Medicinal Spirit

Medicinal Spirit
episode 41 : Kepulangan Su Naling


__ADS_3

"Sekali lagi aku ingin mengucapkan terima kasih padamu. Istriku bisa sembuh berkat dirimu yang sangat berkemampuan." Ucap Su Taipong yang sedikit menyelipkan pujian.


Parmacy Gu hanya bisa menanggapi dengan senyum yang kaku. Apalagi dia sangat tidak menyukai pria yang sedang berdiri didepannya itu.


"Ya, baiklah. Aku akan pergi, jaga dirimu." Ucap parmacy Gu dengan tersenyum ramah lalu mulai pergi dan menaiki kereta kuda miliknya.


Tuk.. Tuk..Tuk...


Suara tapak kuda terdengar cukup keras, meninggalkan kediaman Su beserta penghuninya.


Su Taipong melihat pada kereta kuda yang sudah menjauh itu, dengan pandangan yang sangat senang.


"Tidak disangka, dia datang tanpa dipinta sama sekali. Keluarga Su sangat diberkati." Gumamnya dengan senyum merekah.


Dan tak lama, dia mulai masuk kedalam kediaman kembali.


Tentu saja. Kondisi Su Miaomiao sudah mulai membaik. Keadaan sudah mulai menjadi tenang kembali. Kini, Su Miaomiao sedang bersandar diranjangnya sembari mengucah bubur yang sedang disuapi oleh Su Manman.


"Bagaimana, bubur nya enak?" Tanya Su Manman, dengan senyumnya yang manis.


Su Miaomiao mengangguk "Buatan Manman selalu menjadi yang terbaik." Ucapnya memuji masakan Su Manman.


Su Manman tersenyum dengan malu, sambil terus menyuapi bubur pada sang ibu.


Tidak lama kemudian, Su Taipong, mulai masuk kedalam kamar dan melihat langsung pada sang istri yang sedang bersandar.


Mereka berdua bertemu pandang. Mereka saling menatap dengan dalam.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Su Taipong mulai mendekat kearah Su Miaomiao.


Su Miaomiao mengangguk "Iya, tuan." Jawabnya tersenyum.


Kondisi keluaga itu terlihat sangat harmonis. Mereka saling menunjukkan kasih sayang antara sesama.


"Oh iya, ayah. Apakah kau sudah mengeluarkan semua barang-barang milik bibik? Mereka akan pergi dari sini, kan?!" Tanya Su Manman pada ayahnya.


Mendadak, ekspresi wajah Su Taipong berubah menjadi kesal. Dirinya menggeram saat mendengar pembicaraan tentang keluarga Su Luxie.

__ADS_1


"Aku bahkan sudah menghapus mereka dari daftar nama keluarga Su!! Mereka bukan lagi bagian dari Su!!!" Ucap Su Taipong menggenggam erat tangannya. pandangannya menajam saat mengingat kembali tentang keluarga Su Luxie.


"Syukurlah. Mereka itu tidak tahu membalas budi. Mereka bahkan tidak mau menunjukkan rasa iba terhadap kondisi kesehatan ibu! Mereka memang pantas untuk diusir dari sini!" Ucap Su Manman menimpali


"?" Su Miaomiao memiringkan Kepalanya "Apa yang mereka lakukan?" Tanya Su Miaomiao.


Su Manman yang mendengar perkataan ibunya dengan segera memutar badan kembali dan mulai menjelaskan


"Saat ibu mengalami sakit, mereka tidak sekalipun menunjukkan batang hidungnya untuk menjenguk kondisi ibu. Mereka itu tidak tahu berterima kasih. Mereka benar-benar sudah melupakan siapa yang telah memberi mereka makan!" Jelas Su Manman dengan ekspresi kesal saat mengucapkan setiap kata yang bersangkutan dengan keluarga kedua Su.


"!"


"Sialan! Bagaimana sikap mereka bisa seperti itu? Syukurlah kalau mereka sudah dikeluarkan dari keluarga Su. Aku benar-benar tidak mau melihat batang hidung mereka lagi." Ujar Su Miaomiao, mengurut pelipis matanya sambil memejamkan mata.


"Tidak perlu terlalu dipikirkan, ibu. Jaga saja kesehatanmu. Mereka itu miskin, mereka tidak punya pendapatan untuk menunjang hidup mereka! Kalau bukan kita yang memberi makan pada mereka, lalu siapa?! Dengan begitu, mereka akan merasa menderita, dan mengemis-ngemis pada keluarga kita!"


