Medicinal Spirit

Medicinal Spirit
episode 75 : Salah paham #1


__ADS_3

Mereka berdua berlari dengan cepat sehingga terlihat jika mereka sedang berlomba tentang siapa yang paling cepat sampai pada reruntuhan goa itu. Tapi percayalah, mereka sedang merasakan perasaan sama saat ini.


Mereka sedang dilanda oleh perasaan khawatir yang berlebihan untuk Su Luxie seorang.


"Luxie..., dimana kau?!" teriak Ji Fu dengan tenaga kuatnya dia berusaha mengangkat puing-puing reruntuhan goa.


Sama hal nya yang dilakukan oleh Wang Yan. Dia secara membabi buat telah memaksa kan tenaganya untuk mengangkat puing-puing bangunan. Padahal dirinya sudah kehilangan banyak sekali tenaga pada saat ini.


"NONA, DIMANA ANDA?" panggil Wang Yan khawatir saat tak kunjung menemukan keberadaan Su Luxie.


Mereka terus mencari dan mengangkat puing-puing secara hati-hati. Walau bagaiamanapun, mereka tidak boleh sampai melukai tubuh Su Luxie yang masih dalam puing-puing bangunan.


"Nona, dimana anda?!" benak Wang Yan sudah mulai pasrah dan tenaganya pun melemah.


"Aku adalah manusia yang sangat tidak berguna!" Ucapnya memaki diri sendiri.


"LUXIE!" teriak Ji Fu dengan keras sehingga berhasil menarik perhatian Wang Yan, yang masih merasakan perasaan sedih.


"!"


Mendadak, ekspresi sedih itu memudar dan tergantikan oleh ekspresi lega dan bahagia.


"Nona...," Panggil nya dengan nada bersemangat sambil berlari kearah Su Luxie yang tiba-tiba saja keluar dengan kondisi yang bahkan tidak tergores sedikit pun.


Su Luxie berjalan dengan senyum terbaiknya. Rambut panjang nya melayang-layang terciup oleh angin dan perlahan-lahan rambut emas itu berubah menjadi rambut hitam kembali.


"Apa kalian begitu mengkhawatirkan saya?" Tanya dirinya tanpa merasa dosa sedikit pun.


"Tentu saja!"


"!"


"!"


Wang Yan dan Ji Fu saling pandang setelah tersadar jika mereka berbicara secara bersamaan.


"Fufu, kalian terlihat lucu," kekeh Su Luxie setelah melihat tingkah mereka.


Yah..., setelah sadar jika Su Luxie tersenyum karena ulah mereka, mereka cukup merasa bangga dan bahkan bersikap salah tingkah di depan Su Luxie.


Mereka bahkan membuat gerakan sama dengan menggaruk kepala mereka yang bahkan tidak gatal.


Su Luxie cukup terhibur melihat kelakukan mereka berdua setelah melakukan petualang yang cukup melelahkan.


Dia hanya bisa bergeleng-geleng dan tersenyum. Namun, sangat disayangkan. Senyuman itu bahkan tidak bisa bertahan dengan lama setelah Su Luxie mendadak menjadi terbatuk-batuk.

__ADS_1


UHUKK...,


UHUKK...,


"!"


"?!"


"!"


Darah tiba-tiba saja menyembur dari dalam mulut Su Luxie setelah dirinya mengalami batuk-batuk.


Hal itu tentu saja sangat mengejutkan bagi Wang Yan dan Ji Fu. Mereka lagi-lagi harus merasakan perasaan khawatir tanpa henti.


"D, darah?" kata Ji Fu yang bahkan sebenarnya tidak bisa berkata-kata saat menyaksikan secara pribadi, Su Luxie memuntahkan darah dari mulutnya.


"Nona, anda harus segera mendapatkan pengobatan!" kata Wang Yan dengan mendesak.


Su Luxie hanya mendengarkan dengan napas nya yang bahkan sudah tidak teratur. Dia menyeka sisa-sisa darah yang menempel di bulutnya.


"Tidak, tidak sekarang. Kita harus menyingkirkan para iblis itu dulu," tolak Su Luxie masih bersikeras pada pendiriannya.


"Apa yang anda katakan! Anda bahkan sudah dalam kondisi seperti ini," protes Wang Yan masih mendesak.


"Benar, Luxie. Kau bahkan dalam keadaan yang tidak menungkinkan untuk bertarung! Jangan keras kepala, dan kembalilah dengan kami," sahut Ji Fu, tiba-tiba menyela ucapan Su Luxie.


