Medicinal Spirit

Medicinal Spirit
episode 55 : Berbincang bersama raja


__ADS_3

Tap.. tap...


Su Luxie melangkah dengan percaya diri, menuju pada sebuah meja lonjong yang sudah terdapat banyak orang yang duduk disana.


"Mereka sedang melakukan rapat, aku rasa aku datang diwaktu yang tidak tepat." Benak Su Luxie


Ruangan yang tadinya ramai perlahan menjadi hening dalam sekejab.


Pandangan semua orang disana langsung tertuju pada Su Luxie. Bahkan sang raja juga menoleh kearahnya


"?"


"!"


Yah, mereka menujunkkan rekasi yang beragam. Raja cukup terkejut melihat kedatangan tidak diundang ini.


"Siapa ini? Mengapa seorang gadis memasuki ruang rapat?" Tanya salah satu menteri kubu A.


"Nenek mu yang mengundang ku!" Benak Su Luxie, jengah.


"!"


Raja menoleh pada menteri itu "Dia adalah tamu saya, apa ada masalah?!" Jawabnya dengan ekspresi menghitam saat melihat kearah menterinya


"!" jelas jika sang menteri itu menyeridik ngeri.


Dengan cepat pula dia mengalihkan pandangan pada Su Luxie. Dia bangkit dari kursinya dan kemudian berjalan menghampiri Su Luxie.


Su Luxie yang sedang didekati oleh raja langsung membungkuk sedikit tanpa sadar


"Salam yang mulia, panjang umur, panjang umur dan sehat selalu." Sapa Su Luxie dengan hormat.


"?!"


"Ah? Aku menunduk tanpa sadar lagi, ya? Sepertinya aku sangat menghormati sesosok raja ini." Benaknya.


"N, nona Su, apa yang kau lakukan? Angkatlah kepalamu." Ucap raja menegur sifat yang terlalu sopan itu.


Su Luxie mengangkat pandangannya "Terima kasih, yang mulia." Ucapnya tersenyum


Deg...


Wang Ai tertegun, melihat pada Su Luxie dengan cukup lama.


Para menteri cukup menunjukkan reaksi keterkejutan mereka. Saat mengetahui sosok gadis luar biasa yang sangat populer baru-baru ini berada didepan mereka, tanpa sadar mereka maju untuk mendekati Su Luxie


Kini Su Luxie sedang dikerumuni oleh Pria-pria yang sangat asing baginya.

__ADS_1


"Kenapa mereka malah mengerumuniku? Dasar aneh." Benak Su Luxie dengan ekspresi tidak nyaman


Menyadari ketidaknyamanan Su Luxie, raja memutuskan untuk angkat bicara


"Mengapa kalian mengerumuni tamu saya? Cepat duduk dikursi kalian Masing-masing." Titah raja yang tak dapat dibantahkan


"!"


Tergesa-gesa pula, mereka berlari dan duduk dikursi mereka Masing-masing.


"Huft!" Kaisar menghela napas lalu mulai melihat pada Su Luxie


"Nona, apa yang membawamu kemari? Apa aku bisa membantu mu?" Tanya Wang Ai


"...Yang mulia, saya ingin bicara pada anda. Apakah, yang mulia meiliki waktu?" Tanya Su Luxie sedikit melirik pada arah menteri-menteri disana


Note: Karena ada yang komplen, jadi bahasanya aku ubah jadi baku setiap Su Luxie ngomong sama orang yang tidak dekat dengannya.


Wang Ai terdiam, dia melihat pada para menterinya dengan tatapan datar. Namun, seperdetik sekian, tatapan itu kembali melembut saat melihat pada Su Luxie.


"Kita bicarakan ini diruangan pribadi saya," Dirinya berjalan kembali pada meja lonjong tersebut "Kita sudahi rapat ini." Lanjutnya sembari mengambil sebuah gulungan kertas diatas meja.


"Baik yang mulia." Ucap para menteri itu secara serempak


Wang Ai berjalan mendahulu Su Luxie, Su Luxie mengikuti langkah Wang Ai dengan ekspresi ling lung


"Mau kemana, tadi? Ruangan pribadi, ya? Kenapa tidak disini saja?" Benak Su Luxie merasa canggung apa bila harus berbicara 2 mata pada sang raja yang dia segani ini.


