
Langkah kaki Su Luxie terlihat begitu pelan dengan sudut mata yang selalu saja terarah pada Su Manman. Seringaian tajam itu dia lontarkan pada Su Manman yang berjalan mendahului diri nya.
Rasa bahagia dan kesal menyatu di hati, Su Manman. 'Percepat langkah kaki mu, jalan*! Sebentar lagi kau akan mati!!' Dia tersenyum mengembang dan melangkah bagai anak kecil.
Su Luxie memperhatikan "Apa yang membuat mu begitu bahagia, kakak?"
Su Manman menoleh kebelakang, lalu pindah sehingga setara pada Su Luxie "Tidak tahu, mungkin ini adalah hari keberuntungan ku, adik,"
Su Luxie hanya terkekeh tanpa menjawab. Karena tidak ada lagi yang ingin dibicarakan, mereka akhirnya lebih memilih untuk fokus keperjalanan menuju tempat perjamuan teh.
Namun, tidak tahu mengapa. Su Luxie selalu saja berprilaku aneh dan berusaha untuk menghambat perjalanan. Entah apa pun itu, dia akan melakukan nya demi menghambat perjalanan menuju tempat perjamuan. Sebetulnya, dalam beberapa menit saja, perjalanan pasti akan selesai. Akan tetapi, tempat perjamuan itu seolah memiliki jarak yang sangat jauh.
Pada kolam besar yang terletak di depan kediaman, Su Luxie meminta untuk berhenti sejenak hanya untuk melihat beberapa ikan mas. Dan tentu saja itu membuat Su Manman merasa emosi. Namun, dia tidak bisa menunjukkan emosi nya kepada Su Luxie. Dia hanya diam, berusaha untuk menahan rasa panas di hati nya.
Mata sinis itu tertuju pada saat Su Luxie yang sedang sibuk melihat-lihat ikan mas yang ada di kolam 'Jika bisa, aku akan mendorong mu di detik ini juga ke dalam kolam ini!' Disertai dengan tangan yang mengepal dengan erat.
"A, adik. Aku yakin jika kepala pelayan sedang menunggu saat ini. Jadi...,bisakah kita pergi sekarang?" tanya Su Manman sedikit menekan kalimat bicaranya.
Su Luxie menoleh dengan raut santai "Ouhh..., aku lupa jika kita memiliki perjamuan teh, ya? Mari kita pergi sekarang juga. Tidak baik untuk menunda-nunda waktu," tutur Su Luxie dengan raut santainya.
"!"
Su Manman menatap sinis punggung Su Luxie 'Yang selalu menunda-nunda waktu itu siapa? Jalan* sialan!!' Dia ikut melangkah menyusul Su Luxie.
Su Luxie tersenyum kecil seolah dia sangat tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Su Manman. Dikepala nya saat ini, dia sedang memikirkan bagaimana cara nya bisa mengatasi tragedi yang sebentar lagi akan terjadi di kediaman Su.
Berat bagi nya jika harus melibatkan Su An'yang dengan kejadian yang sebentar lagi akan terjadi ini. Su An'yang itu bukan lah orang bodoh dan lugu, dia pasti tahu jika tragedi yang sebentar lagi datang pasti ada sangkut paut nya dengan Su Luxie.
Dan itulah yang membuat Su Luxie takut, takut bahwa Su An'yang akan marah dan mengalami Shock.
'Hal yang ingin dilakukan, perlu dituntaskan sampai habis,' Su Luxie terus melangkah dan sampailah mereka berdua pada sebuah gerbang batu dengan pintu berbentuk bulatan. Disana ada taman mawar putih yang bergelantungan di pagar-pagar batu tersebut.
Su Luxie melangkahkan kaki kanan nya kedalam area pagar batu itu dan kemudian disambut oleh pemandangan yang sebenarnya tidak mengejut kan bagi nya.
Su Manman menyeringai sinis saat Su Luxie sudah mulai melangkah kan kaki kedalam area pagar. Namun, seringaian sinis itu pudar tak kala mendengar sebuah nama sebutan yang lolos dari mulut Su Luxie.
"Paman, bibi, kalian di sini?" tanya Su Luxie sekadar berbasa-basi
"!"
