
"Di daerah Cein terdapat racun bunga kuat apabila digunakan dengan dosis kecil bisa membuat seseorang sakit perut selama sebulan. Dan jika digunakan dalam dosis besar, maka orang itu akan langsung kejang-kejang dan meninggal. Gunakan itu dan aku akan mengatur pertemuan mu dengan nya, bagaimana?" tawar Su Luxie sembari menunjukkan senyuman sinis pada Su Manman.
"Ta, tapi kenapa?"
"Hanya ingin menolong sepupu ku yang malang ini saja," jawab Su Luxie mengelus pipi Su Manman, lalu mulai mendekatkan bibir kearah telinga Su Manman "Aku memberimu waktu besok. Jika kau setuju, maka temui aku di kediaman utama," Ucapnya tersenyum dan kemudian pergi dari sana meninggalkan Su Manman yang masih termenung.
"...,Dia membenci kepala pelayan itu? Ini adalah hal yang tidak terduga!" Entah mengapa saat mengatakan itu, Su Manman membuat ekspresi wajah dengan seringai yang sinis.
"Obat yang bisa membuat orang sakit perut selama sebulan hanya dengan dosis kecil? Dia ingin menyingkirkan orang yang tidak dia sukai dengan tangan ku ini, ya. Kenapa tidak aku singkirkan juga dia," gumam Su Manman membuat seringaian sinis. senyum nya melebar saat memikirkan rencana jahat yang ada di kepalanya.
Disaat Su Manman sedang sibuk memikiran rencana jahatnya, Su Luxie justru sedang berjalan kembali menuju ke kediaman utama dengan ditemani oleh Merlyn dan dua pelayan wanita.
Senyuman seolah tidak pernah luput dari wajah Su Luxie, hal itu pun cukup disadari oleh, Merlyn.
Merlyn mengibaskan tangan untuk memberi tanda kepada kedua pelayan agar pergi dari sana. Kedua pelayan itu pun menyadari dan segera memberi hormat lalu pergi dari rombongan.
"Nona, mengapa anda memberi penawaran seperti itu? Aku sama sekali tidak mengerti," tanya Merlyn penasaran tanpa memikirkan jika Su Luxie memiliki niat jahat.
Su Luxie melirik Merlyn dengan sudut matanya "Kau akan tahu nanti." jawab Su Luxie tersenyum kecil, lalu semakin mempercepat langkah kaki nya meninggalkan Merlyn yang masih termenung.
"Sebetulnya, apa itu nona?" gumam Merlyn masih tidak menghilang rasa penasaran di dalam diri nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi datang dengan cepat, tak terasa hari berjalan. Su Luxie sedang duduk bersantai di dalam ruangan terbuka sambil menyesap teh herbal yang baru saja dibuatkan langsung oleh Su An'yang.
Dengan ditemani Merlyn tentunya, dia bersantai seolah sedang melepaskan beban.
Tidak lama dari itu, datang seorang pelayan wanita berjalan menuju tempat Su Luxie sedang bersantai. Dia berhenti dan kemudian memberi hormat serta salam nya.
"Salam Nona besar," Ucap pelayan wanita itu memberikan salam.
__ADS_1
Su Luxie mengangguk tanda memperbolehkan pelayan wanita itu bicara.
"Nona Su Manman sedang menunggu di luar. Beliau meminta agar bertemu dengan Nona besar," Ujarnya.
Mendengar itu, Su Luxie menyeringai tanpa menjawab. Merlyn segera menyadari hal tersebut dan akhirnya memilih untuk angkat suara.
"Suruh dia masuk," kata Merlyn menyuruh pelayan wanita itu untuk mempersilahkan Su Manman, masuk kedalam.
"Baik," Pelayan itu dengan patuhnya menjawab dan kemudian pergi untuk mempersilahkan Su Manman, masuk kedalam.
Tidak lama, Su Manman masuk dengan gaya dan sikap yang masih sama. Tidak pernah berlaku sopan pada Su Luxie yang merupakan kepala keluarga Su.
"Su Luxie, aku datang untuk...,
"Duduk lah dulu, kakak," ucap Su Luxie menyela ucapan Su Manman.
