Medicinal Spirit

Medicinal Spirit
episode 79 : Salah paham #5


__ADS_3

Su Luxie sudah siap beserta rombongan untuk pulang kembali pada kediaman Su. Dengan dikawal secara langsung oleh beberapa black one dan black jack.


Dengan peralatan dan perbekalan yang sangat memadai, perjalanan berjalan lancar tanpa hambatan sedikit pun.


Su Luxie duduk dengan tenang di dalam kereta miliknya. Sementara Merlyn, dia sedang disibukkan oleh beberapa berkas yang ada ditangannya.


"Apakah ada kendala pada serikat Casa? Jelaskan secara rinci jika kau menemukan kejanggalan," suruh Su Luxie.


"Anu..., serikat Casa berjalan dengan lancar. Tapi..., kediaman saat ini sedang tidak baik, nona," jawab Merlyn.


"Tidak baik, bagaimana?"


"Nona, Su Manman melukai nyonya besar, dan sekarang nyonya mengalami luka lumayan berat pada tanganya," jelas Merlyn dengan menunduk, menunggu amarah Su Luxie yang kapan saja bisa meledak.


"!"


Plakk...


"Sialan!" geram Su Luxie memukul dinding kereta.


"Para pelayan sudah mengusahakan dengan sekuat tenaga untuk menjaga Su Manman agar tidak keluar dari kamar nya. Namun, entah kenapa dia bisa bebas,"


"...Apa kau memiliki pikiran yang menurut mu janggal?"


"A, ada Nona. Black Jack memberikan ku laporan tentang ini. Mereka berkata jika didekat pintu memiliki bekas gesekan sebuah kayu. Gesekan kayu itu berasal dari luar, dan itu artinya..., ada pihak dalam yang ikut campur ke dalam masalah ini," jelas Merlyn, sehingga membuat kening Su Luxie menyerngit kesal sekesal kesalnya


"Ouh..., sudah bosan hidup ya. Aku pikir mereka memang sudah sadar pada kesalahan mereka. Tidak tahu nya..., menarik," gumam Su Luxie tersenyum sinis.


"Perlaju kereta!"


"Baik, nona."


Setelah memutuskan untuk mempercepat agenda miliknya, Su Luxie dan para rombongan akhirnya bisa sampai pada tempat yang akan mereka tuju, yaitu kediaman Su.


Para pelayan yang memang sudah mengetahui agenda Su Luxie, berbaris rapi dengan sikap hormat milik mereka.


Su Luxie yang sudah merasa kesal pada saat perjalanan, pada akhirnya hanya mengacuhkan para pelayan dan bergegas menuju sang ibu yang sudah menunggu di depan pintu kediaman secara langsung.


"Ibu," Itulah kata-kata pertama yang diucapkan Su Luxie saat datang pada kediaman.


"Ya, sayang. Apa kabar mu, hmm?"


Mereka saling menunjukkan rasa sayang mereka dengan berpelukkan dan saling mengelus hangat.


Su Luxie melepas pelukkan nya dan segera mengubah fokus pada tangan Su An'yang, yang sedang terbalut oleh kain kasa.


"Aku akan membunuhnya, ibu," geram Su Luxie.


"!"


"Nak, apa yang kau katakan?! Jangan berkata seperti itu, ini hanya kecelakaan, percayalah," Su An'yang terus berusaha untuk menyangkal.

__ADS_1


"Ya..., baiklah. Ayo kita masuk, ibu harus segera istirahat. Lagi pula kenapa ibu repot-repot menunggu Luxie, ibu kan sedang sakit,"


"Hahahaha, Luxie menjadi lebih cerewet ya setelah pulang kembali," ejek Su An'yang.


"Tidak, Luxie memang cerewet. Bersiaplah untuk mendengarkan Luxie yang cerewet ini."


"Hahahahaha"


Mereka masuk kedalam kediaman dengan ditemani oleh canda dan tawa. Setelah 4 hari tidak bertemu, mereka membuat nya menjadi 10 tahun tidak bertemu. Ya, mereka sangat lebay.


Begitulah hari-hari itu berlalu. Setelah kepulangan Su Luxie kembali, kediaman menjadi semakin diperketat atas perintah dari Su Luxie langsung. Para pengawal ditempatkan diberbagai sudut ruangan maupun lapangan.


Para pelayan menjadi semakin bertambah atas kerja dari ibu Mellen. Atas ketegasan dan kedisiplinan dari Mellen, tidak satu pun pelayan yang membuat masalah di kediaman Su.


Karena hal itu pula, pelayan yang ada di kediaman kedua dikurangi setidaknya hanya tersisa 1 pelayan saja. Karena ulah dari ibu Mellen yang tidak menyukai penghuni kediaman kedua.


Ibu Mellen juga sesekali mendatangi kediaman kedua dan menindas punghuni kediaman kedua walau tidak secara terang-terangan. Walau sifat asli mereka hampir terkuak, mereka tetap bisa mempertahankan itu.


Namun, walau ibu Mellen tidak menyukai penghuni kediaman kedua, dia juga masih bisa bersikap baik pada Su Naling. Karena kebaikan hati Su Naling yang terlihat seolah itu bukan sedang dibuat-buat oleh nya.


Tidak heran mengapa, jika Su ManMan tidak menyukai Su Naling, dan terus mengganggu Su Naling saat meracik obat.


Hal itu bahkan sudah sampai ketelinga Su Luxie. Bukan nya tidak merasa prihatin pada Su Naling, tapi dia tidak dalam kondisi hati yang bisa untuk toleransi pada penderitaan orang lain.