Repleks Su Manman membola dan menerobos masuk kedalam.
__ADS_1
"!"
Terkejut bukan kepalang, Su Manman membesarkan mata saat melihat Su Miaomiao dan Su Taipong yang baru saja meneguk teh yang ada di atas meja sembari memperhatikan dirinya yang baru saja datang.
"Apa... yang kalian lakukan... disini?!" lirih Su Manman dengan wajah pucat pasi.
"Manman, ada apa?" tanya Su Taipong
"Manman, wajah mu pucat sekali, apakah kau baik-baik saja, nak?" tanya Su Miaomiao.
"Tidak, tidak, tidak..., jangan minum teh nya...
Tap..., tap..., tap...
Su Manman berlari menuju kedua orang tua nya dan kemudian dengan kasar kedua tangan itu menepis cangkir yang ada di tangan kedua orang tua nya sehingga jatuh kelantai dan pecah berderai.
PRANKK...,
"Akhhhh...,"
"!"
"!"
"Tidak! Kalian harus cepat menerima perawatan medis! Cepat, sebelum terlambat!" desak Su Manman panik dengan kondisi wajah nya yang masih sangat pucat itu.
"Apa ini? Perawatan medis apa yang kau maksud? Kau sedang sakit ya, Manman?" Su Miaomiao terheran-heran sembari meletakan punggung tangan nya pada kening Su Manman.
"Tidak! D, dimana kepala pelayan sialan itu?S,seharusnya yang meminum teh ini adalah dia dan Su Luxie!! T, tapi mengapa kalian datang, siapa yang mengundang kalian?" desak Su Manman bertingkah aneh dan panik.
"Manman, kau ini aneh sekali. Bukan nya kau yang mengirim surat undangan itu kepada kami? Kau lupa ya?" kata Su Taipong heran pada gelagat putrinya ini.
"Teh nya..., teh nya. T, tolong muntahkan!" sergah Su Manman.
"A, apa yang kau maksud ini..., UHUK! Kau...,
"!"
"!"
Su Taipong secara mendadak telah memuntah kan darah pekat dari mulut nya. Dan hal itu membuat kedua manusia itu Shock begitu melihat darah mulai membanjiri pakaian Su Taipong.
__ADS_1
"AYAH!"
"TUAN!!!"
"PAMAN"
Ketiga orang itu berlari dengan cepat kearah Su Taipong. Su Taipong benar-benar tidak menyangka pada kondisi nya saat ini. Secara tidak sadar dia memperhatikan wajah panik milik putrinya.
"Kau apakah teh itu, Manman? Ha?! Kau apakah teh itu!" lirih Su Taipong menuntut jawaban dari Su Manman.
"!"
"T, tidak ayah. Manman...,"
Su Manman terdiam seribu bahasa saat mendapatkan pertanyaan yang begitu tiba-tiba. Mendadak dirinya semakin dibuat tidak berkutik saat kedua tangan ibu nya tiba-tiba memegang kedua bahu miliknya.
"Apa yang kau campur kedalam teh itu, Manman?! Jawab! Jawab ibu nak, cepat!" hardik Su Miaomiao emosi.
"Ibu, aku tidak pernah mencampuri apa pun!" elak Su Manman selalu saja berdalih, berdalih dan berdalih.
"Manman...., UHUKK...,"
"!"
"Bahkan teh ibu juga, nak?" lirih Su Miaomiao saat usai memuntahkan darah kental dari mulut nya.
"Ibu tidak, aku tidak pernah melakukan itu!"
Kedua orang itu ambruk dan kejang-kejang. Su Manman semakin menggila. Sementara itu, Su Luxie dengan segera mengambil tindakan cepat.
"PRAJURIT, KEMARILAH! ADA YANG SEDANG SEKARAT DI SINI!" pekik Su Luxie berusaha memanggil prajurit.
"PRAJURIT!" lanjutnya memekik.
Tidak lama, datang lah lima orang black jack yang datang dengan ekspresi panik.
Disana juga ada Jie yang secara sigap melindungi Su Luxie.
"T, tolong bantu mereka. Paman dan bibi baru saja keracunan teh itu," kata Su Luxie dengan Shock.
^^^To be Continued_^^^
__ADS_1