Medicinal Spirit

Medicinal Spirit
episode 48 : Keluar


__ADS_3

"Malam ini, undang mereka untuk makan malam bersama. Sebuah keluarga memang harus makan bersama, bukan." Titah Su Luxie pada Merlyn, yang masih setia berdiri disampingnya


"!"


"Baik, nona." Jawab Merlyn patuh


Setelah mendapatkan perintah dari Su Luxie, dia pun dengan segera keluar dari ruangan itu untuk melaksanakan sesuai yang telah diperintahkan


Blamm..


Su Luxie tersenyum, menatap pada pintu yang sudah tertutup kembali


"Playing the game." Gumamnya dengan tatapan sinis dan senyum yang lebar.


...****************...


Sinar rembulan sudah mulai terlihat, menggantikan sinar mentari.


Sesuai apa yang telah dikatakan oleh Su Luxie, bahwa akan digelar makan malam bersama diruang makan kediaman Su.


Saat ini, diruangan sudah terdapat Su Taipong, Su Miaomiao dan Su Naling , yang sedang duduk terdiam dimeja makan


Keadaan begitu hening, hanya terdengar suara derap langkah kaki para pelayan yang sedang menyiapkan semua hidangan untuk makan malam.


Ketiga orang disana hanya duduk termenung dengan ekspresi wajah lesu. Entah apa yang sedang mereka pikirkan, sehingga diam seribu bahasa tanpa berucap sepatah katapun


"Kak Luxie masih bisa mengajak kami makan, setelah apa yang ayah dan ibu lakukan pada mereka. Sebenarnya aku sangat enggan untuk mengikuti acara makan malam bersama ini, namun aku tidak bisa menolak kakak Luxie. Apa lagi, dia sudah menjadi kepala keluarga yang baru," Benak Su Naling, menunduk dengan tatapan yang sendu.


Perlahan-lahan, dia mengangkat pandangannya kearah Su Taipong dan Su Miaomiao


Bibirnya berkedut dengan tatapan yang selalu saja memancarkan kesedihan


"Kasihan ayah dan ibu, aku tidak bisa egois dan bertindak kekanak-kanakan. Aku tidak enak pada kak Luxie." Lanjut nya.


Tidak lama dari itu, Su Luxie dan Merlyn akhirnya memasuki ruangan. Pelayan-pelayan yang berada disana pada saat itu, secara serempak memberi salam dengan menunduk.


"Salam, nona besar." Ucap mereka serempak


"?!"


"!"


Mereka bertiga dengan cepat mengarahkan pandangan kearah Su Luxie


Su Luxie hanya mengangguk sambil membuat kode pada para pelayan agar pergi meninggalkan ruangan. Para pelayan yang sudah mengerti itupun, langsung saja meninggalkan ruangan dan menutup pintu kembali.


"Selamat datang, Kak Luxie." Sambut Su Naling tersenyum canggung kepada Su Luxie.

__ADS_1


Su Luxie hanya bisa membalas dengan sebuah senyuman manis.


Dia pun langsung duduk dikursi yang biasanya ditempati oleh kepala keluarga. Setelah dia duduk dihadapan ketiga orang itu, keadaan mendadak menjadi awkward.


Su Taipong sesekali melirik kearah Su Luxie dan menunggu untuk Su Luxie berbicara. Sementara Su Miaomiao, dia hanya bisa memperhatikan suaminya dengan canggung.


"Suamiku bilang, jika dia akan merubah semua sikap buruk nya kepada keluarga kakak ipar. Aku harus mematuhinya, sebagai suamiku." Benak Su Miaomiao, melihat Su Taipong dengan tatapan dalam.


"Hmm, sudah lama ya, kita tidak makan malam bersama seperti ini." Ucap Su Luxie membuka sebuah obrolan


"!" Su Taipong mengangkat dagu dengan cepat


"Yah.. ka, kau benar." Jawab Su Taipong, tersenggat-senggat.


Su Luxie menyunggingkan senyuman "Aku sengaja menyuruh para pelayan untuk menyiapkan semua makanan mewah ini. Aku sangat menanti malam ini, untuk bisa makan malam bersama keluarga besarku." Ucap Su Luxie, yang terdengar sedikit menyelipkan sarkasme pada ucapannya


Ketiga orang disana hanya bisa saling menatap dengan tatapan bingung mereka


"Te, terima kasih, Luxie. Kau sudah banyak sekali membantu kami, kami benar-benar mengucapkan terima kasih padamu." Ucap Su Miaomiao


Su Taipong membalas mengangguk tanda jika dia setuju pada ucapan sang istri


"Mungkin semua yang kami lakukan padamu, kau tidak akan bisa memaafkannya. Tapi dengan bertindak seperti ini... kau sudah membuktikan jika kau memiliki hati yang begitu lapang." Sahut Su Taipong, menyinggung masalah yang tidak seharusnya dia singgung pada malam itu.


