
Tap... tap... tap
Wang Yan berlari cepat, menelusuri berbagai ruangan dengan netra yang menyapu habis keseluruhan ruangan. Tubuh tegap yang dibalut oleh pakaian serba hitam membuat dirinya terlihat semakin gagah dan berwibawa.
Namun, ekspresi nya selalu menggambarkan kepanikan. Ehtah apa yang telah menjadi kepanikkan nya itu? Dirinya terus saja berlari dan terlihat sedang mencari.
Sesampainya diruangan Wang Ai, Wang Yan segera berlari dengan cepat seketika saat para penjaga membukkan pintu.
blam...
"!"
"Apa yang sedang terjadi pada putra mahkota? Beliau terlihat panik." Tanya penjaga sisi kanan
Penjaga sisi kiri mengangkat bahu "Aku tidak tahu, sepertinya ada urusan mendadak di persidangan." Sahutnya.
Mereka berdua terlihat keheranan, namun memilih untuk tidak mengambil pusing tentang itu.
Sementara itu, diruangan pribadi Wang Ai, terlihat Wang Yan yang sedang berdiri dengan celingak-celinguk. Dia melihat keseluruh bagian ruangan itu.
Bahkan, dirinya sudah melihat kehadiran Wang Ai yang sedang duduk mengerjakan beberapa berkas bersama kasim setianya. Tapi, dia justru mengabaikan nya begitu saja
"?!"
"?"
Wang Ai dan kasim saling bertemu pandang, mereka kebingungan dengan tingkah laku Wang Yan.
"Putraku, apa yang sedang kau cari?" Tanya Wang Ai sudah gatal untuk mulai bertanya.
Wang Yan, menoleh " Dimana dia?" Tanya nya
"?"
"Dia siapa?" Tanya Wang Ai
"Gadis medicinal spirit itu, apakah dia datang kemari, ayah?"
"Gadis? Medicinal spirit? Ouh... maksudmu itu, nona Su, ya?" Sanggah Wang Ai
__ADS_1
Wang Yan mengangguk dengan cepat "Benar! Dimana dia? Kenapa aku tidak melihat keberadaannya disemua tempat?"
"...Dia sudah pulang, kau saja yang terlambat!" Jawab Wang Ai dengan santai dan tanpa dosa nya dia tersenyum
"!"
"APA?!"
Wang Yan terlihat pasrah dengan jawaban yang sebenarnya tidak dia inginkan. Jika dia ingin bertemu dengan Su Luxie, sebenarnya itu akan sangat mudah dia lakukan. Namun, telah terjadi banyak sekali masalah kenegaraan yang harus diurus olehnya, karena sebuah tanggung jawab sebagai seorang putra mahkota.
Ditengah kerisauan hati Wang Yan, Su Luxie justru sedang tertawa dan duduk dengan santai didalam kereta kuda miliknya. Ditemani oleh Merlyn, tentunya. Mereka berbincang dan bercanda gurau. Meski, Merlyn hanya menanggapi seadanya dikarenakan dirinya tidak terlalu lihai untuk ber ekspresi pada sesuatu.
"Fufufu, pasti dia sedang bertanya dengan wajah paniknya. Dimana gadis itu? Hahaha, sangat lucu." Su Luxie menirukan pembicaraan putra mahkota.
"Aku bahkan sempat terkejut tentang kabar bahwa dia menaruh perhatian nya pada ku. Sebenarnya ini tidak terlalu bagus sih, tapi jika mengingat bahwa aku sedang diperhatikan oleh pria tampan, itu membuat ku malu," Katanya dengan senyum mengembang
"?!" Merlyn memiringkan kepalanya
"Malu? Kenapa nona malu?" Tanya Merlyn kebingungan dengan kata malu dikalimat Su Luxie.
"Aduh, Merlyn. Malu yang aku katakan itu berbeda. Lebih jelasnya, aku sangat senang. Tapi... jika yang mulia raja tidak segera bertindak pada masalah itu, ditakutkan jika ini akan menjadi duri didalam daging." Kata Su Luxie, seketika senyumannya luntur.
"Benar, aku tidak perlu banyak berpikir."
"Hmm.. nona." Panggil Merlyn
"Iya Merlyn, ada apa?"
