Medicinal Spirit

Medicinal Spirit
episode 72 : Bangkitnya gadis berambut emas


__ADS_3

BOOMM...,


Ledakan demi ledakan telah terdengar. Para pasukan iblis itu selalu saja tumbuh dan hidup abadi. Mereka tidak bisa dimusnahkan.


Asap putih menutupi pedang Wang Yan, karena dia selalu menyalurkan energi negatif miliknya dipedang nya itu. Dan sekarang, energinya semakin terkuras dan berakhir menjadi kekurangan stamina dan merasakan lelah.


"HUFTT...," Wang Yan menghela, sembari menyeka keringat dikeningnya.


"Yang Mulia, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Kepala Kepolisian, saat mereka sudah dalam keadaan yang sangat terdesak.


Wang Yan menoleh, dia mengamati keadaan "Tetaplah bertahan sampai bantuan dari istana datang kemari," Katanya dengan mata tajam menatap para iblis yang terus saja mengayunkan senjata mereka tanpa lelah


Kepala Kepolisian mengangguk dan tidak lama, dia kembali mengayunkan senjatanya, menyerang para iblis yang terus berdatangan.


"Mereka tidak bisa dinusnahkan. Setelah mereka mati, mereka akan hidup kembali. Aku tidak memiliki banyak pengetahuan tentang iblis, jadi..., langkah apa yang sebaiknya aku ambil?" benak Wang Yan mengamati sekitar, sembari terus mengayunkan senjatanya.


SLASHHH...,


PRANKK...,


"!"


"Kalian hidup abadi, ya. Aku sangat kagum setelah mengetahui itu." Katanya dengan gaya bicara satir-nya itu.


"!"


"Diam! Kau manusia rendahan yang sangat menjijikan!" Jawab iblis itu memaki, Wang Yan.


"Berisik!"


SLASHH...,


Wang Yan, menebas kepala iblis itu hanya dengan sekali tebasan. Darahnya yang hitam, menutupi pedang besar, Wang Yan.


"Para iblis ini benar-benar membuatku muak!" Tajam Wang Yan, seketika menjadi brutal dan secara membabi buta telah menyerang para iblis yang berlarian selayaknya setan yang haus akan darah.


Hal itu tidak luput dari pandangan, Ji Fu. Ji Fu, mengamati Wang Yan, dari kejauhan. Mata tajam dan juga bibir yang terus berkedut itu, dia tampilkan seolah dia sedang memaki Wang Yan, dalam pikirannya.


"Yah..., sungguh bodoh mengingat jika didarahnya juga mengalir sedikit darah negatif yang tercampur oleh iblis. Tanpa sadar, dia menyerang kaum nya sendiri." Gumam, Ji Fu, memandang miris pada, Wang Yan.


Masalah dirinya mengetahui tau tidak, perlu diingatkan kembali bahwasalnya, dia adalah pendiri dari serikat Black One, yang memiliki banyak sekali pendukung. Mudah baginya untuk mendapatkan kabar burung seperti itu dari berbagai faksi yang berdiri dibelakangnya.


"!"


Ji Fu, mendadak mengubah ekspresi wajahnya saat tak sengaja teringat oleh sesuatu.


"Luxie! Luxie...," Gumamnya panik, dan secara cepat berlari menuju tempat gazebo itu berada.


Langkahnya yang besar membuatnya sampai pada tujuan tanpa menunggu waktu yang lama.


"Luxie...," panggil Ji Fu sedikit meninggi


"!"

__ADS_1


"Luxie...," mata Ji Fu, membesar.


Dia telah menemukan pemandangan yang tidak dia sangka-sangka. Hal yang membuatnya terkejut, iayalah. Dia melihat Su Luxie yang sedang terduduk dengan gaya yang baru saja bangun dari tidurnya. Namun, anehnya, rambut Su Luxie bewarna emas berkilau, hal itulah yang membuat Ji Fu terkejut dan membesarkan mata.


"Luxie...?" gumam Ji Fu, tidak bisa berkata-kata


Su Luxie, memiringkan kepala nya sembari memegang ujung rambut emasnya itu.


"Kau, ada disini?" Ucap Su Luxie namun ekspresi nya bahkan tidak menunjukkan keperdulian.


"!"


"A, Apa-apaan itu?! Sorot mata itu..., tidak seperti Luxie yang aku kenal. Dan..., apa-apaan dengan rambut emasnya itu?" benak Ji Fu terheran-heran.


Su Luxie, menyapu habis pemandangan kacau yang berada tak jauh dari tempatnya berada. Mendadak, matanya menajam saat melihat para iblis itu.


"Ouh..., jadi kekacauan seperti ini yang dimaksud oleh, Dewa?" gumam Su Luxie pelan.


"Ya?" Ji Fu tak sengaja mendengar gumaman itu, dan mendadak menjadi bingung karena Su Luxie yang menyebutkan kata Dewa diucapannya.


Su Luxie melihat kearah Ji Fu "Mau apa dia kemari. Tumben sekali pria ketus itu datang secara langsung untuk menolongku." Benak Su Luxie.


"Apa yang terjadi? Mengapa mereka menjadi sebanyak ini?" Tanya Su Luxie.


"...Aku tidak tahu lebih pasti..., tapi, mereka datang dari batu mana besar yang berada ditengah-tengah kolam." jawab Ji Fu.


