
PRANKK...,
"AKHHHH...," Suara teriakan terdengar dari seorang pria misterius yang sedang mengurung diri di kamarnya.
Penampakan pria itu terlihat berantakan. Dia terlihat tidak terawat dengan kumis dan janggut yang sudah mulai memanjang.
Dia adalah Mu Anlong, yang sudah lama tidak menampakan diri dihadapan Su Luxie. Dia terlihat frustasi dan hampir gila, karena perhatian para pihak kekaisaran masih saja tertuju padanya.
"Sudah berapa lama aku terkurung disini!" Lirih nya terdengar frustasi.
"Sudah berapa lama aku tidak menemui Luxie, boneka milikku!"
"Aku sudah hampir gila gara-gara pihak kekaisaran selalu saja mengawasi diriku!"
"Aku akan menghabisi mereka dan menghancurkan mereka!" Dia terus saja bergumam tentang membunuh dan menghabisi.
Dengan sikap frustasi dan tangan nya yang terus saja menyayat-nyayat lantai dengan sebuah belati, dia terus menimbulkan senyuman lebar dengan mata nya yang melotot.
"Si anjing kekaisaran itu! Putra mahkota yang selalu mereka banggakan selalu saja menutup jalan ku! Apa aku habisi saja dia, sama seperti cara ku menghabisi mereka," Ujar nya dengan senyum devil nya.
Dia benar-benar gila. Di otak nya selalu tergambar rencana pembunuhan. Seolah tidak ada habisnya. Dia terus berpikir dan berpikir tentang rencana nya itu.
"Aku harus membawa Luxie kedalam dekapan ku! Luxie milikku, aku yakin dia masih mencintai ku! Kami harus hidup bahagia setelah melarikan diri dari sini." Lanjutnya bergumam dengan frustasi
Prankk...,
Clapp...,
Dia melempar belati sehingga menancap langsung pada pintu ruangan.
"!"
Pelayan wanita yang kebetulan lewat di depan kamar Mu Anlong, mendadak mematung dengan ekspresi ketakutan. Bagaimana tidak, belati itu bahkan hampir mengenai kepalanya karena berdekatan langsung pada pintu ruangan itu.
"T, tuan sedang menggila lagi. Ha, hampir saja belati ini mengenai aku." lirih Pelayan itu dengan keringatan panas dingin yang membasahi wajah nya.
Tergesa-gesa dia melangkah untuk menjauh dari sana karena tidak ingin terseret kedalam amarah Mu Anlong.
Disaat Mu Anlong sedang meluapkan amarahnya, justru, Su Luxie sedang bertaruh tentang hidup dan mati nya.
__ADS_1
Su Luxie masih terbaring di atas ranjang dengan tubuh dan kulit wajah yang semakin memucat. Medicinal muda dan tabib, berusaha menyembuhkan Su Luxie sebisa mungkin sehingga Su Luxie akan terbebas dari masa-masa keritis nya.
Keringat menyucur deras pada kedua orang yang sedang berusaha itu. Keadaan hening membuat Ji Fu semakin panik saat dirinya menunggu di luar.
Dia terus saja berjalan kekanan dan kekiri karena panik pada kondisi Su Luxie yang masih belum menunjukkan kemajuan.
Beberapa kali dia melirik kearah pintu kamar miliknya, namun pintu itu tidak juga terbuka.
"Akhhhh!! Ini adalah kamar ku, tapi aku bahkan tidak bisa masuk kedalam nya!" Kesalnya memukul dinding, sehingga pelayan yang berjaga menjadi terkejut bukan kepalang.
Setelah berbicara dengan kesal, dia kembali berjalan ke kiri dan ke kanan. Menggigit kuku tentunya, hal itu tidak luput dari daftar yang dia lakukan pada saat ini.
BRAKKK...,
"!"
Pintu terbuka dengan kuat dan menunjukkan medicinal muda sedang berdiri di depan sana dengan ekspresi tidak percaya.
"Ada apa?!" desak Ji Fu sambil mengintip kearah dalam
"Nona sudah sadar, beliau sudah sadar." seru Medicinal muda itu dengan ekspresi bahagia
"!"