Sesampainya diruangan pribadi Wang Ai, akhirnya Su Luxie dipersilahkan untuk duduk pada sebuah meja fiji lebar dengan teko teh yang bertengger ditengah-tengah meja itu.


Su Luxie duduk disana saat sang raja sendirilah yang mempersilahkan dirinya untuk duduk.


"A, apa ini? Dia terlalu ramah dan sopan untuk ukuran seorang raja. Aduh, bersikaplah selayaknya raja? A, aku tidak nyaman jika raja seperti mu malah bersikap seperti ini." Benak Su Luxie merasa tidak nyaman.


Dia terus memandang Wang Ai tanpa sadar, sampai-sampai Wang Ai cukup jelas mengetahui bahwa gadis didepannya ini terus saja memandangnya dengan lekat.


"Kenapa nona malah melihat saya? Apakah orang tua ini terlihat begitu aneh?" Wang Ai bertanya sambil menuangkan teh pada gelas


"!" Su Luxie tersadar dari lamunannya


"T, Tidak-tidak! Ya, yang mulia sama sekali tidak terlihat aneh." elak Su Luxie melambaikan tangan dengan cepat.


Melihat tingkah lucu itu, Wang Ai cekikikan sambil menggeser cangkir yang sudah berisikan teh kepada Su Luxie.


"Terima kasih yang mulia." dirinya dengan malu-malu mengambil cangkir itu dan memegangnya


"Minumlah, setelah meminumnya tubuh nona Su akan menghangat." Suruh Wang Ai mempersilahkan Su Luxie untuk meminum teh hangat itu.

__ADS_1


"Hmmm," Su Luxie mengangguk lalu meminum teh itu bagai anak kecil yang sangat patuh


"Dia perhatian sekali, dia tahu jika aku sedang kedinginan." Benak Su Luxie sedikit melirik kearah Wang Ai, yang turut menyesap tehnya dengan nikmat.


Tak.. Wang Ai meletakan cangkir teh nya


"Huft. Cuaca diluar begitu dingin, ya. Jika tidak benar dalam memilih bahan pakaian, bisa-bisa kita mati kedinginan." ucapnya membuka obrolan sambil terkekeh kecil


Su Luxie mengangkat pandangan "I, iya. Diluar memang sangat dingin." Jawab nya memelah dengan menunduk.


Wang Ai tersenyum kecil "Nah...sekarang apa yang membuat nona Su yang sangat menghindari istana mau menginjakkan kaki kemari?" Tanya Wang Ai, mulai membuka topik pembicaraan


"?!"


"...Saya tidak menghindari istana," Su Luxie menunduk dengan senyum kecut miliknya


"Benarkah?" Wang Ai tidak cukup yakin pada jawaban itu


"Saya tidak berbohong. Saya tidak pernah ingin menghindari istana, tapi..." Ucapnya terjeda


"?!" Wang Ai menunjukkan reaksi yang cukup terkejut


"Jangan bilang... anda sedang menghindari putra saya?" Tanya Wang Ai yang mulai menyadari hal tersebut


Su Luxie mengangguk "Iya, saya menghindari putra mahkota." Jawabnya


"Tapi mengapa? Apakah nona bisa memberikan alasannya?"


Su Luxie terdiam, dia menatap Wang Ai dengan cukup lama


"Nona?" panggil Wang Ai lagi


"...Hal ini memang cukup aneh, saya tidak bisa dekat-dekat dengannya," Jawab Su Luxie


"Ma, maksud anda?"


"Saya juga tidak tahu pasti, apa penyebabnya. Tapi, jika saya berdekatan pada putra mahkota itu akan menyebabkan bahaya,"


"Bahaya?" Wang Ai sangat terkejut mendengar hal itu.


"Bisakah nona Su jelaskan, bahaya seperti apa yang akan terjadi jika kalian saling berdekatan satu sama lain?" Tanya Wang Ai


"...bisa saja, saya akan mati."


"!"


"Tidak, bagaimana bisa. Bagaimana bisa saya baru mengetahui tentang ini? Bagaimana bisa putra saya bisa sangat membahayakan anda?" Wang Ai terlihat cukup Shock saat mendengar fakta tersebut.

__ADS_1


"Sangat normal mengapa nona Su selalu saja menolak kehadiran ke istana. Tapi, anak itu sudah tahu tentang identitas dari nona Su. Apakah nanti dia akan membahayakan nona Su?" Benak Wang Ai mulai bimbang


^^^To be Continued_^^^


__ADS_2