
"13 dan 14 adalah angka sial yang dipercaya akan membawa kesialan bagi umat manusia. Aku hanya harus menyisakan 1 pada masing-masing angka." Monolog nya lagi, dan kemudian mulai menghapus angka 3 dan 4. Sehingga, menyisakan angka 11.
"Angka 11 adalah angka keberuntungan dan istimewa. Bagi rakyat libbey, 11 adalah jumlah anak dewa langit yang bernama rubynia. Kesebelas anak dewa itu telah membawa keberuntungan dan kedamaian. Maka, 11 adalah angka yang terbaik." Monolognya sembari meratapi angka 11 yang perlahan-lahan bersinar dan menghapus jejak darah-darah yang menempel.
Perlahan, darah yang mengering dan menghitam itu mulai terkikis sehingga altar doa yang dibasahi oleh darah kembali bersih. Angin ribut pun, perlahan mulai menghilang dan tergantikan oleh segumpal bunga persik yang terbang mengitari Su Luxie.
Su Luxie menatap bunga persik itu dengan santai dan nyaman. Aroma semerbak dari bunga persik itu membuat Su Luxie nyaman dan tentram.
Disaat dirinya berpuas dengan aroma harum itu, tanpa sadar, telah terdengar seseorang yang berbicara didalam gumpalan bunga persik tersebut.
"Terima kasih, kau adalah penyelamat,"
"Terima kasih, kau membebaskan kami,"
"Kami sangat berutang budi padamu, nona,"
"Berkat mu, kami bisa beristirahat dengan tenang,"
Suara itu terdengar halus dan penuh akan kebahagian. Suara yang saling bersaut-sautan membuat Su Luxie yakin bahwa, jumlah dari mereka tidak hanya berjumlah satu atau dua.
"Kalian siapa? Apakah kalian juga korban sama seperti saya?" Tanya Su Luxie
Bunga persik itu masih tetap terbang mengitari Su Luxie dengan aromanya yang harum. Mereka menggelitik Su Luxie dan berusaha membuat Su Luxie nyaman
"Benar! Tapi... sekarang kami sudah bebas. Kami hanya akan menunggu kehidupan kami yang selanjutnya, yang akan dewa berikan pada kami."
"Dan aku benar-benar mengucapkan terima kasih pada mu, nona. Dan sekaligus, aku ingin meminta maaf karena raga ku tidak memberimu manfaat dan malah menyakiti mu,"
"Benar!"
"Benar!"
"Benar!"
Mereka saling sahut menyahut sehingga membuat Su Luxie terpana dan terenyuh dengan ucapan mereka.
Su Luxie tersenyum dengan lembut dan penuh kasih sayang.Tatapan mata ceria mulai dia perlihatkan.
"Saya senang jika kalian bisa beristirahat dengan tenang. Dan saya sangat senang dengan fakta bahwa sayalah yang telah membebaskan kalian. Jika tidak seperti itu, saya tidak akan menyaksikan keindahan ini. Saya benar-benar menyukai aroma yang kalian berikan,"
"Beristirahat lah dengan tenang. Saya akan selalu mendoakan kalian." Ucap Su Luxie, tulus dilubuk hatinya yang terdalam.
"!"
"!"
"Terima kasih, nona."
"Nona, kau sangat mulia."
__ADS_1
"Dikehidupan yang selanjutnya, kami akan membawa manfaat padamu, nona. Itulah sumpah kami!"
"Mulai dari sekarang dan dikehidupan selanjutnya, kami akan mengabdi padamu."
"Kami pergi dulu. Jangan lupakan sumpah kami."
"Nona, sampai jumpa."
BOMM....
"!"
Segumpalan bunga persik itu mengitari tubuh Su Luxie dan bersinar bagai rembulan dimalam hari. Bukan hanya itu, selain mengeluarkan cahaya rembulan, sekumpulan bunga persik tersebut telah merasuki raga Su Luxie.
Cahaya-cahaya itu menggelitiki setiap tulang-tulang dan inti sel pada tubuh Su Luxie.
"H, hey, apa yang kalian lakukan?" Su Luxie keheranan saat merasakan geli disekujur tubuhnya.
"Energi gelap ditubuhmu sangat mengganggu, dan itu telah membuat nona kami kesakitan. Kami akan berusaha membuat nona kami kebal pada energi negatif."