Ujarnya dengan senyum yang begitu sinis dan memikirkan sebuah rencana jahat untuk keluarga Su Luxie.


"Benar! Saat itu terjadi, maka kita harus menuntut balas pada mereka. Kita harus menginjak-injak mereka dan mempermalukan mereka!" Sambung Su Miaomiao menggeram.


"Baiklah, baiklah. Besok Su Naling akan pulang kekediaman Su. Kau harus segera membaik karena Su Naling tidak boleh sampai mengetahui jika kau sempat mengalami sakit. Dia akan sedih kalau mengetahui kondisi mu saat itu." Ucap Su Taipong memberi tahu jika Su Naling, putri keduanya akan segera pulang kembali kekediaman Su.


"!"


"!"


"Naling/Adik akan pulang?!" Ucap mereka serempak yang hampir saja ingin memekik karena rasa bahagia terhadap kabar kepulangan Su Naling, nona ketiga Su.


Su Taipong mengangguk "Dia akan pulang besok, jadi bersiap-siap lah." Jawabnya.


Kondisi ruangan dipenuhi dengan kegembiraan dari Su Manman dan Su Miaomiao. Begitu mengetahui kedatangan Su Naling kembali kekediaman Su, mereka sangat tidak sabar untuk menunggu hari itu.


Sebetulnya, pada hari ulang tahun Su Manman, Su Naling sempat hadir diacara tersebut. Namun, ada sebuah urusan yang begitu mendesak yang mengharuskan dirinya kembali pada akademik parmacy.


"Aku akan sehat kembali!" Ucap Su Miaomiao dengan tekat yang bulat.


...****************...

__ADS_1


Disisi lain, disebuah pasar Xiao barat, Su Luxie, Su An'yang dan Merlyn sedang berjalan-jalan melihat pada kerumunan penjual yang menjual berbagai pernak-pernik dan makanan.


Saat itu, kondisi hati Su Luxie sedang berada dalam suasana yang baik. Dia berjalan-jalan sambil tersenyum, melihat pada sebuah trik yang dimainkan oleh sekumpulan kecil orang.


Sekumpulan kecil itu memainkan sebuah atraksi lempar bola dan meniup api yang keluar dari mulut mereka.


Su Luxie cukup menikmati pemandangan tersebut.


"Luxie, apa kita harus pulang sekarang? Hari sudah mulai menggelap." Ujar Su An'yang, menatap pada langit-langit yang memang sebentar lagi akan menggelap.


Su Luxie menoleh "Mau pulang kemana, ibu? Kita sudah tidak punya rumah." Jawab Su Luxie.


"?!" Su An'yang terhentak saat mendengarnya


"Ma, maksudnya?" Tanya Su An'yang tidak paham.


"Paman sudah mengeluarkan semua barang-barang kita, dia juga mengeluarkan nama kita dari daftar keluarga. Kita bukan bagian dari keluarga Su lagi," Ucap Su Luxie dengan ekspresi tenang.


"Beberapa mata-mata yang ku kirim bilang seperti itu padaku, jadi...berita itu tidak akan salah!" Lanjutnya.


"!" Su An'yang kembali terhentak. Dia terlihat Shock pada kabar yang sangat mengejutkan ini.


"Tapi... mengapa?" Gumamnya terlihat sedih.


"!"


"Ibu..." Su Luxie mulai merasa bersalah karena telah membuat Su An'yang menjadi merasa sedih.


Dia sangat memahami kesedihan yang dialami oleh Su An'yang. Su An'yang sudah hidup sebagai Su selama berpuluh-puluh tahun, Itu akan menimbulkan kesedihan tersendiri didalam hati Su An'yang.


"Tenang saja, ibu. Tunggu sampai semua rencana ku selesai, maka kita akan mengambil keluarga Su, kembali. Su, yang sangat dibanggakan oleh ayah, akan menjadi milik kita, kembali!" Ujar Su Luxie, mulai berjanji pada sang ibu.


Terdengar setiap tekanan dinada bicaranya. Sorot matanya pun mulai menunjukkan sebuah pandangan obsesi pada kemenangan.


"Aku berjanji, akan merebut semua yang seharusnya menjadi milik kami! Keluarga itu, harus bertekuk lutut dihadapan kami! Aku akan mengutuk diriku sendiri, jika sampai aku tidak melaksanakan dendam ini!!!"


^^^To be Continued_^^^

__ADS_1


__ADS_2