keyakinan ku, aku bisa melewati ini dengan sangat mudah." Lanjutnya.
Hati nya sedang berbunga-bunga saat itu. Jika bisa dijelaskan seberapa tinggi tingkat kesenangannya, mungkin sebuah gunung berapi pun akan mampu dia beli dari sebuah negara.
"Huh... berkat aroma terapi yang aku kembangkan baru-baru ini, aku bisa tenang untuk sesaat." Ucapnya mecoba untuk menggenggam air didalam genggamannya itu
BYURR..
Dia mengambil sebuah air dengan genggamannya, namun air itu malah mengalir melalui sela-sela jarinya sehingga digenggamannya kosong akan sebuah air.
"Air ini lolos begitu saja.." Ucapnya tersenyum.
Namun, seperkian detik malah senyuman itu luntur dan tergantikan oleh wajah yang teringat akan sesuatu. Dirinya mengambil kelopak mawar yang sedang terapung-apung di air
"Mawar...merah? Ini, mengingatkan ku pada...
"!" Matanya membesar saat teringat pada sesuatu yang sepertinya sudah terlupakan
Tapi karena itu juga, sebuah senyuman mulai terlihat dari wajahnya
"Ah... aku ingat. Bungan mawar ini terlihat seperti putra mahkota. Bocah yang membuat ku tertegun pada saat pertama kali melihatnya"
Dia bisa membayangkan dengan sangat jelas, wajah tampan putra mahkota yang tersorot oleh sinar mentari yang perlahan-lahan mengintip dari balik jendela itu, mampu membuat nya mimisan.
"Jika bisa jujur, aku ingin sekali melihat wajah tampan itu, sekali saja." Gumamnya tersenyum.
__ADS_1
Wajahnya memerah saat memikirkan adegan yang seharusnya tidak pernah terjadi...
"!"
Deg... deg.. deg...
Jantungnya berdetak dengan sangat cepat. Apakah dia baru saja mengalami sebuah tekanan? Entahlah.
"Haiya... Su Luxie, apa yang kau pikirkan?! Ba, bagaimana aku dan pangeran melakukan.... itu?" Ucapnya terkejut saat memikirkan kembali tentang apa yang telah dia rancang diotaknya itu
"Bagaimana bisa kau membayangkan bibir merah muda itu... kau sepertinya mengalami mimpi basah!" lanjutnya membenak dan memegang pipinya dengan kedua tanganya.
Wajahnya benar-benar merona. Dia sudah memikirkan pemikiran yang memalukan untuk dia lakukan bersama putra mahkota. Yah.. walau bagaimnapun, dia tetaplah seorang gadis dewasa yang sedang terjebak ditubuh gadis yang berusia 16 tahun.
Bohong jika dirinya tidak terpesona pada ketampanan yang hakiki itu. Sebuah ketampanan yang mampu untuk menghancurkan sebuah negara.
"Tapi..." Wajahnya berubah kembali menjadi ekspresi gundah
"Karena sebuah energi negatif miliknya, aku tidak bisa berada di dekat nya. sangat disayangkan sekali! Padahal jika bisa, aku harus menghabiskan waktu bersama pria tampan sepertinya." Gumamnya begitu pasrah dengan mulut yang selalu saja mendumel
Author:Mubazir cenah
"Apakah ada sebuah cara, agar aku bisa menekan energi negatif itu sehingga tidak berdampak pada diriku, ya?"
"Akan aku pikirkan nanti, yang jelas aku harus memikirkan rencana ku yang lainnya dulu." Lanjutnya menghela napas panjang.
Yah, begitulah dirinya menghabiskan malam yang terasa singkat itu. Setelah selesai berendam, dia memutuskan untuk pergi tidur supaya bisa berkontribusi pada drama yang akan terjadi besok pagi.
Dengan tubuh yang sudah terbalut oleh gaun tidur, dia terbaring diranjang megahnya sembari melirik kelangit-langit ruangan.
