
...****************...
...KEDIAMAN SU, (KEBAHAGIAAN)...
Kondisi yang dialami Su Miaomiao tidak terlalu banyak menunjukkan perubahan. Malah penyakitnya menjadi semakin parah.
Sudah banyak sekali usaha yang dilakukan Su Taipong dan Su Manman untuk kesembuhan Su Miaomiao.
Mereka tidak pernah pantang menyerah, mereka selalu berusaha. Walau seberapa kerasnya usaha yang mereka lakukan, mereka tidak pernah mengeluh dan menyalahkan kondisi Su Miaomiao yang telah menyusahkan mereka.
"Apakah sudah ada kabar dari Medicinal Spirit?" Tanya Su Taipong pada pelayan yang baru saja masuk kedalam ruangannya.
Pelayan itu bergeleng "Tidak, tuan," Jawab pelayan itu "Hanya saja, diluar sedang ada kedatangan Parmacy Gu yang meminta untuk bertemu dengan tuan besar." Lanjutnya.
"!"
Su Taipong menoleh dengan cepat "Apa?!" Ucapnya dengan mata membesar seolah tidak akan menyangka jika Parmacy Gu telah datang ke kekediamannya tanpa dipinta.
"Persilahkan dirinya masuk. Jangan membuatnya menunggu!" Titah Su Taipong dengan senyum merekah.
"Baik, tuan." Pelayan itu pergi setelah memberi salam pada Su Taipong.
"Dewa berpihak padaku. Tanpa dipinta, parmacy Gu datang kemari. Aku sangat berharap dia bisa menyembuhkan istriku." Gumam Su Taipong dengan senyum merekahnya.
Parmacy Gu sedang dipersilahkan oleh kepala pelayan untuk memasuki ruangan kamar Su Miaomiao.
Disana sudah terdapat Su Taipong dan Su Manman yang sedang menemani Su Miaomiao.
Parmacy Gu mulai masuk kedalam ruangan, disambut dengan sikap ramah dari Su Taipong dan juga Su Manman.
"Pak Gu, silahkan masuk," Ucap Su Taipong mempersilahkan Parmacy Gu masuk kedalam "Terima kasih karena mau datang, maaf jika menyusahkan." Lanjutnya masih dengan senyumnya yang lebar.
Parmacy Gu mengangguk, dia menyisir janggutnya itu dengan jari-jarinya. Sembari melihat kondisi Su Miaomiao yang sudah tidak mampu untuk membuka mata, dia mulai bicara
"Aku tahu cara agar nyonya Su bisa sembuh kembali, tidak perlu khawatir." Ucapnya bertemu pandang pada Su Taipong yang sedang menatapnya.
"!"
"!"
Su Taipong dan Su Manman menunjukkan reaksi yang begitu semangat. Mereka berdua saling bertemu pandang, diakhiri dengan senyuman yang merekah
__ADS_1
"Benarkah? Ka, kau bisa menyembuhkan ibuku?!" Ucap Su Manman hampir memekik karena sangkin senangnya.
Parmacy Gu mengangguk "Benar! Dia akan sembuh dan sehat seperti sedia kala." Jawab Parmacy Gu, yang semakin membuat senyum Su Manman merekah.
"B, baiklah. Bisakah kau menyembuhkan istri ku sekarang juga?" Tanya Su Taipong sedikit mendesak karena ketidak sabaran didalam hatinya.
"Yah... bisa saja. Aku akan memulai penyembuhan nyonya Su. Kalian hanya harus berdiri manis disini." Jawab Parmacy Gu.
"!"
"!"
Kalau bisa diutarakan, rasa senang mereka begitu amat teramat besar. Senyuman lebar tidak pernah luput diwajah mereka. Sambil terus memandangi parmacy Gu yang sedang memeriksa keadaan Su Miaomiao, mereka selalu mondar mandir dengan menggigit kuku milik mereka.
"Masih berapa lama lagi?! Aku harap ibu akan secepatnya sembuh. Dan aku harap, pria tua ini tidak hanya beromong kosong saja!" Benak Su Manman, merasa gelisah dan was-was.
mereka terus saja menunggu dan menunggu, sesekali melirik Su Miaomiao dan kemudian kembali disibukkan dengan pemikiran mereka masing-masing.
"Aku hanya melakukan seperti apa yang nona perintahkan padaku. Jika boleh jujur, aku lebih suka melihat mereka menderita!!"
Benak Parmacy Gu, sambil terus fokus pada penyembuhan penyakit Su Miaomiao.
Botol kecil tersebut adalah botol yang sama seperti milik Su Luxie sebelum nya. Botol kaca kecil berisikan ramuan dengan tutup kayu.
