
Dibawah sinar mentari yang cerah, Su Luxie dan Su An'yang, memanfaatkan sinar itu untuk sekedar berjemur dan bersantai.
Mereka duduk disebuh kursi dengan meja bundar beserta semua cemilan lezat yang senang sentiasa berada diatas meja tersebut.
Terlihat disana, Su Luxie, sedang duduk dengan disibukkan oleh sebuah buku medis yang memiliki ukuran lumayan tebal dengan warna hijau gelap.
Sementara Su An'yang, dirinya sedang disibukkan oleh sulaman yang akan dia sulam menjadi bentuk sebuah lambang keluarga Su.
Lambang keluarga Su, umumnya sudah sangat terkenal dikekaisaran Xiao. Bagaimana tidak, lambang keluarga Su memiliki bentuk yang sangat indah dan sangat susah untuk disulam disebuah kain.
Lambang itu berbentuk sebuah mawar tiga serangkai yang saling berkaitan dengan menjadi satu sehingga terlihat kembar tiga. Mawar itu bewarna emas, dengan kelopaknya yang lebar dan terlihat kokoh.
Su Luxie, melirik sedikit sang ibu dengan sudut matanya. Tergores sebuah senyuman disudut bibirnya itu.
"Lambang keluarga Su, ya? sepertinya ibu sangat merindukan ayah dari pemiliki tubuh sebelumnya. Dia terlihat sangat menggemaskan." Benak Su Luxie masih dengan senyumnya.
Dan kemudian, dia mulai menutup bukunya karena diarasa bahwa sudah cukup baginya membaca buku medis tersebut. Setelah menutup buku medis miliknya, dia mulai meletakkan buku itu diatas meja.
"...Sepertinya asik sekali, ya?" Ucapnya membuka obrolan ditengah-tengah suasana yang cukup hening itu.
Su An'yang menoleh dan menghentikan kegiatannya tat kala sang putri kesayangan mulai berbicara padanya..
"...Ah, karena terbawa suasana serunya menyulam, ibu menjadi mengabaikan mu, ya? Maaf ya, nak." Kaya Su An'yang tersenyum dan mulai meninggalkan sulamannya itu, diatas meja.
Su Luxie tersenyum, dia menopang dagunya dengan kedua tangannya. Dia memandang Su An'yang dengan tatapan yang dalam.
"Jadi... bagaimana perasaan ibu setelah mendapatkan semua milik ayah?" Kata Su Luxie dengan nada pelan sambil menunggu reaksi yang akan ditunjukkan oleh Su An'yang
"!"
Su An'yang terlihat sedikit kaget karena sebuah pertanyaan yang terlalu mendadak baginya. Bagi dirinya, ini adalah sebuah keajaiban yang hanya akan dia dapatkan disebuah mimpi. Namun, sekarang dia malah hidup didalam mimpi yang kekal abadi.
.....
__ADS_1
Tidak ada jawaban, Su An'yang hanya diam menunduk, memikirkan sesuatu didalam otaknya. Su Luxie hanya bisa menunggu dengan memberi waktu agar Su An'yang bisa berpikir dengan jernih.
"Pada awalnya, aku hanya seorang rakyat biasa yang tidak memiliki keluarga. Untuk itu, aku sangat terpuruk sampai-sampai keadaan lah yang telah memaksa ku untuk maju. Aku hanya rakyat biasa yang hidup sebagai penjual korek api dipasar kota."
"Dengan hasil penjualan korek itu, setidaknya aku bisa mengisi perutku ini. Hari-hari itu terus berlalu, aku masih tetap sama pada propesiku, sebagai penjual korek."
"Namun, karena sebuah kejadian yang tidak terduga, hal itu berubah dengan sekejab mata. Seorang pewaris dari keluarga Su telah jatuh cinta pada ku pada pandangan pertama. Dia tidak mau menunggu lama begitu bertemu denganku pada pertemuan kedua kami, dan pada akhirnya dia meminang ku dan menjadikkan diriku sebagai istri sahnya."
"Aku disambut dengan sangat baik oleh kedua mertuaku, untuk itu aku bersyukur karena mereka telah menerima semua kekuranganku sebagai, rakyat jelata."
"Setelah 15 tahun pernikahan kami, dia telah meninggalkan ku seorang diri dengan kedua anak-anak kami. Karena hal itu, semua yang awalnya adalah milik kami malah jatuh ke tangan Su Taipong, orang yang sangat serakah dan mementingkan kepentingan pribadi."
