Medicinal Spirit

Medicinal Spirit
episode 78 : Salah paham #4


__ADS_3

Tap..., tap..., tap...


Su Luxie berjalan melewati labirin megah dengan interior mewah yang mengesankan. Dengan ditemani oleh Merlyn dan beberapa pelayan-pelayan yang turut berjalan di belakangnya.


"Nona, beliau sedang berada di ruangan nya," kata Merlyn menunjuk menggunakan kelima jarinya pada pintu megah yang ada di depan mereka.


Su Luxie melirik kearah pintu megah itu, lalu melirik kearah belakang "Aku akan masuk kedalam, kau tunggu lah di sini." kata Su Luxie mulai mendorong pintu dan kemudian masuk kedalam ruangan


Tap..., tap..., tap...


Setelah beberapa langkah, dia mulai bisa melihat keberadaan seorang pria gagah yang sedang membelakanginya. Pria itu berdiri tegap menghadap jendela kaca yang besar.


"Apakah kondisi tubuh mu sudah lebih membaik, Luxie?" tanya Ji Fu


"Luxie? Apakah kita sedekat ini sebelumnya?" benak Su Luxie sedikit geli mendengar Ji Fu memanggil nama nya.


"Iy, iya? S, saya merasa sudah jauh lebih membaik. Ini berkat tuan yang sudah menaruh perhatian lebih pada kondisi kesehatan saya," Su Luxie tersenyum tipis.


"Tuan?!"


Ji Fu menoleh lalu memutar badannya sehingga menghadap Su Luxie. Su Luxie berhenti tersenyum sehingga ekspresi terkejut nampak jelas di wajah nya.


Ji Fu sedikit menunjukkan senyuman pada ujung bibir nya.


"Saat kejadian itu dia bersikap garang pada ku. Tapi, sekarang dia bersikap malu-malu," benak Ji Fu.


"Apa yang membawa mu kemari, Luxie?" tanya Ji Fu.


"Saya...," Belum sempat Su Luxie menyelesaikan ucapannya, Ji Fu menyela dengan beberapa kata-kata.


"Apa bisa kau disini selama beberapa hari lagi?" kata Ji Fu menaikan alis sekaligus melipat tangan nya didada.


"!"


"Ya, maaf?" Su Luxie sedikit terkejut mendengar ucapan itu keluar dari seseorang yang seperti Ji Fu


"Bagaimana anda..., ah tidak. Apa anda memata-matai saya? Bagaimana anda tahu jika saya datang pada anda karena ingin berpamitan?" tanya Su Luxie


"Aku tahu dari ekspresi wajah mu, Luxie. Kau tidak bisa menyembunyikan ekspresi mu dari ku," kata Ji Fu masih dengan gaya mengintrogasi milik nya.


"Ekspresi?!" benak Su Luxie sedikit membola.


"Ya, baiklah. Tapi, saya harus pulang saat ini juga. Saya harus mengunjungi tempat yang ingin saya kunjungi sebelumnya,"


"Huft," Ji Fu menghela napas "Baik, pergilah. Aku tidak bisa menghentikan mu karena diri mu yang sangat keras kepala ini," Lanjutnya bergeleng-geleng.

__ADS_1


"Ya, saya akan tetap pergi jika anda menghentikan saya,"


"Kau memang seperti itu," Ji Fu mengangkat bahu nya "Baiklah. Jaga dirimu saat sampai ke tempat itu. Kau tahu dengan jelas, bukan?"


"Saya tahu dengan jelas, tuan tidak perlu khawatir. Saya, bisa melindungi diri saya sendiri karena saya sudah bisa menggunakan kekuatan kultivator, kembali," kata Su Luxie dengan yakin.


"Aku tahu kau akan berkata demi kian," Ji Fu tersenyum kecut "Maka dari itu, aku sudah menyiap kan beberapa pasukan bayangan yang kan ikut berbaur bersama mu nanti," Lanjutnya.


"!"


"Ti, tidak usah. Black Jack sudah bersama saya, bagaimana bisa Black One juga ikut bergerak demi melindungi saya," tolak Su Luxie.


"Sudah terlambat. Aku sudah menyuruh mereka untuk pergi kesana,"


"A, anda memang tidak bisa dihentikan," cibir Su Luxie.


"Kita ini mirip," kata, Ji Fu sedikit memelan.


"Ma, maaf?"


