
"Jadi maksud mu..., aku memberi mu saran untuk meracuni Kepala Pelayan, begitu?"
"Tentu saja!"
"Bisa kau tunjukkan bukti nya pada ku?"
"!"
Su Luxie menyeringai "Naif sekali,"
episode sebelumnya ☝🏻
...*episode berikutnya*...
"K, kau tidak bisa menipu ku dengan kata-kata mu, kau camkan itu, Su Luxie!" hardik Su Manman.
"!"
"Hah, apa yang terjadi? Siapa yang sebenarnya salah disini."
"Nona Muda pasti tetap lah pelakunya, lihat saja tingkah nya itu."
Para pelayan tidak pernah ingin mau meninggalkan bagian terpenting mereka. Mereka mencibir Su Manman sebisa mereka dan sepuas mereka.
"Su Luxie, ayo katakan pada semuanya. Kau sudah mengetahui ini sejak awal kan?"
Su Luxie terdiam, dia menatap kosong ke arah Su Manman.
"Jawab aku, Su Luxie!" Su Manman berteriak dengan kesal.
"Jie, bawa orang itu kemari." titah Su Luxie kepada Jie.
Jie menunduk patuh, dan kemudian pergi untuk menjalankan titah.
Su Manman yang merasa terabaikan semakin tersulut api kemarahan. Dia kesal dan juga benci. Dia tidak menyukai kejadian ini. Seharusnya, ini adalah hari dikuburnya orang yang sangat dia benci, yaitu Su Luxie. Namun apa? malah kejadian yang tidak pernah terbayangkan oleh pikirannya benar-benar terjadi.
"Cih! Pecundang mana lagi yang ingin kau bawa kemari," kata Su Manman menyeringai.
"Nanti kau juga akan tahu," jawab Su Luxie tersenyum dingin kepada kakak sepupunya itu.
Mendengar jawaban itu, Su Manman semakin kesal dan bahkan meremas Jari-jemari nya dengan kuat.
Tidak lama, datang Jie dan kedua anak buah nya yang sedang membawa seorang pria muda dengan penampilan acak-acakan. Wajah dan tubuhnya benar-benar dipenuhi dengan lebam-lebam akibat terkena pukulan.
SPLASSS...
Kedua anak buah Jie pun melempar pria itu kehadapan Su Luxie, sehingga pria itu sekarang berada tepat di samping Su Manman yang sedang berlutut.
"Akhhhhh maaf kan aku, aku hanya menjalankan perintah." mohon Pria itu bersujud.
__ADS_1
"!"
Su Manman yang memang sudah penasaran kepada pria itu pun akhirnya menoleh dan kemudian diri nya mendapati bawasal nya, pria yang berada disampingnya itu merupakan orang yang dia kenal.
"!"
"Mengapa si cunguk ini tertangkap!" benak Su Manman panik saat mendapati pria yang seharusnya tidak ada disini malah ada di sampingnya.
"Angkat kepala mu!" titah Su Luxie.
Tubuh yang bergetar hebat itu terlihat dengan jelas dimata Su Luxie. Namun perlahan-lahan kepala pria itu terangkat sehingga Su Luxie bisa dengan jelas melihat wajah dari pria muda tersebut.
"M, maaf kan saya Nona. Tolong ampuni saya" mohon Pria muda itu gemetaran.
"Siapa yang menyuruh mu untuk membeli racun itu, beritahu kami siapa orangnya," tanya Su Luxie dengan datarnya dia bicara "Jika tidak ingin kehilangan lima jari mu maka bicaralah bajingan!"
"!"
"Maaf kan saya, nona. Tolong ampuni nyawa saya. Saya berjanji saya akan memberitahu siapa yang telah menuruh saya. Tapi tolong ampuni nyawa saya nona," mohon Pria muda itu terus-terusan bersujud dan membenturkan keningnya kelantai sehingga darah mulai membasahi keningnya.
"Bicaralah!"
"Nona muda Su Manman yang sudah menyuruh saya, nona. Saya bersumpah."
"!"
"!"
"Bajingan, kau sudah mengambil satu koin emas ku tapi kau tidak ingin berkorban sedikit pun. Aku akan membunuh mu!" benak Su Manman kes dengan Jari-jemari yang perlahan bergerak untuk menyerang Pria muda tersebut.
"Bajingan kecil aku akan membunuhmu!!" pekik Su Manman.
"AKHHHHHHH!"
