
Keadaan menjadi gencar. Su Luxie dikejar oleh puluhan prajurit iblis dengan berbekalkan potongan jimat ditanganya. Meski demikian, ekspresi yang dia tunjukan sama sekali tidak dalam kondisi yang dimana harus nya takut karena dikejar oleh puluhan orang yang kuat. Dia justru tersenyum seperti mendapat sesuatu hal yang menyenangkan.
"Waw! Seru sekali." Teriaknya bahagia dan mengangkat tangan sembari berlari dari kejaran para prajurit iblis.
"BERHENTI KAU, MANUSIA RENDAHAN!" Pekik mereka.
Su Luxie melirik kearah belakang, dengan ekspresi kesal nya dia berbicara "Kalian adalah iblis busuk!" Pekik nya, membalas makian iblis tadi
Tap.. tap.. tap.. tap
Su Luxie, semakin menambah laju pada larinya. Dia berlari lurus kedepan dan menyingkirkan setiap halangan yang menghadang.
"Energi negatif sudah menghilang dari tubuhku. Itu berarti.. aku bisa menggunakan mana ku? Aku bisa menjadi seorang kultivator lagi? Aku harus mencoba." Benak Su Luxie sembari menyusun rencana dengan melirik kesegala penjuru ruangan yang besar.
"Ruangan ini mirip sekali dengan gua. Yang membedakan hanya perabotan yang ada pada ruangan ini. Jika aku runtuhkan gua ini, mungkin saja para iblis tidak akan mempunyai tempat persembunyian lagi, iyakan?"
Dia melihat keatas untuk memastikan, seperti apa keadaan langit-langit ruangan itu.
"!"
"Ya tuhan. Aku, baru sadar jika kelelawar bergelantungan diatas sana. Tidak jadi! Aku benci kelelawar!" Benaknya dan memutuskan untuk mencari rencana lain.
"Hadang makhluk rendahan itu!"
"!"
"Pergi kau, dasar bau!"
SLASHHH
"Akhhh...
Beberapa dari mereka berhasil menyusul Su Luxie dan menyerang Su Luxie dengan membabi buta. Untungnya, Su Luxie memiliki pertahanan yang sangat bagus dan berhasil menyerang mereka dengan potongan tajam dari jimat yang selalu dia genggam.
Tap.. tap.. tap.. tap
Su Luxie terus berlari dan berlari tanpa henti, wajahnya selalu menunjukkan ekspresi datar tanpa adanya rasa lelah. Namun...
"Sial! Aku baru ingat jika tubuh Su Luxie sangat lemah. Aku kelelahan, aku tidak mampu berlari lagi." Benaknya merasa kewalahan dan ingin sekali berhenti untuk berlari.
Meski demikian, dia tidak berhenti dan tidak ingin menyerah. Dia terus berlari dengan laju sehingga dia harus dihadapkan oleh dua pilihan jalur pada ruangan yang ada didepannya.
Ada jalur kiri dan kanan pada ruangan, Su Luxie semakin risau karena tidak tahu, jalur mana yang harus dia lewati?!
"Bagaimana jika aku salah memilih jalur? Ah, tidak! Pilih saja kanan." Benak Su Luxie memutuskan untuk melewati jalur kanan.
Dia berlari dengan sekuat tenaga dan akhirnya melewati jalur kanan pada ruangan.
"!"
"Hahahahahah, dasar manusia bodoh! Cepat kejar dia, itu adalah jalur buntu." Pekik salah satu dari iblis itu.
"Tangkap manusia itu, kita jadikan dia hidangan!"
__ADS_1
"Tangkap dia,"
"Tangkap dia,"
"Jadikan dia santapan kita!"
Deg! deg!
Su Luxie membola, tatkala mendengar pernyataan dari para iblis jelek dibelakangnya.
"Akhhh sial sekali! Kenapa aku harus memilih jalan buntu?!" Benak Su Luxie menangis didalam hati
"!"
Dan benar saja, jalan tersebut buntu sehingga mengharuskan Su Luxie untuk berhenti dan tidak bisa bergerak lagi karena dia sedang dikepung disegala sisi ruangan.
"HAHAHAHAHAHAHA! BODOH, MANUSIA ITU MEMANG BODOH DAN KAU TERMASUK MANUSIA BODOH ITU!"
"Bersiap lah manusia, kau harus membayar semua perbuatan mu pada kaum iblis!"
