
"Susah payah saya menyembuhkan diri anda sampai mengancam nyawa saya. Tapi, anda bahkan secara pasrah menyerahkan hidup anda untuk dibunuh oleh para iblis itu! Anda naif dan egois, yang mulia." Ucap Su Luxie datar dengan ekspresi kecewa, miliknya.
"Aku...,"
Yah, lagi-lagi bibir Wang Yan tercekat dan tidak bisa bicara. Hal yang dia lakukan adalah hal yang terbodoh yang pernah dia lakukan dalam hidupnya. Percayalah, dia juga marah dan kecewa pada dirinya sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Angin berdius kencang menerbangkan selembar daun bewarna oren sehingga melewati diantara tengah-tengah Su Luxie dan Wang Yan.
Dengan netra yang saling bertemu pandang, mimik wajah yang saling menunjukkan kondisi hati itu, terlihat dengan sangat jelas.
Terutama, Su Luxie. Tatapan mata kecewa dan juga kesal dia lontarkan kepada Wang Yan yang masih diam terpaku ditempatnya.
Angin kembali berdius, sehingga rambut emas indah milik Su Luxie melayang menyapu wajahnya.
Saat itu juga, Su Luxie tersadar jika dia sudah lama diam ditempatnya.
"Jaga diri anda, yang mulia." ucap Su Luxie dengan nadanya yang datar.
Deg...,
Wang Yan, terhentak. Dia hanya bisa menyaksikan keberadaan Su Luxie yang secara perlahan mulai menjauh dan menghilang dari pandangannya.
"Apa yang aku lakukan. Kenapa aku tidak bisa bicara sepatah kata pun pada dirinya?" ucap Wang Yan dengan nada sesal nya.
Ditengah rasa sesalnya, tiba-tiba terdengar kembali sebuah suara ledakan keras yang mengarah pada arah jarum enam.
Sontak saja, Wang Yan menoleh dengan cepat dan mulai tersadar kembali jika sekarang tidak penting untuk merasakan perasaan pribadi miliknya.
"Benar juga, sekarang aku sedang bertarung dengan taruhan nyawa." Gumamnya tersenyum getir.
"Yang mulia, pasukan semakin melemah." Teriak perwakilan prajurit diarah jarum 9.
"Yang mulia, kita tidak memiliki kemungkinan lagi." Sahut lagi Kepala Kepolisian yang berada di arah jarum 11.
"Tidak!" ucap Wang dengan mempertegas kalimatnya.
__ADS_1
"?!"
"?"
Para prajurit melihat dengan tatapan heran.
"Kita adalah Xiao! Darah Xiao mengalir deras di tubuh kita. Buktikan seperti apa Xiao yang sebenarnya. Buktikan pada mereka, seberapa besar cinta kita pada Xiao, tanah air kita! Bahkan jika kehilangan nyawa sekali pun." ucap Wang Yan menggelegar.
"!"
"!"
"!"
Para prajurit saling bertatap-tapan. Sebuah pandangan bimbang mulai terlihat. Namun, pandangan bimbang itu perlahan telah memudar dan tergantikan oleh pandangan semangat yang membara.
Kata-kata, Wang Yan, lah penyebab semangat itu muncul.
"SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN!!!" Mereka berteriak dengan semangat membara sembari mengangkat senjata mereka keatas.
"HIAKKK...," Lalu berlari dan menghantam para iblis yang sedang bertarung dengan pasukan bayangan black one.
Sementara itu, Wang Yan masih diam di tempatnya, sembari memandang para iblis dari kejauhan.
"Nona Su telah menghabisi para iblis itu hanya dengan sekali serangan. Tapi..., bagaimana caranya? Aku perlu mengetahui itu jika ingin menghabisi para iblis tersebut." gumam Wang Yan, dengan nada datar dan sorot mata tajam bak elang yang sedang mengintai mangsanya.
"Aku hanya perlu bertahan dengan milikku yang paling beharga. Semoga saja, energi gelap yang terkutuk ini bisa berguna," Ucapnya menajam "Meski harus kehilangan nyawa!" Lanjutnya...
Perlahan-lahan, energi gelap bergelombang mulai menutupi tubuh Wang Yan. Wajahnya merah padam, pupil matanya berubah menjadi merah darah. Dia berubah layaknya seperti demon.
