
"Senang bisa mendengarnya, Pak kepala polisi," kata Su Luxie tersenyum dengan lembut sambil membuat ekspresi risau diwajahnya.
"!"
"Nona Su, Saya ingin berterus terang kepada anda atas kedatangan saya kemari. Tolong dengarkan baik-baik," kata Kepala kepolisian saat menyadari ekspresi Su Luxie yang ada kala nya sering berganti.
"Ya?"
"Kau terlalu berbelit-belit,"
Kepala kepolisian terdiam sejenak sampai saat nya dia bicara
"Saya mendengar jika terjadi insiden besar di dalam kediaman Su. Tapi saya tidak tahu pasti, insiden apa yang baru saja terjadi. Tolong katakan kepada saya, saya pasti akan membantu Nona Su secara pribadi," jelas Kepala kepolisian atas kedatangan nya itu.
"A, apa?" Su Luxie lumayan terkejut saat mendengar pengakuan Kepala kepolisian kepadanya.
"Kau ingin membantu ku secara pribadi? Jadi apakah aku salah paham jika..., ah aku terlalu banyak berpikir,"
"Nona Su?"
Su Luxie tersadar dari lamunannya, setelah tersadar, senyuman manis pun mulai terukir dibibir manis nya itu.
"Tolong bantuan nya, pak Kepala kepolisian,"
"!"
"T, tentu saja, Nona Su,"
...****************...
"!"
"APA?!"
"APA YANG BARUSAN TERJADI, INI ADALAH KEJAHATAN GANDA!" pekik Kepala kepolisian saat mengetahui insiden yang sebenarnya.
"Pihak istana harus tahu tentang masalah ini. Dan penjahat itu harus menerima hukuman yang paling berat!" Lanjutnya tidak bisa dibantahkan.
"Saya sedih dan malu mengenai kejadian ini. Walau bagaimana pun, dia adalah kakak sepupu saya," sahut Su Luxie.
"Apa yang Nona katakan. Dia mencoba untuk meracuni Nona dan, pada akhirnya dia salah target dan berhasil merenggut dua nyawa keluarga inti nya sendiri. Itu benar-benar kejahatan yang tidak bisa dimaafkan," Kepala kepolisian sudah tidak tahan lagi pada ketidak adilan yang berada di depan mata nya.
__ADS_1
"Jadi..., apa yang harus saya lakukan? Saya sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa. Pikiran saya benar-benar kacau saat mengetahui fakta bahwa keluarga saya sendiri sangat ingin membuat saya mati,"
"Haruskah saya berkata jika saya menginginkan kematian nya juga? Tidak masuk akal buat saya," Su Luxie berkata dengan sedih dan putus asa.
"Nona Su..., saya benar-benar tidak mengerti tentang kegelisahan Nona. Saya meminta maaf atas keegoisan ini," sesal Kepala kepolisian
"Tidak, sayalah yang sebenarnya egois disini. Saya bersikap naif dan terlaku kekanak-kanakan. Padahal sepupu saya sudah melakukan kejahatan besar, tapi saya masih saja ingin melindungi nya," kata Su Luxie kesekian kali nya dia membuat ekspresi sedih.
"Lakukanlah sesuai prosedur hukum kekaisaran. Saya akan menyerahkan semuanya kepada anda,"
Anehnya, saat mendengar ucapan itu keluar dari mulut Su Luxie, Kepala kepolisian benar-benar berpikir jika gadis didepannya ini terlihat begitu sangat memprihatinkan. Pertama-tama, ingin dihabisi oleh keluarga nya sendiri dan bahkan harus menerima fakta jika keluarga nya harus dihukum penggal di keistanaan.
Itu benar-benar menyedihkan. Dia beranggapan jika Su Luxie akan mendapatkan gangguan psikis dan mengalami stres.
"Aku akan mengatakan kepada kaisar secara pribadi tentang kondisi Nona Su saat ini. Dia terlihat begitu rapuh," benak Kepala kepolisian turut merasa sedih.
Sementara itu, diarah sisi kanan, tak jauh dari sana terlihat Merlyn dan Jie sedang berdiri menyaksikan tingkah Su Luxie secara langsung. Ekspresi yang benar-benar terlihat terkejut dan syok itu selalu terpampang di wajah mereka.
"B, bagaimana bisa Master bertingkah sangat menderita begitu, jelas-jelas dia adalah otaknya. Aku merasakan jika sekarang master adalah penjahatnya disini," gumam Jie terpukau.
"Ck!"
