Medicinal Spirit

Medicinal Spirit
episode 38 : pelajaran hidup yang bisa diambil


__ADS_3

Merlyn berlari menuju pintu dan kemudian mulai membuka pintu dengan cukup keras kuat


BRAKK...


"!" Pria kecil itu menoleh dengan cepat.


"Bisa kau masuk kedalam." Ujar Merlyn dengan ekspresi mendesak.


"?!"


Tanpa menjawa sepatah katapun, pria kecil itu segera berlari masuk kedalam ruangan dan melihat suatu yang tidak akan pernah bisa dia bayangkan.


Pria itu mendadak menghentikan langkahnya saat melihat pada sang ibu dalam kondisi perut yang sudah terbelah.


"Apa yang kalian lakukan?!" Lirihnya menatap kosong pada ibunya.


Su Luxie menoleh dan kemudian melihat pada Merlyn yang sedang menutup pintu kembali.


"Merlyn, persiapkan semua yang dibutuhkan." Pinta Su Luxie pada Merlyn.


"Baik, nona." Jawab Merlyn.


"?!"Pria kecil itu masih menatap dengan pandangan kosongnya.


"Apa yang akan kalian lakukan?! Kalian bilang kalian akan menyembuhkan ibuku, tapi kalian... kalian membelah perut ibuku?! Ini adalah tindakan kriminal!"Pekiknya dengan tubuh bergetar hebat.


"!"


"!"


Su Luxie menghela napas "Tidak ada waktu untuk bertanya! Kau dan kami ingin kesembuhan dari ibumu, jadi bekerja samalah," Ujar Su Luxie mencoba untuk sesabar mungkin menjelaskan semua itu pada pria kecil tersebut.


"Merlyn, persiapkan semuanya." Lanjut Su Luxie menyuruh Merlyn mengurus semua kebutuhan untuk melakukan transfusi darah.


"Tapi..." Pria kecil itu masih menunduk dengan hati yang masih tidak percaya pada kedua orang asing yang ada didepannya.


Su Luxie cukup memahami perasaan dari anak sekecil dirinya. Dia mencoba untuk tetap bersabar.

__ADS_1


"Aku tahu, kau tidak akan percaya pada kami. Tapi, aku mohon bekerja sama lah pada kami, ok?" Ujarnya.


"!"Pria kecil itu tertegun saat melihat senyuman manis, Su Luxie, untuknya.


Dia pun mulai mengangguk dan mengikuti Merlyn, untuk melakukan transfusi darah. Seperti apa yang telah dikatakan oleh Su Luxie, wanita itu telah kehilangan banyak darah.


Merlyn dengan sigap melakukan semua tehnik yang telah diajarkan Su Luxie kepadanya. Dia menusuk jari telunjuk pria kecil itu menggunakan jarum kecil, sehingga pria kecil itu meringis kesakitan.


"Sakit, kan? Maaf ya. Ini akan segera selesai." Bisik Merlyn melihat pada jari pria kecil tersebut.


"!" Pria kecil itu tertegun namun kembali menunduk dengan pandangan yang pasrah.


"Haruskah aku mempercaya mereka? Mereka bahkan membelah perut ibuku! Pengobatan macam apa yang perlu membelah perut seorang pasien?!"


"Tapi... mereka bahkan tidak terlihat akan menyakiti ibuku? Mereka terlihat sedang menjaga ibuku." Benak pria kecil itu melihat pada Su Luxie yang masih saja disibukkan dengan kondisi wanita tersebut.


"!"


"Merlyn, apa golongannya?" Tanya Su Luxie.


Merlyn menoleh setelah melihat pada selembar kertas ditangannya "O, nona." Jawab Su Luxie.


"!"


Mereka mulai mempersiapkan semua yang terbaik untuk operasi hari ini. Operasi berjalan dengan cukup lama. Banyak sekali yang harus dipertaruhkan dalam operasi kala itu.


Su Luxie benar-benar mengakui bahwa ini adalah operasi tersulit yang pernah dia lakukan. Alasannya, karena terbatasnya alat-alat, kondisi tubuh pasien yang tidak memungkinkan dan kurangnya suplemen obat yang terdapat di abad 22.


Meski obat ajaib yang dia buat akan bisa membantu keadaan saat itu, tapi membuat obat perlu waktu yang cukup lama. Sementara itu, ibu dari pria kecil tersebut harus secepatnya mendapatkan penanganan lebih lanjut.