Dengan kukunya yang panjang, Su Manman menyakar wajah Pria muda itu sehingga terluka dibagian pipinya. Karena merasa kejadian itu telah mengganggu pertemuan, akhirnya mereka berdua dilerai oleh Jie atas perintah dari Su Luxie.
"AKHHH JANGAN HALANGI AKU! AKU AKAN MEMBUNUH BAJINGAN TENGIK INI." pekik Su Manman.
"Ah tidak, tolong singkirkan wanita gila ini dari ku!"
"Apa kata mu! Kau bajingan..."
"Jangan bersikap liar, Su Manman!" kata Su Luxie penuh penekanan.
"!"
Su Manman benar-benar telah dihentikan dan akhirnya kedua tangan itu diikat agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan lagi.
Su Luxie menarik napas panjang sampai mata itu tak sengaja tertuju kepada salah satu pelayan yang secara terang-terangan berjalan menuju diri nya.
__ADS_1
"Maaf telah menganggu waktu nya, Nona besar. Di luar sedang kedatangan tamu dari pihak istana. Mereka ingin bertemu Nona besar secepatnya," jelas pelayan wanita itu.
"!"
"Pihak istana?"
"Kenapa mereka kemari?"
Keadaan kembali ribut sehingga membuat kepala Su Luxie semakin berdenyut hebat.
"Persilahkan mereka masuk," titah Su Luxie.
"Baik, Nona besar."
Pelayan itu pergi dengan terburu-buru. Su Luxie kembali fokus kepada Su Manman yang sedang diam dengan wajah pucat pasi miliknya.
"Kabar tersebar dengan sangat cepat, sepertinya tikus-tikus kecil sangat senang bersarang di kediaman Su," gumam Su Luxie menyeringai.
"Jie, masukkan Su Manman ke dalam penjara bawah tanah. Sebentar lagi aku akan menemui nya bersama pihak kekaisaran."
"Baik, master,"
"Apa?!"
"Tidak, tidak!! Apa yang kau lakukan jalan*!! Aku akan membunuh mu, berani sekali kau memperlakukan Nona Su seperti ini!"
"Lepaskan aku!"
Kedua Black Jack bersikap acuh tak acuh pada ucapan kasar Su Manman. Mereka berdua terus saja menyeret paksa tubuh Su Manman yang terus saja memberontak.
Disisi lain, Su Luxie dan Merlyn sedang berjalan menuju aula kediaman dan menyambut kedatangan dari pihak kekaisaran. Ekspresi wajah yang awalnya suram kini berganti dengan raut wajah teduh yang menyenangkan.
Disana terlihat, kepala kepolisian yang sedang berdiri membelakangi mereka.
"Senang bisa melihat Pak kepala kepolisian berada di sini," sapa Su Luxie membuka obrolan.
"Waw Nona Su, senang juga melihat anda, Nona. Bagaimana dengan kondisi kesehatan anda, apakah baik-baik saja?"
"Ya, saya menjadi lebih sehat akhir-akhir ini. Bagaimana dengan anda?"
"Saya juga merasa sehat akhir-akhir ini. Ngomong-ngomong, cuaca akhir-akhir ini sangat cerah ya. Karena cuaca nya yang cerah saya menjadi tergerak untuk berkunjung ke kediaman Su,"
"Wah, benarkah? Senang mendengarnya,"
Su Luxie terus tersenyum manis dihadapan Kepala kepolisian ini, namun berbeda di dalam hatinya karena pria di depannya terus saja berkata omong kosong.
"Apa yang ingin coba kau katakan?!"
^^^To be Continued_^^^
__ADS_1
Note!!: Disini aku memiliki perubahan dalam teks novel ku ya. Mulai sekarang Su Luxie hanya berbicara Formal kepada orang yang memang dia hormati atau segani. Misal, seperti kaisar, putra mahkota, ji Fu atau keluarga kerajaan lainnya. Karena pada Zaman kerajaan, bahasa formal adalah tanda bahasa yang sopan atau menghormati seseorang. Untuk selebihnya seperti orang yang tidak dia hormati dia akan menggunakan bahasa informal atau lebih kasar lah istilahnya. Tapi dia juga akan berbicara informal kepada keluarga terdekatnya dalam bahasa yang lebih halus dan sopan. Kalau sama orang yg tidak dia hormati, dia bakal berbicara kasar seperti contoh "kau bajingan","brengsek","anjing nakal" dll.