Su Luxie bahkan membiarkan Ibu Mellen untuk datang di kediaman kedua untuk memarahi Su Manman, Su Miaomiao dan Su Taipong, karena sudah lengah.


Su Taipong yang pada awalnya sudah menyadari kesalahan nya pada keluarga Su Luxie, akhirnya merasa bimbang pada keputusannya untuk menyadari kesalahannya itu. Karena sikap tidak adil yang menurutnya telah diberikan oleh Su Luxie tidak setimpal dengan apa yang telah dia berikan dulu.


Ibu Mellen dengan sikap tenang nya "Maaf atas ketidak nyamanan nya, nona. Tapi ini adalah bayaran atas kejahatan mu pada Nyonya besar. Ini adalah hukuman yang sangat ringan yang diberikan oleh nona besar, mengingat jika nona muda sudah melukai ibu beliau,"


"Bisa saja nona besar akan memberikan hukuman yang lebih besar dari ini! Jadi perhatikan ucapan anda,"


Mereka hanya bisa menggeram saat mendengar ucapan ibu Mellen. Bahkan Su Taipong hanya bisa memicing sambil menggenggam kan tangan.


"Aku kan juga pernah menjadi kepala keluarga, tapi mengapa aku diperlakukan seperti ini?!"


"Lihat saja, jika Luxie keponakanku melihat perlakuan mu ini, dia akan menghukum mu! Aku tidak akan menutup-nutupi tindakan mu itu," pekik Su Taipong.


Ibu Mellen hanya tersenyum lembut sambil mengangguk.


"Kau...!!"


"Ayah kita pukuli saja wanita ini! Dia hanya seorang pelayan tapi berani sekali dia!" sahut Su ManMan menatap rajam keara Mellen.


"Aku akan...,


Tap..., tap..., tap...


Dari arah luar, terdengar langkah kaki yang sedang menuju pada mereka. Terlihat seorang wanita cantik sedang menggunakan pakaian kream beserta pelayannya yang terlihat berwibawa dengan berbalut pakaian bewarna hijau tua.


Mereka adalah Su Luxie dan Merlyn.

__ADS_1


"Luxie, keponakan ku. Akhirnya kau datang kemari, aku sangat merindukkan mu," kata Su Miaomiao penuh penjilatan.


"Luxie, kau harus lihat sikap pelayan ini terhadap keluarga mu satu-satunya. Dia sungguh menyiksa kami, Luxie." sahut lagi Su Taipong.


"!" Su Luxie membuat ekspresi terkejut.


"Ibu Mellen, apa ini?" tanya Su Luxie membuat ekspresi kesal.


"Maaf kan saya nona besar, saya tidak akan mengulanginya lagi," jawab Ibu Mellen dengan santai sambil tersenyum kecil.


"Ih ibu Mellen, kau tidak pandai ber-ekting," benak Su Luxie.


"Selama 4 hari kepergian ku, apakah kalian telah banyak sekali mengalami kesulitan, hmm?" tanya Su Luxie begitu perhatian kepada Su Miaomiao.


"Benar, kami sudah banyak sekali mengalami kesulitan, kami sangat menderita." sahut Su Manman dengan ekspresi kesal.


"Ya, sebenarnya aku juga tidak perduli sih." benak Su Luxie tertawa dalam hati.


"Ibu Mellen, pergilah ke kediaman utama dan siapkan semua keperluan untuk kediama kedua. Kalian sudah bersikap lancang untuk beberapa hari ini, aku akan menghukum kalian."


"Baik, nona."


Ibu Mellen pergi setelah memberi hormat kepada Su Luxie, dan kini tinggalah Su Luxie, Merlyn dan para keluarga Su lainnya.


"Paman, bibik, aku ingin berbicara dengan Su Manman, bisa kalian memberi ruang pada kami?" tanya Su Luxie.


"!"


Su Manman, menunjukkan reaksi terkejut saat mendengar jika Su Luxie ingin berbicara 4 mata kepadanya.


Su Miaomiao dan Su Taipong saling menoleh.


"Baiklah, bibik dan paman akan masuk kedalam. Kalian bicaralah."


Mereka berdua masuk kedalam kamar dan meninggalkan Su Luxie dan Su Manman berdua saja.


Su Manman yang memang sudah gelisah karena tinggal berdua dengan Su Luxie akhirnya membuka obrolan terlebih dahulu.


"Ada apa?" Tanya nya dengan ekspresi kesal.


Su Luxie tersenyum sinis, sambil berjalan mendekat kearah Su Manman dan kemudian mulai mendekatkan bibir pada telinga Su Manman "Jika kau kesal pada Ibu Mellen, jangan sungkan untuk memberi pelajaran padanya. Aku akan membantu mu." bisik Su Luxie sehingga membuat Su Manman membola.


"B, bagaimana?"


"Di daerah Cein terdapat racun bunga kuat apabila digunakan dengan dosis kecil bisa membuat seseorang sakit perut selama sebulan. Dan jika digunakan dalam dosis besar, maka orang itu akan langsung kejang-kejang dan meninggal. Gunakan itu dan aku akan mengatur pertemuan mu dengan nya, bagaimana?" tawar Su Luxie sembari menunjukkan senyuman sinis pada Su Manman.


"!"


"Ta, tapi kenapa?"


"Hanya ingin menolong sepupu ku yang malang ini saja," jawab Su Luxie mengelus pipi Su Manman.

__ADS_1


^^^To be continued_^^^


__ADS_2