Medicinal Spirit

Medicinal Spirit
episode 51 : Kegilaan Su Manman pada pagi hari


__ADS_3

Hari sudah menunjukkan pukul 06:30 am. Sudah saat nya bagi penduduk melakukan kegiatan mereka Masing-masing.


Hal itu juga yang akan dilakukan oleh Su Luxie. Melakukan sebuah kegiatan yang sudah dirinya nanti-nanti sejak malam tadi.


BRAKK..


Pintu kamar Su Luxie terbuka dengan lebar, sehingga memperlihatkan Su Luxie yang datang dengan senyum yang lebar merekah


"Akhirnya... pagi ini tiba!" Ucapnya hampir memekik, dengan tangan yang merentang seperti sedang meregangkan sendi-sendi otot nya


"Ok, ini saat nya untuk melihat mereka angkat kaki dari sini! Aku sangat menantikan hari ini terjadi sejak lama." Gumamnya tersenyum senang


Persaannya berbunga-bunga, seakan-akan telah dipenuhi oleh kelopak bunga persik yang berguguran. Terlihat dengan jelas diekspresi nya, jika dia tidak menginginkan apapun selain menyaksikan Kepergian para anjing-anjing nakal itu, dari kediaman utama.


Tap.. tap.. tap.. tap


Dia terus melangkah, dia berjalan disepanjang koridor dengan pintu-pintu megah disampingnya. Para pelayan yang berlalu lalang dengan cepat memberi hormat dengan menunduk, begitu melihat kehadiran Su Luxie


Su Luxie hanya mengangguk dan memutuskan untuk terus melangkah. Gerakan kaki yang tidak sabaran itu, terlihat seperti anak kecil yang sedang berlari mengejar sebuah mainan.


Tidak jarang pula, dia bersenandung kecil sembari menunggu perjalanan


Hampir sampai, dirinya telah berada diruang depan kediaman. Dia melangkahkan kaki menuju kedalam ruangan itu, namun seperkian detik telah terdengar sebuah suara yang sangat keras


PRANKK...


"!"


Raut wajah Su Luxie langsung berubah. Kakinya berhenti melangkah saat mendengar suara yang sangat keras tersebut.


"Apa yang terjadi?" Benaknya keheranan.


Karena merasa hal yang janggal telah terjadi, dirinya mencoba untuk menguping dan menempelkan telinga pada pintu yang sedikit terbuka


Samar-samar terdengar, sebuah suara perempuan yang sedang menghardik seseorang.


"AKU TIDAK MAU PINDAH! DARI AWAL, INI SUDAH MENJADI RUMAH KU. APA HAK KALIAN UNTUK MENGUSIR KU DARI SINI?!" Pekik Su Manman dengan sangat kesal.


Emosinya meledak-ledak. Para pelayan yang mengangkut barang-barang Su Manman untuk pindah, hanya bisa menunduk sambil meringis ketakutan.


Deg!


Su Luxie membesarkan matanya, dia memutuskan untuk terus menguping sambil sesekali membuat ekspresi mengejek


"Omong kosong! Dari awal, kalian yang sudah merebut ini semua." Benak Su Luxie, hanya bisa tertawa didalam hati.

__ADS_1


"Nyonya Su sudah memerintahkan kami un, untuk mengangkut semua barang-barang milik nona. Ka, karena beliau pikir, nona akan kewalahan jika harus memindahkan ini semua." Jawab salah satu pelayan, yang sudah berkesimpuh dilantai


"!"


Para pelayan menatap kepadanya, sebuah pandangan yang terlihat seperti wajah seorang yang hendak menagih utang.


"Tidak tahu malu! Kau bahkan mendapatkan pelayanan yang bagus setelah apa yang kau lakukan pada nyonya!" Suara hati pelayan satu


"Kau pantas diusir.Tidak-tidak! bukan hanya diusir dari kediaman utama, tapi kau harus diusir dari kediaman Su!" Benak pelayan dua


"Aku kasihan padamu, setelah apa yang terjadi padamu, kau masih belum bersyukur" Benak pelayan terakhir


Pandangan mereka menghitam. Raut wajahnya mereka kusam, menatap pada Su Manman yang masih Shock terhadap pandangan berani dari para pelayan


Deg!


"Bahkan sudah dalam tahap ini, dimana para pelayan berani menatapku seperti itu?! Sialan! aku belum pernah merasakan penghinaan sebesar ini!" Pekik hati Su Manman


Seorang nona muda, yang dari awal sudah mendapatkan cinta dan tatapan memuja. Namun, apa sekarang? Yang tersisa hanyalah sebuah tatapan mengutuk dan membunuh, yang dilayangkan hanya untuk nya seorang.