"Pergilah, kau akan membuang-buang waktu mu di sini," Tanpa menjawab, dia malah mengusir Su Luxie.


"Ah ba, baiklah. Saya akan pergi. Terima kasih sudah menjaga saja, jaga diri anda," kata Su Luxie sedikit membungkuk lalu pergi dari keluar ruangan.


Ji Fu berdiri terdiam di tempatnya. Sambil memperhatikan kearah pintu yang baru saja dilewati oleh Su Luxie.


Sampai kehadiran seseorang memecahkan lamunannya...


Tap..., tap...


Terlihat seorang pria berperawakan misterius. Tubuh gagah yang diselimuti oleh pakaian hitam dengan pedang besar yang bertengger di pundaknya, terlihat jelas jika dia adalah seorang prajurit bayangan.


"Saya siap menerima perintah, master," Pria itu berbicara dengan suara khas nya yang serak.


"Ikuti dia," titah Ji Fu tanpa mau menerima penolakan.


"!"


"Baik, master."


SLASHHH...


Bagai tertelan oleh cahaya, pria itu menghilang begitu saja. Tertinggal lah, Ji Fu, seorang diri. Dia berdiri di sana sambil merenungkan sesuatu.


"Sepertinya aku harus mencari kediaman di sekitar kediaman Su." Gumam nya nampak berpikir.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Su Luxie keluar dari ruangan sambil menutup pintu kembali


Blam...


Terlihat Merlyn dan beberapa pelayan dengan setia menunggu Su Luxie di depan pintu.


"Nona, bagaimana?" tanya Merlyn


Su Luxie mengangguk "Hmmm"


Merlyn tersenyum sambil mengelus dadanya "Kita pergi sekarang?"


"Iya, kita pergi saat ini juga. Tolong siapkan kereta nya."


"Semua nya sudah siap, nona."


Mereka melanjutkan kembali perjalanan mereka yang sempat tertunda. Walau pun diikuti oleh beberapa pelayan yang sebenarnya asing buat mereka, mereka tanpa ragu berbicara dengan bebas tanpa memikirkan rahasia.


Karena Su Luxie dan Merlyn tahu betul jika pelayan yang berada di kastil ini telah dipasangi oleh aray yang menghambat pendengaran mereka terhadap pembicaraan yang bukan bersangkutan pada perintah.


Ji Fu, lah yang telah memasang aray itu menggunakan qi miliknya. Karena Ji Fu adalah seseorang pengguna qi terbaik dan pengendali qi terbaik.


Maka dari itu, tidak sulit bagi nya untuk menggunakan qi pada ribuan orang sekali pun.


Sangkin baik dirinya dalam mengendalikan qi di tubuh nya, dia bahkan bisa menggunakan qi dalam jarak 1000 kaki orang dewasa dari kastil nya. Hal itu juga dia pergunakan pada Su Luxie yang hendak pergi pada pasar gelap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


1 hari berlalu...


Setelah mengunjungi pasar gelap, Su Luxie mendapat banyak sekali barang-barang dan informasi yang sangat berguna untuk diri nya gunakan.


Informasi yang selama ini ingin sekali dia cari, akhirnya telah dia dapatkan. Setelah mendapatkan semua informasi dan barang-barang yang dia butuhkan, Su Luxie memutuskan untuk menghancurkan tempat itu dengan cara membakar tempat tersebut dengan mana yang telah dia manipulasi menjadi api.


Tidak heran kenapa Su Luxie bisa melakukan itu, karena dia adalah seorang Medicinal. Terutama, dia diajari langsung oleh kakek roh obat sendiri. Akan menjadi penghinaan besar bagi kakek roh obat jika Su Luxie bahkan tidak bisa memanipulasi mana menjadi api.


Setelah mendapatkan semua itu, Su Luxie dan Merlyn memutuskan untuk pulang ke kediaman Su, kembali.


Hal itu semata-mata bukan dia lakukan untuk kembali begitu saja. Telah terjadi pendesakan dari pihak kekaisaran dan Su An'yang.


Su Luxie secara terpaksa harus pulang kekediaman karena desakan itu. Padahal dia ingin sekali kembali pada tempat persembunyian iblis untuk sekadar mencari sampel-sampel iblis yang tertinggal untuk dia jadikan eksperimen obat.


^^^To be continued_^^^

__ADS_1


__ADS_2