"Disaat nona berbicara didalam ruangan Baginda raja, aku memutuskan untuk pergi keluar sebentar. Disaat aku keluar, burung merpati milik Black jack datang padaku dengan membawa sebuah pesan,"
Su Luxie terlihat bersemangat pada kabar ini, "Pesan apa?" Tanya dirinya
"Black Jack sudah sampai di Xiao timur, mereka sudah mengirim pesan tentang kabar keselamatan tuan muda," Kata Merlyn, namun tersenyum kecut
"Benarkah? Secepat itu, ya. Jika begitu, untuk apa kita pergi keistana dan meminta bantuan pada yang mulia raja? Hahaha! diriku ini memang tidak sabaran," Su Luxie berbicara sambil tertawa
"Jadi... bagaimana kabar kakak ku? Apa dia baik-baik saja?" Tany Su Luxie dengan ekspresi penuh harapan pada jawaban Merlyn.
Sambil memejamkan mata, dirinya mencoba untuk menunggu Merlyn menjawab
__ADS_1
"...Tuan muda... mengalami luka parah dibagian perut dan dadanya. Beliau kehilangan banyak darah dan..." Merlyn sudah tidak mampu untuk melanjutkan ucapannya itu. Dia menunduk dengan sedih, karena tidak mampu untuk melihat reaksi yang akan ditunjukkan oleh Su Luxie
Deg!
Bagai dirujam ribuan anak panah, dadanya sakit dan sesak. Dia merasa jika dia tidak bisa bernapas untuk sesaat.
"Merlyn, kau sudah pandai bercanda, ya? Tapi, percayalah. Candaan mu sungguh tidak lucu, Merlyn." Su Luxie berbicara dengan pelan dan lirih
Merlyn terdiam, dia melihat Su Luxie dengan sendu sehingga membuat dadanya sesak.
"Nona, aku benar-benar minta maaf. Tapi, aku berpikir jika kau harus tahu dengan cepat tentang masalah ini. Aku benar-benar minta maaf,"
"Merlyn, aku bilang candaan mu ini tidak lucu. Kakak ku akan baik-baik saja disana, kan? Disana ada guru Lim yang menemani kakak, jadi dia tidak akan terluka!" Bantah Su Luxie mencoba untuk tidak menerima kenyataan
"Tuan muda sudah meninggal dunia, nona. Kau harus menerima fakta ini, dan cepat urus semua keperluan kremasi tuan muda. Aku sedih mengetahui kabar buruk ini, aku takut jika kau akan lebih sedih dan terpuruk. Tapi..." Sungguh Merlyn tidak mampu untuk menyelesaikan ucapannya. Dadanya sangat sesak.
"...B, bagaimana dengan guru Lim?" Tanya Su Luxie, mencengkram baju nya dengan erat
"Beliau selamat karena sedang berada dimenara." Jawab Merlyn.
Bibir Su Luxie berkedut "Syukurlah. Tapi... bagaimana dengan kakak ku?! Mengapa kakak ku malah pergi meninggalkan ku? Bagaimana jika ibu tahu tentang kabar ini?!" Su Luxie terlihat begitu terpuruk, matanya memerah karena menahan tangis yang terus memaksa untuk tumpah
"Nona..." lirih Merlyn
Dia mengangkat pandangannya "Siapkan semua keperluan kremasi. Dan..."
"Kirim black jack untuk memusnahkan Kesatria bajingan itu! Aku menginginkan kepala pemimpin mereka untuk ku persembahkan pada hewan buas!" Titah Su Luxie dengan amarah yang sudah mulai pecah.
"!"
"Baik, nona."
"Lihatlah! Berita duka datang padaku dengan cepat! Kakak... bagaimana bisa kau meninggalkan adikmu sendirian, disini? Kau lah satu-satunya orang yang menemani ku agar bisa beradaptasi pada tempat ini. Tapi... kau juga yang memberi luka padaku." Benak Su Luxie.
Hatinya benar-benar sakit saat mengetahui kabar ini. Dia benar-benar berharap jika saja waktu bisa diputar, dia tidak akan mengirim Su Tiao Tie di akademik angin. Dia akan benar-benar memusnahkan kesatria lembah hitam itu menjadi berkeping-keping.
"Nona, aku minta maaf dengan kabar buruk ini. Aku berpikir jika semakin cepat maka akan semakin bagus. Kau harus tahu kabar ini sejak awal sehingga kau tidak akan terlalu banyak berharap." Benak Merlyn, turut merasakan keterpurukan yang dialami oleh Su Luxie.
^^^To be Continued_^^^
__ADS_1