Tap..., tap..., tap
Terdengar suara derap langkah dari arah belakang Wang Yan. Saat itu juga, Wang Yan menjeling dengan ekor matanya.
"Tidak ada gunanya memakai kekuatan itu, kan?" Ucap seorang pria misterius yang tak lain dan tak bukan adalah Ji Fu, datang dengan sebuah senyuman sinis.
Wang Yan memicing "Apa yang anda coba katakan?!" tajam Wang Yan.
__ADS_1
Ujung bibir Ji Fu terangkat "Jika ingin tahu cara Luxie menghabisi para iblis itu dengan cepat, seharusnya anda bicara sopan dong pada saya...! Yang Mulia Putra Mahkota!" ujar Ji Fu penuh tekanan
"!"
Wang Yan memicing "Jika anda bersikap kekanak-kanakan, anda hanya akan melempar para prajurit anda kedalam kematian. Saya tidak memiliki waktu pada permainan yang anda buat, mengerti!"
"!"
Wajah Ji Fu sedikit menunjukkan reaksi terkejut. Namun, dengan cepat dia mengganti ekspresi terkejut itu dengan senyum sinisnya
"Yah..., saya mengerti," Jawabnya dengan cengengesan "Baiklah, saya mengaku salah." Lanjutnya.
Wang Yan tersenyum kecil "Anda cukup bijak." Pujinya, namun dengan nada tidak niat memuji
Yah, mereka saling melontarkan senyuman. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh mereka, hanya merekalah yang tahu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disisi lain, di dalam goa, tempat persembunyian para iblis. Su Luxie berjalan dengan santai memasuki ruangan demi ruangan pada goa itu. Meski hambatan demi hambatan selalu menghadangnya, namun dengan santai dia hilangkan hambatan itu.
Setelah mengabisi satu iblis yang tersisa didepan ruangan kolam batu mana itu, Su Luxie, mulai memasuki ruangan itu sambil menatap menyelidik pada batu mana yang lama-kelamaan semakin hitam pekat.
Ekspresi tidak senang mulia dia perlihatkan. Kakinya terus terarah pada batu mana itu dan akhirnya berhenti tepat didepannya. Dia hanya berhenti tepat di tiga langkah pada batu tersebut.
Sejenak dia terdiam, memandang cukup lama batu yang ada didepannya. Sorot mata pengamat itu tidak luput pada arah kolam yang hanya berisikan air didalamnya.
"Batu mana bersifat seperti batu sihir yang berada di daratan Tibbet. Jika seseorang menyerap sihir pada batu sihir, maka batu sihir itu sudah tidak ada artinya lagi. Sama halnya yang terjadi pada batu mana,"
"Jika batu mana kehilangan mana yang ada didalamnya, maka batu mana tidak bisa disebut sebagai batu mana. Batu mana yang kehilangan mana nya hanya akan menjadi batu biasa. Aku menyimpulkan, jika seseorang menyerap mana yang ada pada batu mana ini, maka para iblis tidak akan bisa ber-teleportasi pada dunia manusia,"
"Karena syarat teleportasi dunia mereka menuju ke dunia manusia perlu menggunakan kekuatan mana yang cukup besar. Tapi jika kekuatan mana itu habis, maka mereka tidak bisa lagi untuk ber-teleportasi kedunia ini," gumam Su Luxie memandang serius pada arah kolam yang kosong "Mereka akan musnah." Lanjutnya.
"Tapi pertanyaannya, siapa yang akan menyerap mana yang ada dibatu ini?" Katanya membuka sesi jawab dalam otaknya "Aku tidak memiliki kemungkinan untuk menyerap energi negatif, sementara putra mahkota juga tidak memiliki kemungkinan untuk itu. Bahkan Tuan Fu juga tidak bisa menyerap energi negatif, karen qi yang ada di tubuhnya menolak kekuatan mana,"
"Teka-teki yang lumayan sulit untuk dipecahkan! Untuk pertama kali, aku merasa sulit untuk memiliki harapan pada sesuatu." kata Su Luxie tersenyum kecut.
^^^To be Continued_^^^
__ADS_1