Tentu saja dia merasa gila, untuk itu dirinya merasakan emosi yang tidak biasa dirinya rasakan. Karena emosi nya yang sudah meledak itu, dirinya menggila.


Su Manman melirik kearah sebuah vas kecil dan kemudian meraih vas itu..


"Dasar pelayan rendahan! Mati saja kau!!" Pekik Su Manman, mengangkat tangan dan kemudian melempar vas kecil itu pada pelayan yang berani menjawab padanya.


PRANKK..


"Akh!" Pelayan itu memekik.


"!"


"!"


Kedua pelayan lainnya terkejut dan shock saat mendapati teman mereka sedang mengalami pendarah hebat. Darah terus keluar dari kening pelayan itu.


Pelayan itu hanya bisa meringis kesakitan sambil sesekali menyeka darah dikeningnya.


Bukannya merasa bersalah, Su Manman malah menunjukan senyuman sinis dan mengutuknya pada pelayan itu.


"Heh, kau pantas untuk mendapatkan nya! Ingat status mu, kau itu pelayan rendahan!" Ucap Su Manman, begitu merendahkan.


Deg!


Para pelayan menyeridik, melihat senyum Su Manman yang sangat menakutkan. Apa yang harus mereka lakukan?! Mereka benar-benar jatuh pada lumbuk sarang ular.

__ADS_1


"Bagaimana, ya. Kalian sudah menyakiti hati nona besar ini! Yah... aku sedikit merasakan sakit dihatiku. Jadi..." Ucap Su Manman, mulai menatap dengan tajam "Jilat sepatuku! Dengan begitu aku akan memaafkan kalian." Lanjutnya yang diawali oleh ekspresi sinis, namun diakhiri dengan sebuah senyuman membunuh.


Dia terlihat seperti pembunuh wanita! Para pelayan hanya bisa saling menatap dengan pandangan ketakutan.


Mau tidak mau, para pelayan dengan terpaksa berlutut dan hendak melakukan sesuai kehendak yang Su Manman perintahkan pada mereka. Meski wajah sedih dan jijik itu selalu terpancar dari ekspresi mereka.


"Padahal dia yang salah! Lalu dengan gampangnya dia melemparkan semua salahnya pada kami!" Pekik hati pelayan yang baru saja dipukul oleh Su Manman


Mereka dengan patuhnya segera bersiap untuk mencium sepatu Su Manman, Su Manman yang dihadapkan oleh situasi itu hanya bisa tersenyum merendahkan dan jijik.


"Inilah tempat kalian!" Benaknya tersenyum melebar


BRAKK..


"!"


"!"


Mendadak, pintu ruangan terbuka dengan cukup keras. Disana memperlihatkan Su Luxie, yang datang dengan ekspresi tidak senang. Dia memandang datar pada Su Manman


"Yah.. seorang pahlawan selalu datang diakhir." Benak Su Luxie.


Su Luxie melangkahkan kaki menuju Su Manman, dan mulai menatap kesal pada Su Manman.


"Apa yang kau lakukan disini..


Belum sempat dirinya menyelesaikan ucapan nya, Su Luxie dengan sigap melayangkan satu tamparan untuk Su Manman.


PLAKK..


"!"


DEG!


Wajah Su Manman jatuh kesamping, setelah apa yang dirinya dapat. Dengan tubuh menyeridik, dia memegang pipinya yang sudah memanas akibat tamparan yang diberikan oleh Su Luxie.


"A, apa yang kau lakukan?" Lirih Su Manman tidak percaya, namun masih dengan pandangan tajam.


Yah, dirinya tidak menyerah dengan tatapannya. Hal itu juga, yang membuat Su Luxie semakin kesal.


Bukanya menjawab pertanyaan Su Manman, Su Luxie malah memalingkan wajah kearah para pelayan yang masih berlutut dengan ketakutan.


Dia melihat pada pelayan yang sudah bersimbah darah. Tatapan yang perlahan-lahan buyar dan juga wajah pucat, itu menarik simpati Su Luxie, untuknya.


"Bawa teman kalian untuk diobati! Dia harus segera mendapatkan penangan!" Titah nya pada kedua pelayan lainnya, karena dia bisa merasakan jika pelayan itu akan dalam kondisi kritis jika kehilangan banyak darah.

__ADS_1


^^^To be continued_^^^


__ADS_2