
"!"
Deg! deg! deg!
"MERLYN..."
Su Luxie memandang shock pada tubuh Merlyn yang sedang tergeletak tidak berdaya ditanah.
"N, no, nona.." Lirih Merlyn melihat sendu pada Su Luxie
"T, tidak, tidak ini tidak boleh terjadi." Gumam Su Luxie bergeleng-geleng dengan ekspresi shock
SRINGGG...
Tatapan tajam itu dia arahkan pada pria yang sedang tersenyum dengan sinis melihat pada Merlyn dan juga Jie yang sedang terkapar tidak berdaya ditanah.
Mereka dilumuri oleh darah segar akibat luka yang cukup parah pada tubuh mereka.
"Lepaskan saya! Anda adalah iblis, anda pantas mati!" Pekik Su Luxie mulai meronta dari cengkraman pria misterius tersebut.
"Ya, aku memang iblis. Maka dari itu, jangan bermain-main pada iblis ini!" Tajam pria itu, menatap menusuk pada Su Luxie
Deg!
"Pria ini gila! Dia sangat kuat, aku tidak bisa melawannya."
"Dan diamana para black jack lainnya?! Me, mengapa mereka tidak datang membantu?! apa jangan jangan...
"!"
Su Luxie memandang tajam pada pria itu "Apa yang anda lakukan pada penjaga bayangan saya!" Tanya Su Luxie mendesak
Bukannya menjawab, dia justru tersenyum sinis dan terus melihat Su Luxie dengan intens
"?!"
"Pria gila ini!"
"Jawab saya! Apa yang anda lakukan pada penjaga bayangan saya, hah?!"
"Tentu saja membunuh mereka. Apa yang bisa aku lakukan selain membunuh mereka?" Jawabnya tersenyum meremehkan seolah-olah nyawa orang-orang yang dia habisi hanyalah sebuah mainan.
"!"
"Tidak! Pria ini benar-benar sudah gila! Apa yang harus aku lakukan?" Su Luxie melirik kearah Merlyn dan juga Jie, pandangannya menjadi sendu dan dipenuhi dengan rasa bersalah.
"Merlyn, jie, tolong maafkan aku. Aku telah menjadi master yang gagal untuk kalian. Aku menyesal karena aku ini lemah. Aku tidak bisa melindungi kalian." Su Luxie sangat sedih mengenai apa yang sedang terjadi. Dia benar-benar sangat menyayangkan kejadian hari ini
"Apa yang akan anda lakukan?!" Tanya Su Luxie dengan mata tajamnya
"Kau harus ikut bersama ku untuk menjadi persembahan raja iblis. Raja iblis sangat menyukaimu, dan aku tahu apa alasannya," Pria itu mendekatkan wajahnya pada bahu Su Luxie "Aroma mu sangat harum. Aroma bunga persik seolah-olah sedang mengalir disekujur darahmu." Lanjutnya tersenyum sinis
Deg!
__ADS_1
"Raja iblis menyukai ku?! Apa karena raja iblis tahu siapa sebenarnya diriku ini?"
"...Baiklah, tapi ada satu syarat yang harus anda penuhi. Barulah saya akan menyerahkan diri dengan sukarela pada anda." Tawar Su Luxie, memberikan syarat pada pria itu
"!"
"Berani sekali kau memberikan syarat padaku. Padahal kau sudah tahu jika aku bisa saja membawa mu dengan paksa pada raja iblis!" Pria itu mencekik leher Su Luxie sehingga Su Luxie hampir saja kehilangan napas
"Hmmft...." Melihat Su Luxie yang hampir kehilangan napas, dia melepas tangannya dengan kasar sehingga tubuh Su Luxie termundur kebelakang
"HUHHHHFT." Su Luxie mengambil napas dengan rakus sambil melirik tajam pada pria itu
"Sialan!" Benak nya mengutuk
"Ya, anda memang bisa membawa paksa diri saya. Tapi sampai saat itu terjadi, saya akan mengakhiri hidup saya sendiri. Saya tidak pernah main-main dengan kata-kata saya sendiri, jika anda masih keberatan dengan itu, maka saya tidak akan segan-segan..
"Kau mengancam ku?! Berani sekali manusia rendahan seperti mu mengancam iblis agung ini!"
"Tidak, saya tidak mengancam, tapi ini adalah sebuah tawaran. Penuhi syarat-syarat saya, dan saya akan menyerahkan diri saya kepada raja iblis."
Su Luxie masih kekeh dengan penawarannya. Dia memandang tanpa ragu pada pria yang sangat menyeramkan itu. Meski separuh wajahnya telah ditutupi oleh kain, namun Su Luxie bisa dengan jelas melihat sorot mata tajam dan mengerikan milik pria tersebut.
