
Tap... tap... tap..
Suara keras yang ditimbulkan dari tapak kaki Wang Yan, terdengar menggema diseluruh ruangan yang dia lalui.
Dia terus berjalan disepanjang koridor dengan pandangan marah dan juga mendumel tidak jelas.
Bahkan dia mengabaikan setiap pelayan yang memberi salam padanya. Dia terlihat benar-benar marah.
Dia sudah berada didekat ruangan pribadi kaisar karena tidak membutuhkan waktu yang lama karena langkah nya yang terbilang cepat dan besar.
Disana ada dua prajurit yang sedang berjaga, sontak mereka segera membuka kan pintu dengan cepat dan memberi salam pada Wang Yan.
Wang Yan hanya mengabaikan salam mereka, dan malah masuk begitu saja. Dia masih saja diliputi rasa marah didalam hatinya.
"Jika seperti ini, untuk apa ayah memberikan tugas ini pada ku dari awal?! Bahkan dia berpihak kepada gadis muda itu?! Cih, omong kosong!" Benak nya sambil memasuki ruangan dan mengarahkan pandangan kesegala arah.
Pada saat nya, dirinya memiliki kesempatan untuk menoleh pada sisi kiri
"!"
Dia menangkap sesosok pria paruh baya sedang duduk santai menyesap secangkir teh pada netra nya itu. Tidak menunggu waktu yang lama, dia yang sudah dilanda amarah segera menghampiri Wang Ai.
Tap.. tap..
"Ayah, bisa kau jelas kan ini padaku?!" Tanya Wang Yan, masih mencoba untuk berbicara dengan santai.
Dia mengulurkan sebuah gulungan kertas kepada Wang Ai.
Reaksi yang dikeluarkan Wang Ai, bisa dibilang sangat santai dan seolah sudah menebak reaksi yang diberikan oleh sang putra.
Dia tersenyum kecil dan kemudian meletakan cangkir teh nya diatas meja.
"Yah... apa yang bisa ayah lakukan? Dia sudah mengikuti lelang ini dari awal." Jawab Wang Ai dengan senyum hangatnya.
"?!" Wang Yan benar-benar kebingungan dengan maksud sang ayah.
"Dari awal? Maksudnya...?" Tanya Wang Yan.
Wang Ai mulai berdiri dan melipat tanganya kebelakang. Dia berjalan mendekati jendela kaca besar dan mulai bicara
"Dari awal dia sudah mengikuti lelang ini. Dia sudah membayar semua yang akan terjadi,"
"Sebuah konspirasi dan kriminalitas telah dia laporkan sejak awal! Garis kasarnya, dia sudah mengkhianati keluarganya sendiri untuk mendapatkan gelar sebagai kepala keluarga Su,"
"Aku akui, dia sangat licik dan juga cerdas, tentunya." Jelas Wang Ai, pada Wang Yan.
"!"
__ADS_1
"B, bearti...dia...?" Ucap Wang Yan pelan sambil berpikir
"Iya! Dia adalah salah satu informan kuat bagi kita. Apa kau tahu, bagaimana ayah bisa mendapatkan informasi-informasi kuat dalam beberapa hari ini?" Ucap Wang Ai.
"!" Wang Yan membesarkan matanya karena tersadar akan sesuatu
"Jadi, di, dia yang telah memberikan itu semua?" Tanya Wang Yan terkejut bukan kepalang.
Wang Ai mengangguk sambil tersenyum "Dia yang telah memberikan itu semua dari awal Kepada ayah. Dia adalah seorang gadis yang ambisius, beserta gelarnya, Si pembisnis gila,"
"Banyak sekali hal yang mengejutkan dari gadis 16 tahun itu. Dia tidak bisa diremehkan!" Ucap Wang Ai, kembali membuat Wang Yan terkejut bukan kepalang.
Banyak sekali kejutan dari gadis yang sempat dia benci itu. Dia sempat berpikir jika gadis ini adalah seseorang yang paling menyebalkan diseluruh dunia, namun... sekarang?
"Siapa gadis ini? Aku sangat penasaran pada dirinya. Haruskah aku melihat?!" Benak Wang Yan, bertanya pada dirinya sendiri.
"Jadi... pada akhirnya aku mulai salah paham kembali, pada seseorang?" Gumamnya memijat pelipis matanya itu.
Wang Ai hanya tersenyum, menanggapi ucapan Wang Yan. Dia bergeleng-geleng dan kembali melihat pada arah luar.
"Dulu, ayah sempat berpikir jika dirinya hanya sebatas parmacy jenius. Namun, banyak sekali kejutan yang dia perlihatkan kepada ayah." Ucap Wang Ai tanpa sadar...
"?!"
"Parmacy? Dia juga seorang parmacy?" Tanya Wang Yan terlihat bersemangat disaat sang ayah menyinggung tentang parmacy kepadanya.
"!" Wang Ai terhentak.
"Matilah, aku kelepasan. Haiya... mulut orang tua ini harus disegel!!" Benak Wang Ai mulai merasakan jika ada yang salah dari ucapannya barusan.
