
Dikediaman Su, sedang dalam kondisi bahagia pada saat ini. Bagaimana tidak. Nona ketiga dari kediaman Su yang sudah lama menetap diakademi parmacy, kini pulang dan akan menghabiskan waktu panjang bersama keluarga.
Dia adalah Su Naling. Su Naling memiliki umur yang hampir sama seperti Su Luxie. Namun Su Naling lahir setelah beberapa minggu dari kelahiran Su Luxie.
Dia memiliki kepribadian yang cenderung pada Su Taipong. Namun juga memiliki sisi dermawan.
Disebuah ruangan terbuka di kediaman Su, disana memiliki kolam ikan besar ditengah-tengah ruangan.
Su Taipong memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan keluarganya didalam ruangan terbuka itu.
Mereka duduk pada kursi dengan meja bundar, dimeja itu juga sudah memiliki berbagai hidangan yang sangat mewah dan terlihat lezat.
"Wah... ini semua adalah makanan kesukaan Naling." Ucap Su Naling dengan mata yang berbinar-binar.
"Fufufu, ayah sudah menyiapkan ini untuk Naling, makanlah sepuasmu." Ucap Su Taipong dengan tawa besarnya.
"Tentu saja! Naling kami sudah lama tidak pulang dikediaman Su, tentu saja kami akan menyiapkan semua yang bisa membuat Naling kami bahagia." Sahut Su Miaomiao.
Mereka tertawa bersama dan bergembira. Sambil menyantap beberapa hidangan pembuka, mereka selalu saja membuka obrolan dengan membahas beberapa hal.
Su Naling mengarahkan pandangannya kearah Su Miaomiao
"!"
"Ibu, apakah kau baru saja mengalami sakit akhir-akhir ini? Wajahmu pucat dan juga tubuh mu mengurus." Tanya Su Naling memperhatikan sang ibu dengan lekat.
"!"
"!"
"!"
Mereka bertiga saling bertemu pandang. Sebuah pandangan yang mendadak menjadi panik kini telah berubah dengan cepat
"Ah... hanya sedikit demam. Ibu juga kehilangan selera makan. Mungkin saja itu adalah alasan mengapa tubuh ibu terlihat kurus." Jawab Su Miaomiao dengan pandangan ragu, sambil menatap kepada Su Taipong dan Su Manman.
Su Taipong tertawa dengan canggung..
"Hahahaha, Naling memang seorang parmacy yang hebat. Tanpa diberi tahu, kau bisa menebak jika ibumu baru mengalami sakit. Yah... dia mengalami demam dan kehilangan selera makan." Ucap Su Taipong.
"Be, begitukah? Baiklah, ibu harus menjaga kesehatan ibu!! Setelah ini, Naling akan membuat resep obat untuk kondisi ibu." Ucap Naling, terlihat begitu khawatir terhadap kondisi kesehatan Su Miaomiao.
Sejujurnya, orang awam pun akan bisa menebak jika Su Miaomiao baru saja mengalami sakit. Dilihat dari kondisi kulit dan juga berat badannya, itu sudah menggambarkan semua yang baru saja terjadi padanya.
Su Manman hanya bisa menyimak obrolan dari ketiga anggota keluarganya, dia enggan ingin bergabung karena sibuk memikirkan nasib Mu Anlong yang masih diselidiki oleh pihak pengadilan.
Tatapan nya memang mengarah pada keluarganya, dia memang tersenyum. Namun, pikirannya sudah melanglang buana. Dia resah dan juga khawatir.
"Bagaimana kabarmu, Feng sayang?" Benak Su Manman.
Disaat keempat orang itu sedang asik mengobrol kan sesuatu, tiba-tiba dari arah luar terlihat kepala pelayan sedang berlari dengan tergopoh-gopoh.
__ADS_1
Dia berlari dan kemudian bersujut dengan panik
"!"
"!"
"Tuan besar." Panggil nya memekik dengan suara panik.
"Ada apa?!" Su Taipong cukup kebingungan dengan perlakuan kepala pelayan Su, yang tiba-tiba saja berlaku aneh.
"Diluar ada kedatangan kepala kepolisian beserta prajurit kekaisaran. Dan... dan...
"Dan, apa?" Tanya Su Taipong, berdiri dengan wajah murka dan juga kesal
"Putra mahkota, tuan besar." Jawab Kepala pelayan itu dengan suara bergetar seolah merasakan rasa takut.
"!"
"!"
"!"