Mereka terus maju dengan ekspresi rakus mereka. Sedangkan Su Luxie, dia hanya diam disana sambil melihat dengan tajam pada para iblis itu.
"Kalian terlalu percaya diri untuk mengalahkan saya, ya? Tapi... apakah kalian yakin bisa mengalahkan manusia seperti saya?" Ejek Su Luxie, tersenyum meremehkan pada para iblis itu
"!"
"Ma, manusia ini sudah gila!"
"Habisi dia, cepat!"
"!"
"Hiaakhhh
SLASHH..
"!"
Para iblis berhenti ditempat, tatkala melihat Su Luxie yang dengan mudah menebas kepala salah satu dari mereka, hanya menggunakan angin yang berasal dari gerakan tangannya?
"Ka, kau kenapa bisa menggunakan kekuatan kultivator?! Seharusnya kau hanya seorang manusia pecundang!" Kaget mereka
Su Luxie tersenyum sinis "Kata siapa?"
"Ma, master kami."
"Cih, dasar bodoh."
SLASHHH...
"AKHHHHH...
Su Luxie terus menebas kepala dari tiap iblis yang berani maju. Sudah puluhan iblis dirinya bunuh sehingga tubuhnya dilumuri oleh cairan hitam yang kental
__ADS_1
Darah para iblis itu bewarna hitam, dan itu sangatlah lengket. Darah itu sedang menempel ditubuh Su Luxie sekarang ini, dan tentu saja itu membuat Su Luxie kesal.
Cruattt..
"Huft.. huft.. t, tubuhku semakin kelelahan. Aku.. tidak bisa menggunakan mana yang terlalu berlebihan lagi...
Su Luxie menyeka keringatnya dan kemudian melihat pada arah belakang.
"Aku harus keluar dari jalan buntu ini, bagaimanapun caranya aku harus selamat!" Benaknya yakin sembari membayangkan orang-orang yang sangat penting didalam hidupnya.
"Tenang saja, aku akan pulang dengan selamat! Aku akan bertemu lagi dengan keluargaku!"
Tap.. tap.. tap
SLASHHH
"MENYINGKIR LAH KAU, DASAR BODOH!"
"AKHHHHH...
Su Luxie berhasil membuka jalan dan berlari pada arah sebaliknya. Dengan sisa-sisa energi yang dia punya, dia berlari dan hendak mencapai jalur kiri ruangan.
"Ayo Su Luxie, kau pasti bisa..." Benaknya meyakinkan, jika dia bisa! Dia harus bisa melewati jalur kiri itu!
Tap.. tap.. tap
Langkahnya semakin memelan dan keringatnya semakin membanjiri tubuhnya. Su Luxie benar-benar kelelahan dengan kondisi tubuhnya sekarang.
Dia menunduk dan hampir terjatuh kedepan
"Aku sangat lelah...
Benaknya dan secara pasrah dia menjatuhkan tubuhnya kedepan
Grepp..
"!"
"Kau kelelahan, hmmm?" Tanya seorang pria dengan lembutnya dia berbicara.
Su Luxie mendongakkan kepalanya dan berusaha melihat pada pria yang membantunya agar tidak jatuh
Silau...
Su Luxie mengerjabkan matanya karena cahaya matahari seakan-akan sedang menutupi wajah pria itu.
"Maafkan aku, karena datang terlalu lambat." Ucapnya lagi, dengan nada penuh rasa bersalah.
"Yah.. pahlawan memang selalu datang diakhir. Aku sudah hampir mati, baru pahlawan datang untuk menyelamatkan ku. Yah.. setidaknya aku bisa istirahat dengan tenang." Benak Su Luxie memejamkan mata dan pada akhirnya terlelap dalam rasa kantuk
"Benar. Tertidurlah, Luxie." Ucap pria itu dengan lembut mengusap rambut Su Luxie dan memeluk tubuh mungil Su Luxie pada tubuhnya yang besar dan kekar.
"Sementara aku, akan menghabisi para bajingan yang berani menculik putriku!" Ucapnya secara mendadak berubah menjadi dingin dan menusuk
__ADS_1
Perlahan-lahan, cahaya yang menutupi wajahnya menghilang dan memperlihatkan wajah seorang pria yang sangat tampan berusia sekitar 39-40 tahun. Meski sudah berumur, tapi pria itu terlihat sangat tampan dan mempesona. Rambut yang masih menghitam tanpa dihiasi satu lembar uban, semakin menambah pesona pada pria ini.