Medicinal Spirit

Medicinal Spirit
episode 39 : Rencana putra mahkota yang membuat raja gusar


__ADS_3

detik, menit, jam dan hari telah berlalu dengan sangat cepat.


Satu hari telah berlalu setelah kepergian Su Luxie dan keluarga nya di Xiao timur. Setelah mereka berpamitan dengan Su Tiao, mereka segera mempersiapkan keberangkatan menuju pulang.


Su Luxie, Su An'yang dan Merlyn sedang berjalan menuju pelabuhan. Dengan segala perlengkapan seadanya, mereka berlenggang masuk kedalam kapal dan siap untuk pulang kembali pada tanah kelahiran.


Tidak menunggu waktu yang lama, kapal segera dijalankan. Sementara itu, Su Luxie dan yang lainnya memutuskan untuk beristirahat pada ruangan yang dimodifikasi menjadi ruang keluarga.


Su Luxie duduk pada kursi sambil melihat catatan ditangannya. Keningnya selalu saja mengkerut saat melihat lembar demi lembar dari catatan itu.


Tidak lama, datang Merlyn dari arah samping sambil membawa seekor merpati ditangannya.


"Nona, ada kabar untukmu." Kata Merlyn, menarik sebuah kertas dari kaki merpati tersebut.


Su Luxie menoleh dan mengambil kertas yang diulurkan Merlyn kepadanya.


"Surat apa?" Gumam Su Luxie mulai membuka surat tersebut.


isi surat


Teruntuk nona Su..


...Keadaan di kediaman Su semakin memburuk. Sesuai apa yang telah nona perintahkan pada kami, kami selalu mengawasi kediaman itu....


...Keadaan nyonya Su masih tetap sama. Beliau masih tetap memuntahkan darah dan tubuhnya semakin mengurus....


...Apa nona Su ingin kami mengambil tindakan? Kami akan melakukan apapun yang nona perintahkan pada kami....


^^^Salam hormat kami,^^^


^^^serikat black one^^^


"!"


Su Luxie menunjukkan reaksi yang terbilang cukup santai. Dia melipat kertas itu kembali sambil mengarahkan pandangan pada Merlyn.


"Yah... kita harus mengampuninya untuk saat ini." Ujar Su Luxie dengan senyum yang terpaksa.


"Tapi, nona...?" Merlyn masih terlihat tidak mengerti, mengapa Su Luxie malah berbaik hati ingin mengampuni orang-orang itu?!


"Tidak apa-apa, setidaknya untuk saat ini..." Balas Su Luxie mulai berdiri dan mengambil sebuah botol kaca yang berada dilaci sebuah lemari.


Dengan memegang botol kaca itu, dirinya mulai membenak "karena setelah kebahagian, kesedihan akan datang." Benaknya tersenyum sinis.


...****************...


...Beralih pada kekaisaran Xiao barat....


Diruangan kerja pribadi, istana keluarga kekaisaran, Raja dan putra mahkota sedang duduk berdua untuk mendiskusikan sesuatu.

__ADS_1


Disana, putra mahkota benar-benar terlihat sedang serius saat membaca sebuah buku yang lumayan tebal.


Sedangkan raja, dirinya masih disibukkan dengan berkas-berkas yang selalu saja menumpuk.


"Aku akan menghabisi keluarga Su dengan tanganku ini!" Ucap putra mahkota dengan nada datar dan pandangan yang dingin.


"!"


Uhuk... uhuk... uhuk..


Setelah mendengar ucapan sang putra, sontak, raja mendadak batuk-batuk dengan memegangi dadanya itu. Matanya membesar dengan mulut yang menganga


"A, ayah, kau tidak apa-apa?" Tanya putra mahkota, mulai merasa khawatir dan mendekati raja.


Dia mengambil segelas air dan mulai memberikannya pada raja. Dengan sigap raja pun mengambil air itu dan segera meminumnya.


"Huh..." Raja mengatur napasnya setelah meneguk habis air minum itu.


"Bagaimana, ayah baik-baik saja?" Tanya putra mahkota masih dengan hati yang khawatir.


"A, ayah baik-baik saja." Jawab raja mengangguk.


"Syukurlah." Gumam putra mahkota, mengelus dadanya.


Dengan pandangan yang sama, raja mulai menatap putra mahkota lalu bicara


"Apa kau yakin, kau akan menghabisi mereka?" Tanya raja pada putranya yang masih beradu tatap dengannya.


Setelah menyadari kebingungan sang putra, raja mulai bicara


"Dilihat dari kasus mereka, cenderung lebih menunjukkan kasus penyalah gunaan kekuasaan. Mereka hanya melakukan korupsi dalam kasus perdagangan, yang artinya tidak melibatkan pajak dan kas kekaisaran."