Merlyn memukul pundak Jie dengan keras
"Auuuu! Kenapa kau memukul ku!" kesal Jie dibuat nya.
"Jangan bicara yang tidak-tidak tentang Nona. Dia itu sangat pintar dan juga baik. Dia hanya bergerak jika ada yang mengusik ketenangannya. Jika aku mendengar sedikit pun dari kata-kata mu tentang Nona, bersiap-siap lah!" kesal Merlyn dengan tampang datar nya itu.
"Hey, aku ini juga bawahan Master. Nona mu itu adalah master ku, jadi bagaimana bisa aku berkata jelek tentang Master. Menyebal kan sekali,"
"Haihhh baiklah. Berdirilah dengan tenang disini dan lihatlah disana," kata Merlyn menghentikan pertengkaran dengan mengalihkan fokus pada Su Luxie.
"Nona terlihat sangat bergembira. Aku harap kegembiraan itu tidak pernah direbut lagi dari nya,"
Jie menoleh kearah Merlyn, mata cerah dan wajah yang berseri-seri itu terlihat begitu tulus.
"Setiap hari master sudah bahagia. Tidak ada yang bisa merebut kebahagian nya dari nya. Jika ada orang yang berani merebut kebahagian itu, dia tidak akan membiarkannya," sahut Jie, turut memperhatikan Su Luxie dengan mata berseri.
"Aku pikir kau mau mengatakan jika kau yang tidak akan membiarkan kebahagiaan itu pergi dari Nona. Ekspektasi ku terlalu tinggi pada mu,"
"Apa posisi ku sampai berani berkata begitu?"
__ADS_1
Merlyn memperhatikan wajah Jie sejenak
"...kau benar. Yang bisa menentukan kebahagian Nona itu hanya dirinya sendiri. Tapi setidak nya, kita sebagai bawahan nya harus bisa menjaga itu bersama-sama, kan?" kata Merlyn yang kali ini tersenyum pada Jie.
"!"
"Aku kalah lagi berdebat dengan mu,"
Merlyn tersenyum "Kita tidak sedang berdebat. Tapi kita berbicara fakta,"
"Benar. Mari kita jaga itu bersama-sama, ok," ujar Jie dan dibalas anggukan oleh Merlyn.
...****************...
Satu hari berlalu begitu saja dan, saat nya hari dimana adalah hari pemakaman Su Taipong dan Su Miaomiao digelar.
Banyak pihak bangsawan yang datang untuk menyatakan belasungkawa mereka. Namun itu tidak serta merta untuk menunjukkan toleransi mereka terhadap kedua orang yang akan di kremasi itu.
Melainkan, mereka hanya ingin terlihat peduli dan menaikkan pamor mereka. Apalagi, kepala keluarga Su bukanlah orang sembarangan.
"Nona," panggil Merlyn sehingga memecah lamunan Su Luxie.
Su Luxie menoleh "Ada apa?"
"Sebentar lagi peti jasad akan dikremasi, tapi Nyonya An'yang dan nona muda Su Manman...," Merlyn tampak enggan menyelesaikan ucapannya itu.
"Mereka sedang berada di dalam perjalanan. Kemungkinan 2 hari lagi mereka akan sampai. Tidak mungkin jasad paman dan bibi dikremasi setelah dua hari berlangsung,"
"Benar. Nyonya dan Nona muda sedang berada di perbatasan. Aku berpikir terlalu pendek,"
Su Luxie tersenyum. Dibenaknya, dia cukup menyesali keputusannya karena telah mengirim sang ibu ke area perbatasan. Dia melakukannya bukan tanpa alasan yang mendasar, melainkan dia tidak ingin membuat sang ibu syok saat menyaksikan pembunuhan itu secara langsung.
"Baikah, segera nyalakan apinya," titah Su Luxie pada petugas kremasi.
Setelah mendapat titah itu, mereka dengan cepat melakukan proses pengkremasian dan menyalakan obor dengan api. Tepat di depan Su Luxie, obor itu perlahan didekatkan pada kedua peti yang sudah dilumuri oleh minyak bumi.
Mata yang besar itu menyaksikan secara langsung, bagaimana proses pengkremasian terjadi.
"Maaf paman, bibik. Sebenarnya penjahat yang sesungguhnya itu bukan kalian mau pun anak kalian. Tapi..., akulah penjahat itu. Sejak awal saat aku memulai hidup di dunia ini aku tidak ingin hidup sebagai protagonis melainkan sebagai seorang antagonis. Jadi...,maaf ya." benaknya diakhiri dengan seringaian tajam.
^^^To be Continued_^^^
__ADS_1