Su Luxie tidak bisa tutup mata tentang masalah yang sangat mendesak. Dia nekat melakukan operasi itu walaupun tanpa alat-alat yang memadai.


2 jam telah berjalan...


Kini, Su Luxie, Merlyn dan pria kecil itu sedang berdiri ditepi ranjang. Mereka mengarahkan pandangan pada wanita itu, yang masih tidak sadarkan diri.


Operasi berjalan dengan cukup lancar, meski sempat mengalami keadaan yang kritis. Tapi berkat tuhan dan dari kerja keras Su Luxie dan Merlyn, keadaan itu berjalan dengan sangat baik. Kondisi kritis bisa dilewati dan kembali menjadi normal.

__ADS_1


"Bengkak diperut ibuku sudah hilang, apakah itu alasannya kau membelah perut ibuku?" Tanya pria kecil itu melihat pada Su Luxie dengan ekspresi bingung.


Su Luxie menoleh "Kurang lebih seperti itu." Jawabnya.


"Apakah ibuku sudah sembuh? dia tidak akan sakit lagi, kan?" Tanya pria kecil itu masih dengan tatapan yang selalu tegar.


Su Luxie menggeleng "Dia masih dalam kondisi pemulihan. Kau harus selalu menjaganya, dan pastikan dirinya untuk jangan melakukan aktivitas apapun, mengerti?" Ujar Su Luxie.


"...hm! Baik, akan ku pegang nasehat mu." Jawab pria kecil itu dengan senyum nya yang kembali melebar seperti sedia kala.


Su Luxie dan Merlyn saling toleh dan kemudian menunjukkan senyuman manis mereka.


"Sembari menunggu pemulihan ibumu, bagaimana jika kau bekerja saja ditempat ku? Ada tempat bisnis ku yang sedang beroperasi didekat sini, kau bisa melamar disana." Ujar Su Luxie dengan menepuk pundak pria kecil itu.


"?" Pria kecil itu menoleh dengan cepat.


"Be, benarkah? Aku bisa melamar ditempat bisnis mu?" Tanya pria kecil itu dengan pandangan yang tidak percaya.


"Tentu! Datanglah ke perpustakaan Casa dan melamar lah disana. Aku berani menjamin, kau akan langsung diterima disana sebagai penjaga perpusatakaan." Jawab Su Luxie.


"!"


Mendengar jawaban dari Su Luxie, pria kecil itu kembali melotot. Dia melihat Su Luxie dari atas sampai bawah.


"Perpustakaan casa?! I, itukan perpustakaan baru yang sangat besar itu? Jadi... kau adalah pemiliknya?" Ujar pria kecil itu hampir memekik karena tidak menyangka jika pemilik dari perpustakaan yang sangat dia idam-idamkan, ada didepannya saat itu.


"Ya...begitulah. Kau bisa datang disana kapan pun yang kau mau." Jawab Su Luxie tertawa dengan canggung saat melihat wajah semangat dari pria kecil itu.


"Terima kasih. Aku tidak akan pernah melupakan semua pertolongan mu ini. Aku dan ibuku sangat bersyukur karena telah bertemu dengan orang baik, seperti nona." Ucapnya menunduk seperti udang rebus.


Su Luxie terenyuh pada kata-kata dari pria kecil itu, dia tersenyum dan kemudian menyentuh rambut pria kecil tersebut.


"Hiduplah dengan baik, jaga ibumu dan juga dirimu. Setelah mendapatkan kerja dan menerima gaji pertama, gunakanlah itu dengan sebaiknya." Nasehat Su Luxie menunjukkan senyumnya yang begitu ramah.


"Pasti!"


Begitulah kejadian hari itu berjalan. Banyak sekali pelajaran hidup yang telah diambil oleh Su Luxie. Dengan kejadian itu, matanya kembali terbuka. Usia hanyalah angka, muda tidak menjamin bahwa dia tidak bisa melakukan sesuatu yang persis dilakukan oleh orang dewasa.

__ADS_1


Kisah hidup pria kecil itu telah membuka satu keyakinan lagi didalam hati Su Luxie. Dia memang masih berusia 16 tahun, tapi dia bisa menaklukkan apapun diusianya saat ini. Tidak ada lagi beban didalam hatinya, untuk melakukan semua hal tanpa melihat umurnya saat ini. Dia yakin bahwa dia bisa, jadi dia harus lakukan hal itu!


^^^To be continued_^^^


__ADS_2