
Perlahan-lahan, cahaya yang menutupi wajahnya menghilang dan memperlihatkan wajah seorang pria yang sangat tampan berusia sekitar 39-40 tahun. Meski sudah berumur, tapi pria itu terlihat sangat tampan dan mempesona. Rambut yang masih menghitam tanpa dihiasi satu lembar uban, semakin menambah pesona pada pria ini.
Pandangan nya jatuh pada wajah teduh Su Luxie yang sedang terlelap dalam tidurnya. Gurat wajah mempesona itu perlahan-lahan mengukir sebuah senyuman kecil
"Tenanglah, aku akan berjaga disisimu." Bisiknya sembari tersenyum dan terus menatap wajah Su Luxie
Belum lama dirinya tersenyum, tiba-tiba senyumannya luntur tatkala mendengar suara berisik yang ada di luar bangunan
Slashhh
Boomm
"AKHHHH..
"!"
Dengan cepat pria tampan misterius itu menoleh kearah belakang setelah mendengar suara yang sangat berisik dari arah luar bangunan
Keningnya mengkerut saat melihat penampilan brutal seorang pria tampan yang sedang menari ria dengan sebilah pedangnya. Pria itu terus menari dengan pedangnya dan menebas habis semua rumput-rumput yang sedang mengelilingi.
"Matahari kekaisaran Xiao... ada disini? Mau apa dia." Monolog pria tampan misterius itu dengan gurat wajah tidak suka.
SLASHH
BOOMM
SRENG....
Pria itu mulai menatap kearah Su Luxie yang sedang jatuh dalam pelukan pria misterius tadi. Dia adalah putra mahkota, putra mahkota kekaisaran Xiao, Wang Yan.
Wajahnya menghitam(merah padam) dia menatap tajam kearah pria misterius yang sedang memeluk tubuh mungil Su Luxie. Sebuah energi gelap mulai menyelimuti tubuh, Wang Yan.
"?!" Pria misterius itu terhentak saat melihat energi yang sangat dahsyat itu, baru saja keluar dari tubuh Wang Yan.
Tap.. tap.. tap..
SRETTTTT....
Suara derit pedang dan tapak kaki itu seolah bercampur manjadi satu. Suara yang beriringan itu mulai mendekat kearah sang pria misterius dan Su Luxie. Wajah Wang Yan benar-benar terlihat sangat datar apabila diartikan. Tidak ada yang tahu, apa yang ada dikepala pria tampan satu ini.
"Lepaskan gadis itu!" Ucapnya dengan suara datar dan tidak ramah.
"!"
"Berani sekali kau!"
__ADS_1
"...Jika saya tidak mau, bagaimana?!" Jawab sang pria misterius itu tak kalah dinginnya.
"!"
"Saya benar-benar tidak suka mengulangi kata-kata saya. Lepaskan gadis itu, atau tidak saya akan mengajarkan pada anda, seperti apa rasa sakit yang sesungguhnya." Ucap Wang Yan penuh penekanan.
Sang pria misterius memandang dengan santai tanpa adanya rasa takut.
"Namamu sudah ada dalam daftar hitam jodoh putriku!" Benaknya.
Tap.. tap.. tap..
"KEJAR MEREKA!"
"BUNUH PARA MANUSIA RENDAHAN ITU!!"
"MANUSIA RENDAHAN YANG PANTAS UNTUK MATI!"
"!"
"!"
Tiba-tiba dari arah dalam ruangan terdengar suara gema dari tapak kaki para prajurit iblis yang sedang berlari menuju tempat ketiga orang itu sedang berada. Wajah datar mereka mendadak berubah menjadi raut wajah kesal dan saling menatap pada bagian dalam, ruangan.
Wang Yan menoleh pada sang pria misterius "Serahkan dia pada saya!" Kata Wang Yan mendesak dengan penuh penekanan.
"Jika aku serahkan Luxie kepadanya, seharusnya akan baik-baik saja, kan? Dia tidak terlihat seperti pria lemah." Benaknya.
"Serahkan..
Belum sempat Wang Yan menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba sang pria misterius memberikan Su Luxie kepada Wang Yan.
Dia mengangkat tubuh Su Luxie layaknya sebuah buku, dan dirinya sama sekali tidak menganggap bahwa itu adalah beban.
"?"
Wang Yan menatap bingung pada sang pria misterius tersebut.
Semudah ini?' pikirnya.