"Anda tahu, batu apa itu, kan?" tanya Su Luxie.


"Itu adalah pusat kekuatan mereka, benarkan?"


"Ja, jadi...,"


"Anda harus bertanggung jawab pada kekacauan yang anda sebabkan," kata Su Luxie "Sementara saya..., saya akan memperbaiki batu itu dan menyegel para iblis kembali." Lanjutnya.


"!"


"Ba, baiklah!"


Ji Fu berbicara dengan cepat. Sepertinya dia sudah memutuskan dan menyetujui rencana milik Su Luxie, tanpa bertanya seperti apa caranya. Tentu saja Su Luxie menyukai reaksi tersebut. Dia tersenyum kecil dan kemudian kembali merubah ekspresi nya menjadi datar.


"Tolong kerja sama anda, yang mulia." kata Su Luxie


Ji Fu, mengangguk "Pasti!" Jawabnya.


Disaat mereka berdua sibuk membicarakan rencana yang akan mereka lakukan, Wang Yan dan yang lainnya justru secara mati-matian telah melawan para iblis tersebut.


Segala teori dan cara yang telah dilakukan oleh Wang Yan, untuk menyerang para iblis itu. Namun, hal itu tidak menunjukan jalan terang atas usahanya tersebut.


"Keadaan kami sangat tidak menguntungkan. Para prajurit banyak yang sudah kewalahan bahkan tumbang. Tidak ada cara lagi untuk mengalahkan para iblis ini. Mereka tidak bisa dimusnahkan karena mereka hidup abadi. Jika dibiarkan, mereka akan mengalahkan kami dan mulai masuk kedalam kota. Dan saat itu, mereka akan menguasai dunia manusia dengan populasi mereka yang sangat banyak." benak Wang Yan.


Wang Yan sangat kewalahan, bahkan kehilangan stamina bertarungnya. Para iblis datang secara bersamaan dan menyerang Wang Yan yang sudah dalam keadaan lelah.


Dengan sisa-sisa tenaga miliknya, dia mengangkat pedang untuk dia ayunkan kepada leher para iblis tersebut.

__ADS_1


"Sialan, baru kali ini diriku merasa kewalahan saat mengangkat pedang ku sendiri." benak Wang Yan.


TRRANKK...,


"!"


"S, sial!"


Senjata Wang Yan terpelanting saat dihantam oleh lima senjata para iblis yang menyerangnya secara bersamaan. Keadaan menjadi sangat menguntungkan para iblis dan merugikan pihak Wang Yan, yang memang benar-benar sudah merasakan kewalahan.


"Manusia rendahan, bersiaplah menjemput ajal mu!" Pekik iblis itu hendak menyerang Wang Yan.


"Berisik!" Jawab Wang Yan, ketus dan tersenyum remeh, seolah menganggap bahwa merekalah yang sebenarnya rendahan.


"KAU...!" Hal itu mengundang amarah para iblis dan semakin menyerang Wang Yan dengan membabi buta.


Wang Yan, dengan gaya pasrahnya dia berdiri dan menunggu serangan dari para iblis hanya bisa tersenyum miris.


"Sungguh bodoh nya aku." Benaknya memaki diri sendiri.


Sambil memejamkan mata dia menunggu serangan itu...


Namun,


PRANKK


SLASHH


"AKHHHH!!"


Suara keras seperti menghantam sesuatu mulai terdengar. Wang Yan, masih tidak membuka mata nya dan merasakan keadaan aneh.


"Tidak ada rasa sakit di tubuh ku?" benak Wang Yan, yang akhirnya mulai membuka mata perlahan namun pasti.


Dari balik sinar mentari yang terang, terlihatlah seorang gadis berambut emas sedang berdiri didepan Wang Yan, sambil memegang pedang besar yang berukirkan Black One pada gagang pedang tersebut.


"!?"


Wang Yan tertegun, mulut nya terkunci saat melihat jika para iblis yang menyerangnya tadi, sudah dalam keadaan hancur lebur menjadi debu.


"Siapa wanita, ini?" benak Wang Yan tercekat...


Perlahan-lahan, wanita itu menoleh kearah Wang Yan, dan memperlihatkan sorot mata indah. Namun, anehnya, sorot mata itu terlihat marah, kecewa dan sedih. Wanita itu lain dan tidak bukan adalah Su Luxie, yang datang bersamaan dengan pedang milik Ji Fu.


"!"


Lagi-lagi, Wang Yan, terhentak saat mengetahui siapa wanita itu.


"Kau...," lirih Wang Yan.


"Susah payah saya menyembuhkan diri anda sampai mengancam nyawa saya. Tapi, anda bahkan secara pasrah menyerahkan hidup anda untuk dibunuh oleh para iblis itu! Anda naif dan egois, yang mulia." Ucap Su Luxie datar dengan ekspresi kecewa, miliknya.


"Aku...,"

__ADS_1


Yah, lagi-lagi bibir Wang Yan tercekat dan tidak bisa bicara. Hal yang dia lakukan adalah hal yang terbodoh yang pernah dia lakukan dalam hidupnya. Percayalah, dia juga marah dan kecewa pada dirinya sendiri.


^^^To be Continued_^^^


__ADS_2