Medicinal Spirit

Medicinal Spirit
episode 44 : Kekecewaan Wang Yan


__ADS_3

"Ayah, apa yang telah terjadi?" Su Naling menatap sang ayah dengan pandangan yang begitu sedih.


Su Taipong hanya terdiam tanpa menanggapi pertanyaan Su Naling.


Su Naling merasa kecewa terhadap kejadian hari ini. Dia hanya bisa tertunduk dengan pandangan sendu.


Sementara itu, Wang Yan sedang menyapu pemandangan dengan netranya. Dia mengamati setiap anggota keluarga Su.


"!"


"Dimana dua lainnya?!" Tanya Wang Yan, dengan nada dingin dia berbicara.


"?!"


Hening... tidak ada jawaban. Hanya terdengar suara isak tangis yang ditimbulkan oleh Su Manman yang sedang meratapi tubuh sang ibu.


"Ck! Apa peduliku pada mereka! Aku hanya ingin cepat-cepat menyelesaikan hukuman ini!" Benak Wang Yan berdecak kesal.


Dia berjalan maju untuk mendekat pada Su Taipong yang sedang berkesimpuh dilantai kediaman


"Semua aset dan properti keluarga Su, telah disita! Untuk ini, pihak kekaisaran memutuskan untuk mengeluarkan keluarga Su dari 5 besar anggota bangsawan besar!"


"Pihak kekaisaran, mencabut semua hak keluarga Su untuk ikut serta kedalam politik! Kau sudah kehilangan hak itu, maka berbahagia lah, Su Taipong." Ucap Wang Yan dengan seringaian sinisnya.


"!"


"Tidak... bagaimana ini bisa terjadi?! Ayah...?" Su Naling histeris begitu mendengarkan semua titah kaisar yang telah dibacakan oleh Wang Yan


Bagaimana bisa? Setelah kepulangannya dia mengharapkan banyak sekali kegembiraan, namun? Apa yang telah terjadi sekarang?


Keadaan menjadi semakin menegangkan pada saat ini. Hawa mematikan dari Wang Yan selalu saja menyebar dikediaman milik Su. Hal itu menimbulkan beberapa kehebohan didalam maupun diluar kediaman.


Tidak lama, datang kepala kepolisian dari arah dalam kediaman dan mulai mendekat kepada Wang Yan.


Dia membungkuk sedikit lalu mulai bangun kembali "Lapor, yang mulia. Semua bagian kediaman Su telah disegel, semua tugas selesai." Ucapnya dengan hormat, memberi info pada putra mahkota.


Wang Yan mengangguk "Kerja bagus," Puji Wang Yan.


Dia mulai mengarahkan pandangan kepada Su Taipong yang sedang termenung bagai tak terdapat jiwa didalam raganya.


"Kalian sudah tidak memiliki hak atas kediaman ini lagi! Kalian bisa angkat kaki dari sini!" Lanjutnya mulai berkata dengan tajam dan penuh penekanan.


"!"


"!"

__ADS_1


Bagai tersambar petir disiang bolong, keluarga Su terlihat begitu shock dan tidak bisa berkata-kata. Mereka yang awalnya hidup dengan mewah dan serba berkecukupan, kini telah kehilangan semua nya.


"TIDAK! BAGAIMANA KAMI BISA KEHILANGAN ITU SEMUA?!" Pekik Su Manman, jelas tidak terima dengan semua hukuman yang telah diberikan kepada keluarganya.


Dia merasa tidak diperlakukan dengan adil hanya dengan sebuah kesalahan sepele?! Dia merasa terhina dan kecil.


"Lancang!" Bentak kepala kepolisian pada Su Manman.


"!"


Su Manman terdiam, karena terkejut bahwa diri nya baru saja dibentak oleh kepala kepolisian itu.


Wang Yan hanya bisa menghela napas panjang "Huft...terimalah semua kosekoensi atas kesalahan yang telah kau perbuat, Su Taipong. Renungkan semua dosamu ini." Ucap Wang Yan pelan dengan mata yang terus saja memicing.


Su Taipong hanya bisa berdiam sambil teris saja memejamkan matanya.


"Aku malu.. aku malu pada keluarga ku!" Benak Su Taipong merasa hancur sekaligus malu. Hancur karena ulah nya, keluarga nya ikut mengalami kesulitan dan malu karena melakukan sesuatu yang yang sangat konyol, seperti penyalahgunaan kekuasaan.


Tap... tap... tap...


Dari arah luar, terdengar suara tapak kaki yang sedang berlari menuju kedalam kediaman...


Srengg...