Mata Su Taipong membesar. Dia melihat pada Su Miaomiao dengan tatapan tidak percaya. Mereka saling bertemu pandang dan Masing-masing melemparkan sebuah pandangan kebingungan.
"Bencana!" Gumamnya.
"Putra mahkota? Astaga! Seorang pria yang hanya datang saat ada kesalahan?! Apa yang akan terjadi." Benak Su Manman dengan perasaan gelisah sambil melihat pada Su Taipong.
Sontak, anggota keluarga yang tersisa langsung menyusul langkah Su Taipong menuju arah luar untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
Bahkan itu melibatkan putra mahkota? Seorang pangeran yang hanya datang pada seorang pendosa?! Sudah jelas mereka merasa terbebani karena kediaman Su sedang dikunjungi oleh putra mahkota,sang tirani kekaisaran Xiao.
Brukk... Pintu dibuka dengan paksa...
"!"
Bertepatan dengan kedatangan Su Taipong yang mengarahkan langsung pada Wang Yan.
Wang Yan, dengan gaya gagahnya dan juga sikap dinginnya, perlahan maju mendekati Su Taipong. Disusul oleh kepala kepolisian yang juga mendekat kearah Su Taipong.
Bulu kuduk Su Taipong benar-benar berdiri setelah merasakan sebuah hawa membunuh dari kedua manusia sangar yang ada dihadapannya.
Su Taipong diam mematung, dan tanpa sadar telah bersikap kurang ajar pada Wang Yan.
"!"
"BERI SALAM PADA BINTANG KEKAISARAN!!" Bentak kepala kepolisian itu pada anggota keluarga Su.
"!"
"Salam putra mahkota, suatu kehormatan bisa bertemu dengan mu." Sapa mereka serempak, begitu terburu-buru setelah diteriaki oleh kepala kepolisian.
__ADS_1
"Sialan! Dia pikir siapa dia?! Kau telah bersikap sombong pada kepala keluarga Su, kau cari mati!!" Benak Su Taipong, menggenggam erat Jari-jemari nya.
"Bangunlah!" Suruh Wang Yan dengan suara datar dan juga pandangan memicing.
Mereka bangun dari sujud mereka. Kini, sudah tidak ada lagi sikap berani dan juga angkuh itu.
Kini, hanya tersisa seorang pria tua yang lemah, sedang berdiri dengan rasa terintimidasi dihadapan Wang Yan dan juga kepala kepolisian.
"Su Taipong, aku bertanya padamu, apa kau telah mengetahui apa dosa mu?!" Tanya Wang yan dengan pelan namun tajam
"?!"
Keempat manusia itu terhentak. Mereka saling pandang dengan tatapan bingung.
Sementara itu, Su Taipong hanya terdiam mematung dengan mulut yang perlahan-lahan bergerak
"Tidak, yang mulia." Jawabnya.
"!"
"Bedebah!" Bentak Wang Yan murka.
"!"
"Ti, tidak mungkin, kan? Bagaimana hal itu bisa diketahui oleh mereka?" Benak Su Taipong mulai panik dengan keringat yang selalu membasahi keningnya.
"Kepala kepolisian, mulai eksekusi!!" Titah Wang Yan, dengan suara menggelegar bagai sebuah petir!
"!"
"Dilaksanakan, yang mulia." jawab kepala kepolisian.
Dengan mengangkat satu tangannya, kepala kepolisian itu mencoba memberi kode pada prajurit kekaisaran.
Mereka mulai bergerak masuk dengan paksa kedalam kediaman...
"Tidak! Apa yang kalian lakukan?!" Su Miaomiao memekik setelah melihat sikap para prajurit yang menerobos masuk kedalam kediaman.
Sementara itu, Su Manman dan Su Naling saling berpelukkan karena merasa ketakutan pada suasana yang sangat mencekam ini.
"Su Taipong!" Panggil Wang Yan dengan suara tegas.
Su Taipong hanya bisa menunduk dengan memejamkan matanya. Dia menggenggam erat Jari-jemari nya, seolah sudah mempersiap kan hati untuk sebuah titah yang akan dibacakan oleh putra mahkota.
"Sesuai dosa yang telah kau lakukan, pihak pengadilan akan menyita semua harta keluarga Su atas penyalahgunaan kekuasaanmu sebagai kepala keluarga Su!!!!" Ucap Wang Yan menggelegar.
"!"
"TIDAK!" Su Miaomiao pingsan dan jatuh ditempat...
^^^To be continued_^^^
__ADS_1