"Ma, maksud ayah.. yah dia adalah seorang parmacy." Jawab Wang Ai terbata-bata
Wang Yan memiringkan kepalanya, dia merasa ada yang janggal dari sikap sang ayah. Dengan suasana hati yang terus saja mencari jawaban itu, dia mulai berbicara dan mendekat kearah Wang Ai
"Dia... seorang parmacy? Apa jangan-jangan...."Tanya Wang Yan sambil berpikir dan masih mempertanyakan status dari gadis asing ini.
"Tidak!"
"!"
Wang Ai tiba-tiba menyela, dia berbicara cukup keras dengan pandangan serius. Wang Yan cukup terkejut pada reaksi yang ditunjukkan oleh Wang Ai.
"Ah... ma, maksud ayah, dia bukan nona Medicinal spirit. Nona Medicinal spirit itu memiliki hati yang mulia, dia tidak mungkin si pembisnis gila itu. Yah.. seharusnya." Jelas Wang Ai sedikit merendahkan nada bicaranya.
Sementara itu, Wang Yan masih memperhatikan Wang Ai dengan pandangan kebingungan. Terdapat sesuatu yang sangat menjanggal hatinya, namun apa itu?
"Apa yang ayah sembunyikan, dariku?! Dia terlihat mencurigakan. Ayah akan menjadi panik jika dia berbohong padaku, dan sekarang...." Benak Wang Yan, mengamati gelagat Wang Ai.
__ADS_1
"*Putraku tidak boleh tahu siapa sebenarnya nona Su Luxie. Aku sudah berjanji pada nya dengan mempertaruhkan nama sebagai kaisar, jadi tidak, mungkin aku melanggar janji itu,"
"Aku tidak tahu pasti apa alasannya. Namun, nona Su pasti memiliki alasan pada keputusannya ini. Aku hanya akan menghargainya*." Benak Wang Ai, sembari sesekali melirik Wang Yan dengan ekor matanya.
...****************...
Disisi lain, dikediaman Su, sedang terjadi sebuah keributan. Banyak sekali para asasin berbaju hitam yang masuk kedalam kediaman Su dan mengumpulkan semua pelayan yang ada disana.
Mereka benar-benar ciut pada para asasin itu. Sedangkan untuk para keluarga Su yang lainnya, sedang menunggu bersama disatu ruangan. Mereka terlihat saling diresahkan oleh pikiran masing-masing.
Meski mereka tidak saling menyalahkan, namun mereka benar-benar terlihat hancur karena telah kehilangan semua kekuasaan mereka.
"Ayah, kita tidak boleh seperti ini! Kita harus mengambil ini semua kembali! Ini semua milik kita, ini adalah hasil kerja keras ayah! Bagaimana kakak bisa mengambil ini semua dari ayah untuk dirinya sendiri?!" ucap Su Naling, dengan isak tangisnya.
Su Taipong menunduk, dia hanya bisa terdiam tanpa mau menjawab sepatahkan pun itu.
"Benar! Aku akan mencoba untuk meminta bantuan Mu Anlong. Dia pasti bisa membantu kita, kan?" Sambung Su Manman.
"!"
Su Taipong menoleh dengan cepat "Untuk apa?! Dia bahkan sudah tidak peduli pada kita dari awal!! Dia tidak memiliki kesadaran untuk membesuk calon ibu mertuanya yang sedang sakit!"
"Pada saat ibu mu sekarat, dimana dia?! Apa yang dia lakukan untuk sekedar menunjukkan keperduliannya pada kita?!" Ucap Su Taipong meninggi
"Ayah?!" Su Manman tertegun... dia memperhatikan Su Naling yang terlihat dalam keadaan Shock
"!"
"Naling, nak," Dengan cepat Su Taipong menoleh pada Su Naling.
"Naling, ayah tidak bermaksud untuk menyembunyikannya dari mu, ayah hanya ingin..."
"Tidak ayah. Aku lelah, aku ingin istirahat. Kita sambung saja nanti, sampai jumpa."
Su Naling menyela ucapan Su Taipong, dan kemudian mulai pergi meninggalkan Su Taipong dan Su Manman dibelakang nya.
Dirinya benar-benar kecewa terhadap keluarga nya. Bagaimana bisa, berita sebesar dan sepenting itu bisa dirahasiakan darinya?
"Pada akhirnya, ilmu yang aku pelajari ini tidak ada gunanya. Keluarga ku saja tidak percaya padaku, dan malah merahasikan ini semua." Benak Su Naling, terus melangkah kearah luar
"Tidak, Naling, bukan seperti itu maksud ayah..." Su Taipong masih berusaha untuk mengejar beberapa langkah...
Namun tiba-tiba, Su Manman turut berucap...
"Ayah, tidak seharusnya kau berkata seperti itu!" Su Manman ikut menyambar obrolan dan turut pergi dari sana meninggalkan Su Taipong..
"!"
__ADS_1
"Ah Manman, ayah tidak bermaksud. Tolong jangan seperti ini, ayah mohon."
^^^To be continued_^^^