"Untuk itu... aku terus hidup didalam rasa takut dan kegelisahan. Aku bahkan tidak berani untuk sekedar bertatap mata pada mereka."
"Namun...apa sekarang aku masih layak untuk merasakan perasaan yang tidak etis aku rasakan pada mereka?!"
Su An'yang mengangkat kepalanya sehingga mereka berdua saling bertemu pandangan.
"Yah... karena anak-anak ku, aku merasa itu sudah tidak layak." Lanjutnya.
"Tentu saja! Terima kasih untuk semua ini, nak. Kau sangat hebat, ibu dan ayah sangat bangga padamu dan juga kakakmu." Ucapnya dengan sebuah senyuman yang tak habisnya dia perlihatkan pada Su Luxie.
"!"
Su Luxie tertegun sejenak namun tidak lama dirinya kembali tersenyum setelah melihat reaksi yang diberikan oleh sang ibu.
Sebuah reaksi yang sangat antusias itu cukup membuat Su Luxie puas. Setidaknya dia mengetahui apa yang Su An'yang pikirkan pada aksinya itu.
"Mereka telah mendapatkan semua balasan mereka. Keadaan telah berbalik memihak kita, ibu. Dulu mereka lah yang berada diatas kita. Namun, kita yang berada diatas mereka, sekarang." ucap Su Luxie masih dalam tatapan sama, sebuah tatapan hangat dan kasih sayang yang tulus.
Jika disandingkan, tatapannya dengan apa yang telah keluar dari mulutnya sama sekali tidak cocok. Sampai-sampai Su An'yang yang melihat kejadian ini merasa, jika sang putri memiliki sisi yang berbeda. Untuk itu, dia malah menertawakan sang putri.
"Hahahahahah," Tawa Su An'yang pecah.
__ADS_1
"?"
Su Luxie hanya bisa melihat dengan tatapan bingungnya.
"Nak, kau sangat menggemaskan." Ucap Su An'yang.
Dia mengusap air matanya yang sedikit keluar sambil berkata "Bagaimana bisa kau berbicara seperti itu? Seperti orang dewasa saja." Ucapnya terus menahan tawa.
"?"
"Seperti orang dewasa? Aku?" Ucap Su Luxie menunjuk dirinya sendiri.
"I, ibu.. aku memang sudah dewasa. Aku bukan anak kecil lagi." Ucap Su Luxie, tertawa canggung sambil menggaruk kepalanya
"Ck! 16 tahun itu masih kecil! 17 tahun kau akan memasuki masa remaja dan 19 tahun kau akan matang untuk sebuah pernikahan!" Ucap Su An'yang, menoel hidung Su Luxie sehingga Su Luxie mengedipkan mata.
"Ah yang benar saja? Seharusnya dimasa ini, umur 16 tahun bahkan sudah diclaim sebagai orang dewasa. Tapi... berbeda dengan ibu." Benak Su Luxie, tertawa dengan canggung.
"Kau adalah gadis kecil ibu yang beharga. Kau sangat hebat!" Pujinya pada Su Luxie.
"Tentu saja aku hebat!" Sahut Su Luxie, membuat ekspresi bangga.
"Seharusnya inilah yang dikatakan gadis kecil, bukan?" Benak nya masih dengan senyumnya itu.
Mereka larut dalam suasana yang hangat itu. Seolah mereka tidak mau memikirkan suasana ribut yang sedang terjadi dikediaman Su saat ini.
"Perampasan keluarga Su, sudah selesai. Aku sudah banyak sekali melakukan sesuatu diluar batas umur ku. Lalu, apa yang akan terjadi jika identitasku diketahui oleh banyak orang?! Aku rasa tidak sedikit diantaranya yang akan berbondong-bondong untuk melakukan kerja sama dengan serikat Casa. Tapi aku juga tidak munafik, banyak juga diantara mereka yang akan menjatuhkan diriku,"
"Sampai itu terjadi, aku hanya perlu meminimalisir sebagian dari mereka untuk berada disisiku,"
"Sementara itu, para bangsawan yang sudah berada disisiku sejak awal akan menerima semua balasan yang pantas untuk mereka."
Benak nya, tersenyum dengan memandang kearah Su An'yang.
__ADS_1
"Ya! Demi dirinya, salah satu keluarga ku saat ini." Lanjutnya.
^^^To be Continued_^^^