"Walau bagaimana pun, aku adalah seorang gadis yang memiliki tubuh yang paling rentan diantara orang-orang kebanyakan"
"Walau aku memiliki gift didalam tubuhku, tapi itu tidak bisa menutupi fakta jika aku bisa saja mati karena kelelahan"
"Aku harus istirahat lebih awal, agar energi ku bisa terkumpul dengan banyak." Ucapnya yang perlahan-lahan semakin memelan dan memelan..
Dia mengerjabkan matanya dan kemudian mulai tertidur dan tenggelam dalam mimpi yang indah
...****************...
Srett..
Sebuah deritan papan yang saling bersinggungan terdengar disebuah ruangan pribadi yang terlihat seperti ruangan rahasia.
Srett...
Jendela terbuka dengan lebar dan kemudian tertutup kembali
Blamm...
__ADS_1
Terlihat seorang pria dengan cadar hitamnya sedang memasuki ruangan dan perlahan-lahan berjalan menuju sebuah kursi yang sedang terbalik
Terlihat sebuah kepala berambut hitam pekat yang sedang bersandar disandaran kursi itu.
Tap...
Tap...
Tap...
Pria bercadar itu sudah mendekat pada kursi dan kemudian dengan segera dirinya membungkuk dengan begitu hormat..
"Salam, master" Ucapnya dengan suaranya berat nya.
.....
Tidak ada jawaban, benar-benar tidak ada jawaban. Pria bercadar itu mengerti dengan sikap masternya. Dengan segala kesadarannya, dia mengangkat pandangannya dan mulai berkata
"Telah terjadi sebuah konflik di Xiao timur. Telah terjadi pembantaian besar-besaran didaerah pelabuhan. Apa yang seharusnya kita lakukan?"
Deg!
Ucapan pria bercadar tersebut benar-benar membuat pria misterius itu menjadi menegang. Dia menegakkan tubuhnya, namun masih tetap tidak ingin membalikkan kursinya kearah hadapan si pria bercadar.
"Bagaimana ini bisa terjadi?! Bukankah pertahan Xiao timur benar-benar kuat sebelumnya?" Tanya pria misterius itu, terdengar tidak senang dan terusik jika didengar dari nada bicaranya.
"Mereka menyerang pada saat para kesatria kultivator sedang lengah. Kemungkinan besarnya, mereka memang sudah merencanakan ini sejak awal." jawab pria bercadar itu
"Para sampah tidak tahu malu itu! Dari mana mereka?!" tanya sang pria misterius
"Pasukan ilegal dari negara tibbet, hal ini sudah di konfirmasi oleh kaisar kerajaan Libbey jika dinagara tibbet tidak pernah membuat sebuah kesatria yang bernama lembah hitam" Jawab pria bercadar itu sedikit memberatkan suaranya yang bahkan sudah terbilang berat
"Aku curiga, jika ini adalah rencana dari para pembrontak yang ingin menghancurkan negara tibbet. Mereka sengaja memberi sasaran pada Xiao timur." Lanjutnya
"Aku mengerti. Dengan memberi sasaran pada Xiao timur, negara Xiao akan mengibarkan bendera perang kepada negara tibbet. Sungguh konyol!" Benak pria misterius itu
"!"
"Kesatria lembah hitam?! Sialan!" Ucapnya mulai menunjukan sebuah tekanan mengintimidasi
"Apa ayah sudah tahu tentang ini?" Tanya nya pada asasin nya itu.
Pria itu mengangguk "Meski terlambat, beliau sudah mengirim 1000 kesatria cahaya suci untuk membantu keadaan disana." Jawab pria bercadar itu.
"Huft, baiklah" Ucapnya menghela napas panjang
"Walaupun kesatria cahaya suci telah turun kelapangan, tapi itu tidak bisa mengembalikan sebuah nyawa yang sudah lama hilang. Tetap saja ini akan menyebabkan goyahnya timbangan yang sudah lama seimbang"
"Rasio yang sudah ditetapkan, sama saja itu tidak berguna!" Benak dirinya dengan persaan yang begitu gundah gulana.
__ADS_1
^^^To be continued_^^^