Medicinal Spirit

Medicinal Spirit
episode 61 : Hukuman Su Manman


__ADS_3

Su Luxie masuk kedalam ruangannya dengan langkah santai sembari menenteng sepucuk surat ditangannya.


Tap.. tap.. tap


Dia melangkah menuju meja kerjanya dan meletakan sepucuk surat itu diatas meja kerja.


Huft!


Dia menghela napas lelah dan kemudian duduk dan bersandar pada sandaran kursi. Sembari mendongakkan wajah keatas dirinya pun sesekali melirik pada surat yang sudah dirinya baca sebelumnya.


"...Pria itu akhirnya tahu cara untuk menunjukkan kekhawatirannya." Gumam nya sembari tersenyum sinis menatap surat itu.


"Setelah kehilangan anak, dia menjadi tertutup dan dingin pada semua orang. Huhh... setidaknya ada sedikit rasa kemanusiannya yang dia berikan padaku." Lanjutnya dan kemudian mulai membuang muka kearah lain.


Dengan rasa lelah nya, dia memejamkan mata dan mencoba untuk tertidur meski dia sedang dalam kondisi yang tidak seharusnya.


Namun, tiba-tiba pintu ruangan terbuka dengan kuat sehingga mata yang awalnya tertutup kini terbuka kembali


BLAMM...


"Luxie! Dimana kau... Ah, di sini kau rupanya." Su Manman berbicara dengan keras dengan menggunakan raut wajah kesal.


Su Luxie menoleh dengan tampang santainya seolah tidak terjadi apapun didalam ruangan itu.


"!"


Melihat tampang santai itu, Su Manman menggenggam erat Jari-jemari nya.


"Ka, kau! Be, beraninya kau duduk santai disini, sementara aku hidup menderita dikediaman kedua!" Hardik nya pada Su Luxie


"?"


Su Luxie memiringkan kepala dan bertingkah seolah tidak tahu apa-apa


"?!"


Melihat reaksi itu lagi, Su Manman naik pitam dan hendak maju untuk menyakiti Su Luxie


"KAU...


"Kakak!"


SLASHH..


Su Naling datang dan menarik tangan Su Manman...


Plakkk..

__ADS_1


Kejadian itu terjadi dengan sangat cepat. Su Naling datang dengan terburu-buru, begitu dia sampai dia langsung menemukan sang kakak sedang bersikap kurang ajar pada Su Luxie.


"Kau...


Su Manman menggeram dengan gigi menggerigit. Dia memandang tajam kearah Su Naling.


"Apa yang kau lakukan, Naling? Ini adalah tamparan kesekian kalinya! Apa kau ingin ku bunuh, hah?!" Su Manman berbicara tajam pada Su Naling.


"Kak, kenapa kau datang kesini dan ingin menyakiti kak Luxie? Kau bertindak dengan gegabah!"


"Gegabah?! Heh... apakah dengan bersikap santai dia akan membuat hidup kita menjadi lebih santai juga? Aku, aku setiap hari harus membasuh wajah dengan air dingin dan bahkan aku tidak bisa mendapatkan para pelayan yang menjamuku dengan teh siang dan sore. Dan semua itu... karena dirinya!"


"Kau yang telah memerintah para pelayan untuk tidak melayani kami, bukan? Para pelayan bahkan bersikap sangat tinggi pada kami! Mereka selalu mengangkat dagu mereka disaat melewati diriku. Dan kaulah penyebabnya!" Hardik Su Manman dengan menunjuk Su Luxie dan bahkan berbicara dengan dramatis saat menyebutkan tentang penderitaannya


Su Luxie yang mengamati dari arah depan hanya bisa menghela napas lelah dan malas.


"Apa lagi yang dibicarakan oleh wanita gila ini." Gumamnya dan mulai bangkit dari kursinya.


"Aku telah membuat mu menderita?" Tanya Su Luxie menatap tajam kearah Su Manman


"!"


Su Manman tersentak saat melihat sorot mata yang mulai menajam itu. Apalagi, sorot mata itu tertuju padanya.


Su Luxie mengalihkan pandangan pada Su Naling "Dan kau, Naling. Apakah kau merasa menderita?" Tanya Su Luxie


Su Manman menoleh pada Su Naling begitu mendengar pengakuan dari Su Naling


"Omong kosong!" Benaknya menatap tajam pada Su Naling.