"!"


Sementara itu, Su Luxie hanya tersenyum sambil bergeleng "Tidak, paman. Tidak seharusnya kita membahas masalah itu sekarang," Jawab Su Luxie tersenyum


Su Taipong mengangguk "Paman mengerti, maafkan paman." Ucapnya.


"Tidak apa-apa. Nah, berhubung semua sudah disiapkan, mari kita nikmati semuanya." Kata Su Luxie, mempersilahkan ketiga orang itu untuk memulai makan malam mereka.


Tanpa banyak basa-basi, dan dalam kondisi perut mereka yang sudah kelaparan, akhirnya mereka mulai memakan hidangan yang sudah disiapkan itu.


Acara makan dilakukan dengan khitmat. Hanya terdengar suara dentingan sendok saja yang menggema diruangan.


Su Luxie diam, sambil mengunyah roti gandum miliknya. Sesekali dirinya melirik pada ketiga orang didepannya itu. Dan pada saat itu juga, terukir sebuah senyuman kecil dibibirnya.


"Makanlah sepuas kalian. Isi perut kalian dengan apapun yang ada disini!" Benak Su Luxie.


.


.


.


10 menit berlalu..

__ADS_1


Mereka sudah selesai mengisi perut mereka, dan masing-masing sudah berhenti dan meninggalkan mangkuk-mangkuk mereka yang sudah dalam keadaan kosong.


Su Luxie yang tentunya sudah menyelesaikan acara makan itu, kini mulai bersiap untuk membuka sebuah obrolan


Dia menyapu mereka bertiga dengan netra biru terang nya...


"Seperti apa yang telah paman katakan, setelah semua yang kalian perbuat pada kami, aku tidak akan pernah melupakannya" Ucap Su Luxie


"!"


Deg.. deg..


Mereka bertiga hanya bisa menunduk dan diam membisu. Tidak terdengar sepatah katapun, dari mereka.


"Apa lagi, sekarang kita tinggal bersama. Itu akan menjadi penghalangku untuk melupakan semua yang telah terjadi" Lanjut Su Luxie, membuat ekspresi sedihnya.


"!"


"Ka, kalau begitu, kami akan diam dikediaman kedua. Kami akan meninggalkan kediaman utama, bagaimana?" Sahut Su Taipong dengan cepat, menawarkan agar dirinya dan keluarganya bisa diam dikediaman kedua.


"Be, benar, Luxie. Kami akan tinggal dikediaman kedua. Kau tidak perlu khawatir, kami akan pergi besok." Sambung Su Miaomiao.


Mereka berbicara dengan semangat, seolah-olah jika mereka pindah, maka Su Luxie akan memaafkan mereka!


Begitu juga Su Naling, dirinya tersenyum menatap kedua, orang tuanya.


"Ayah dan ibu sudah berubah, mereka tidak bersikap semena-mena lagi pada kak Luxie." Benak Su Naling.


"Iya, kakak. Kau tidak usah khawatir pada keberadaan kami yang mungkin saja mengganggumu. Kami akan bersiap untuk pindah besok." ucap Su Naling, yang turut berkata jika mereka akan pindah besok.


"Oh astaga" Su Luxie membuat ekspresi terkejut "Aku tidak menyuruh kalian untuk pindah, bagaimana bisa kalian hidup dirumah yang sekecil itu?!" Lanjutnya sedikit menyelipkan sindiran.


"!"


Su Taipong dan Su Miaomiao saling pandang, dan tidak lama, mereka kembali memandang Su Luxie secara bersamaan


"Tidak apa-apa. Kau saja bisa hidup disana dengan sangat lama. Lagi pula, kami tidak akan mati jika harus tinggal disana, iyakan?" Kata Su Miaomiao, tersenyum manis pada Su Luxie


"Begitu ya... baiklah jika itu mau kalian. Aku akan mempersiapkan semua yang kalian butuhkan dikediaman kedua, jadi tenang saja ya." Jawab Su Luxie dengan senyum yang tak kalah manisnya.


"Kena kalian!" Lanjutnya membenak dan secara samar-samar menunjukkan senyuman sinis


Merlyn yang menyaksikan itu dari kursi belakang hanya bisa bergeleng-geleng, melihat rencana Su Luxie yang begitu menjebak ini. Namun tidak bisa dia pungkiri, dia juga sangat senang mendengar jika keluarga Su Taipong akan segera keluar dari kediaman utama.


"Keluarlah, malam ini juga!" Benaknya.


^^^To be continued_^^^

__ADS_1


__ADS_2