Su Manman dengan raut wajah kesalnya dia duduk di kursi sembari menatap tajam Su Luxie.
"Aku ingin...,
"Minumlah dulu teh nya, kakak," lagi-lagi Su Luxie menyela ucapan Su Manman, dengan menyodorkan teh yang baru saja dia tuang kegelas.
Su Manman menerima cangkir teh tersebut. Alih-alih meminumnya, dia justru hanya mengenyampingkan cangkir teh tersebut, lalu melanjutkan ucapannya.
"Aku setuju tentang ide mu. Atur pertemuannya, dan aku akan menjalankan semua rencananya," kata Su Manman, sambil menunjukan seringaian jahat nya pada Su Luxie.
"Termasuk menghabisi diri mu!" benak Su Manman.
Sambil menyesap teh nya, Su Luxie sedikit tersenyum sinis seolah sedang menyembunyikan senyumannya itu. Dia segera meletakkan cangkir teh nya dan mengalihkan fokus pada Su Manman.
"Apakah kakak sudah mempersiapkan semuanya?" tanya Su Luxie dengan sikap tenang.
__ADS_1
"Ya, aku sudah membayar seorang gelandangan untuk membeli racun itu. Kau tidak usah khawatir lagi pada persiapannya," jawab Su Manman
"Karna jiwa mu akan tenang selepasnya, ah mungkin tidak," benak Su Manman tertawa dalam hati.
Su Luxie hanya mengamati gerak-gerik Su Manman. Dengan mata itu, dia bisa membaca isi pikiran Su Manman hanya dengan mimik wajahnya. Memang jika Su Manman sama sekali tidak bisa menyembunyikan emosi dari mimik wajahnya, sehingga siapapun yang setajam Su Luxie pasti akan tahu dan mudah membacanya.
"Merlyn," panggil Su Luxie
"Iya, nona?"
"Atur pertemuannya. Undang ibu Mellen untuk datang saat pertengahan hari nanti," titah Su Luxie.
"Baik, nona," Merlyn mengangguk dan kemudian segera pergi dari sana.
Sebelum itu, dia melirik kearah Su Luxie dan Su Manman
"Aneh. Bukankah sebelumnya Nona sudah menyuruhku untuk mengundang Mellen dan orang tua dari Su Manman? Nona, nona, apa lagi, yang kau rencanakan?!" benak Su Manman semakin bingung pada rencana Su Luxie.
Karena tidak mau bingung seorang diri, Merlyn memutuskan untuk pergi mengundang Su Taipong dan Su Miaomiao untuk datang saat pertengahan hari di taman belakang.
"Ingat kakak, aku hanya menganjurkan mu untuk memberi pelajaran pada Mellen, bukan untuk menghabisi nya, ok?" kata Su Luxie sambil tersenyum.
"Ya, baiklah. Aku hanya akan menaruh sedikit racun pada teh nya nanti, percayalah," jawab Su Manman menyeringai.
Su Luxie terus mengamati Su Manman dengan mata tajamnya "Bodoh! Kau tidak bisa menyembunyikan niat mu dariku. Ekspresi bodoh mu sungguh membuat ku muak, Su Manman," Benaknya berdecak.
Seperti hal nya Su Luxie memandang Su Manman, Su Manman turut membalas memandang Su Luxie dengan tajam secara sembunyi-sembunyi. Lewat pandangannya, timbul intrik jahat didalam pikirannya itu.
"Khusus untuk mu, aku akan menambahkan banyak sekali toping racun kedalam teh mu. Aku jamin, kau tidak akan hidup dengan lama dan akan langsung pergi dari dunia ini. Bersabarlah Luxie sayang, kakak mu ini akan segera merenggut nyawa mu yang sangat berharga," benak Su Manman tertawa jahat di dalam hati.
"Intrik apa lagi yang kau coba mainkan Su Manman. Kau sama sekali tidak menyadari jika rencana mu ini adalah jalan mu untuk menuju neraka," benak Su Luxie saat menyadari jika Su Manman terus saja memandangnya secara sembunyi-sembunyi.
__ADS_1
^^^To be continued_^^^