"Tidak ada gunanya bertengkar. Jaga dirinya dengan nyawa anda sendiri! Jika terjadi sesuatu kepadanya, saya benar-benar akan mengambil nyawa anda sebagai hadiah." Ucapnya begitu dingin dan segera melesat kearah dalam bangunan
"?!"
Wang Yan menjatuhkan pandangan pada wajah Su Luxie "Menjaga nya dengan nyawa ku sendiri?" Gumam Wang Yan, memandang lekat Su Luxie.
__ADS_1
...****************...
Tap.. tap.. tap.. tap
Khikkkkk... (suara kuda)
Tanah bergema diiringi dengan suara tapak kuda yang berlari selaras menuju sebuah hutan yang menghubungkan langsung pada tempat persembunyian para iblis.
Pasukan yang menggunakan jirah lengkap kekaisaran, dan sebuah perlengkapan senjata yang lengkap. Dan terlihat juga di sana, kepala kepolisian yang sedang memimpin di barisan terdepan.
"Aku yakin jika tempat persembunyian para iblis itu berada didekat sini." Benak kepala kepolisian sembari menatap tajam kearah depan.
"PERCEPAT LAJU KUDA KALIAN, KITA HARUS CEPAT MENEMUKAN YANG MULIA!" Titahnya menggema keseluruh hutan
"SIAP!"
Mereka mempercepat langkah kuda mereka.
Namun, tanpa sadar, mereka telah dikuti oleh puluhan bayang-bayang para asasin yang sedang berterbangan pada pohon-pohon yang ada di tepi sepanjang perjalanan. Para asasin bayangan yang menggunakan pakaian serba hitam dan juga senjata yang beragam, sesuai kepribadian mereka, terlihat seperti seorang yang begitu professional.
Mereka adalah pasukan Black one, Serikat Black one yang berada dibawah naungan sang pria misterius yang tiba-tiba saja datang dengan menyebut Su Luxie sebagai, putrinya. Pria itu adalah Ji Fu, seorang duda tampan yang menjalani kehidupan dengan penuh kedataran.
Dan kini, Su Luxie dan Wang Yan sedang berada di sebuah gazebo yang terbuat dari bambu hijau. Gazebo itu terletak tidak jauh dari tempat persembunyian para iblis tersebut.
Sambil mengangkat tubuh Su Luxie, Wang Yan memperhatikan gazebo itu menyelidik.
"Gazebo ini terlihat bukan seperti buatan dari para iblis. Mungkinkah...tempat ini adalah bekas tempat tinggal dari seseorang?" Monolog-nya bertanya-tanya.
Dia kembali mengarahkan pandangan pada Su Luxie yang masih belum sadarkan diri.
"Jika dilihat lebih dekat, dia terlihat semakin cantik dan mempesona. Bibirnya...
"!"
"Tidak, tidak, tidak. Wang Yan, apa yang kau pikirkan?! Ini bukan situasi yang layak untuk berpikiran seperti itu. Akhh aku benar-benar bodoh!" Ucapnya memaki diri sendiri. Pipinya benar-benar memerah seperti kepiting yang baru saja direbus.
"...Dia sangat kurus dan ramping. Dia bisa saja hancur kapan pun. Jika saja para iblis itu melukaimu, aku kan menghancurkan tempat ini!"
"Heh, terdengar aneh bukan? Ini adalah pertemuan kedua kita secara langsung, tapi aku bicara seolah sangat dekat denganmu. Mungkin jika kau sadar, aku tidak akan berani berkata seperti ini." Dia memandang Su Luxie dengan senyuman yang tulus.
Tergambar jelas sebuah kasih sayang dibola matanya. Dia terus saja tersenyum. Namun anehnya, saat beberapa detik terakhir, senyuman itu sirna dan terganti oleh ekspresi wajah sedih.
"Namun, aku masih bingung kepada mu. Kau selalu saja menghindari ku dan menjauh dariku. Tanpa tahu salah apa yang aku perbuat padamu, aku sempat merasakan rasa lelah dan berujung menyerah untuk mencari dirimu."
"Akan tetapi, pada saat aku menemukan kereta kudamu yang sedang terparkir di depan gerbang istana, harapan ku kembali muncul dan mulai untuk mencari kehadiran dirimu kembali."
__ADS_1
"Kenapa, kenapa kau menghindariku? Apakah kau sebenci itu padaku karena telah memiliki energi terkutuk ini?"
^^^To be Continued_^^^