Medicinal Spirit

Medicinal Spirit
Chapter spesial


__ADS_3

Kereta kuda milik keluarga Su sedang melakukan perjalanan menuju istana karena harus menyaksikan secara langsung seperti apa proses penghakiman tersebut.


Su Luxie yang sudah berdandan seperti seorang pendekar wanita itu selalu tersenyum dengan perasaan senang. Dalam hati nya 'kapan lagi aku menyaksikan ini?' terus saja menggema di hati nya.


Karena sudah sejak pagi melakukan perjalanan, akhirnya mereka sampai tepat di pukul 9.


Dengan sambutan dari suara ricuh para rakyat kecil Su Luxie berjalanan bagai seorang ratu yang siap memimpin segalanya.


Akhirnya terlihat sebuah altar tinggi yang memiliki tiang kokoh dengan seutas tali disana. Disisi lain, terlihat sebuah altar mewah dengan kursi-kursi yang tak kalah mewah nya untuk tempat beristirahat para bangsawan yang akan menikmati pemandangan itu.


Mata Su Luxie tak henti tertuju pada gerobak besar yang sedang menyeret dua penjara besi yang sedang tertutupkan oleh kain hitam. Perlahan seringaian muncul dan pada akhirnya terompet mulai berbunyi dengan kencang.


"Selamat tinggal, kakak!"


Gerobak penjara besi akhirnya berhenti tepat di depan altar penghakiman. Dua prajurit hendak berjalan untuk membuka kain hitam itu. Para reaksi rakyat kecil terlihat sudah tidak sabar untuk menyaksikan wajah-wajah dari biang masalah tersebut.


SRETTT...


Kedua kain hitam telah dibuka oleh kedua prajurit sehingga memperlihatkan satu orang wanita dan satu orang pria yang sedang berada di masing-masing penjara.


Mereka menutupi mata mereka karena cahaya matahari yang begitu terang seolah-olah sedang dipaksakan dimata mereka.


Keadaan lusuh dan rambut kusut itu terlihat sangat memprihatinkan. Namun, bukannya prihatih, para rakyat bahkan menyoraki mereka dan melempari mereka dengan sayur busuk dan telur busuk.


Rakyat kecil terlihat sangat marah dan senang saat menghakimi kedua manusia itu.

__ADS_1


Disisi lain pula, Su Luxie terlihat tidak peduli dan mengabaikan itu semua. Dia memilih untuk duduk di kursi yang sudah dipersiapkan. Dengan ditemani oleh Merlyn disampingnya, Su Luxie terlihat bagai seorang ratu dengan seorang ajudan wanita.


Suara terompet kembali terdengar. Kini, sudah saat nya penjara dibuka karena sebentar lagi acara penghakiman itu akan segera dimulai. Mengapa ini disebut sebagai acara? Karena para rakyat menyebutnya seperti itu. Rakyat mana yang tidak membenci bangsawan? Para rakyat yang tumbuh dengan kebencian besar terhadap bangsawan karena harus menerima kehidupan yang sangat jauh berbeda dan bahkan sangat tidak layak. Jadi tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak bersenang-senang di acara penghakiman bangsawan ini!


Ribuan rakyat menyaksikan tubuh kedua manusia itu diseret menuju altar. Karena kekurangan energi, mereka jadi kekurangan tenaga dan bahkan tidak bisa untuk melawan pada saat diperlakukan semena-mena oleh para prajurit.


Mereka ditarik secara paksa untuk naik keatas altar dan berdiri masing-masing menggunakan penutup kepala hitam yang mulai dipasangkan oleh dua prajurit bertubuh kekar.


"BUNUH MEREKA!!"


Suara para rakyat menggema di seluruh kota. Mereka terus mendesak agar acara penghakiman itu segera dilakukan.


"ATAS DOSA YANG DILAKUKAN OLEH PEWARIS KELUARGA MU, MAKA DENGAN INI, PIHAK PENGADILAN ISTANA SECARA SAH MENETAPKAN HUKUMAN PANCUNG KEPADA MU FENG ANLONG..."


DOMM...


Suara gendang dan terompet berbunyi diiringi dengan teriakan dari para rakyat sehingga menjadi satu membentuk sebuah melodi.


Tubuh yang bergetar hebat dan pucat pasi itu terlihat sangat memprihatinkan. Mu Anlong benar-benar tidak percaya jika sekarang ini dia sedang berdiri dan menghadapi ajal nya.


Keringat mulai bercucuran diwajahnya yang pucat. Mata kosong dan pupil mata membesar itu perlahan bergerak untuk menangkap sesosok wanita yang sedang duduk dengan tenang. Wanita itu lain dan tidak bukan adalah Su Luxie.


"!"


Mu Anlong terhentak sejenak. Perlahan sebuah angin yang mengisi dadanya yang kosong perlahan-lahan menghilang. Tatapan tegang itu perlahan-lahan menjadi sayu. Wajah yang awalnya mengkerut perlahan-lahan menyerngit. Seolah-olah dia sedang merasa lega pada sesuatu.

__ADS_1


Su Luxie yang menyaksikan secara langsung perubahan pada pria yang sudah dia lupakan itu akhirnya mengalami sedikit keterkejutan. Dia baru menyadari jika sudah lama dia melupakan keberadaan pria yang pernah menjadi bagian dalam hidup Su Luxie.


Namun dirinya tidak bisa berbuat apapun. Dia hanya bersikap tidak peduli dan memalingkan wajah dengan tenang.


"!"


Akan tetapi, didetik sekian. Su Luxie kembali melirik kearah Mu Anlong dan mencoba untuk melihat dengan tajam kearahnya.


Untuk melihat reaksi itu, Mu Anlong serasa sedang menelan pil pahit yang terbuat dari racun kelabang. Dia tersenyum kecut dan perlahan menggerakan bibir nya.


"Maaf..., semesta ku."


SREKKK...


SLASHHH...


Su Luxie memejamkan mata dan memalingkan wajahnya dari arah altar. Tangan lentik nan mungil itu mengepal dengan kuat.


"Su Luxie...,sekarang bintang mu sudah meredup untuk selamanya."


DOMM...,


Suara gendang dan terompet kembali bergema dengan diiringi oleh sorakan para rakyat.


Chapter spesial_

__ADS_1


__ADS_2