Medicinal Spirit

Medicinal Spirit
episode 84 : SLP #10


__ADS_3

BRUKKK...


"Dimana pasien nya?" Dua tabib dan satu medicinal berjalan dengan tergesa-gesa pada kedua tubuh yang sudah terkapar itu.


"Ayah, ibu...,"


"Tidak!"


"Ayah, ibu, bangunlah!"


Semua pelayan dan prajurit penjaga panik saat melihat kedua orang itu sudah dalam keadaan yang naas.


"Mereka tidak bernapas lagi, mereka sudah kehilangan nyawa," lirih Tabib saat memeriksa tubuh Su Taipong dan Su Miaomiao.


"Tidak!!"


Su Manman berteriak frustasi saat mendengar kenyataan pahit itu. Awan hitam seolah-olah sedang bertengger diatas kepalanya sehingga hanya terlihat ekspresi suram dan putus asa.


"Aman kan teko nya!" Teriak Merlyn yang baru saja datang bersama Ibu Mellen.


Tidak lengah, pelayan wanita berambut pendek itu segera meraih teko teh yang baru saja digunakan oleh Su Manman untuk meracuni Su Luxie.


"Tidak, tidak, tidak!! Ini karena ulah mu! Karena dirimu, ayah dan ibu harus meregang nyawa!" pekik Su Manman kepada Su Luxie.


"Jadi..."


"Apakah aku..., yang harus meminumnya..." lirih Su Luxie dengan ekspresi sedih dia berkata "Mungkinkah..., kau ingin membunuh ku, kakak?"


"A, aku...,tidak..."


Semua mata tertuju pada Su Manman. Kali ini dia benar-benar merasa terpojok dan tidak tahu harus berkata apa. Namun, tidak sengaja mata itu tertuju pada ibu Mellen yang sedang berdiri dengan shock.


"!"


"Dia..., itu dia..." Su Manman menunjuk Ibu Mellen dengan raut kesal nya.


"Kepala pelayan itu yang sudah menaruh racun ke dalam teh nya! Aku..., aku bahkan tidak sempat untuk menaruh apapun karena aku harus pergi untuk menjemput adik," pekik Su Manman membela diri.


"!"


"!"


"!"


"TIDAK!"


"Saya bahkan tidak tahu alasan Nona Muda mengundang saya keperjamuan teh," tolak Ibu Mellen dengan tegas.


"Jangan berbohong! Kau..."


"Sudah cukup! Jie, tolong urus kedua tersangka ini. Bawa mereka keruangan pertemuan," titah Su Luxie.


"Baik, master,"


Su Luxie berjalan meninggal kan tempat itu dengan di akhiri oleh seringaian sinisnya pada Su Manman yang sedang bertingkah frustasi.


"Kali ini kau benar-benar tamat, kakak ku tercinta," Gumam nya tak henti menyeringai sinis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Di ruang pertemuan.......


Saat ini di dalam ruangan sedang dalam kondisi yang menegangkan. Su Manman dan Ibu Mellen sedang bersujud menghadap Su Luxie yang sedang memperhatikan mereka dengan tajam.


"Dimulai dari dirimu, kakak. Pembelaan apa yang bisa membuktikan jika Ibu Mellen lah yang telah meracuni teh nya?" tanya Su Luxie.

__ADS_1


"Kau harus memeriksa kamar wanita ini! Dia menyembunyikan nya disana!" jawab Su Manman tanpa pikir panjang.


"!"


"Tidak ada apa pun disana!" sergah Ibu Mellen membela diri.


"Adik, percaya pada ku. Dia pasti menyembunyikan nya disana,"


Su Luxie terdiam, keadaan ruangan semakin memanas karena tak terdengar sedikit suara pun dari Su Luxie.


"Nona..." panggil Merlyn.


"....Apa yang membuat mu yakin, kakak?" tanya Su Luxie. Dengan wajah datar nya dia kembali berkata "Kau bersikap seperti kau tahu semua nya, ya" Lanjutnya menyeringai.


"A, aku..., tidak..."


"Ck, ck, ck..., baiklah,"


"Jie, untuk memastikan pernyataan dari nya, kirim anak buah mu untuk mengeledah kamar Kepala Pelayan," titah Su Luxie "Dan jangan lupa untuk menggeledah kamar kakak ku yang tercinta ini..." Lanjutnya.


"Baik, master!"


Jie berjalan dengan disusul oleh black jack lainnya. Keadaan semakin ricuh saat melihat Su Luxie dalam kondisi yang benar-benar marah.