"Sepeti apa syarat mu!"
....
"S, semudah ini?"
"Beri penawar racun pada kedua anak buah saya."
"!"
"Hanya itu saja, saya hanya meminta hal yang sangat sederhana. Tolong jangan menolak."
"Demi membuat dua manusia rendahan itu hidup, kau rela mati? Sungguh naif." Olok pria itu dengan senyum meremehkan.
"Kau mungkin menganggap jika nyawa manusia hanyalah sebuah mainan. Tapi bagiku, nyawa manusia yang tidak berdosa sangat lah penting untuk diselamatkan,"
"Dan aku akan melindungi orang ku sampai aku mati." Dengan tekat yang bulat, dirinya bersumpah untuk menjaga siapapun orang-orang yang selalu berdiri disisinya.
"Cepat setujui persyaratan saya!" Desak Su Luxie
"Ck! Hei, kau. Beri mereka penawar racunnya dan biarkan mereka hidup. Ini adalah wasiat terakhir dari calon tumbal kita." Ucapnya diakhiri dengan senyum sinis
"Baik, master."
Mereka akhirnya memberikan penawar racun pada Merlyn dan Jie dengan cara mencekoki mereka. Terlihat sangat kasar sehingga Su Luxie secara tidak sadar telah melangkah maju untuk menghampiri mereka, namun, lagi-lagi tangannya ditarik oleh pria itu sehingga dengan terpaksa dia harus terhenti ditempat.
"Merlyn... Jie..." Lirih Su Luxie
"Baiklah, ayo kita pergi! Tinggalkan mereka." Teriak pria itu dan dengan segera dirinya memapah tubuh Su Luxie pada bahunya.
"A, apa yang anda lakukan?! Saya bisa berjalan sendiri!"
__ADS_1
"Diam! Kau pikir aku bodoh, hah?!"
"Ck, pria sialan ini!"
SLASHHH..
Mereka melompati pohon demi pohon, membawa tubuh Su Luxie dengan kecepatan tinggi. Posisi Su Luxie yang tidak menguntungkan membuat kepalanya pusing dan berputar-putar.
"Iblis sialan! Aku akan membunuhmu!" Ucapnya mengutuk.
...****************...
Kondisi yang memang bisa dibilang sepi itu, membuat keadaan hening dan menjadi mengerikan. Tubuh Merlyn dan Jie tergeletak ditanah dan masih belum sadarkan diri.
Tap... tap... tap..
Suara tapak kuda terdengar cukup keras, sedang menuju jalan yang menjadi saksi bisu dari kejadian naas itu.
Perlahan-lahan, Merlyn mulai membuka mata nya saat mendengar suara bising yang menggema ditanah.
"Tolong..." Lirihnya masih belum bisa untuk bangun.
....
Terlihat tiga ekor kuda hitam sedang berlarian dengan ditunggangi oleh tiga orang pria. Mereka menggunakan pakaian resmi mereka dengan lambang kerajaan Xiao.
Yup, salah satu dari mereka lain dan tidak bukan adalah putra mahkota yang sedang melakukan penelusuran bersama kedua pengawal pribadinya.
Dengan kelajuan yang maksimal itu, wajahnya bahkan masih terlihat sangat tampan dan mempesona. Dengan disinari oleh bintik-bintik sinar mentari yang mengintip disela-sela dedaunan.
"Kondisi hati putra mahkota terlihat tidak baik, apa yang terjadi?" Bisik prajurit yang berada disisi kanan.
"Aku tidak tahu, mungkin saja ada kasus yang masih tidak terpecahkan olehnya." Sahut prajurit disisi kiri.
Yah, wajar saja jika mereka berbicara seperti itu. Mengingat mereka terus saja melihat wajah masam putra mahkota disepanjang perjalanan.
Mereka terus melakukan perjalanan dengan menunggangi kuda mereka. Namun, tiba-tiba Wang Yan menghentikan kuda miliknya sehingga kedua prajurit yang sedang berada dibelakangnya mau tidak mau harus menghentikan kuda, secara paksa.
"!"
"Itukan...
Lirih Wang Yan, melihat kereta kuda dengan lambang mawar emas yang sedang terhenti ditengah-tengah jalan.
"Kereta keluarga Su. Apa yang mereka lakukan dengan berhenti ditengah jalan?"
"Si, siapa itu? Ada seseorang yang tergeletak ditanah."
"!"
Deg! Deg!
"T, tidak, apa yang terjadi padanya?!"
__ADS_1
^^^To be Continued_^^^