Parmacy Gu mulai meminumkan ramuan itu kemulut Su Miaomiao. Dia menekan sedikit pipi Su Miaomiao sehingga terbuka sedikit. Setelah mendapatkan sebuah celah, dia mulai menuangkan semua ramuan itu kedalam mulut Su Miaomiao.
"!"
Su Taipong menoleh dengan penasaran. Dia memandang Su Miaomiao dengan lekat seolah dirinya ingin menunggu reaksi obat yang baru saja diberikan oleh parmacy Gu.
"Bagaimana?" Tanya nya, tidak sabar dengan ekspresi gelisah.
Yah... seperti yang bisa dilihat. Setelah meminum ramuan itu, terlihat sebuah reaksi ditubuh Su Miaomiao. Tubuhnya yang sangat pucat, beransur-ansur kembali menjadi kulit putih pada normalnya.
Walaupun tubuhnya masih terbilang sangatlah kurus, tapi setidaknya Su Miaomiao mampu untuk mengangkat kelopak matanya kembali.
Secara ajaib, dia bisa membuka mata dan menghirup oksigen dengan sangat rakus. Seolah dirinya sudah lama tidak pernah menghirup sebuah oksigen dalam hidupnya.
"!"
"!"
__ADS_1
"IBU." pekik Su Manman yang secara mendadak memeluk tubuh Su Miaomiao yang masih terbaring diranjang tidurnya.
"Ibu, akhirnya kau bisa sembuh kembali. Aku sangat khawatir padamu, kenapa kau seperti ini!" Ucap Su Manman dengan tangis yang mulai pecah.
Seisi ruangan hanya dipenuhi dengan isakan tangis Su Manman yang menggema.
Sementara itu, Su Taipong dan parmacy Gu, sedang menatap kedua anak dan ibu yang sedang berpelukkan itu.
"Ibu tidak apa-apa, kok." Jawab Su Miaomiao masih dalam kondisi lemas.
Dia menepuk punggung belakang Su Manman sambil tersenyum dengan hangat.
Parmacy Gu hanya bisa melihat kejadian itu dengan pandangan acuh tidak acuh. Dia menghela napasnya dan kemudian mulai mengalihkan pandangan pada Su Taipong yang masih memfokuskan pandangan pada istri dan anaknya.
"Tuan Su, aku sudah menyembuhkan Nyonya Su, kalau begitu aku akan pamit." Ujar parmacy Gu, yang hendak beranjak dari sana.
"!" Su Taipong menoleh dengan cepat
"T, tidak, parmacy Gu. Aku masih tidak tahu berapa bayaran untuk pengobatan istri ku? Bisa kau beri tahu padaku, berapa biayanya?" Kata Su Taipong, menghentikan langkah parmacy Gu sehingga tertahan ditempat
"?!" Parmacy Gu hanya bisa memiringkan kepalanya karena ucapan Su Taipong yang telah mebuatnya kebingungan.
"Bayaran?" Ujar Parmacy Gu terlihat tidak mengerti atas bayaran yang dimaksud oleh Su Taipong.
"Kau sudah menyembuhkan istriku, jadi kau pantas mendapat bayaran mu." Jawab Su Taipong sehingga membuat Parmacy Gu paham atas bayaran yang dimaksud.
"Oh, tidak usah. Aku datang kemari murni atas kemauan ku sendiri. Aku tidak datang kemari untuk mendapatkan uang, melainkan untuk membantu seorang pasien." Ujar Parmacy Gu menolak bayaran yang ditawarkan oleh Su Taipong.
"?!"
"Benarkah?" Katanya tidak percaya. Dia membesarkan kedua kelopak matanya dan memasang sebuah ekspresi bingung.
"Baiklah, jika itu mau mu, aku akan menganggap ini adalah hutang budiku padamu." Kata Su Taipong dengan senyum nya yang masih tetap saja melebar.
Su Manman yang masih disibukkan dengan sang ibu yang sudah mulai sadar kembali, kini mengalihkan pandangan pada Parmacy Gu, dan mulai berkata
"Terima kasih. Ibuku bisa sembuh adalah berkat darimu. Aku akan memberikan mu apapun, bahkan kuasa." Ujar Su Manman dengan senyum manisnya. Saat mengatakan itu, air mata nya selalu saja menetes dan menetes.
"Ucapan anak ini sangat mengerikan! Selain nona, memangnya siapa lagi yang bisa memberi kuasa padaku?!" Benak Parmacy Gu, yang hanya menanggapi ucapan Su Manman dengan tersenyum canggung.
^^^To be Continued_^^^
__ADS_1