"Nona, percayalah. Hanya ini yang dapat kami berikan kepadamu. Namun, saat kehidupan selanjutnya, kami akan memberikan semuanya padamu. Kami berjanji."
SLASHH..
BOMM..
Keadaan ruangan menjadi sunyi dan kini, tinggal Su Luxie seorang dirilah yang ada disana.
"Tubuhku... tubuhku menjadi sangat ringan." monolognya, menggenggam tangan yang dia lekapkan pada dadanya.
"Faktanya, mereka memang membersihkan sisa-sisa energi negatif yang telah menggerogoti energi suci milikku. Tapi fakta lain yang mengejutkan... aku kebal terhadap energi negatif?"Monolognya dengan ekspresi terharu
"Tapi, aku tidak bisa mempercainya sebelum ini terbukti. Aku tidak mau banyak berharap." Lanjutnya dengan senyum kecut.
Srakkk..
Tap... tap... tap.. tap
Dengan cepat Su Luxie melirik tajam kearah pintu karena mendengar sebuah suara tapak kaki yang sedang berlari di luar ruangan.
"Cepat sekali mereka datang!" Gumamnya malas dan kemudian bergegas dari sana.
Tap.. tap.. tap.. tap
Su Luxie berlari dan berhenti tepat disamping pintu ruangan. Dirinya menunggu sampai ruangan benar-benar terbuka.
BRUKK..
BRUKK..
__ADS_1
"!"
"Berapa jumlah mereka? Apa aku bisa mengalahkan mereka hanya dengan berbekal potongan jimat ini? Ck, sial! Pasti jumlah mereka sangat banyak." Gumam Su Luxie resah pada jumlah bala tentara iblis yang sedang mendobrak paksa pintu ruangan yang sudah dikunci oleh pria iblis sebelumnya.
BOOMMM...
"!"
"PEMANGGILAN RAJA IBLIS TELAH GAGAL. CARI WANITA ITU SAMA DAPAT, BUNUH DIA!" Teriak salah satu dari sekumpulan prajurit iblis itu
"Sial, aku bisa saja ketahuan jika terus begini." Benak Su Luxie bersembunyi disela pintu yang terbuka.
"Cari wanita itu sampai dapat. Kita harus membalas dendam terhadap master kita." Teriak mereka lagi dengan amarah yang memuncak.
"Entahlah, tapi aku berpikir jika mereka akan mencabik-cabik tubuhku begitu mereka menemukan keberadaan ku. Sungguh sial! Aku harus segera pergi dari sini." Benak Su Luxie mencoba untuk mengendap-endap dan berjalan dengan pelan.
Dia berusaha keluar dari tempat persembunyiannya dan berjalan dengan pelan agar tidak ketahuan. Matanya selalu saja melirik secara bergantian antara sekumpulan prajurit iblis dan pintu ruangan.
"Andai saja kalian tidak kebal terhadap racun, maka aku tidak harus susah mengendap seperti seorang pencuri!" Benaknya kesal pada para iblis tersebut.
Tap.. tap.. tap..
Dia melangkah sangat pelan dan berhati-hati, sesekali melirik pada sekumpulan prajurit agar tidak ketahuan.
"Ayolah, jangan menoleh kemari!" Gumam Su Luxie
"Tetap cari wanita itu sesuluruh sudut ruangan. Jangan sampai membiarkannya lolos."
"Cepat cari...
"!"
"ITU DIA, KEJAR WANITA ITU!"
"!"
"Ck, sial!"
Sangat disayangkan jika keberadaan Su Luxie telah terlihat salah satu dari prajurit iblis itu. Mau tidak mau, Su Luxie berlari dengan cepat menuju keluar ruangan.
"Kejar wanita itu! Kepung dia disegala penjuru ruangan." Perintah dari salah satu dari mereka.
Tap... tap... tap..
Keadaan menjadi gencar. Su Luxie dikejar oleh puluhan prajurit iblis dengan berbekalkan potongan jimat ditanganya. Meski demikian, ekspresi yang ditunjukan nya sama sekali tidak dalam kondisi yang dimana harus resah karena dikejar oleh puluhan orang yang kuat. Dia justru tersenyum seperti mendapat sesuatu hal yang menyenangkan.
"Waw! Seru sekali." Teriaknya bahagia dan mengangkat tangan sembari berlari dari kejaran para prajurit iblis.
^^^To be Continued_^^^
__ADS_1