"Luxie!" Pekik nya dengan ekspresi bahagia dan rasa haru.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
1 hari berlalu dengan cepat setelah kejadian itu berlalu...,
Kini, Su Luxie sedang duduk santai disebuah kursi yang menghadap langsung pada jendela yang terbuka. Mata indah itu selalu tertuju pada pemandangan luar yang terlihat begitu mempesona.
Disamping nya, terdapat Merlyn yang sedang berdiri, menatap sendu kearah Su Luxie.
"Nona, apakah kondisi nona semakin membaik? Apakah nona merasakan sakit di sekitar area tubuh nona?" tanya Merlyn secara mendetail
"Aku semakin membaik, Merlyn. Berkat kesigapan tuan Ji, aku berhasil menghindari kematian ku sendiri," kekeh Su Luxie
"Nona! Aku serius dalam hal ini. Jangan tertawa pada saat kondisi seperti ini, nona," kesal Merlyn, karena Su Luxie masih sempat tertawa pada kondisi nya saat ini.
__ADS_1
"Hahaha, iya aku minta maaf. Aku baik-baik saja, aku hanya merasa sedikit pusing," kata Su Luxie, sambil memegang kepala nya.
"Pusing? Dibagian mana? Apakah kita panggil saja tabib kemari?" ujar Merlyn panik dan bertingkah gelabakan.
"Haih..., Merlyn. Aku hanya merasakan pusing saja, tidak lebih. Setelah beberapa saat pusing nya pasti akan hilang kok,"
"Tapi...,"
"Jangan khawatir. Tuan Ji selalu mendatangkan tabib setiap 2 jam sekali. Ya walaupun sedikit melelahkan karena harus di periksa setiap 2 jam sekali, aku cukup merasa jika kondisi kesehatan ku semakin membaik," kata Su Luxie sambil tersenyum, menatap Merlyn.
"Syukurlah. Aku sangat takut jika kondisi nona akan memburuk lagi. Jika seperti itu..., aku akan sangat sedih," lirih Merlyn sambil menunduk dengan sedih
"Maaf...," Lanjutnya, mengucapkan maaf
"Maaf untuk? Merlyn kan tidak bersalah, kenapa minta maaf?"
"Maaf karena tidak bisa melindungi nona. Maaf karena aku tidak berguna. Aku hanya menjadi beban untuk nona,"
"!"
Su Luxie terkejut mendengar ucapan yang terdengar begitu mengharukan itu.
"Justru, aku sangat berterima kasih kepada Merlyn. Merlyn tanpa ragu maju untuk menyelamatkan ku. Merlyn tidak memperdulikan keselamatan Merlyn sendiri demi diri ku. Merlyn itu pahlawan! Merlyn bersikap seperti maju tanpa ragu dan mati tanpa penyesalan. Sementara aku? Aku bahkan tidak bisa menyelamatkan orang ku dengan benar,"
"Tidak, itu tidak benar! Nona lah pahlawan yang sebenarnya. Nona melempar diri nona sendiri pada iblis itu demi untuk mendapatkan penawar racun. Nona itu..., adalah pahlawan kita," kata Merlyn dengan lantang namun berakhir memelan.
Su Luxie memandang Merlyn dengan cukup lekat.
"Merlyn adalah tipe orang yang jarang sekali menunjukkan emosi nya. Tapi..., dia bahkan memandang ku seperti itu," benak Su Luxie.
"Itu merupakan kewajiban ku, Merlyn,"
"Yah..., sudahlah. Tidak seharusnya kita membahas hal ini,"
"Baik, nona," jawab Merlyn mengangguk, namun masih menekuk wajahnya.
"*Ibu tidak tahu tentang kondisi ku saat ini. Tapi sebenarnya, ini lah aku mau. Aku tidak ingin ibu tahu tentang kondisi ku yang sempat memburuk, atau tidak dia akan mengalami shock,"
"Tentang orang-orang itu..., apa yang mereka lakukan dirumah saat aku tidak ada? Apa yang dilakukan oleh Su Manman, apa dia membuat keributan lagi dirumah ku,"
__ADS_1
"Aku akan mengurus mereka, tapi sebelum aku mengunjungi pasar gelap yang hendak ingin aku kunjungi. Aku tidak bisa melewatkan pasar itu begitu saja*," benak Su Luxie nampak merenung.
^^^To be Continued_^^^