"Hukuman terberat yang bisa pihak kekaisaran berikan pada mereka hanya lah penyitaan harta, bukan penghakiman. Jadi pikirkan dulu tentang niat mu ini." Jelas raja pada putra mahkota yang dengan setia menyimak penjelasannya itu.


"Tumben sekali ayah menghentikan ku?! Biasanya dia akan menjadi orang pertama yang mendukung semua keputusanku ini." Benak putra mahkota hanya bisa mengangguk.


Mau tidak mau dia harus melakukan hal yang diperintahkan oleh ayahnya.


"Seperti mau mu, ayah." Jawab putra mahkota.


Dia kembali pada tempatnya dan kembali membaca beberapa catatan yang masih menumpuk dimeja kerjanya itu.


Sementara raja, hanya bisa melihat putra nya dengan tatapan waspada.


"Bagaimana jika putraku masih tetap nekat untuk menyentuh keluarga Su?! Oh ayolah, aku akan sangat malu pada nona Su tentang kejadian itu." Benak raja sambil mengurut pelipis matanya. Dia merasa pusing dikepalanya setelah mendengar niatnya itu pada putranya.


Putra mahkota melirik sang ayah dengan ekor matanya itu, "Berkat keluarga bajingan itu, ayah bahkan tidak bisa berkutik karena hukum kekaisaran! Jika mau, aku akan menghabisi keluarga Su saat ini juga!" Benak putra mahkota, mendadak menjadi kesal dengan sikapnya yang selalu dingin.


...****************...

__ADS_1


"Uhuk... Uhuk..Haciuhhh..." Su Luxie mendadak terbatuk dan mengalami bersin-bersin.


Hal itu mengundang perhatian Merlyn dan Su An'yang yang sedang tertidur. Mereka melihat pada Su Luxie yang tidak hent-hentinya mengalami bersin.


"!"


"!"


Mendadak mereka berjalan menghampiri Su Luxie dengan Masing-masing ekspresi yang khawatir.


"Ada apa?!" Tanya mereka secara bersamaan sehingga cukup mengejutkan Su Luxie.


"?" Su Luxie memandang mereka secara bergantian.


"T, tidak." Jawabnya bergeleng.


"Bersin mu sangat parah! Kau harus diobati!" Kata Su An'yang, meraih sebuah selimut untuk dia pasangkan pada Su Luxie.


"Kau tidak cocok berada dikondisi cuaca yang seperti ini, pakailah selimut!" Lanjutnya memasangkan selimut pada Su Luxie.


"Tapi, ibu...


"Merlyn, tolong buatkan teh hangat untuk Luxie. Dia membutuhkan kehangatan sekarang." Ujar Su An'yang menyela ucapan Su Luxie.


"!"


"Baik, nona." Jawab Merlyn secara sigao mulai berlari kecil menuju dapur pada kapal itu.


Su Luxie hanya bisa pasrah terhadap sikap over protective mereka berdua terhadapnya.


"Seharusnya kau lebih memperhatikan kondisi kesehatanmu, Luxie. Kau memang seorang dokter, tapi kondisi kesehatanmu tidak terlalu baik."


"Kau mudah terkena demam dengan kondisi mu. Lebih perhatikan lagi dan beristirahatlah. Jangan selalu bekerja seperti ini!" Ujar Su An'yang menasehati Su Luxie yang sedang meratap sambil terus menyeka hidungnya.


"Laplah dengan ini." Ujar Su An'yang mengulurkan sapu tangan pada Su Luxie.


Su Luxie mengambil sapu tangan itu "Terima kasih, ibu." Ucap Su Luxie sambil tersenyum


Tidak lama, Merlyn datang dengan membawa nampan yang berisikan cangkir kecil dengan satu teko. Dia meletakan nampan itu diatas meja dan mulai menuangkan untuk Su Luxie.


"Nona, minumlah." Kata Merlyn sambil mengulurkan cangkir teh pada Su Luxie.


Su An'yang membantu Su Luxie untuk mengambil cangkir itu dari tangan Merlyn


"Minumlah, ini akan meredakan flu mu." Kata Su An'yang, yang masih saja khawatir.


Hal itu bisa terlihat dengan jelas diraut wajah nya. Sambil terus memandang Su Luxie yang sedang meneguk sedikit demi sedikit teh tersebut, dia mengelus rambut Su Luxie dengan lembut.


"Minum dengan pelan." Gumam nya sambil tersenyum dengan hangat.

__ADS_1


^^^To be continued_^^^


__ADS_2