Para prajurit dengan cepat mengeliling Wang Yan dengan semua peralatan senjata milik mereka..


"!"


"!"


Gadis itu adalah, Merlyn. Merlyn, yang datang seorang diri dengan membawa sebuah gulungan kertas ditangannya.


"Hah... huh..." Napasnya berderu-deru karena baru saja berlari untuk sampai kekediaman ini.


"Kau?" Ucap Kepala kepolisian merasa tidak asing pada Merlyn.


Wang Yan menoleh pada kepala kepolisian, seolah sedang bertanya, siapa gadis ini?


"Yah... dia memang belum melihat wajahku pada saat itu. Aku selalu menjaga topeng ku agar tidak terlepas." Benak Merlyn, menatap datar pada Wang Yan.


"Kau adalah pelayan pribadi milik nona Su Luxie, bukan?" Tanya kepala kepolisian itu pada Merlyn.


"!"


Sontak, Su Taipong menoleh pada Merlyn. Sebuah pandangan yang sangat kesal itu selalu terarah pada gadis dengan gulungan kertasnya.

__ADS_1


Merlyn mulai mengambil napas dalam-dalam. Dia terlihat sedang menyiapkan diri dan mulai mengangkat gulungan itu sehingga mengambang diudara


"?!" Hal itu menimbulkan kebingungan putra mahkota atas sikap Merlyn, yang terlalu membingungkan baginya.


"Aku adalah asisten pribadi milik nona Su Luxie, akan mewakili beliau untuk mengatakan pesan ini," Ucap Meryn dengan suara lantang dan pandangan berani.


"?!"


"Atas perintah dari kaisar, nona Su Luxie, telah resmi menjadi kepala keluarga Su, dan akan mengambil alih semua harta yang telah disita oleh pihak pengadilan!" Lanjutnya dengan suara lantang sembari menatap lurus pada putra mahkota yang terlihat sudah mulai mengembangkan bibit-bibit amarah didalam dirinya.


"!"


"PERIKSA ITU!!" Titahnya untuk memeriksa gulungan yang telah dibawa oleh Merlyn.


Tanpa menunggu lagi, kepala kepolisian segera maju dan mulai mengambil gulungan kertas tersebut.


SLASHH...


Dia membuka gulungan itu dan mulai membacanya. Disaat matanya terus saja disibukkan membaca setiap text yang ada disana, mendadak kedua matanya itu membesar dengan pupil mata yang mengecil.


"?!" Wang Yan penasaran pada isi dari gulungan itu. Dia merampas gulungan tersebut dari tangan kepala kepolisian.


Tanpa pikir-pikir panjang lagi, dia mulai membaca isi dari gulungan kertas tersebut


...............


"?!"


Bukan sulap bukan sihir, pandangan yang awalnya tenang-tenang saja, kini berubah seperti pandangan seorang pembunuh.


"Peraturan bodoh macam apa ini?!" Pekiknya kesal melihat pada titah Wang Ai yang menurutnya terlalu berpihak pada anggota keluarga Su. Terutama Su Luxie itu sendiri.


Melihat reaksi yang ditunjukkan oleh Wang Yan, Su Taipong beserta yang lainnya hanya bisa termenung dan marah dalam diam. Sudah sangat jelas jika kaisar terlalu berpihak kepada Su Luxie, anggota keluarga yang telah mereka keluarkan dari anggota keluarga Su.


Mereka merasa kecil dan diremehkan. Bagaimana seorang gadis 16 tahun bisa mengurus semua tanggung jawab sebagai kepala keluarga? Itu adalah sebuah penghinaan secara tidak langsung kepadanya!


"Pertemukan aku pada nya!" Ucap Wang Yan mulai murka atas masalah yang mulai berbalik ini.


"!" Merlyn bergeleng-geleng.


"Beliau berkata, tidak akan menapakkan kaki pada tempat putra mahkota berpijak. Tolong pengertiannya, terima kasih." Jawab Merlyn, menunduk sedikit pada Wang Yan..


Wang Yan menggenggam erat Jari-jemari nya "Pada akhirnya, semua usaha yang telah aku lakukan hanya sia-sia. Ayah malah berpihak pada seorang gadis asing ini?!" Benak Wang Yan merasa kecewa atas keputusan yang diambil oleh sang ayah.


"Ayo kita pergi! Tidak ada gunanya berlama-lama disini!!" Ajak Wang Yan menggelegar dan tanpa ba bi bu lagi, dia mulai melangkah pergi dari sana....

__ADS_1


^^^To be Continued_^^^


__ADS_2