Su Luxie mengalihkan pandangan lagi kearah Su Manman dan menatap tajam kearah Su Manman "Lalu... bagian mana yang membuat mu menderita, Manman?" Tanya Su Luxie dengan pandangan tajam dan menusuk


"!"


Su Manman terdiam, perlahan-lahan dia melangkah mundur saat melihat Su Luxie mulai mendekat kearahnya.


"Kau makan 3 kali sehari, dan kau mendapat pelayanan selama 24 jam! Kau bilang kau menderita hanya karena membasuh wajah dengan air dingin? Itu yang kau katakan menderita?"


"Lantas apa yang kami rasakan dulu, hah? Kami bahkan tidak bisa makan dengan puas dan kami tidak memiliki pelayan yang berjaga disisi kami! Sedangkan kau? Bersyukur itu sangat penting, Manman!"


Deg!


Dengan terus melangkah, Su Luxie, berbicara dengan tajam dan memandang dingin pada Su Manman.


Su Manman dan Su Naling terdiam saat mendengar ucapan yang sangat menusuk itu.


"Kak Luxie, sepertinya dia masih memendam rasa sakit itu. Dia hidup dengan menderita dan itu disebabkan oleh keluarga ku." Benak Su Naling menatap lantai dengan sendu

__ADS_1


"Kau terus mengatakan jika kau menderita dan bersikap sangat menyedihkan. Kau bahkan selalu menggonggong jika pangeran berkuda mu akan menolong mu dan membunuh ku! Kau selalu mengatakan omong kosong yang tidak penting. Aku sudah mulai kesal pada sikap buruk mu ini, Manman." Lanjutnya berkata tak kalah tajam lagi.


"La, lalu, apa yang akan kau lakukan, hah?!" Su Manman berbicara dengan gagu namun masih bersikap dengan angkuh dan menantang.


"Dia mencoba untuk menantangku!"


"Pelayan, kemarilah." Teriak Su Luxie memanggil pelayan.


"!"


Tidak lama, tiga pelayan datang dan termasuk Mellen didalamnya. Mereka datang dan menghampiri Su Luxie.


"Iya, nyonya? Bisa saya bantu?" Tanya Mellen, sesekali melirik kearah Su Manman yang memasang tampang kesal.


"Apa lagi yang disebabkan oleh ratu drama ini?!" Benak Mellen jengah melihat Su Manman.


"Bawa Manman kekamarnya, dan jangan ijinkan dirinya keluar sebelum aku mengijinkan." Titah Su Luxie


"?!"


"A, apa yang kau katakan? Hah, kau mencoba ingin mengurungku?!" Su Manman terkejut dan tertawa dengan frustasi saat mendengar hukuman yang akan dia terima


"Atas dasar apa kau memerintahku dan tidak mengijinkan ku untuk keluar kamar? Kau sangat sombong, Luxie." Hardik Su Manman naik pitam


"Seret dia, jangan biarkan dirinya bicara lagi." Perintah Su Luxie lagi, sudah mulai kesal pada Su Manman yang terus saja berteriak.


"Baik, nona." Jawab mereka serempak


Setelah mengatakan itu, tidak mereka langsung bergegas pada Su Manman yang sedang menatap tajam pada mereka


"A, apa yang kau lakukan? Berani-beraninya rakyat rendahan sepertimu menyentuhku!"


"Maafkan saya, nona. Ini adalah perintah kepala keluarga, dan kami tidak bisa menyangkalnya." Ucap Mellen, menekan kata kepala keluarga dikalimatnya


"!"


"Jauhkan tangan kotor mu padaku!" Pekik Su Manman


"Bajingan, sialan! Aku membenci mu sampai ketulangku, Luxie!"


"Aku akan membunuhmu, aku akan merobek jantungmu menjadi berkeping-keping! Kau pantas mati, kau harus mati aku akan....


Suara Su Manman memudar bersamaan dengan menghilangnya dia dari pandangan Su Luxie.


Su Luxie hanya bisa bergeleng-geleng mendengar ucapan sadis yang dilontarkan Su Manman padanya.


"Ingin merobek jantung ku? Sepertinya seru untuk menantinya." Benak nya tersenyum devil

__ADS_1


^^^To be continued_^^^


__ADS_2