"!"


"Hahaha, b, baiklah adik. Kakak, menyerahkan semua nya pada mu," kata Su Manman tersenyum getir.


"Lagi pula tidak ada apapun didalam sana!" Benak nya menyeringai.


Su Luxie terus menatap Su Manman dengan tajam. Diam-diam ujung bibir manis itu terangkat saat memikirkan sesuatu di kepala nya.


"Kau cukup percaya diri, kakak!" benak Su Luxie tak habis pikir pada kepercayaan diri Su Manman.


Tidak lama, dua tabib dan satu orang medicinal masuk dengan membawa teko ditangan mereka. Mereka menghampiri Su Luxie.


"Bicaralah,"


"Baik,"


Medicinal maju untuk menunjukkan teko itu kepada Su Luxie lalu mulai membuka tutup nya.


"Nona Besar Su, seperti pemahaman anda jika teh ini sudah diracuni. Kemungkinan, pelaku memasukkan banyak dosis kedalam teh agar sang korban bisa meninggal dengan cepat," jelas Medicinal menunjukkan isi teko itu pada Su Luxie.


"!"


"Ouh..., astaga. betapa kejam nya!"


"Siapa pun pelakunya itu sangat kejam!"


Para pelayan sangat mengecam perbuatan itu. Mereka berbisik dan mencoba untuk memojokkan pelaku.


Su Manman bertingkah seolah tidak tahu apapun. Namun, tangan nya terus saja menggenggam baju nya dengan erat. Hal itu tentu saja disadari oleh Su Luxie yang terus saja menjadikan Su Manman sebagai fokus utamanya.


Su Luxie tersenyum "Wah..., kejam sekali ya. Seperti nya orang itu ingin sekali membuat ku mati," kata Su Luxie menyeringai.


Mata cerah itu langsung tertuju pada Su Manman, lalu dengan hangat dia tersenyum.


"!"


Su Manman cukup terkejut saat mendapati jika Su Luxie tersenyum padanya.


"Dia pasti berpihak kepadaku. Seperti nya Su Luxie sangat membenci kehadiran wanita budak bodoh ini," benak Su Manman melirik Ibu Mellen dengan sudut mata nya.


"Ya bagaimana pun, dia lah yang memberi saran pada ku untuk meracuni teh itu. Mau tidak mau dia harus berpihak padaku, ya kau harus!"

__ADS_1


Lima menit setelah menunggu...


"Master, kami sudah datang membawa buktinya,"


Jie berbicara dengan cukup serius saat membahas tentang bukti tersebut.


"Katakan..."


"Tikus mana yang berani-berani nya bermain dengan ku," kata Su Luxie penuh penekanan.


Jie mengubah fokus nya kepada Su Manman dan Ibu Mellen. Dengan percaya diri Su Manman mulai tersenyum kepada Jie sehingga membuat kening pria tampan itu mengerut.


"Kepala pelayan..."


"!"


"!"


Kondisi ruangan menjadi ricuh saat mendengar nama itu mulai terungkap.


"Saya tidak pernah...


"Kepala pelayan tidak salah dalam hal ini, melainkan Nona Muda lah bersalah!"


"!"


"APA?!"


"Ya! Racun yang sama ditemukan di dalam kamar Nona Muda!"


"Master saya siap menerima perintah,"


"!"


"!"


"Tidak! Adik, kau tidak boleh seperti ini! Kau tidak boleh menjatuhi hukuman kepada ku. Kau tahu kan siapa yang memberi saran padaku?!"


"......."


"Apa maksud mu, kakak? Jadi kau berkata jika ada yang memberi mu saran, begitu?"


"Ya!"


"Siapa orang nya?"


"Tentu saja itu kau! Kau lah yang sudah memberi ku saran tentang racun itu supaya kau bisa membunuh Ibu Mellen dengan tangan ku, bukan begitu?!"


"!"


"!"


"NONA MUDA! TINDAKAN MU INI SUDAH DILUAR BATAS!!" hardik Merlyn


"Diluar batas apa nya? Ini adalah fakta!" sahut Merlyn menyeringai...


"Ck, ck, ck...!!"


"Jadi maksud mu..., aku memberi mu saran untuk meracuni Kepala Pelayan, begitu?"


"Tentu saja!"


"Bisa kau tunjukkan bukti nya pada ku?"


"!"

__ADS_1


Su Luxie menyeringai "Naif sekali,"


^^^To Be Continued_^^^


__ADS_2