"Para iblis itu bisa dikalahkan dalam sekali serangan setelah kau meruntuhkan goa ini. Lihatlah, para prajurit dan asasin bahkan bisa mengalahkan mereka hanya dalam satu tebasan." lanjut Ji Fu.


"Tapi, aku...,


"Jangan bersikap kekanak-kanakan, nona. Anda bahkan terlihat seperti satu menit lagi anda akan tumbang tidak sadarkan diri," sela Wang Yan


"Hey, tidak terjadi apa pun pada saya, percayalah. Saya ini kuat, saya tidak mudah tumbang. Kalian ingat, saya ini adalah seorang Medicinal Spirit. Lalu mengapa kalian terus menuding saya jika saya ini lemah...,saya tidak lemah...,saya...,


Suara yang lantang itu perlahan-lahan memelan dan akhirnya memudar. Pandangan yang awalnya jernih tiba-tiba saja menjadi buram dan pada akhirnya telah kehilangan semua penglihatan. Hal itu terjadi pada Su Luxie.


"Ah, kepala ku kenapa tiba-tiba jadi pusing?" benak Su Luxie merasa pusing pada bagian kepalanya.


"!"


"!"


Dan pada akhirnya, dia tumbang dan telah kehilangan kesadaran sepenuhnya.


"Luxie!" teriak Ji Fu

__ADS_1


GREP...,


Dengan cepat tangan kekar itu menangkap tubuh mungil Su Luxie yang sebentar lagi akan menyentuh tanah yang kotor.


Pandangan mata khawatir selalu tertuju pada Su Luxie.


"Anda lebih memaksakan diri anda lebih dari pada saya, nona!" bisik Wang Yan.


"Luxie...," lirih Ji Fu memanggil Su Luxie yang sudah tidak sadarkan diri.


Tap..., tap...,tap...,


"Yang mulia...," panggil Kepala Kepolisian sambil berlari dengan pedang besar ditangannya "Yang Mulia, para iblis sudah sepenuhnya dikalahkan, kita telah....,


Ucapan Kepala Kepolisian terhenti tatkala melihat Su Luxie yang tidak sadarkan diri di dalam pelukan Wang Yan.


"!"


"A, apa, yang terjadi pada Nona Su?" Ucapnya kaget.


"...,Siapkan kereta kuda untuk nona Su. Saya menginginkan kereta itu segera!" Bukannya menjawab, Wang Yan justru memerintah Kepala Kepolisian dengan nada datarnya.


"Baik!" Tanpa mau banyak bertanya, Kepala Kepolisian segera bergegas dari sana untuk menjalankan titah dari matahari kecil kekaisaran Xiao.


"Yang mulia, sebaiknya anda mengurus sisa peninggalan para iblis ini. Sementara Luxie, saya akan menjaganya," kata Ji Fu dengan pandangan sendu


Wang Yan menoleh "...,Baiklah, saya menitipkan Nona Su kepada anda." jawab Wang Yan akhirnya setuju, setelah dirinya terlihat berpikir sejenak.


Ji Fu, akhirnya mengangkat tubuh Su Luxie dan mulai berdiri, menatap Wang Yan sejenak


"Jaga diri anda." kata Ji Fu berpamitan lalu pergi dari sana tanpa mau mendengarkan jawaban dari Wang Yan.


Wang Yan menatap punggung Ji Fu yang sedang membawa Su Luxie yang tidak sadarkan diri.


"Bagaimana bisa, Nona Su memuntahkan darah? Apakah itu adalah penyakit kronis?" monolog Wang Yan menerka-nerka


"Semoga saja itu bukan penyakit yang bisa mengancam nyawanya. Akhh...,apa yang aku pikirkan! Bagaimana bisa aku memikirkan Nona Su memiliki penyakit kronis," Wang Yan memukul jidat nya tat kala merasa bodoh pada ucapan nya sendiri.


Pandangan yang awalnya lembut, perlahan-lahan memudar dan tergantikan oleh ekspresi datar dan sinis. Mata tajam dan sinis itu terarah kepada arah reruntuhan goa.


"Sangat memungkinkan para iblis itu akan datang kembali. Detik ini juga, kekaisaran Xiao harus siap untuk menghadapi para iblis yang mungkin saja akan datang kembali kedunia manusia,"


"Dan aku..., aku harus memperkuat diriku agar kejadian bodoh tadi tidak pernah terulang. Agar aku bisa melindungi negara dan orang-orang yang aku cintai!" Monolog nya menggenggam tangan dengan tekat yang bulat.


^^^To be Continued_^^^

__ADS_1


__ADS_2